Organizational Development: Definisi, Proses, dan Peran

By Jordhi FarhansyahPublished 09 Jan, 2024 Diperbarui 20 Maret 2024

Pernah mendengar istilah pengembangan organisasi atau organizational development (OD)? Di artikel kali ini, Mekari Talenta akan menjelaskan apa itu pengembangan organisasi, tujuan, contoh-contoh, serta bagaimana langkah-langkahnya.

Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu pengertian organizational development (OD)

Pengembangan organisasi atau organizational development merujuk pada serangkaian upaya yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan efektivitasnya.

Tujuan dari pengembangan organisasi adalah untuk memastikan bahwa organisasi tersebut dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan, mengoptimalkan potensi sumber daya manusia, dan mencapai tujuan strategisnya.

Proses pengembangan organisasi mencakup berbagai aspek, termasuk pengembangan karyawan, perancangan struktur organisasi, manajemen perubahan, dan penerapan praktik-praktik terbaik.

Fungsi dan job description dalam organizational development

Organizational Development: Definisi, Proses, dan Peran

Ada beberapa peran dan juga job description yang dapat dikaitkan dengan organizational development. Masing-masing dari peran ini dapat membantu pengembangan organisasi berjalan lebih baik. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Organization Development Analyst

Analis Pengembangan Organisasi memiliki tugas untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi data terkait kinerja organisasi.

Mereka melakukan penelitian dan penilaian untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perubahan atau pengembangan. Analis ini dapat merancang dan melaksanakan survei karyawan, mengumpulkan umpan balik, dan menganalisis tren organisasional.

Peran ini memiliki fungsi menganalisis data untuk mengevaluasi kesehatan organisasi, mengidentifikasi masalah atau peluang, dan memberikan rekomendasi kepada pemimpin organisasi. Mereka juga dapat terlibat dalam merancang program pelatihan dan intervensi pengembangan lainnya berdasarkan temuan analisis mereka.

Organization Development Staff

Staf pengembangan organisasi adalah individu yang terlibat dalam pelaksanaan program dan inisiatif pengembangan yang telah dirancang. Mereka dapat memberikan dukungan operasional dan administratif untuk berbagai kegiatan pengembangan organisasi. Staf ini juga dapat berperan dalam menyampaikan pelatihan, memfasilitasi sesi perubahan, dan membantu karyawan dalam mengadopsi praktik-praktik baru.

Kemudian, mereka juga melaksanakan program-program pengembangan yang telah dirancang oleh tim pengembangan organisasi. Mereka dapat berkomunikasi secara aktif dengan karyawan, memfasilitasi kelompok kerja, dan membantu dalam mengimplementasikan perubahan organisasional.

Manajer Organization Development

Manajer Pengembangan Organisasi adalah pemimpin tim atau departemen yang bertanggung jawab atas strategi dan implementasi pengembangan organisasi.

Mereka bekerja sama dengan pimpinan organisasi untuk merencanakan inisiatif pengembangan jangka panjang dan mengelola tim pengembangan untuk mencapai tujuan tersebut. Manajer ini juga berperan dalam membuat keputusan strategis yang berkaitan dengan pengembangan organisasi.

Mereka mengembangkan rencana strategis pengembangan organisasi, memimpin dan mengelola tim pengembangan, berkolaborasi dengan pemimpin organisasi untuk memahami kebutuhan dan visi perusahaan, serta menyusun dan mengimplementasikan program-program pengembangan yang dapat meningkatkan kinerja dan kesejahteraan organisasi atau perusahaan.

Ketiga peran ini bekerja sama untuk mencapai tujuan pengembangan organisasi, dengan masing-masing memberikan kontribusi unik dalam merancang, melaksanakan, dan mengelola inisiatif pengembangan untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan organisasi.

Baca juga: Membangun Struktur Organisasi Perusahaan yang Efektif

Perbedaan antara HRD dan organizational development

Apakah HRD dengan organizational development merupakan dua hal yang sama? Human resource development (HRD) dan organizational development (OD) adalah dua pendekatan yang berbeda dalam konteks pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan organisasi.

