HR Planning 5 min read

Return on Training Investment (ROTI): Arti & Panduan Cara Mengukurnya

Tayang
Diperbarui
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Hendry Tjiu
Highlights
  • Return on Training Investment (ROTI) adalah metrik untuk mengukur efektivitas dan keuntungan dari program pelatihan karyawan.
  • ROTI dihitung dengan membandingkan manfaat (benefit) yang dihasilkan dengan biaya pelatihan yang dikeluarkan dalam bentuk persentase.

Dalam organisasi yang terus berkembang, program pelatihan kerja tidak lagi dianggap sebagai biaya, tetapi sebagai investasi strategis yang harus memberikan dampak nyata.

Namun tantangannya, banyak perusahaan masih kesulitan mengukur apakah pelatihan benar-benar berkontribusi terhadap kinerja bisnis.

Tanpa pengukuran yang jelas, investasi training berisiko menjadi aktivitas administratif tanpa nilai tambah yang terukur.

Bahkan, dikutip dari Chronus, riset menunjukkan bahwa peningkatan knowledge sharing dan learning dapat meningkatkan produktivitas hingga 20โ€“25% dalam organisasi, menegaskan pentingnya evaluasi yang tepat terhadap program pelatihan.

Tanpa pendekatan berbasis data, perusahaan akan kesulitan memastikan efektivitas investasi tersebut

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai Return on Training Investment (ROTI), mulai dari pengertian, cara menghitung, hingga strategi mengoptimalkannya.

Apa Itu Return on Training Investment (ROTI)?

Return on Training Investment (ROTI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur sejauh mana investasi perusahaan dalam program pelatihan karyawan memberikan manfaat atau keuntungan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

apa itu ROTI

ROTI membantu perusahaan memahami apakah pelatihan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kinerja bisnis, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, atau peningkatan pendapatan.

Secara sederhana, ROTI menjawab pertanyaan: โ€œApakah pelatihan ini memberikan nilai yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan?โ€

Dengan menggunakan ROTI, perusahaan dapat:

  • Mengevaluasi efektivitas program pelatihan
  • Mengidentifikasi pelatihan yang memberikan dampak paling besar
  • Mengoptimalkan anggaran learning & development
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data

ROTI menjadi semakin penting, terutama ketika perusahaan ingin memastikan bahwa setiap investasi pada pengembangan karyawan benar-benar berkontribusi pada tujuan bisnis secara keseluruhan.

Baca Juga: Mengoptimalkan Program Management Trainee dengan AI Performance Analytics

Cara Mengevaluasi dan Menghitung ROTI

Mari kita melihat lebih jauh mengenai pendekatan untuk menghitung Return on Training Investment (ROTI). Berikut adalah beberapa langkahnya.

1. Identifikasi Tujuan dari Program Pelatihan

Pertama-tama, Anda perlu mendefinisikan dengan jelas objektif dan tujuan dari program pelatihan yang Anda buat. Objektif ini harus sejajar dengan tujuan strategis perusahaan secara keseluruhan.

Objektif-objektif ini nantinya akan memberikan framework untuk mengukur kesuksesan sebuah pelatihan dengan menentukan apa yang diharapkan untuk dicapai.

Sebagai contoh, jika objektif Anda untuk meningkatkan customer service, Anda mungkin bisa memasukkan tujuan yang lebih spesifik, misalnya mengurangi komplain dari pelanggan hingga sekian persen atau meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Mengumpulkan Data terkait Biaya Pelatihan

Mengumpulkan data ini termasuk semua data komprehensif yang berkaitan dengan biaya serta alokasi SDM untuk program pelatihan.

Hal ini juga termasuk biaya langsung yang terkait dengan materi pelatihan, biaya untuk pemateri, dan biaya pemanfaatan teknologi.

Selain itu, biaya tidak langsung seperti waktu juga menjadi perhitungan.

Sebagai contoh, Anda bisa menghitung total investasi di pelatihan, termasuk biaya langsung maupun tidak langsung. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan gambaran berapa sumber daya yang dialokasikan untuk ini.

Baca juga: 12 Pelatihan Wajib Untuk Meningkatkan Skill Karyawan Perusahaan

3. Menghitung Dampak dari Pelatihan Karyawan terhadap Performa dan Produktivitas

Kemudian, Anda bisa mengevaluasi dampak dari pelatihan dan efektivitasnya terhadap performa serta produktivitas.

Proses ini mungkin melibatkan asesmen pra-pelatihan dan pasca-pelatihan untuk mengukur perkembangan skill, serta memantau metrik performa seiring berjalannya waktu.

Sebagai contoh, jika pelatihan fokus pada peningkatan skill penjualan, Anda dapat mengukur peningkatan pada performa sales, conversion rates, atau customer engagement setelah pelatihan selesai.

