3 Pelatihan Wajib Untuk Meningkatkan Skill Karyawan Millennial

3 Pelatihan Wajib Untuk Meningkatkan Skill Karyawan Millennial

Hampir sebagian besar perusahaan masa kini pasti mempekerjakan karyawan dari generasi millennial. Mulai dari jabatan di level staff hingga manajerial, hampir sebagian besarnya pasti diisi oleh karyawan yang lahir di era millennial.
Banyaknya karyawan millennial di dalam perusahaan bisa dikatakan bagai dua mata pisau. Di satu sisi menguntungkan perusahaan, tapi di sisi lain karyawan yang datang dari generasi millennial ini kebanyakan atau hampir sebagian besarnya cukup minim soal pengalaman.
Untuk itulah, Anda selaku HR yang bertanggung jawab di perusahaan berkewajiban memberi beragam pembekalan terkait skill untuk meningkatkan kemampuan karyawan yang datang dari generasi millenial. Lantas apa saja pelatihan skill yang cocok diberikan kepada mereka? Simak penjelasannya di bawah ini.
1. Pelatihan Kreativitas
Ada yang bilang bahwa karyawan yang datang dari generasi millennial adalah mereka yang kreatif dan haus akan informasi baru. Untuk itulah dibutuhkan pelatihan yang mampu mengakomodasi kebutuhan mereka agar skill yang dibutuhkan di dunia kerja makin bertambah.
Sesuai namanya, pelatihan ini memang ditujukan untuk memberikan skill dan pengetahuan baru bagi karyawan. Topiknya beragam, bisa disesuaikan dengan kebutuhan kala itu. Sebagai contoh, Anda bisa mengadakan pelatihan soal pemanfaatan media sosial bagi personal branding dan/atau pelatihan seputar cara berkomunikasi yang lebih kekinian untuk berhadapan dengan klien.
Agar lebih memunculkan kreativitas dari karyawan atau peserta, maka bisa diselipkan training non formal berupa games atau kuis menarik. Tujuannya sudah tentu agar karyawan atau peserta pelatihan bisa menerapkan nilai-nilai berpikir kreatif untuk karyawan.
2. Pelatihan berkala
Di zaman serba digital seperti sekarang, akan selalu muncul perubahan yang pergerakannya cepat dan tak bisa ditebak. Untuk itu, agar skill karyawan terutama karyawan dari generasi millenial ini makin berkembang -tentunya ke arah yang lebih baik- maka perlu dilakukan pelatihan berkala.
Pelatihan berkala yang dimaksud di sini bisa dalam wujud apa saja. Mulai dari pelatihan soal penggunaan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas sampai pelatihan soal sikap kerja yang dapat meng-upgrade kualitas diri karyawan sendiri.
Perlu Anda ketahui, selain meningkatkan skill ternyata melakukan pelatihan berkala terutama soal sikap kerja dan teknologi kerja bisa meningkatkan loyalitas. Tingkat perpindahan karyawan karena tak puas dengan manajemen perusahaan pun bisa dikurangi.
3. Pelatihan antar divisi.
Lagi-lagi, di zaman serba digital seperti sekarang satu karyawan biasanya tak hanya dituntut bisa mengerjakan pekerjaan di bidang mereka saja. Guna meningkatkan skill diri, tak jarang karyawan -terutama karyawan di perusahaan level startup- dituntut untuk mengerti bahkan bisa melakukan tugas atau beban kerja divisi lainnya.
Agar tak berakibat fatal, ada baiknya tiap beberapa bulan sekali perusahaan melakukan pelatihan antar divisi secara rutin. Gunanya sudah tentu agar pengetahuan atau wawasan karyawan bertambah. Dari pelatihan ini sebenarnya Anda juga bisa melakukan asesmen skill terbaik dari karyawan.
Ya, tak jarang karyawan millenial terutama yang baru lulus hanya asal melamar ke sebuah pekerjaan hanya agar ia tak menganggur. Keadaan ini biasanya akan menyusahkan ketika si karyawan tak mampu berkembang bahkan tak jarang menyusahkan kinerja tim.
Dengan pelatihan ini, maka Anda bisa lihat skill terbaik apa yang dimiliki oleh karyawan. Jika ternyata kemampuan terbaiknya ada divisi lain, maka ada baiknya Anda mengalokasikan si karyawan untuk pekerjaan di divisi lain. Hal ini perlu dilakukan lagi-lagi demi kebaikan si karyawan dan tentunya perusahaan.
Sumber gambar: www.wehaveanyspace.com
 

 
 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED26 Oct 2017
talenta
talenta