HRD lebih terfokus pada individu di dalam organisasi. Ini mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan, manajemen bakat, dan penilaian kinerja yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan. Tujuan utamanya adalah memaksimalkan kontribusi individu terhadap tujuan organisasi.

Sementara itu, OD memiliki fokus yang lebih luas, mengarah pada perubahan organisasional secara menyeluruh. Ini melibatkan modifikasi dalam struktur, budaya, dan proses organisasi dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

OD melibatkan manajemen perubahan, pengembangan budaya organisasi, dan implementasi strategi jangka panjang untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan.

HRD terutama menyoroti perkembangan individu dalam jangka pendek, sementara OD melibatkan pendekatan jangka panjang terhadap perubahan organisasional.

Sementara HRD berkaitan erat dengan peningkatan keterampilan dan pengetahuan individu, OD menangani transformasi organisasional yang mungkin melibatkan perubahan budaya, struktural, dan proses yang lebih mendalam.

Meskipun memiliki fokus yang berbeda, HRD dan OD seringkali saling terkait dan dapat bekerja bersama untuk mencapai pengembangan yang holistik dalam konteks organisasi.

Jenis-jenis organizational development

Organizational developmentmelibatkan berbagai jenis intervensi dan strategi untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan organisasi secara keseluruhan. Beberapa jenis umum dari organizational development melibatkan:

Pengembangan kepemimpinan

Fokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan, identifikasi dan pengembangan bakat kepemimpinan, dan pembinaan untuk pemimpin di berbagai tingkatan dalam organisasi.

Team building

Melibatkan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, kerjasama, dan produktivitas di antara anggota tim. Ini dapat mencakup retret tim, pelatihan, dan kegiatan pengembangan lainnya.

Perubahan budaya organisasi

Berusaha mengubah norma, nilai, dan keyakinan yang mendasari budaya organisasi. Ini dapat melibatkan pendekatan seperti merancang kebijakan baru, merayakan prestasi, dan membangun komunikasi yang mendukung perubahan budaya.

Manajemen perubahan

Menangani perubahan besar atau kecil dalam organisasi, seperti restrukturisasi, penggabungan, atau implementasi teknologi baru. Ini melibatkan perencanaan, implementasi, dan manajemen perubahan untuk meminimalkan resistensi dan memastikan keberhasilan implementasi.

Penyusunan struktur organisasi

Melibatkan perubahan dalam desain struktur organisasi, tanggung jawab, dan garis komando untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas organisasi terhadap perubahan pasar atau lingkungan.

Pengembangan karier dan manajemen kinerja

Berfokus pada pengembangan karir karyawan dan manajemen kinerja. Ini mencakup perencanaan karir, penilaian kinerja, dan pemberian umpan balik yang konstruktif.

Pelatihan dan pengembangan karyawan

Menawarkan pelatihan teknis dan pengembangan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas karyawan. Ini bisa termasuk pelatihan baru, workshop, dan program pengembangan pribadi.

Hal ini penting untuk dilakukan karena World Economic Forum sendiri memprediksi bahwa sebanyak 50% lebih dari seluruh tenaga kerja di dunia perlu melakukan reskilling di 2025.

Maka dari itu, perencanaan pengembangan karyawan dapat membuat karyawan untuk lebih proaktif dalam meningkatkan skill serta menemukan keahlian baru.

Baca juga: Bagaimana Struktur Organisasi Startup yang Ideal?

Langkah-langkah organizational development

Langkah-langkah dalam proses organizational development (OD) dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan karakteristik organisasi. Namun, secara umum, berikut adalah langkah-langkah yang sering terlibat dalam pendekatan organizational development.

Penetapan kebutuhan dan tujuan

Identifikasi masalah atau peluang yang memerlukan perhatian. Pahami tujuan organisasi dan tentukan dengan jelas apa yang ingin dicapai melalui proses OD.

Penilaian awal (diagnostic assessment)

Lakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi organisasi saat ini. Ini bisa melibatkan survei karyawan, analisis data kinerja, dan pengumpulan informasi terkait struktur, budaya, dan proses organisasi.

Pengembangan tim proyek OD

Bentuk tim atau kelompok kerja yang akan bertanggung jawab atas perancangan dan implementasi intervensi OD. Pastikan tim memiliki keahlian yang sesuai dan representasi yang cukup dari berbagai bagian organisasi.

Konsultasi dengan stakeholder

Libatkan pemangku kepentingan utama, seperti pimpinan organisasi, manajer, dan karyawan, dalam proses perencanaan OD. Dapatkan perspektif mereka dan bangun dukungan untuk perubahan yang akan dilakukan.

Perancangan rencana OD

Berdasarkan hasil penilaian awal dan konsultasi, rancang rencana OD yang mencakup strategi perubahan, intervensi yang akan dilakukan, serta langkah-langkah implementasinya. Rencana ini harus jelas dan dapat diukur.

Implementasi intervensi

Terapkan intervensi atau kegiatan yang telah dirancang dalam rencana OD. Ini dapat melibatkan pelatihan, perubahan struktural, pengembangan kepemimpinan, atau inisiatif perubahan lainnya. Pastikan komunikasi efektif selama implementasi.

Evaluasi dan umpan balik

Lakukan evaluasi terhadap efektivitas intervensi OD. Gunakan indikator kinerja yang telah ditentukan untuk menilai dampak perubahan. Dapatkan umpan balik dari karyawan dan pemangku kepentingan untuk memahami persepsi mereka terhadap perubahan.

Pengukuran dan pembelajaran berkelanjutan

Gunakan hasil evaluasi untuk mengukur keberlanjutan dan efektivitas perubahan. Selanjutnya, terapkan pembelajaran yang diperoleh untuk perbaikan berkelanjutan dan penyesuaian strategi ke depannya.

Institusionalisasi perubahan

Integrasikan perubahan ke dalam budaya dan praktik organisasi. Pastikan bahwa perubahan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari cara organisasi beroperasi secara berkelanjutan.

Langkah-langkah ini membentuk suatu siklus yang dinamis, di mana organisasi secara terus-menerus melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk mencapai perkembangan yang berkelanjutan.

Perbedaan antara human capital dan organizational development

Human capital dan organizational development adalah dua konsep yang berbeda namun saling terkait dalam konteks manajemen sumber daya manusia dan pengembangan organisasi.

Perbedaan utama antara human capital dan organizational development terletak pada fokusnya. Human capital lebih berorientasi pada pengelolaan dan pengembangan individual sebagai aset berharga, sementara organizational development berfokus pada perubahan organisasi secara keseluruhan untuk mencapai kesejahteraan dan daya saing yang berkelanjutan.

Jadi, sementara human capital dapat dianggap sebagai satu elemen dalam praktek OD yang lebih luas, OD mencakup lebih banyak aspek seperti perubahan struktural, budaya, dan proses organisasi.

Itulah tadi penjelasan umum mengenai pengembangan organisasi atau organizational development.

Dengan melakukan pengembangan organisasi, Anda dapat memastikan bahwa ia tetap relevan, responsif terhadap perubahan, dan dapat mencapai keunggulan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang dinamis.

Salah satu cara untuk membantu pengembangan organisasi adalah dengan memanfaatkan software HRIS seperti Mekari Talenta. Mekari Talenta dapat memudahkan Anda dalam membuat proses administrasi HR jadi lebih efisien dengan beragam fitur.

Fitur-fitur seperti Attendance Management dan juga Payroll dapat membuat proses rekapitulasi absensi terintegrasi dengan penghitungan gaji otomatis.

Fitur-fitur yang dapat membantu peningkatan organizational development juga bisa Anda dapatkan lewat Performance Management serta Talent Development yang membantu Anda dalam memetakan pengembangan skill karyawan.

Tertarik mengetahui fitur lainnya lebih lanjut? Konsultasi bersama tim sales kami dan jadwalkan demo aplikasi Mekari Talenta secara gratis sekarang juga.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.