Payroll 6 min read

Memahami Gaji Gross & Perannya dalam Pengelolaan Payroll Perusahaan

Tayang
Diperbarui
Highlights
  • Gaji gross adalah total pendapatan karyawan mencakup gaji pokok, tunjangan, hingga bonus sebelum dikurangi potongan pajak dan iuran wajib.
  • Pemahaman dan transparansi struktur gross salary sangat penting untuk menjaga kepatuhan regulasi, efisiensi anggaran, serta kepercayaan pekerja.

Istilah “gaji gross” sering muncul di slip gaji maupun penawaran kerja, tetapi tidak sedikit karyawan, bahkan tim finance sekalipun, yang masih keliru memahami bagaimana angka ini sebenarnya dihitung dan dipotong menjadi gaji bersih (net). 

Berdasarkan 2025 “Getting Paid In America” Survey dari PayrollOrg, hampir 4 dari 10 pekerja di Amerika Serikat menyatakan tidak sepenuhnya yakin bahwa perhitungan gaji mereka, termasuk komponen gross dan potongannya, sudah benar.

Ketidakpastian semacam ini bukan hal sepele, karena kesalahpahaman soal komponen gaji gross dapat memicu ketidakpercayaan karyawan terhadap transparansi perusahaan, bahkan berujung pada komplain administratif yang menyita waktu tim HR dan finance. 

Ketika struktur gaji gross tidak dijelaskan dengan jelas, mulai dari komponen tunjangan, potongan pajak, hingga iuran wajib seperti BPJS, risiko kesalahan perhitungan dan kesalahpahaman antara karyawan dan perusahaan pun semakin besar. 

Artikel ini akan membahas pengertian gaji gross, komponen penyusunnya, perbedaannya dengan gaji net dan gross up, alasan perusahaan perlu memahaminya, cara menentukan gaji gross, serta contoh perhitungannya.

Pengertian Gaji Gross (Gaji Kotor)

Gaji gross atau gaji kotor adalah total pendapatan yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak, BPJS, dan potongan lain dari perusahaan. Angka inilah yang biasanya tertulis di kontrak kerja dan menjadi dasar perhitungan berbagai kewajiban payroll.

Di dalam gross salary sudah termasuk gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, insentif, dan lembur. Namun, nominal tersebut belum dikurangi potongan wajib seperti PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta potongan lain sesuai kebijakan perusahaan.

Pembagian iuran BPJS yang memengaruhi perhitungan gaji kotor juga sudah diatur secara resmi dalam Surat Edaran BPJS Ketenagakerjaan Nomor B/0246/022021. Aturan ini mengatur detail persentase iuran yang dibayar perusahaan dan karyawan, antara lain:

  • JHT: perusahaan menanggung 3,7%, karyawan 2%.
  • Jaminan Pensiun: perusahaan membayar 2%, karyawan 1%.
  • BPJS Kesehatan: total 5% dari gaji, dengan porsi 4% dibayar perusahaan dan 1% oleh karyawan.

Dengan adanya ketentuan resmi tersebut, perhitungan gaji gross menjadi lebih terstandardisasi dan memastikan perusahaan mengelola komponen gaji sesuai regulasi yang berlaku.

Secara sederhana, gross salary adalah nilai awal sebelum potongan, sementara gaji net adalah jumlah yang benar-benar Anda terima setelah seluruh kewajiban dipotong.

Baca Juga: Apa Itu Tunjangan? Jenis, Contoh, dan Manfaat untuk Karyawan

Komponen Gaji Gross

Gaji gross mencakup seluruh pendapatan yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak dan iuran lainnya.

Mengutip Corporate Finance Institute (CFI), gaji gross memiliki beberapa komponen yaitu:

1. Gaji Pokok

Bagian utama dalam gross salary. Nilainya tetap setiap bulan dan menjadi dasar perhitungan untuk berbagai tunjangan dan bonus lainnya.

2. Tunjangan Tetap

Tunjangan yang diberikan secara rutin, misalnya tunjangan makan atau transportasi. Karena sifatnya konsisten, komponen ini menambah total gaji gross setiap bulan.

3. Tunjangan Tidak Tetap

Berbeda dari tunjangan tetap, bagian ini hanya muncul ketika syarat tertentu terpenuhi, misalnya tunjangan kehadiran atau uang makan yang diberikan saat karyawan masuk kerja. Nilainya bisa berubah-ubah sehingga membuat total gross salary lebih fleksibel.

Baca juga: Apakah UMR Itu Sudah Termasuk Uang Makan Karyawan?

4. Bonus dan Insentif

Pendapatan tambahan berbasis performa. Bisa diberikan karena pencapaian individu, target tim, atau capaian perusahaan. Komponen ini biasanya tidak muncul tiap bulan, tetapi menambah nilai gaji gross pada periode tertentu.

