HR Planning 4 min read

Panduan Mengukur Return on Training Investment (ROTI)

By Jordhi FarhansyahPublished 13 Dec, 2023

Pernah kah Anda mengukur investasi pelatihan dengan lebih rinci? Pengukuran ini sangat penting untuk menentukan kesuksesan dari perencanaan pengembangan karyawan Anda. Pengukuran ini dinamakan Return on Training Investment (ROTI).

Return on Training Investment (ROTI) merupakan metrik yang mengukur efektivitas dan keuntungan dari program pelatihan yang diadakan perusahaan.

Pengukuran ini akan menilai keberhasilan dari investasi yang telah dituangkan dalam pelatihan dan pengembangan karyawan.

Tujuan adanya ROTI adalah untuk menentukan apakah benefit yang diperoleh dari aktivitas pelatihan tersebut dapat menjustifikasi biaya yang telah dikeluarkan.

Dengan ROTI, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih bijak terkait alokasi sumber daya pada program pelatihan, memastikan bahwa aktivitas tersebut dapat berkontribusi secara positif untuk perkembangan karyawan dan kesuksesan bisnis secara keseluruhan.

Berikut adalah penjelasan ROTI lebih lanjut.

Mengevaluasi dan menghitung ROTI

Panduan Mengukur Return on Training Investment (ROTI)

Mari kita melihat lebih jauh mengenai pendekatan untuk menghitung Return on Training Investment (ROTI). Berikut adalah beberapa langkahnya.

1. Identifikasi tujuan dari program pelatihan

Pertama-tama, Anda perlu mendefinisikan dengan jelas objektif dan tujuan dari program pelatihan yang Anda buat. Objektif ini harus sejajar dengan tujuan strategis perusahaan secara keseluruhan.

Objektif-objektif ini nantinya akan memberikan framework untuk mengukur kesuksesan sebuah pelatihan dengan menentukan apa yang diharapkan untuk dicapai.

Sebagai contoh, jika objektif Anda untuk meningkatkan customer service, Anda mungkin bisa memasukkan tujuan yang lebih spesifik, misalnya mengurangi komplain dari pelanggan hingga sekian persen atau meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Mengumpulkan data terkait biaya pelatihan, termasuk waktu dan sumber daya

Mengumpulkan data ini termasuk semua data komprehensif yang berkaitan dengan biaya serta alokasi SDM untuk program pelatihan.

Hal ini juga termasuk biaya langsung yang terkait dengan materi pelatihan, biaya untuk pemateri, dan biaya pemanfaatan teknologi.

Selain itu, biaya tidak langsung seperti waktu juga menjadi perhitungan.

Sebagai contoh, Anda bisa menghitung total investasi di pelatihan, termasuk biaya langsung maupun tidak langsung. Dengan ini, Anda bisa mendapatkan gambaran berapa sumber daya yang dialokasikan untuk ini.

3. Menghitung dampak dari pelatihan karyawan terhadap performa dan produktivitas

Kemudian, Anda bisa mengevaluasi dampak dari pelatihan dan efektivitasnya terhadap performa serta produktivitas.

Proses ini mungkin melibatkan asesmen pra-pelatihan dan pasca-pelatihan untuk mengukur perkembangan skill, serta memantau metrik performa seiring berjalannya waktu.

Sebagai contoh, jika pelatihan fokus pada peningkatan skill penjualan, Anda dapat mengukur peningkatan pada performa sales, conversion rates, atau customer engagement setelah pelatihan selesai.

4. Mengkalkulasi return, termasuk produktivitas yang meningkat, pengurangan turnover, atau benefit lainnya

Selanjutnya, Anda bisa mengidentifikasi dan menghitung benefit yang diperoleh dari pelatihan. Ini termasuk peningkatan di produktivitas, pengurangan error rate atau kesalahan, peningkatan efisiensi, atau hasil-hasil yang bisa diukur lainnya berkaitan dengan pelatihan.

Anda bisa menghitung return sebenarnya dengan menghitung nilai moneter dari produktivitas yang meningkat, misalnya peningkatan keuntungan yang dihasilkan karyawan setelah mengikuti pelatihan.

Cara menghitung Return on Training Investment (ROTI)

Ini hal yang paling penting. Setelah Anda mengidentifikasi benefit dari pelatihan, Anda bisa menghitung persentase ROTI dengan menggunakan rumus ini:

ROTI dalam % = (Keuntungan dari pelatihan – Investasi pada pelatihan / Investasi pada pelatihan) x 100

Persentase ini menyediakan pengukuran yang jelas dari Return on Training Investment.

Sebagai contoh:

Jika manfaat pelatihan bernilai Rp100.000.000 dan investasi untuk pelatihan menghabiskan Rp40.000.000, maka persentase ROI-nya adalah sebagai berikut:

(Rp100.000.000 – Rp40.000.000 / Rp40.000.000) x 100 = 150%

Tips rencana training investment yang terjangkau

​​Berikut adalah beberapa tips untuk merencanakan pelatihan investasi yang terjangkau.

Identifikasi kebutuhan pelatihan

Tentukan area pelatihan yang Anda butuhkan untuk dipelajari dengan lebih baik. Anda bisa fokus pada aspek-aspek tertentu, misalnya peningkatan sales, teknik persuasi, dan lain sebagainya.

Gunakan sumber daya gratis terlebih dahulu jika bisa

Manfaatkan sumber daya online gratis seperti artikel, blog, video, dan webinar gratis dari para profesional yang bisa diakses terlebih dahulu. Misalnya, Anda juga bisa menggunakan platform edukasi online yang menawarkan kursus gratis tentang investasi.

Podcast terkait materi yang sejalan dengan kebutuhan pelatihan juga bisa Anda manfaatkan. Podcast dapat memberikan wawasan dan saran dari para ahli.

Layanan berlangganan terjangkau

Selanjutnya, Anda bisa mempertimbangkan berlangganan layanan berita keuangan atau platform edukasi yang menawarkan biaya terjangkau.

Pilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran Anda.

Misalnya, Mekari memiliki Mekari University sebagai salah satu platform training yang berguna bagi para karyawan. Mekari University sendiri merupakan media belajar profesional untuk karyawan yang ingin upgrade diri mereka.

Mekari Universitas menyediakan berbagai kursus dan pelatihan bersertifikasi untuk membantu karyawan berkembang.

Pelatihan offline atau online baik dengan tim internal kantor maupun dengan profesional

Terakhir, bentuk pelatihan yang paling efektif datang dari pelatihan yang langsung terlibat dengan ahlinya. Ahli tersebut bisa datang dari internal maupun eksternal.

Dengan pelatihan ini, karyawan juga mendapat kesempatan untuk bertanya dan praktik langsung dengan profesional sehingga mereka bisa langsung mengetahui apa yang kurang dan bagaimana mereka bisa meningkatkan kemampuan mereka.

Banyak dari mereka bersedia memberikan saran atau panduan kepada orang yang tertarik belajar.

Itulah tadi sedikit gambaran mengenai Return on Training Investment serta cara menghitungnya. Dengan penjelasan tadi, kita jadi tahu pentingnya investasi yang bijak dalam pelatihan untuk mendapatkan ROTI yang optimal.

Nah, untuk membantu HR dalam memantau performa karyawan dan juga perkembangan skill mereka, Anda bisa menggunakan fitur Performance Management serta Talent Development dari Mekari Talenta.

Misalnya, di Talent Development, Anda bisa menghilangkan skill gap dengan manajemen kompetensi. Anda dapat mengevaluasi kompetensi karyawan dan mengidentifikasi adanya kesenjangan tersebut.

Selanjutnya, pengembangan karier jadi lebih terarah dan obyektif sehingga Anda tahu pelatihan apa yang dibutuhkan oleh masing-masing karyawan.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Konsultasikan kebutuhan Anda bersama tim sales kami dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga.

Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehar-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.