Mengupas Tuntas Jenis Pajak dan Keuntungannya bagi Bisnis

Mengupas Tuntas Jenis Pajak dan Keuntungannya bagi Bisnis

Praktis dan Cepat adalah motto yang dipegang oleh masyarakat saat ini. Keinginan untuk melakukan segala sesuatu hanya dalam genggaman nyatanya berlaku juga dalam bidang pajak. Pemerintah melakukan upaya pembayaran pajak secara online untuk membuat masyarakat semakin sadar akan membayar pajaknya dan melaporkan SPT tahunannya. Agar semakin jelas, kenali lebih dekat jenis pajak online dalam ulasan berikut.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Mengupas Tuntas Pajak Secara Online Untuk Tambah Wawasan

  • Sistem Keamanan

Membayar pajak secara online dianggap lebih aman karena sistem pajak telah didukung oleh Electronic Filing Identification Number atau EFIN. Dengan adanya sistem tersebut segala transaksi yang dilakukan melalui ASP perpajakan atau DJP online telah dienkripsi rahasia dan aman. Selain itu sistem secara online ini telah membebaskan mencantumkan tanda tangan pada wajib pajak. Tanda tangan digantikan dengan verifikasi melalui kode.
Verifikasi tersebut harus dimasukkan saat melaporkan atau transaksi pembayaran pajak. Hal ini tentu saja lebih aman karena kode verifikasi dikirimkan melalui masing masing pemegang wajib pajak. Apalagi verifikasi tersebut tidak bisa dipalsukan oleh siapapun. Sehingga Anda tidak perlu khawatir perihal keamanan membayar pajak secara online. Karena kecanggihan teknologi telah memfasilitasi untuk membuat proses transaksi pajak secara online bisa dilakukan secara aman.

  • Layanan Pajak Secara Online

Layanan pajak online ini memiliki ragam yang banyak mulai dari yang disediakan oleh DJP maupun aplikasi yang telah bermitra dengan DJP. Salah satu layanannya adalah e-Filing dimana SPT elektronik dilakukan melalui situs DJP online atau melalui ASP. e-Filing akan membuat Anda bisa melakukan transaksi di mana saja dan kapan saja, dengan dukungan koneksi internet yang memadai untuk mengakses e-filing secara resmi.
ASP resmi yang bisa Anda tuju adalah BRI, Mitra Pajakku, OnlinePajak dan Sarana Prima Telematika yang semuanya telah dijamin DJP. Selain e-Filing ada juga e-Filing Bulk Upload yang merupakan fitur premium bagi Anda yang membutuhkan pengelolaan pajak dengan skala yang besar. Keuntungan layanan ini, Anda bisa melakukan pengelolaan pajak untuk semua cabang dalam satu dashboard. Fitur ini juga bisa mengunggah CSV untuk beragam jenis pajak.
Tidak hanya ada 2 layanan saja, masih ada layanan pajak seperti e-Billing pajak yang bisa membuat Anda membayar pajak secara online maupun secara langsung melalui layanan bank atau aplikasi. Layanan satu ini lebih fleksibel karena Anda bisa membayar secara online atau bisa langsung mengunjungi bank. E-Form adalah layanan pajak selanjutnya yang menggunakan formulir elektronik. Pengisiannya bisa dilakukan secara offline dengan aplikasi khusus dari DJP.

