Insight Talenta

Cara Menghitung PPN dengan Aplikasi Penghitung Gaji Karyawan

Saat ini, sebuah perusahaan tidak perlu repot-repot lagi untuk menghitung gaji semua karyawan setiap bulannya. Hal itu karena sudah tersedia sebuah aplikasi penghitung gaji secara otomatis. Bukan hanya untuk penggajian, tetapi juga bisa menghitung pajak PPN.

Selain itu, dapat menghitung gaji lembur dengan tepat. Tidak seperti cara manual, yang terkadang rawan terjadi kesalahan perhitungan. Jika demikian, tentu perlu dihitung ulang dan membutuhkan waktu cukup lama.

aplikasi penghitung gaji

Manfaat Menggunakan Aplikasi Penghitung Gaji Karyawan

Aplikasi payroll online mungkin memang sedang marak digunakan sejak penetapan WFH saat pandemi. Namun, ternyata cukup membawa keuntungan karena bisa manajemen karyawan dengan lebih mudah.

Tentu saja, sangat recomended untuk terus memakainya. Apalagi fiturmya cukup komplit, seperti pendataan, absen, penggajian, dan lain sebagainya. Jika ingin mengetahui manfaat penggunaan aplikasi penghitung gaji karyawan lebih lanjut, silakan simak penjelasan berikut.

  • Terhindar dari Adanya Kesalahan dalam Menghitung Gaji

Dengan menggunakan aplikasi perhitungan gaji tentu akan terhindar dari kesalahan. Sebab, sudah terhitung secara otomatis oleh sistem aplikasi. Jika perusahaan tetap menggunakan cara manual dalam masalah ini, tentu bisa menimbulkan akibat buruk.

Misalnya, salah dalam menghitung gaji karyawan dan jumlahnya kurang dari yang seharusnya. Hal tersebut bisa mengakibatkan kinerja karyawan menurun karena menganggap perusahaan tidak memberinya gaji yang tepat.

Begitu pun sebaliknya, jika perhitungannya melebihi dari yang seharusnya, maka perusahaan yang akan rugi. Maka dari itu, mengapa penggunaan aplikasi payroll lebih baik daripada cara manual. Jika perhitungan gaji tepat tentu akan sama-sama berdampak baik pada karyawan atau perusahaan.

  • Lebih Hemat Waktu

Proses penggajian tergolong cukup rumit karena harus menyesuaikan dengan data kehadiran, cuti, dan lain sebagainya. Apalagi jika karyawannya banyak, sudah tentu bisa membutuhkan waktu cukup lama. Jika penurunan gaji telat, karyawan pastinya akan protes.

Namun, hal tersebut sudah bisa teratasi jika menggunakan aplikasi penghitung gaji. Prosesnya cepat dan hasilnya akurat. Jadi, bisa lebih menghemat waktu dan tenaga sehingga bisa memanfaatkannya untuk bagian bisnis lainnya.

  • Keamanan Data Terjamin

Jika absen menggunakan buku, tentu sangat tidak aman karena bisa saja hilang atau terkena hujan, dan lainnya. Jika begitu, data tidak bisa dikembalikan dan proses penggajian nanti akan kacau. Pada penggunaan Excel saja ada kemungkinan terkena virus dan semacamnya.

Jadi, sangat tidak direkomendasikan, apalagi zaman sudah canggih dan ada berbagai media sebagai pengganti terbaik. Misalnya dengan menggunakan aplikasi penghitung gaji, dimana semua data terjamin lebih aman.

Data-data yang bersifat privasi pun tidak perlu takut bocor ke orang lain. Contohnya tanggal lahir, alamat, nomor rekening, dan lainnya. Selain itu, bisa memastikan sendiri bahwa data benar-benar aman dan dikunci.

  • Tidak Membutuhkan Keahlian Khusus untuk Menggunakannya

Aplikasi penghitung gaji sangat mudah penggunaannya. Jadi, tidak perlu orang tertentu dengan keahlian khusus atau semacamnya. Perusahaan juga bisa lebih menghemat biaya pengeluaran karena tidak perlu menggunakan karyawan khusus untuk memproses penggajian.

Pemilik perusahaan pun bisa melakukannya sendiri karena sudah ada sistem otomatis. Jadi, lebih baik menggunakan keahlian karyawan di bidang lainnya daripada menugaskan di bagian penggajian. Dengan begitu, bisa lebih fokus dalam hal peningkatan bisnis.

  • Dapat Memahami Metode Penggajian

Belajar mengenai teori penggajian tentu akan sangat membosankan karena sulit dimengerti. Terutama jika memang tidak berlatar pendidikan di bidang akuntansi. Namun, jika menggunakan aplikasi penghitung gaji, semua dapat dipahami dengan mudah.

Hal itu karena bisa langsung menerapkannya sehingga wawasan tentang penggajian juga ikut masuk ke otak. Dengan begitu, tidak perlu memusingkan diri dahulu dan beban juga bisa lebih ringan.

  • Perhitungan Pajak Lebih Mudah

Aturan dalam perhitungan pajak tentu akan berubah sewaktu-waktu. Jika perusahaan tidak selalu update dan ternyata ada pembaharuan, tentu akan mendapatkan teguran. Sebab, tidak menghitung sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun, jika menggunakan aplikasi payroll tidak perlu memikirkan masalah ini. Hal itu karena sudah tersedia pembaharuan secara instan dan bisa dihitung secara otomatis menggunakan yang terbaru. Dengan begitu, tidak akan ada pesan peringatan mengenai perhitungan pajak.

  • Kecepatan Menghitung Gaji Meningkat

Penggunaan sistem otomatis tentu akan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat. Bukan hanya pada proses penggajian, begitu pula ketika akan menyiapkan laporannya. Hanya dengan satu klik saja, laporan akan langsung siap dan bisa segera diajukan.

Jadi, tidak perlu membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari. Dengan begitu, artinya kinerja bisnis secara umum juga bisa bergerak dengan lebih cepat. Jadi, akan tercipta efisiensi yang lebih daripada menggunakan cara manual. Aplikasi penghitung gaji karyawan by Talenta bisa menjadi opsi terbaik saat ini. Selain sudah terintegrasi dengan fitur lainnya, Talenta menawarkan berbagai benefit lainnya yang dapat Anda akses pada: https://www.talenta.co/fitur/software-payroll/aplikasi-hitung-gaji-karyawan/

Cara Menghitung Gaji Karyawan Menggunakan Aplikasi Payroll

Ada beberapa aspek yang harus dipenuhi perusahaan ketika akan memproses penggajian karyawan. Tentu hal ini akan menentukan jumlah gaji yang akan dibayarkan. Berikut ini cara menghitungnya berdasarkan beberapa aspek:

  • Menetapkan Kebijakan untuk Gaji Karyawan

Seorang karyawan tentu harus tahu berapa besaran gaji untuk pekerjaannya. Oleh karena itu, dalam kontrak kerja, hal ini juga wajib dicantumkan secara detail. Jadi, nanti saat penggajian tidak heran dengan gaji yang diterimanya.

Setiap perusahaan pasti sudah memiliki kebijakan masing-masing mengenai masalah gaji. Meskipun begitu, tetap harus menyesuaikan dengan bidang dan rata-rata pada daerah tersebut. Jadi, jika misal membuka cabang di kota lain, maka harus tahu kondisi pendapatan di daerah tersebut.

  • Menentukan Komponen Gaji dengan Teliti

Komponen yang dimaksud seperti gaji pokok beserta tunjangan, bonus, dan lain sebagainya. Kemungkinan hal ini termasuk hal receh seperti tunjangan makan dan transportasi. Akan tetapi, komponen ini bisa membuat kinerja karyawan lebih maksimal.

Besaran atau banyaknya komponen yang berbeda pada masing-masing bidang bisa berbeda-beda. Terutama jika pangkatnya lebih tinggi, kemungkinan komponen penunjangnya semakin banyak. Jadi, bisa menyesuaikan komponennya dengan menu yang sudah tersedia dalam aplikasi.

  • Memerhatikan Iuran atau Potongan yang Berlaku

Setelah selesai menentukan komponen tambahannya, selanjutnya adalah perhitungan iuran atau potongan lainnya. Misalnya untuk pajak, BPJS Ketenagakerjaan, atau pinalti karena sering telat, dan lain sebagainya.

Cara Menghitung Pajak PPN dengan Aplikasi Penghitung Gaji

Dalam aplikasi payroll juga sudah tersedia penghitung pajak. Setiap usaha atau bisnis pasti akan dikenakan PPN atau Pajak Pertambahan Nilai. Meskipun aplikasi akan menjalankan tugasnya secara otomatis, namun tetap harus tahu mengenai perhitungannya.

Tarif pajak cukup bervariasi tergantung dari jenis usahanya. Selain itu, juga telah disesuaikan berdasarkan peraturan dalam UU Nomor 42 Tahun 2009. Di dalam undang-undang tersebut sudah diatur berbagai ketentuan yang berhubungan dengan pajak PPN.

Mulai dari objeknya, tarif, tata cara penyetoran serta pelaporan, dan lain sebagainya. Tidak semua bidang akan dikenakan pajak, karena ada beberapa yang bebas PPN. Berikut ini daftar lengkapnya berdasarkan ketentuan dalam undang-undang.

  • Tarif PPN sebesar 0% untuk ekspor barang kena pajak tidak berwujud, ekspor barang kena pajak berwujud. Bagian terakhir yang juga tidak dikenakan PPN adalah ekspor jasa kena pajak.
  • Pajak PPN dikenakan 10% untuk seluruh produk yang beredar di dalam negeri. Wilayah  Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen juga termasuk
  • Tarif pajak PPN bisa berubah menjadi rendah 5% dan paling tinggi yaitu sebesar 15% sesuai ketentuan dari pemerintah.
  • Sedangkan, untuk pajak penjualan produk atau barang mewah, tarif minimalnya adalah 10%. Taring paling tingginya sebesar 200%. Hal ini sudah tercantum dalam Pasal 8 ayat (1) sampai (5). 

Penyesuaian tarifnya tergantung dengan seberapa mahal dan mewah harga produk tersebut.

Barang dan Jasa yang tidak Terkena Biaya Pajak PPN

Meskipun seluruh produk yang beredar di dalam negeri dalam ketentuan terkena pajak 10%. Namun, ada beberapa jenis barang atau jasa yang bebas pajak PPN. Artinya tidak perlu menyetorkan sama sekali. Apa barang atau produk tersebut, berikut daftarnya.

  • Hasil pertambangan dan pengeboran yang mengambil langsung dari sumbernya.
  • Kebutuhan pokok dimana rakyat banyak membutuhkannya.
  • Makanan atau minuman yang disediakan oleh pihak hotel, rumah makan, hotel, warung, dan sejenisnya. Baik dengan sistem konsumsi di tempat atau tidak. Selain itu, juga tidak terbatas, apakah produk yang diserahkan oleh catering atau usaha jasa boga.
  • Emas batangan, uang, dan surat berharga.

Sedangkan, untuk jasa yang tidak terkena pajak PPN cukup banyak. Daripada penasaran, sebaiknya lihat daftarnya berikut ini.

  • Jasa kesehatan medis dan pelayanan sosial.
  • Pengiriman surat dan perangko, juga pada jasa pengiriman uang mengunakan wesel.
  • Keuangan dan asuransi.
  • Jasa keagamaan.
  • Hiburan dan kesenian.
  • Jasa penyiaran yang sifatnya bukan iklan.
  • Pendidikan.
  • Jasa angkutan umum baik darat atau air. Kemudian, juga jjasa angkutan di dalam negeri yang menjadi bagian penting dari jasa angkutan luar negeri.
  • Tenaga kerja.
  • Perhotelan.
  • Jasa yang pemerintah sediakan dalam rangka untuk menjalankan pemerintahan.
  • Penyediaan lahan parkir.
  • Boga atau catering.

Cara Menghitung Gaji Lembur

Gaji lembur termasuk komponen dalam harus dihitung dengan baik ketika proses penggajian. Menggunakan aplikasi payroll akan sangat terbantu dalam masalah ini. Pasalnya, gaji lembur sudah ada ketentuannya tersendiri.

Jadi, jangan seenaknya meminta karyawan lembur tanpa menambah gajinya. Apalagi ketentuannya sudah ditetapkan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut berisi bahwa upah lembur adalah 1/173 dikali gaji karyawan selama 1 bulan.

Perhitungan upah lembur ini cukup rumit karena ada beberapa ketentuan lainnya. Jadi, pastikan harus tepat dan sesuai. Jika pekerjanya banyak dan perusahaan sering meminta lembur tentu akan menyita banyak waktu untuk menghitungnya.

Maka dari itu, sebaiknya memakai aplikasi perhitungan lembur by Talenta saja yang bisa melakukan perhitungan dengan cepat. Apalagi lebih akurat hasilnya dan tidak ribet. Dengan begitu, para karyawan pun akan merasa senang karena halnya terpenuhi dengan baik. Temukan benefit lainnya pada tautan berikut: https://www.talenta.co/fitur/attendance-management/aplikasi-lembur/.

Dengan begitu, kinerja karyawan akan semakin baik, bahkan saat sering lembur sekalipun. Hal itu karena lebih termotivasi dengan adanya proses penggajian yang cepat dan tepat. Namun, untuk melemburkan karyawan ada beberapa syarat ternyata, berikut penjelasannya.

  • Harus ada persetujuan antara karyawan dengan perusahaan tentang jam lembur.
  • Jam lembur maksimal hanya 3 jam per hari, sedangkan setiap minggunya sebanyak 14 jam. Hal ini tidak termasuk dalam lembur ketika waktu istirahat atau pada hari libur resmi.

Perusahaan harus mematuhi aturan yang ada, jangan sampai semena-mena dan membuat karyawan tidak nyaman. Jika sampai demikian, maka satu persatu karyawan tidak betah dan berhenti. Kinerja perusahaan pun bisa ikut menurun. 


PUBLISHED25 Mar 2022
Made
Made