- Gaji gross adalah total pendapatan karyawan mencakup gaji pokok, tunjangan, hingga bonus sebelum dikurangi potongan pajak dan iuran wajib.
- Pemahaman dan transparansi struktur gross salary sangat penting untuk menjaga kepatuhan regulasi, efisiensi anggaran, serta kepercayaan pekerja.
Istilah “gaji gross” sering muncul di slip gaji maupun penawaran kerja, tetapi tidak sedikit karyawan, bahkan tim finance sekalipun, yang masih keliru memahami bagaimana angka ini sebenarnya dihitung dan dipotong menjadi gaji bersih (net).
Ketidakpastian semacam ini bukan hal sepele, karena kesalahpahaman soal komponen gaji gross dapat memicu ketidakpercayaan karyawan terhadap transparansi perusahaan, bahkan berujung pada komplain administratif yang menyita waktu tim HR dan finance.
Ketika struktur gaji gross tidak dijelaskan dengan jelas, mulai dari komponen tunjangan, potongan pajak, hingga iuran wajib seperti BPJS, risiko kesalahan perhitungan dan kesalahpahaman antara karyawan dan perusahaan pun semakin besar.
Artikel ini akan membahas pengertian gaji gross, komponen penyusunnya, perbedaannya dengan gaji net dan gross up, alasan perusahaan perlu memahaminya, cara menentukan gaji gross, serta contoh perhitungannya.
Pengertian Gaji Gross (Gaji Kotor)
Gaji gross atau gaji kotor adalah total pendapatan yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak, BPJS, dan potongan lain dari perusahaan. Angka inilah yang biasanya tertulis di kontrak kerja dan menjadi dasar perhitungan berbagai kewajiban payroll.
Di dalam gross salary sudah termasuk gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, insentif, dan lembur. Namun, nominal tersebut belum dikurangi potongan wajib seperti PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta potongan lain sesuai kebijakan perusahaan.
Pembagian iuran BPJS yang memengaruhi perhitungan gaji kotor juga sudah diatur secara resmi dalam Surat Edaran BPJS Ketenagakerjaan Nomor B/0246/022021. Aturan ini mengatur detail persentase iuran yang dibayar perusahaan dan karyawan, antara lain:
- JHT: perusahaan menanggung 3,7%, karyawan 2%.
- Jaminan Pensiun: perusahaan membayar 2%, karyawan 1%.
- BPJS Kesehatan: total 5% dari gaji, dengan porsi 4% dibayar perusahaan dan 1% oleh karyawan.
Dengan adanya ketentuan resmi tersebut, perhitungan gaji gross menjadi lebih terstandardisasi dan memastikan perusahaan mengelola komponen gaji sesuai regulasi yang berlaku.
Secara sederhana, gross salary adalah nilai awal sebelum potongan, sementara gaji net adalah jumlah yang benar-benar Anda terima setelah seluruh kewajiban dipotong.
Baca Juga: Apa Itu Tunjangan? Jenis, Contoh, dan Manfaat untuk Karyawan
Komponen Gaji Gross
Gaji gross mencakup seluruh pendapatan yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak dan iuran lainnya.
Mengutip Corporate Finance Institute (CFI), gaji gross memiliki beberapa komponen yaitu:
1. Gaji Pokok
Bagian utama dalam gross salary. Nilainya tetap setiap bulan dan menjadi dasar perhitungan untuk berbagai tunjangan dan bonus lainnya.
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan yang diberikan secara rutin, misalnya tunjangan makan atau transportasi. Karena sifatnya konsisten, komponen ini menambah total gaji gross setiap bulan.
3. Tunjangan Tidak Tetap
Berbeda dari tunjangan tetap, bagian ini hanya muncul ketika syarat tertentu terpenuhi, misalnya tunjangan kehadiran atau uang makan yang diberikan saat karyawan masuk kerja. Nilainya bisa berubah-ubah sehingga membuat total gross salary lebih fleksibel.
Baca juga: Apakah UMR Itu Sudah Termasuk Uang Makan Karyawan?
4. Bonus dan Insentif
Pendapatan tambahan berbasis performa. Bisa diberikan karena pencapaian individu, target tim, atau capaian perusahaan. Komponen ini biasanya tidak muncul tiap bulan, tetapi menambah nilai gaji gross pada periode tertentu.
5. Upah Lembur
Upah lembur merupakan tambahan pendapatan yang diterima karyawan ketika bekerja melebihi jam kerja standar. Perhitungannya mengikuti aturan ketenagakerjaan yang berlaku dan tetap diperhitungkan dalam total gross salary.
Perbedaan Gaji Gross vs Gross Up
| Aspek | Gaji Gross | Gaji Gross Up |
|---|---|---|
| Pengertian | Gaji yang mencantumkan penghasilan sebelum dikurangi pajak penghasilan (PPh 21) dan potongan lainnya. | Gaji yang mencantumkan penghasilan sebelum pajak, tetapi perusahaan memberikan tunjangan pajak untuk menanggung PPh 21 karyawan. |
| PPh 21 | Pajak ditanggung oleh karyawan dan dipotong dari penghasilan yang diterima. | Pajak ditanggung perusahaan melalui tunjangan pajak yang diberikan kepada karyawan. |
| Take home pay | Lebih rendah dari nominal gaji gross setelah dikurangi PPh 21 dan potongan lainnya. | Umumnya lebih besar karena karyawan menerima tambahan tunjangan pajak untuk mengompensasi PPh 21. |
| Komponen penghasilan | Terdiri dari gaji dan tunjangan sesuai kebijakan perusahaan, sebelum potongan pajak. | Terdiri dari gaji dan tunjangan, ditambah tunjangan pajak yang perhitungannya disesuaikan dengan PPh 21. |
| Beban perusahaan | Perusahaan membayar sesuai komponen gaji yang disepakati, sedangkan PPh 21 menjadi potongan dari penghasilan karyawan. | Perusahaan menanggung tambahan biaya berupa tunjangan pajak sehingga total biaya kompensasi dapat lebih besar. |
| Dampak bagi karyawan | Karyawan menerima gaji bersih setelah PPh 21 dipotong dari penghasilan. | Karyawan menerima penghasilan yang lebih terlindungi dari pengurangan akibat PPh 21 karena pajak dikompensasi melalui tunjangan. |
| Umumnya digunakan untuk | Skema penggajian standar ketika karyawan menanggung PPh 21 atas penghasilannya sendiri. | Perusahaan yang ingin memberikan kompensasi dengan skema pajak ditanggung perusahaan. |
Perbedaan Gaji Gross dan Gaji Nett
Secara sederhana, perbedaan utama antara gaji gross dan gaji net terletak pada ada tidaknya potongan di dalam perhitungan. Keduanya menggambarkan nilai yang berbeda dalam struktur kompensasi karyawan.
1. Gaji Gross (Gaji Kotor)
Gaji gross adalah total pendapatan yang Anda terima sebelum ada potongan apa pun. Nilainya mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, insentif, hingga lembur, semuanya dijumlahkan tanpa dikurangi pajak atau iuran wajib.
Besaran gross salary biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti posisi pekerjaan, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, hingga industri tempat Anda bekerja. Semakin tinggi faktor-faktor tersebut, biasanya semakin besar nilai gaji gross yang ditawarkan perusahaan.
2. Gaji Net (Gaji Bersih / Take Home Pay)
Gaji net adalah jumlah uang yang benar-benar Anda terima di rekening setiap bulan. Nilainya sudah dikurangi berbagai potongan wajib seperti PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga potongan sukarela atau cicilan yang harus dibayarkan karyawan.
Karena adanya potongan tersebut, nominal gaji net hampir selalu lebih kecil dari gaji gross.
Baca Juga: Gaji Gross atau Nett: Mana yang Lebih Baik untuk Perusahaan? Kenapa Perusahaan Perlu Memahami Gaji Gross?
Bagi karyawan, gaji gross membantu karyawan mengetahui nilai keseluruhan pendapatan yang diterima oleh perusahaan sesuai dengan kontrak kerja.
Lalu, bagaimana dengan perusahaan? Pengetahuan akan gaji gross memiliki dampak yang lebih besar bagi perusahaan, yaitu sebagai berikut
1. Sebagai Asas Kepatuhan Regulasi
Dari sisi pajak penghasilan, gaji gross merupakan dasar penghitungan pajak yang akan dikenakan tarif pajak.
Sementara dari sisi iuran wajib, gaji gross juga merupakan dasar penghitungan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
Dasar penghitungan ini lah yang digunakan untuk pelaporan pajak dan iuran BPJS yang dilakukan oleh perusahaan.
2. Perencanaan Biaya Tenaga Kerja yang Lebih Efektif
Nilai gaji kotor atau gross juga membantu perusahaan dalam memetakan anggaran biaya tenaga kerja menjadi lebih efektif dan akurat.
Selain itu dengan mengetahui gaji gross, perusahaan dapat menyesuaikan perubahan gaji secara efisien apabila terjadi dinamika perubahan pasar tenaga kerja.
3. Strategi Rekrutmen Karyawan
Menawarkan gaji gross pada karyawan dengan menjabarkan kompensasi dan potensi komisi selama bekerja bisa menjadi strategi rekrutmen yang efektif.
Melalui gaji gross, perusahaan dapat menawarkan berbagai opsi kompensasi kompetitif berdasarkan pasar tenaga kerja yang ada saat itu.
4. Meningkatkan Kepercayaan dan Retensi Karyawan
Mengutip laporan 2024 Global Human Capital Trends dari Deloitte, karyawan yang yakin bahwa organisasinya menggunakan data mereka, termasuk data kompensasi, secara bertanggung jawab, 35% lebih cenderung mempercayai perusahaan tempat mereka bekerja.
Sayangnya, laporan yang sama menemukan hanya 37% karyawan yang benar-benar yakin organisasinya mengelola data secara bertanggung jawab, menunjukkan masih ada kesenjangan besar antara potensi dan praktik transparansi di lapangan.
Kepercayaan ini nantinya akan membangun engagement atau dedikasi karyawan yang berpengaruh juga pada tingkat produktivitas karyawan.
Dengan begitu, Anda dapat mempertahankan karyawan terbaik sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.
Baca Juga: Apa Itu Retensi Karyawan? Arti, Penyebab, dan Cara MeningkatkannyaBagaimana Perusahaan Menentukan Gaji Gross?
JIka gaji nett merupakan jumlah pendapatan karyawan setelah dikurangi aspek pengurang seperti pajak penghasilan. Lalu bagaimana perusahaan menentukan gaji gross?
Meski pada akhirnya gaji gross lahir dari kesepakatan bersama dengan karyawan, perusahaan sejatinya dapat menentukannya sendiri dengan mempertimbangkan hal berikut
- Nilai gaji di pasar tenaga kerja untuk jabatan, pengalaman, dan jenis pekerjaan
- Gaji historis dari periode penggajian sebelumnya
- Kebijakan anggaran biaya tenaga kerja perusahaan
- Peraturan pemerintah, dalam hal ini UU No.13 Th.2003, UU Cipta Kerja, dan PP No.36 Th.2021
- Kondisi perekonomian dan politik dalam kurun waktu tertentu
Lalu, bagaimana gambaran sebenarnya penghitungan gaji gross sehingga muncul angka gaji nett?
Baca juga: Contoh Cara Menghitung Gaji Karyawan yang Lengkap
Contoh Cara Menghitung Gaji Gross
Penghitungan gaji gross menjadi gaji nett sejatinya bisa dilihat secara transparan oleh karyawan melalui slip gaji dan surat kontrak kerja.
Namun sebagai gambaran yang jelas, berikut contoh simulasi cara menghitung gaji gross karyawan.
Ilustrasi Penghitungan Gaji Gross
Budi seorang karyawan dengan gaji pokok Rp8.000.000 per bulan, belum memiliki tanggungan dan mendapatkan kompensasi operasional sebesar Rp500.000 tiap bulannya.
Ia juga mendapatkan kompensasi kedisiplinan Rp.200.000 dan bonus pencapaian bulanan sebesar Rp1.500.000.
Berikut ilustrasi penghitungan gaji gross hingga menjadi nett untuk Budi.
| Komponen | Pendapatan | Potongan |
|---|---|---|
| Gaji pokok | Rp8.000.000 | |
| Kompensasi operasional | Rp500.000 | |
| Kompensasi kedisiplinan | Rp200.000 | |
| Bonus | Rp1.500.000 | |
| Total gaji gross | Rp10.200.000 | |
| Potongan PPh 21 TK/0 | Rp355.000 | |
| BPJS Kesehatan (1%) | Rp102.000 | |
| BPJS-TK / JHT (2%) | Rp204.000 | |
| BPJS-TK / JP (1%) | Rp102.000 | |
| Total potongan | Rp763.000 | |
| Gaji nett | Rp9.437.000 | |
Jika melihat tabel di atas, Budi sejatinya menerima gaji gross sebesar Rp10.200.000.
Namun dengan total potongan yang berasal dari PPh dan iuran jaminan sosial senilai Rp763.000, Budi menerima gaji nett sebesar Rp9.437.000.
Baca Juga: Take Home Pay (THP): Komponen, Cara Menghitung, & Perbedaannya dengan Gaji
Kelola Penggajian Karyawan Secara Terintegrasi dengan Mekari Talenta
Mengelola penggajian karyawan membutuhkan perhitungan yang akurat agar setiap komponen gaji, termasuk gaji gross, dan potongan dapat diproses sesuai ketentuan perusahaan.
Ketika dilakukan secara manual, proses payroll dapat menjadi lebih kompleks dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan.
Dengan software HRIS Mekari Talenta, perusahaan dapat mengelola proses penggajian secara lebih terstruktur melalui sistem payroll yang terintegrasi.
Berbagai komponen penghasilan dan potongan karyawan dapat dikelola dalam satu sistem sehingga membantu HR dan finance memproses payroll dengan lebih efisien.
Melalui Aplikasi Hitung Gaji Karyawan, perusahaan dapat mengotomatisasi perhitungan gaji beserta berbagai komponen yang memengaruhi take home pay karyawan. Hal ini membantu perusahaan menghitung gaji secara lebih akurat sekaligus mengurangi kebutuhan untuk melakukan perhitungan manual.
Dengan data penggajian yang terpusat, HR juga dapat lebih mudah mengelola perubahan komponen gaji serta memastikan proses payroll berjalan konsisten.
Pengelolaan payroll yang terintegrasi membantu perusahaan meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus memberikan pengalaman penggajian yang lebih transparan bagi karyawan.
Hubungi Mekari Talenta untuk mengetahui bagaimana Mekari Talenta dapat membantu perusahaan mengelola perhitungan gaji dan proses payroll secara lebih akurat dan terintegrasi.