5. Upah Lembur

Upah lembur merupakan tambahan pendapatan yang diterima karyawan ketika bekerja melebihi jam kerja standar. Perhitungannya mengikuti aturan ketenagakerjaan yang berlaku dan tetap diperhitungkan dalam total gross salary.

Perbedaan Gaji Gross vs Gross Up

Aspek Gaji Gross Gaji Gross Up
Pengertian Gaji yang mencantumkan penghasilan sebelum dikurangi pajak penghasilan (PPh 21) dan potongan lainnya. Gaji yang mencantumkan penghasilan sebelum pajak, tetapi perusahaan memberikan tunjangan pajak untuk menanggung PPh 21 karyawan.
PPh 21 Pajak ditanggung oleh karyawan dan dipotong dari penghasilan yang diterima. Pajak ditanggung perusahaan melalui tunjangan pajak yang diberikan kepada karyawan.
Take home pay Lebih rendah dari nominal gaji gross setelah dikurangi PPh 21 dan potongan lainnya. Umumnya lebih besar karena karyawan menerima tambahan tunjangan pajak untuk mengompensasi PPh 21.
Komponen penghasilan Terdiri dari gaji dan tunjangan sesuai kebijakan perusahaan, sebelum potongan pajak. Terdiri dari gaji dan tunjangan, ditambah tunjangan pajak yang perhitungannya disesuaikan dengan PPh 21.
Beban perusahaan Perusahaan membayar sesuai komponen gaji yang disepakati, sedangkan PPh 21 menjadi potongan dari penghasilan karyawan. Perusahaan menanggung tambahan biaya berupa tunjangan pajak sehingga total biaya kompensasi dapat lebih besar.
Dampak bagi karyawan Karyawan menerima gaji bersih setelah PPh 21 dipotong dari penghasilan. Karyawan menerima penghasilan yang lebih terlindungi dari pengurangan akibat PPh 21 karena pajak dikompensasi melalui tunjangan.
Umumnya digunakan untuk Skema penggajian standar ketika karyawan menanggung PPh 21 atas penghasilannya sendiri. Perusahaan yang ingin memberikan kompensasi dengan skema pajak ditanggung perusahaan.

Perbedaan Gaji Gross dan Gaji Nett

Secara sederhana, perbedaan utama antara gaji gross dan gaji net terletak pada ada tidaknya potongan di dalam perhitungan. Keduanya menggambarkan nilai yang berbeda dalam struktur kompensasi karyawan.

1. Gaji Gross (Gaji Kotor)

Gaji gross adalah total pendapatan yang Anda terima sebelum ada potongan apa pun. Nilainya mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, insentif, hingga lembur, semuanya dijumlahkan tanpa dikurangi pajak atau iuran wajib.

Besaran gross salary biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti posisi pekerjaan, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, hingga industri tempat Anda bekerja. Semakin tinggi faktor-faktor tersebut, biasanya semakin besar nilai gaji gross yang ditawarkan perusahaan.

2. Gaji Net (Gaji Bersih / Take Home Pay)

Gaji net adalah jumlah uang yang benar-benar Anda terima di rekening setiap bulan. Nilainya sudah dikurangi berbagai potongan wajib seperti PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga potongan sukarela atau cicilan yang harus dibayarkan karyawan.

Karena adanya potongan tersebut, nominal gaji net hampir selalu lebih kecil dari gaji gross.

Baca Juga: Gaji Gross atau Nett: Mana yang Lebih Baik untuk Perusahaan? 

Kenapa Perusahaan Perlu Memahami Gaji Gross?

Bagi karyawan, gaji gross membantu karyawan mengetahui nilai keseluruhan pendapatan yang diterima oleh perusahaan sesuai dengan kontrak kerja.

Lalu, bagaimana dengan perusahaan? Pengetahuan akan gaji gross memiliki dampak yang lebih besar bagi perusahaan, yaitu sebagai berikut

1. Sebagai Asas Kepatuhan Regulasi

Dari sisi pajak penghasilan, gaji gross merupakan dasar penghitungan pajak yang akan dikenakan tarif pajak.

Sementara dari sisi iuran wajib, gaji gross juga merupakan dasar penghitungan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Dasar penghitungan ini lah yang digunakan untuk pelaporan pajak dan iuran BPJS yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Perencanaan Biaya Tenaga Kerja yang Lebih Efektif

Nilai gaji kotor atau gross juga membantu perusahaan dalam memetakan anggaran biaya tenaga kerja menjadi lebih efektif dan akurat.

Selain itu dengan mengetahui gaji gross, perusahaan dapat menyesuaikan perubahan gaji secara efisien apabila terjadi dinamika perubahan pasar tenaga kerja.

3. Strategi Rekrutmen Karyawan

Menawarkan gaji gross pada karyawan dengan menjabarkan kompensasi dan potensi komisi selama bekerja bisa menjadi strategi rekrutmen yang efektif.