  • Keuntungan Membayar Pajak Secara Online

Selain mengetahui layanan pajak Anda juga harus mengetahui keuntungan gunakan pajak online. Dengan membayar pajak atau melaporkan SPT tahunan via online akan memudahkan Anda. Di mana, Anda bisa melakukan pembayaran melalui internet banking atau ATM di mana saja. Sehingga Anda tidak perlu lagi membawa catatan kecil yang berisikan kode billing dalam melakukan transaksi membayar pajak yang sudah menjadi kewajiban.
Proses untuk transaksi juga bisa dilakukan dengan lebih cepat bahkan hanya dalam hitungan menit saja. Anda tidak perlu lagi untuk mengantri di loket teller karena teller hanya akan menginput satu kode saja. Bagi Anda yang tidak bisa datang ke teller karena kesibukan tak perlu lagi takut untuk telat membayar pajak. Selain proses yang cepat keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan adalah lebih akurat dan lebih aman karena sifatnya yang rahasia. Hal ini karena telah menggunakan kode verifikasi.
Dengan adanya pembayaran pajak secara online akan meminimalisir kesalahan manusia sehingga entry data bisa lebih efisien. Dalam aplikasi atau website juga sediakan fitur validation rules/interface/ function yang bisa meminimalisir kesalahan saat Anda sedang melakukan transaksi. Tidak hanya kesalahan yang bisa diminimalkan, karena tenaga, waktu dan kertas juga bisa dihemat lantaran Anda tidak perlu mencetaknya.
Dengan sedikitnya kertas yang dikeluarkan akan membuat pajak online ini lebih ramah lingkungan. Upaya inilah yang sejatinya sedang dibuat oleh pemerintah. Anda juga tidak perlu lagi membuang waktu atau tenaga karena semua bisa dilakukan dalam genggaman. Dibandingkan menggunakan sistem manual, sistem online juga lebih efisien jika dari segi biaya yang harus Anda keluarkan, karena Anda tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi menuju bank atau kantor pos.

Perbedaan Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung

Jika dikelompokkan berdasarkan cara pemungutannya maka dibedakan menjadi dua yaitu, pajak langsung dan tidak langsung. Pajak langsung adalah jenis pajak yang dibebankan secara langsung dan ditanggung oleh wajib pajak serta tidak dapat dialihkan. Sementara untuk pajak tidak langsung merupakan, pajak yang bisa dibebankan serta dialihkan kepada pihak lain. Pajak langsung harus dibayarkan sendiri dan pajak tidak langsung boleh diwakilkan.
Pajak tidak langsung tak memiliki surat ketetapan pajak, yang membuat pengenaannya tidak secara berkala, tapi berkaitan dengan tindakan atas kejadian. Pajak tidak langsung terdiri dari 3 unsur yakni penanggung jawab atau orang yang secara formal yuridis harus melunasi pajak, apabila ada kejadian yang menimbulkan untuk dikenakan pajak. Penanggung pajak merupakan orang yang secara fakta harus memikul beban pajak yang telah ditentukan.
Pemikul pajak merupakan orang yang menurut UU harus menanggung beban pajak. Sementara pajak langsung umumnya melekat pada individu wajib pajak, dan hak serta kewajiban tidak bisa dialihkan kepada pihak yang lain. Pajak yang termasuk pajak langsung yaitu Pajak Bumi dan Bangunan, Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Penghasilan. Pajak langsung memang lebih umum dikenal oleh masyarakat, karena harus dibayarkan setiap tahunnya.
Sementara untuk pajak tidak langsung berupa Pajak Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai serta pajak ekspor. Yang apabila tidak melakukan hal hal yang menyebabkan dikenakannya pajak tidak berkewajiban untuk membayarnya. PPN contohnya, yang biasanya dikenakan saat kita makan di luar, atau saat berbelanja. Jika tidak melakukan kegiatan tersebut maka tidak akan dikenakan pajak. Pajak tidak langsung biasanya juga diberlakukan kepada instansi atau perusahaan.
Batas pelaporan SPT pribadi jatuh pada tanggal 31 Maret dan 30 April setiap tahunnya. Dengan adanya kemudahan pembayaran pajak ini akan membuat Anda tidak perlu meluangkan banyak waktu pada tanggal tersebut. Beberapa aplikasi atau situs DJP telah memberikan layanan hitung, lapor dan juga bayar sehingga Anda bisa kapan saja dan dimana saja melakukan transaksi. Lebih awal lebih baik untuk melakukan pelaporan pajak dan pembayaran.

Kesimpulan 

Jadi sudah tahu kan mengenai perbedaan pajak langsung dan tidak langsung? Ingat sebagai masyarakat yang baik kamu harus memahami setiap jenis pajak agar saat melakukan pembayaran pajak sudah mengerti dan memahaminya. 
Saat kamu sudah mengetahui kedua hal tersebut dengan begitu kamu dapat merencanakan dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang lebih baik, segala pemasukan dan pengeluaran keuangan kalian akan lebih terlihat.


PUBLISHED25 Nov 2019
Ervina
Ervina