4. Mengkalkulasi Return

Selanjutnya, Anda bisa mengidentifikasi dan menghitung benefit yang diperoleh dari pelatihan. Ini termasuk peningkatan di produktivitas, pengurangan error rate atau kesalahan, peningkatan efisiensi, atau hasil-hasil yang bisa diukur lainnya berkaitan dengan pelatihan.

Anda bisa menghitung return sebenarnya dengan menghitung nilai moneter dari produktivitas yang meningkat, misalnya peningkatan keuntungan yang dihasilkan karyawan setelah mengikuti pelatihan.

Rumus dan Cara Menghitung Return on Training Investment (ROTI)

Ini hal yang paling penting. Setelah Anda mengidentifikasi benefit dari pelatihan, Anda bisa menghitung persentase ROTI:

Berikut rumus ROTI contoh perhitungannya:

ROTI dalam % = (Keuntungan dari pelatihan – Investasi pada pelatihan / Investasi pada pelatihan) x 100

Persentase ini menyediakan pengukuran yang jelas dari Return on Training Investment.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengeluarkan biaya pelatihan sebesar Rp100.000.000 untuk meningkatkan kemampuan sales tim. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan penjualan yang menghasilkan tambahan keuntungan sebesar Rp150.000.000.

Maka perhitungan ROTI adalah:

ROTI (%) = (150.000.000 – 100.000.000) / 100.000.000 ร— 100
ROTI (%) = 50.000.000 / 100.000.000 ร— 100
ROTI (%) = 50%

Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam pelatihan menghasilkan keuntungan sebesar Rp1,5 atau memberikan return 50% dari investasi awal.

Baca juga: Contoh Cara Menghitung ROI Penggunaan Aplikasi HRD

Tips Merencanakan Training Investment yang Terjangkau

โ€‹โ€‹Berikut adalah beberapa tips untuk merencanakan pelatihan investasi yang terjangkau.

1. Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

Tentukan area pelatihan yang Anda butuhkan untuk dipelajari dengan lebih baik. Anda bisa fokus pada aspek-aspek tertentu, misalnya peningkatan sales, teknik persuasi, dan lain sebagainya.

2. Gunakan Sumber Daya Gratis Terlebih Dahulu

Manfaatkan sumber daya online gratis seperti artikel, blog, video, dan webinar gratis dari para profesional yang bisa diakses terlebih dahulu. Misalnya, Anda juga bisa menggunakan platform edukasi online yang menawarkan kursus gratis tentang investasi.

Podcast terkait materi yang sejalan dengan kebutuhan pelatihan juga bisa Anda manfaatkan. Podcast dapat memberikan wawasan dan saran dari para ahli.

3. Layanan Berlangganan Terjangkau

Selanjutnya, Anda bisa mempertimbangkan berlangganan layanan berita keuangan atau platform edukasi yang menawarkan biaya terjangkau.

Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Misalnya, Mekari memiliki Mekari University sebagai salah satu platform training yang berguna bagi para karyawan. Mekari University sendiri merupakan media belajar profesional untuk karyawan yang ingin upgrade diri mereka.

Mekari Universitas menyediakan berbagai kursus dan pelatihan bersertifikasi untuk membantu karyawan berkembang.

4. Pelatihan dengan Tim Ahli

Terakhir, bentuk pelatihan yang paling efektif datang dari pelatihan yang langsung terlibat dengan ahlinya. Ahli tersebut bisa datang dari internal maupun eksternal.

Dengan pelatihan ini, karyawan juga mendapat kesempatan untuk bertanya dan praktik langsung dengan profesional sehingga mereka bisa langsung mengetahui apa yang kurang dan bagaimana mereka bisa meningkatkan kemampuan mereka.

Banyak dari mereka bersedia memberikan saran atau panduan kepada orang yang tertarik belajar.

Baca juga: Cara Menghitung Cost-Benefit Analysis (CBA) untuk Optimalkan ROI

Optimalkan Return on Training Investment (ROTI) dengan Mekari Talenta agar Lebih Terukur dan Berdampak

Mengelola pelatihan karyawan tidak hanya soal menjalankan program training, tetapi juga memastikan setiap investasi yang dikeluarkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kinerja bisnis.

Tanpa sistem yang terintegrasi, HR sering kali kesulitan dalam melacak progres pelatihan, mengukur efektivitas program, hingga mengaitkan hasil training dengan performa karyawan secara menyeluruh.

Hal ini tidak hanya menyulitkan dalam menghitung ROTI, tetapi juga berisiko membuat investasi pelatihan tidak optimal dan sulit dievaluasi secara objektif.

Untuk itu, perusahaan perlu mengelola program pelatihan secara lebih sistematis, berbasis data, dan terintegrasi dalam satu platform.