Melalui gaji gross, perusahaan dapat menawarkan berbagai opsi kompensasi kompetitif berdasarkan pasar tenaga kerja yang ada saat itu.

4. Meningkatkan Kepercayaan dan Retensi Karyawan

Mengutip laporan 2024 Global Human Capital Trends dari Deloitte, karyawan yang yakin bahwa organisasinya menggunakan data mereka, termasuk data kompensasi, secara bertanggung jawab, 35% lebih cenderung mempercayai perusahaan tempat mereka bekerja.

Sayangnya, laporan yang sama menemukan hanya 37% karyawan yang benar-benar yakin organisasinya mengelola data secara bertanggung jawab, menunjukkan masih ada kesenjangan besar antara potensi dan praktik transparansi di lapangan.

Kepercayaan ini nantinya akan membangun engagement atau dedikasi karyawan yang berpengaruh juga pada tingkat produktivitas karyawan.

Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan karyawan terbaik sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.

Baca Juga: Apa Itu Retensi Karyawan? Arti, Penyebab, dan Cara Meningkatkannya

Bagaimana Perusahaan Menentukan Gaji Gross?

JIka gaji nett merupakan jumlah pendapatan karyawan setelah dikurangi aspek pengurang seperti pajak penghasilan. Lalu bagaimana perusahaan menentukan gaji gross?

Meski pada akhirnya gaji gross lahir dari kesepakatan bersama dengan karyawan, perusahaan sejatinya dapat menentukannya sendiri dengan mempertimbangkan hal berikut

  • Nilai gaji di pasar tenaga kerja untuk jabatan, pengalaman, dan jenis pekerjaan
  • Gaji historis dari periode penggajian sebelumnya
  • Kebijakan anggaran biaya tenaga kerja perusahaan
  • Peraturan pemerintah, dalam hal ini UU No.13 Th.2003, UU Cipta Kerja, dan PP No.36 Th.2021
  • Kondisi perekonomian dan politik dalam kurun waktu tertentu

Lalu, bagaimana gambaran sebenarnya penghitungan gaji gross sehingga muncul angka gaji nett?

Baca juga: Contoh Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Lengkap

Contoh Cara Menghitung Gaji Gross

Penghitungan gaji gross menjadi gaji nett sejatinya bisa dilihat secara transparan oleh karyawan melalui slip gaji dan surat kontrak kerja.

Namun sebagai gambaran yang jelas, berikut contoh simulasi cara menghitung gaji gross karyawan.

Ilustrasi Penghitungan Gaji Gross

Budi seorang karyawan dengan gaji pokok Rp8.000.000 per bulan, belum memiliki tanggungan dan mendapatkan kompensasi operasional sebesar Rp500.000 tiap bulannya.

Ia juga mendapatkan kompensasi kedisiplinan Rp.200.000 dan bonus pencapaian bulanan sebesar Rp1.500.000.

Berikut ilustrasi penghitungan gaji gross hingga menjadi nett untuk Budi.

Komponen Pendapatan Potongan
Gaji pokok Rp8.000.000
Kompensasi operasional Rp500.000
Kompensasi kedisiplinan Rp200.000
Bonus Rp1.500.000
Total gaji gross Rp10.200.000
Potongan PPh 21 TK/0 Rp355.000
BPJS Kesehatan (1%) Rp102.000
BPJS-TK / JHT (2%) Rp204.000
BPJS-TK / JP (1%) Rp102.000
Total potongan Rp763.000
Gaji nett Rp9.437.000

 

Jika melihat tabel di atas, Budi sejatinya menerima gaji gross sebesar Rp10.200.000.

Namun dengan total potongan yang berasal dari PPh dan iuran jaminan sosial senilai Rp763.000, Budi menerima gaji nett sebesar Rp9.437.000.

Baca Juga: Take Home Pay (THP): Komponen, Cara Menghitung, & Perbedaannya dengan Gaji

Kelola Penggajian Karyawan Secara Terintegrasi dengan Mekari Talenta

Mengelola penggajian karyawan membutuhkan perhitungan yang akurat agar setiap komponen gaji, termasuk gaji gross, dan potongan dapat diproses sesuai ketentuan perusahaan.

Ketika dilakukan secara manual, proses payroll dapat menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan.

Dengan software HRIS Mekari Talenta, perusahaan dapat mengelola proses penggajian secara lebih terstruktur melalui sistem payroll yang terintegrasi. 

Berbagai komponen penghasilan dan potongan karyawan dapat dikelola dalam satu sistem sehingga membantu HR dan finance memproses payroll dengan lebih efisien.

