Tren HR Industri Manufaktur 2020: AI Bukanlah Ancaman

Tren HR Industri Manufaktur 2020: AI Bukanlah Ancaman

Jika berbicara human resource (HR) pasti berbicara sumber daya manusia pada suatu instansi atau perusahaan. Penanganan SDM di setiap sektor industri berbeda-beda. Sumber daya industri kreatif jelas berbeda dengan industri manufaktur. Tren HR pun terus berubah-ubah seiring dengan era industri. Contohnya tren HR manufaktur pada tahun sebelum dan setelah tahun 2020 jelas berbeda. Lalu apa saja tren HR industri manufaktur di tahun 2020?

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Pelatihan Pra-Kerja

Mungkin terlihat sama dengan tren sebelumnya, namun tren pelatihan pra-kerja atau management trainee akan terus ada pada era-era mendatang. Pelatihan pra-kerja akan terus populer karena selain dapat memberikan manfaat pada karyawan, pelatihan pra-kerja sebagai wadah asesmen bagi karyawan apakah karyawan yang telah direkrut sesuai dan mampu beradaptasi dengan perusahaan atau tidak.

Bagi industri manufaktur yang sifatnya praktis juga sangat terbantu dengan program pelatihan pra-kerja. Perusahaan tidak hanya menyerap calon karyawan dari pendidikan vokasional namun dari berbagai jenis instansi pendidikan sehingga pemetaan calon karyawan dapat terbagi secara merata.

Proses Rekrutmen Menggunakan AI

Menurut studi, proses rekrutmen menggunakan AI dapat meningkatkan 10% efektifitas rekrutmen. Penggunaan AI memang terlihat tidak manusiawi. Namun penggunaan AI bukan berarti pergeseran penuh peran manusia dalam proses rekrutmen. AI di sini dapat berupa komputasi cloud, saluran internet seperti video conference, atau auto-scheduling menggunakan software HR.

Seperti yang telah dilakukan negara-negara maju, dimana perusahaan dan universitas bekerjasama dengan membangun portal rekrutmen secara otomatis menggunakan software HR dan memfasilitasi proses rekrutmen, seperti computer based-test, self-interview, dan juga otomasi rekap nilai mahasiswa yang akan secara otomatis diulas oleh perusahaan.

Employee Branding

Jika ditanya, kenapa Anda melamar pada posisi ini? Kebanyakan akan menjawab bahwa budaya kerja yang friendly, sistem kerja yang ramah lingkungan dan ramah work-life-balance, atau yang berhubungan dengan budaya kerja perusahaan lainnya. Pada tahap ini HR pada  perusahaan harus memberikan branding yang kuat pada perusahaan terutama budaya kerjanya.

Employee branding sebagai metode perekrutan talenta andal

Millennial terutama generasi Z cenderung menyukai budaya kerja fleksibel, friendly, dan memiliki budaya digital. Hal ini tentu agar perusahaan dapat menarik simpati calon karyawan yang akan melamar ke perusahaan Anda. Tim HR tidak hanya berfokus pada sistem rekrutmen tapi menjadi agen “pemasaran” kepada kandidat karyawan.

Tenang, AI Bukanlah Ancaman Tapi Perubahan Budaya dan Cara Kerja

Banyak yang meyakini bahwa AI adalah ancaman nyata bagi manusia. Padahal AI adalah salah satu pemicu bagaimana manusia harus beradaptasi, berubah, dan belajar. Sebagai HR tentunya harus memberikan wadah bagi karyawan untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan dan juga menanamkan budaya digital pada perusahaan.

Misalnya menerapkan work from home menggunakan video conference, pelaporan kerja pada platform internet, transparansi asesmen dan gaji, dan juga absensi face reading atau geolocation based-attendance. Tidak perlu menguasai teknologi informasi, namun menanam budaya IT adalah tren HR pada tahun 2020.

Social Responsible 

Sebenarnya ini sudah ada sejak lama dimana perusahaan akan melibatkan karyawannya dalam kegiatan tanggung jawab sosial. Namun hal ini belum sepenuhnya diterapkan kepada semua karyawan. Seperti yang dilakukan Google dimana karyawan-karyawannya pada momen tertentu akan diberikan tanggung jawab untuk mengurus suatu komunitas masyarakat di daerah tertentu. Mirip dengan KKN tapi versi perusahaan.

Program ini dilakukan untuk menanamkan rasa syukur dan juga kemanusiaan karyawan sehingga karyawan dapat bekerja disiplin, dan sadar bahwa mereka bekerja harus didasari dengan rasa tanggung jawab yang besar pada lingkungan sekitar baik masyarakat maupun alam.

Engagement dan Experience

Seperti pada poin sebelumnya, HR kini bukan hanya memikirkan bagaimana mengumpulkan data, mengatur, dan juga menggaji karyawan. Tapi bagaimana karyawan dapat terlibat dalam setiap proses usaha, memberikan pengalaman kepada karyawan.

Menerapkan keterlibatan karyawan pada perusahaan dapat dilakukan seperti awarding night, entertainment, dan juga evaluasi kesehatan mental dan fisik karyawan. Sedangkan memberikan pengalaman dapat dilakukan dengan memberikan rasa bangga kepada karyawan bahwa tempat kerja mereka saat ini adalah yang terbaik. Pengalaman yang diberikan misalnya peraturan fleksibel, kemudahan dalam membuat cuti, dan juga absensi yang dapat dilakukan dimana saja.

Kesimpulan

Tren HR manufaktur sejatinya harus berfokus pada pengalaman dan keterlibatan karyawan dengan membuat karyawan bangga dan nyaman bekerja untuk perusahaan Anda. Seperti yang sudah dijelaskan, penggunaan software HR seperti penggajian, database karyawan,dan absensi menjadi salah satu tren HR manufaktur 2020. Salah satu software yang dapat Anda andalkan adalah Talenta. Beralihlah ke Talenta untuk beradaptasi pada tren HR di masa mendatang.

 


PUBLISHED20 Mar 2020
Hafidh
Hafidh