Good Corporate Governance (GCG): Landasan dan Prinsipnya

By Jordhi FarhansyahPublished 27 Dec, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Apa yang Anda ketahui tentang Good Corporate Governance atau GCG? GCG adalah sebuah prinsip mengenai tata kelola perusahaan yang baik. Ia hadir untuk membentuk kepercayaan antara perusahaan dengan pemangku kepentingan.

Bagaimana definisinya lebih lanjut serta apa manfaatnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengenalan Good Corporate Governance (GCG)

Good Corporate Governance (GCG): Landasan dan Prinsipnya

Good Corporate Governance (GCG) adalah kerangka kerja yang mengatur dan mengelola bagaimana sebuah perusahaan dijalankan dan diawasi. GCG berfokus pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perusahaan mengambil keputusan yang etis, meminimalkan risiko, dan memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan masyarakat luas.

Praktik GCG mencakup pembentukan dewan direksi yang efektif, pengungkapan informasi yang jelas, etika bisnis, dan mekanisme pengawasan yang kuat untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan jangka panjang perusahaan.

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

Berikut adalah beberapa prinsip-prinsip dari GCG.

Transparansi

Transparansi mengacu pada keterbukaan dan keteranganketerbukaan informasi yang relevan terkait dengan kebijakan, keputusan, dan kinerja perusahaan.

Hal ini mencakup penyediaan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada semua pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, dan masyarakat umum.

Contoh-contoh dari transparansi biasanya seperti pengungkapan laporan keuangan yang lengkap, pengungkapan kebijakan perusahaan, dan menjaga saluran komunikasi terbuka antara manajemen dan pemangku kepentingan.

Akuntabilitas

Akuntabilitas mengacu pada kewajiban dan pertanggungjawaban pemangku kepentingan, terutama dewan direksi dan manajemen, atas tindakan perusahaan. Hal ini melibatkan kemampuan untuk menjelaskan dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil serta hasil yang dicapai.

Berbagai contoh praktik akuntabilitas bisa dilihat dari mekanisme pelaporan yang jelas, pertanggungjawaban terhadap pemegang saham dan regulator, serta penerapan praktik audit yang transparan.

Tanggung jawab

Tanggung jawab mencakup kewajiban etis dan sosial perusahaan terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat umum. Perusahaan diharapkan tidak hanya memperhatikan kepentingan pemegang saham, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi secara lebih luas.

Bentuk tanggung jawab dari GCG biasanya bisa berupa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kebijakan berkelanjutan, dan kebijakan keberlanjutan yang mendukung prinsip-prinsip lingkungan dan sosial.

Independensi

Independensi merujuk pada kemandirian dalam pengambilan keputusan, terutama oleh dewan direksi. Hal ini akan melibatkan pemisahan kepentingan antara manajemen dan pengawas, serta penunjukan dewan direksi yang terdiri dari anggota independen yang dapat membuat keputusan netral.

Kewajaran dan kesetaraan

Kewajaran dan kesetaraan menuntut perlakuan yang adil dan setara terhadap semua pemangku kepentingan, tanpa adanya diskriminasi. Ini mencakup perlakuan yang adil terhadap karyawan, pemegang saham, pelanggan, dan pihak terkait lainnya.

Implementasinya bisa dimulai dari kebijakan gaji yang adil, peluang pengembangan yang setara, dan penghindaran praktik-praktik yang dapat menyebabkan ketidaksetaraan atau ketidakadilan.

Baca juga: Panduan Mengukur Return on Training Investment (ROTI)

Tujuan penerapan Good Corporate Governance

Berikut adalah tujuan dari penerapan GCG.

Meningkatkan kinerja perusahaan

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dengan mengadopsi praktik tata kelola yang baik, perusahaan dapat mengoptimalkan pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai tujuan bisnis jangka panjang.

Melindungi hak pemegang saham

GCG bertujuan untuk melindungi hak-hak pemegang saham sebagai pemilik perusahaan. Ini mencakup hak untuk mendapatkan informasi yang akurat, hak untuk berpartisipasi dalam rapat pemegang saham, dan hak untuk mendapatkan dividen yang adil.