Melalui Aplikasi Hitung Gaji Karyawan, perusahaan dapat mengotomatisasi perhitungan gaji beserta berbagai komponen yang memengaruhi take home pay karyawan. Hal ini membantu perusahaan menghitung gaji secara lebih akurat sekaligus mengurangi kebutuhan untuk melakukan perhitungan manual.

Dengan data penggajian yang terpusat, HR juga dapat lebih mudah mengelola perubahan komponen gaji serta memastikan proses payroll berjalan konsisten. 

Pengelolaan payroll yang terintegrasi membantu perusahaan meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus memberikan pengalaman penggajian yang lebih transparan bagi karyawan.

Hubungi Mekari Talenta untuk mengetahui bagaimana Mekari Talenta dapat membantu perusahaan mengelola perhitungan gaji dan proses payroll secara lebih akurat dan terintegrasi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah gaji gross yang tercantum dalam kontrak kerja selalu sama dengan gaji yang diterima karyawan?

Apakah gaji gross yang tercantum dalam kontrak kerja selalu sama dengan gaji yang diterima karyawan?

Tidak selalu, karena perusahaan dapat menggunakan struktur kompensasi yang berbeda dalam kontrak kerja. Ada perusahaan yang mencantumkan gaji gross, sementara perusahaan lain dapat menampilkan gaji net atau total kompensasi. Karyawan perlu memahami apakah nominal tersebut sudah mencakup tunjangan tetap, komponen variabel, atau pembayaran lainnya. Dengan begitu, tidak terjadi perbedaan pemahaman mengenai nominal yang sebenarnya akan diterima setiap bulan.

Apakah gaji gross karyawan bisa berubah setiap bulan?

Apakah gaji gross karyawan bisa berubah setiap bulan?

Ya, terutama jika struktur gaji mencakup komponen yang sifatnya tidak tetap, seperti bonus, insentif, atau upah lembur. Gaji pokok dan tunjangan tetap mungkin tidak berubah, tetapi total pendapatan sebelum potongan dapat berbeda pada setiap periode penggajian. Karena itu, karyawan dapat menerima nominal gaji gross yang berbeda meskipun gaji pokoknya tetap. Perusahaan sebaiknya mencantumkan setiap komponen tersebut secara jelas pada slip gaji.

Apakah gaji gross yang lebih tinggi selalu berarti take home pay yang lebih tinggi?

Apakah gaji gross yang lebih tinggi selalu berarti take home pay yang lebih tinggi?

Secara umum, gaji gross yang lebih tinggi akan menghasilkan take home pay yang lebih tinggi, tetapi kenaikannya tidak selalu sebanding. Besaran gaji bersih juga dipengaruhi oleh pajak, iuran karyawan, dan potongan lain yang berlaku. Tambahan pendapatan seperti bonus atau lembur juga dapat memengaruhi jumlah potongan pada periode tertentu. Karena itu, karyawan sebaiknya mempertimbangkan estimasi gaji bersih ketika membandingkan tawaran kompensasi.

Mengapa perusahaan perlu mencantumkan komponen gaji gross secara jelas pada slip gaji?

Mengapa perusahaan perlu mencantumkan komponen gaji gross secara jelas pada slip gaji?

Rincian yang jelas membantu karyawan memahami bagaimana total pendapatan mereka terbentuk dan mengapa nominal yang diterima dapat berbeda dari gaji gross. Bagi HR dan finance, struktur yang terstandarisasi juga memudahkan proses pemeriksaan ketika terdapat pertanyaan atau perbedaan perhitungan. Hal ini semakin penting bagi perusahaan dengan jumlah karyawan besar dan struktur kompensasi yang melibatkan berbagai tunjangan, insentif, serta potongan. Transparansi tersebut juga dapat membantu mengurangi kesalahpahaman terkait pembayaran gaji.

Bagaimana perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan dalam menghitung gaji gross?

Bagaimana perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan dalam menghitung gaji gross?

Perusahaan dapat mengurangi risiko kesalahan dengan menstandarkan komponen gaji, menjaga akurasi data karyawan, dan menerapkan aturan perhitungan yang konsisten. Proses payroll juga perlu mengakomodasi perubahan seperti kenaikan jabatan, perubahan tunjangan, lembur, bonus, maupun perubahan status karyawan. Penggunaan sistem payroll yang terintegrasi dapat membantu mengurangi perhitungan manual dan menjaga konsistensi data antarproses. Selain itu, rekonsiliasi payroll secara berkala dapat membantu perusahaan menemukan selisih atau kesalahan sebelum gaji dibayarkan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Amalina Nurdeanty (1)
Amalina Nurdeanty SE, CHRP

Amalina Nurdeanty adalah seorang profesional berpengalaman dengan lebih dari 6 tahun di industri konsultan. Ia merupakan lulusan Universitas Indonesia dengan gelar di bidang Human Resource Management dan memegang sertifikasi CHRP (Certified Human Resource Professional).

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales