Simak 5 Karakter yang Membedakan Pemimpin dan Bos!

Simak 5 Karakter yang Membedakan Pemimpin dan Bos!

Pernahkah Anda mendengar sebuah ungkapan yang menyebut bahwa “Seorang pemimpin bisa saja menjadi bos, tetapi tidak setiap bos adalah pemimpin“. Ungkapan lawas ini memang terdengar begitu klise, akan tetapi antara pemimpin dan bos memang ada sebuah perbedaan makna serta karakter yang mendasar.
Lantas apa saja perbedaan karakter antara menjadi seorang bos dan menjadi seorang pemimpin. Jika Anda ingin mengetahuinya, maka cobalah beberapa poin penjabaran berikut ini.
1. Pemimpin berani maju ke garis depan, sedangkan bos hanya puas dengan menjadi ‘pengatur serangan’.
Pada dasarnya, baik pemimpin maupun bos bisa dibilang sebagai otak atau ‘pengatur serangan’ dalam sebuah pertempuran. Keduanya memiliki peranan penting dalam menyusun strategi untuk ‘berperang’ atau mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Namun yang membedakan keduanya adalah pemimpin lebih berani maju ke garis depan untuk melakukan serangan, sedangkan bos hanya puas dengan menjadi seorang ‘pengatur serangan’ saja. Pemimpin berani bergandengan tangan bersama karyawan atau bawahannya untuk sama-sama melakukan serangan atau gerakan maju ke depan. Strategi yang disiapkan pun biasanya akan lebih matang, karena pemikiran seorang pemimpin biasanya akan satu langkah lebih maju jika dibanding bos.
2. Pemimpin lebih suka mendengarkan dan berbicara, sedangkan bos hanya suka memerintah.
Karakter seorang bos memang lebih cenderung memberikan perintah. Hal ini dikarenakan seorang bos menganggap karyawan atau bawahannya sebagai personal yang wajib mendengarkan dan mematuhi apa yang telah menjadi keputusannya.
Namun berbeda dengan seorang pemimpin. Alih-alih senang memerintah, karakter seorang pemimpin tak jauh dari kebiasaan menasihati, diskusi dan pemberian feedback untuk karyawan. Pemimpin menganggap bahwa hubungan yang baik bukan hanya soal memerintahkan pekerjaan saja, melainkan ada hubungan timbal balik yang seimbang.
3. Pemimpin cenderung lebih memotivasi, sementara bos cukup sering ‘menakut-nakuti’.
Ketika bekerja dalam sebuah project, pasti Anda akan menemukan tantangan dengan beragam bentuk. Ketika di posisi seperti ini, maka karakter seorang pemimpin akan memotivasi untuk bertindak. Sementara itu, berkebalikan dengan karakter seorang bos yang cenderung untuk mengintimidasi atau cukup sering ‘menakut-nakuti’.
Karakter seorang pemimpin terbiasa untuk menawarkan empati dan memotivasi agar beragam tantangan yang dialami oleh karyawan dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini sangat penting, mengingat setiap kali tantangan dalam sebuah tim kerja terjadi maka sosok seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk menjadi pemandu agar segala kesulitan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik.
4. Pemimpin mengajar dan belajar, seorang bos mengharapkan dan mengabaikan.
Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang memiliki harga diri, tetapi tidak sombong atau malu untuk belajar dari orang-orang yang derajat atau posisinya jauh lebih rendah ketimbang mereka. Seorang pemimpin sadar betul bahwa tak pernah ada kata terlambat untuk belajar bahkan dari orang lain.
Hal ini menjelaskan bahwa karakter seorang pemimpin sejati tidaklah sebatas hanya seorang pengambil atau pengharap seperti seorang bos. Melainkan seorang pemberi yang tak jemu dan tak sungkan untuk sekadar belajar bahkan membagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
Selain itu, jika dibandingkan dengan bos maka pemimpin adalah seorang yang berpikir ke depan karena karakternya yang kerap mengajar dan ‘memelihara’ seorang pemimpin baru guna menjadi penerusnya di masa yang akan datang.
5. Pemimpin membangun hubungan yang sama, sedangkan bos gemar pilih kasih.
Seorang pemimpin yang baik, kerap mencoba untuk memperlakukan semua orang sama dan tak mengizinkan preferensi pribadi memengaruhi tim yang dinamis. Ketimbang pilih kasih layaknya seorang bos, pemimpin lebih suka memandang semua karyawan dan anak buahnya sebagai satu kesatuan.
Semua orang akan dianggap penting dan memiliki peranan. Sehingga tak jarang, pemimpin lebih berhasil dicintai ketimbang bos yang kerap dimusuhi karena tak berlaku adil pada semua karyawan.
Sumber data :
1. www.elitedaily.com
2. www.forbes.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED10 Aug 2017
talenta
talenta