Menjaga reputasi perusahaan

GCG berusaha menjaga reputasi perusahaan dengan mempromosikan etika bisnis yang tinggi dan tanggung jawab sosial. Reputasi yang baik dapat membantu perusahaan mendapatkan kepercayaan pemangku kepentingan, memenangkan pelanggan, dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Mengelola risiko

GCG berperan dalam mengelola risiko dengan memastikan bahwa perusahaan memiliki struktur tata kelola yang kuat, kontrol internal yang memadai, dan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan yang berlaku. Hal ini membantu mencegah terjadinya pelanggaran hukum atau kerugian finansial.

Menjaga keberlanjutan perusahaan

GCG mendukung keberlanjutan perusahaan dengan fokus pada aspek-aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ini melibatkan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, mendukung komunitas lokal, dan mempertahankan hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pencapaian tujuan-tujuan ini, perusahaan dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang, meminimalkan risiko, dan membangun kepercayaan yang kuat di antara pemangku kepentingan.

Baca juga: Perbedaan OKR vs KPI dan Cara Pembuatannya

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas GCG

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kualitas dan efektivitasnya. Berikut adalah beberapa faktor utama yang dapat memengaruhi kualitas penerapan GCG:

Faktor Internal

Kepemimpinan dan budaya perusahaan

  • Kepemimpinan yang baik
  • Budaya etika dan transparansi

Struktur tata kelola perusahaan

  • Dewan direksi yang efektif
  • Komite-komite pendukung

Pengelolaan risiko dan kontrol internal

  • Manajemen risiko yang efektif
  • Sistem kontrol internal
  • Pendekatan terhadap tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
  • Keterlibatan dalam CSR

Faktor eksternal

Peraturan dan kepatuhan hukum

  • Lingkungan regulasi
  • Kepatuhan hukum

Pasar keuangan dan pemegang saham

  • Tekanan dari pemegang saham:
  • Akses ke modal dan kredit

Tuntutan dan harapan masyarakat

  • Tuntutan masyarakat dan stakeholder
  • Reputasi Perusahaan

Kondisi ekonomi dan industri

  • Kondisi ekonomi umum
  • Karakteristik industri

Dampak negatif ketidakpatuhan

Ketidakberlanjutan atau ketidakpatuhan dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) dapat berdampak negatif pada berbagai aspek perusahaan dan pemangku kepentingan. Beberapa dampak negatifnya meliputi:

Ketidakpercayaan pemangku kepentingan

Kegagalan dalam menerapkan GCG dapat mengakibatkan kehilangan kepercayaan dari pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum.

Risiko hukum dan reputasi

Pelanggaran GCG dapat membuka peluang untuk risiko hukum dan dapat merusak reputasi perusahaan. Tuntutan hukum atau skandal etika dapat menyebabkan kerugian finansial dan mengancam keberlanjutan bisnis.

Kurangnya akses ke modal dan kredit

Perusahaan dengan praktik GCG yang buruk mungkin mengalami kesulitan untuk mengakses modal dan mendapatkan dukungan dari pemberi pinjaman atau investor.

Konflik internal dan kehilangan karyawan

Kondisi internal yang buruk, seperti konflik di antara anggota dewan direksi atau manajemen, dapat menyebabkan ketidakstabilan dan kehilangan karyawan kunci.

Pengelolaan risiko yang buruk

Kegagalan dalam mengelola risiko dengan baik dapat mengakibatkan kerugian finansial atau masalah operasional yang dapat menghancurkan nilai perusahaan.

Dampak negatif pada karyawan

Ketidakpastian dan kurangnya kepercayaan yang disebabkan oleh GCG yang buruk dapat memiliki dampak negatif pada karyawan, seperti ketidakpuasan, rendahnya motivasi, dan meningkatnya tingkat turnover.

Itulah tadi penjelasan mengenai Good Corporate Governance atau GCG. Penerapan GCG yang baik sangat penting untuk memastikan berkelanjutan dan berhasilnya perusahaan dalam jangka panjang serta meminimalkan risiko-risiko yang dapat merugikan semua pemangku kepentingan.

Untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan perusahaan Anda, khususnya terkait manajemen SDM, Anda bisa menggunakan Mekari Talenta. Software HRIS Mekari Talenta memiliki beragam fitur untuk segala keperluan HR Anda, mulai dari Attendance Management, Payroll Management, hingga Advanced Recruitment.

Tertarik mencari tahu Mekari Talenta lebih lanjut? Segera hubungi tim sales kami untuk menjadwalkan konsultasi serta demo aplikasinya gratis sekarang juga.

Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.