Minggu lalu, Anda telah puas puas dimanjakan dengan libur Hari Raya Idul Fitri, ditambah dengan cuti bersama dari pemerintah. Bagi yang merayakan lebaran, waktu tersebut sangatlah cukup untuk dihabiskan bersama keluarga. Namun bagi yang tidak merayakan lebaran durasi waktu tersebut sangatlah cukup untuk berlibur, entah ke luar negeri atau di dalam negeri saja. Sayangnya setelah masuk kerja kembali, banyak sekali yang mengeluh. Hingga tak jarang keluhan tersebut diluapkan di media sosial semacam “Badan sih di kantor, tapi pikiran masih liburan.”
Cuti berlibur, entah itu cuti tahunan, cuti bersama, atau sekadar short escape, biasanya selalu diekspektasikan agar menjadi semenyenangkan. Apalagi jika liburan tersebut adalah sesuatu yang sudah lama direncanakan, karena memang tujuan dari liburan untuk menyegarkan kembali pikiran dari rutinitas sehari-hari. Namun ada kalanya ketika harus kembali ke rutinitas pekerjaan, yang ada bukannya semangat tapi malah mengalami kesulitan untuk kembali bekerja. Seperti kesulitan berkosentrasi, perasaan letih, gagal move on dari memori indah saat berlibur, bahkan kesulitan untuk mengerjakan tugas-tugas rutin yang sederhana. Saat Anda melihat e-mail yang masuk atau laporan, Anda enggan menyentuhnya. “Tidak Sekarang!” Itulah yang ada dalam pikiran Anda.
Jika Anda mengalami hal di atas, itu artinya Anda mengalami Post Vacation Blues atau Post Vacation Syndrome. Betapa tidak, saat bersenang-senang, kemudian memikirkan harus kembali bekerja, kadang perasaan “tersiksa” muncul. Akibatnya, saat menjelang berakhirnya libur, bukannya rileks yang didapat, tapi tekanan akibat pikiran besok harus kerja. Meskipun tidak menyenangkan, kondisi tersebut dapat diatasi dengan sedikit kemauan untuk kembali kepada rutinitas. Bahkan, ini harus diatasi karena kalau dibiarkan saja dapat membuat pekerjaan Anda berantakan. Lantas, apa yang harus kita lakukan agar pekerjaan kita tidak terganggu oleh semangat yang menurun akibat liburan?
Lakukan Beberapa Perubahan dalam Rutinitas. Sepulang liburan, berikan diri Anda sedikit waktu istirahat sebelum kembali bekerja. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menghindari waktu kepulangan yang terlalu malam jika besok pagi Anda sudah harus kembali ke kantor. Kemudian saat memulai bekerja, sebaiknya tidak langsung memaksakan diri untuk terjun melakukan aktifitas rutin. Luangkan waktu beberapa menit untuk melakukan olahraga ringan, seperti lari atau jalan kaki. Banyak riset telah membuktikan bahwa olahraga membantu mendongkrak spirit. Selain berolahraga, Anda juga dapat melakukan kegiatan lain seperti memasak atau membersihkan rumah. Intinya, tidak langsung terjun dalam rutinitas akan membuat diri Anda lebih mudah dalam melewati masa transisi dari hidup santai ke hidup yang penuh kesibukan.
Tiba di Kantor Lebih Awal. Anda mungkin berpikir bahwa belum semua orang ‘pulih’ dari suasana liburan, sehingga hari pertama kerja semuanya masih berada dalam kondisi santai. Justru sebaliknya, Anda harus datang pagi dan mulai kerja lebih awal dari rekan lain. Dengan datang pagi, Anda dapat membereskan dulu kondisi meja kerja dan memulai apa yang bisa dikerjakan dulu dalam suasana belum banyak orang. Selain itu dengan datang lebih awal, Anda juga dapat memulai pekerjaan dari yang paling ringan untuk mengurangi blues.
Kerjakan yang paling mudah. Anda tidak perlu memaksakan diri langsung mengerjakan tugas-tugas berat. Sebaliknya, mulailah pekerjaan dari yang paling ringan sebagai pemanasan seperti: mengecek email dengan menghapus beberapa e-mail spam. Hal ini pula yang dapat dilakukan ketika Anda datang lebih awal. Setelah setengah hari berlalu, Anda dapat mulai membuka email dari atasan, klien, dan yang sekiranya berhubungan dengan pekerjaan “berat”. Setelah itu, tulis dalam satu daftar pekerjaan yang bisa diselesaikan pada hari itu juga. Begitu pekerjaan “ringan” selesai dilakukan, Anda bisa mulai pekerjaan “beratnya”.
Hindari lembur dan membawa pekerjaan ke rumah. Oleh karena Anda sudah datang pagi, tentu seharusnya Anda juga dapat pulang tepat waktu. Apalagi, beberapa kantor ada yang membolehkan karyawannya pulang awal selepas libur panjang nasional seperti libur Lebaran ini. Hanya saja, Anda perlu memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan telah selesai. Artinya, hindari membawa pekerjaan ke rumah pada saat masih dalam suasana liburan. Dengan cara ini, diharapkan suasana segar kala liburan tetap terjaga dan tidak mengurangi kualitas hubungan dengan keluarga dan relasi lain di luar jam kerja.
Tetap memprioritaskan tanggung jawab utama. Kembali bekerja sehabis liburan sebenarnya bukanlah hal yang sulit karena “penyakit” ini sebenarnya hanya dapat diobati dengan tekad yang kuat untuk kembali pada rutinitas harian, bahwa ada “kehidupan nyata” selain hiburan. Oleh karena itu, jadilah orang yang bertanggung jawab, segala pekerjaan yang kamu lakukan adalah tanggung jawabmu untuk segera diselesaikan. Jika kemarin Anda telah diberikan hak untuk berlibur, maka ingatlah untuk melakukan apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab utama. Semuanya itu hanya tergantung seberapa besar niat Anda untuk kembali bekerja dan mengumpulkan uang untuk pergi berlibur lagi nanti. 
Buat rencana liburan selanjutnya. Cara lain untuk mengatasi post-holiday blues ini adalah dengan merencanakan sesuatu yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu seperti merencanakan liburan selanjutnya. Perencanaan ini dapat dijadikan titik balik Anda seperti sebelumnya agar lebih semangat bekerja dalam mengumpulkan uang lebih banyak lagi. Anda pasti lebih bersemangat kerja supaya waktu tersebut cepat datang.
 
 
Sumber:
Femina.co.id
wolipop.detik.com
jobsmart.co.id

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.