Mekari Talenta adalah solusi AI-centric HCM berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola seluruh proses HR secara lebih efisien, mulai dari data karyawan hingga pengembangan SDM secara strategis.

Salah satu fitur unggulannya adalah Learning Management System (LMS) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola dan mengevaluasi program pelatihan karyawan secara end-to-end.

fitur lms Mekari Talenta

Melalui fitur LMS, HR dapat:

  • Sentralisasi materi pelatihan dalam satu platform. Kelola seluruh konten training secara terpusat agar distribusi lebih konsisten dan efisien.
  • Melakukan evaluasi pelatihan secara terukur. Gunakan pre-test, kuis, dan post-test untuk menilai efektivitas pembelajaran secara objektif.
  • Melacak progres karyawan secara real-time. Pantau perkembangan peserta dan identifikasi gap kompetensi dengan data yang selalu ter-update.
  • Menghasilkan insight berbasis data untuk ROTI. Gunakan data pelatihan untuk menganalisis dampak terhadap performa dan produktivitas.
  • Mengotomatisasi sertifikasi pelatihan. Terbitkan sertifikat secara otomatis untuk mendukung kebutuhan administrasi dan compliance.
  • Mendukung pelatihan fleksibel lintas lokasi. Jalankan training secara online, hybrid, maupun multi-cabang tanpa hambatan operasional.

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan tidak hanya dapat mengelola pelatihan dengan lebih efisien, tetapi juga memastikan setiap program memberikan dampak yang terukur dan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja bisnis.

Jika Anda ingin memastikan investasi pelatihan benar-benar menghasilkan ROI yang optimal, jadwalkan demo Mekari Talenta sekarang dan optimalkan strategi pengembangan karyawan Anda.

Reference

How To Measure The Impact And ROI Of Training Investments – Forbes

Pertanyaan Umum seputar Return on Training Investment (ROTI)

Apa perbedaan ROTI dengan ROI pada umumnya?

Apa perbedaan ROTI dengan ROI pada umumnya?

ROTI adalah bentuk spesifik dari ROI yang fokus pada investasi pelatihan dan pengembangan karyawan. Sementara ROI umum digunakan untuk berbagai jenis investasi bisnis, ROTI lebih menekankan pada dampak learning & development terhadap performa. ROTI juga sering melibatkan indikator non-finansial seperti produktivitas dan efisiensi. Hal ini membuat perhitungannya lebih kompleks dibanding ROI biasa.

Apa tantangan terbesar dalam menghitung ROTI?

Apa tantangan terbesar dalam menghitung ROTI?

Tantangan utamanya adalah mengonversi manfaat non-finansial menjadi nilai moneter. Misalnya, peningkatan skill atau engagement karyawan tidak selalu mudah diukur secara langsung. Selain itu, sulit untuk mengisolasi dampak pelatihan dari faktor lain seperti perubahan strategi bisnis. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan analisis yang komprehensif.

Apakah semua program pelatihan harus dihitung ROTI-nya?

Apakah semua program pelatihan harus dihitung ROTI-nya?

Tidak semua program harus dihitung secara detail, terutama untuk pelatihan dasar atau mandatory. Namun, untuk pelatihan dengan investasi besar atau berdampak strategis, pengukuran ROTI sangat disarankan. Hal ini membantu memastikan alokasi anggaran lebih efektif. Prioritaskan pada program yang memiliki tujuan bisnis yang jelas.

Berapa nilai ROTI yang dianggap โ€œbaikโ€?

Berapa nilai ROTI yang dianggap โ€œbaikโ€?

Tidak ada angka pasti karena tergantung pada industri dan tujuan pelatihan. Namun, ROTI positif (>0%) sudah menunjukkan bahwa pelatihan memberikan nilai lebih dari biaya yang dikeluarkan. Semakin tinggi persentasenya, semakin besar kontribusinya terhadap bisnis. Yang terpenting adalah konsistensi peningkatan dari waktu ke waktu.

Bagaimana cara meningkatkan ROTI dalam program pelatihan?

Bagaimana cara meningkatkan ROTI dalam program pelatihan?

Mulai dengan menyelaraskan pelatihan dengan tujuan bisnis yang spesifik dan terukur. Gunakan metode evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan untuk melihat dampaknya secara jelas. Selain itu, pastikan materi pelatihan relevan dengan kebutuhan pekerjaan karyawan. Integrasi dengan sistem HR dan analytics juga dapat membantu meningkatkan akurasi pengukuran.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Hendry Tjiu (2)
Hendry Tjiu, CHRP

Hendry Tjiu adalah seorang profesional di bidang human capital dengan lebih dari 18 tahun pengalaman.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales