Big Data dan Perannya dalam Pekerjaan HR

By Mekari TalentaPublished 28 Feb, 2024 Diperbarui 25 Maret 2024

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, proses rekrutmen karyawan milenial kini tidak lagi dilakukan secara konvensional. Pengelolaan rekrutmen karyawan oleh HR saat ini dilakukan dengan memanfaatkan big data.

Dalam hal ini, big data mempermudah manajemen HR sebab proses pengumpulan, organisasi, serta analisis data karyawan berlangsung cepat. Menariknya, proses rekrutmen berlangsung lebih objektif dengan menggunakan big data.

Lantas, bagaimana HR memanfaatkan big data dalam proses rekrutmen karyawan?

Apa itu big data?

Big Data dan Perannya dalam Pekerjaan HR

Menurut Investopedia, Big data merujuk pada kumpulan data yang sangat besar, kompleksitasnya membuatnya sulit untuk diproses menggunakan metode pengolahan data konvensional. Big data dikenal dengan tiga karakteristik utama yang dikenal sebagai 3V: volume, variety, dan velocity.

Big data dalam konteks bisnis adalah tentang penggunaan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis volume besar data dari berbagai sumber.

Ini membantu perusahaan mendapatkan wawasan yang berharga untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, seperti pemahaman pelanggan, optimasi operasional, manajemen risiko, pengembangan produk, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan big data, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan memanfaatkan peluang inovasi.

Penerapan big data dalam bisnis dapat memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan, meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan memungkinkan inovasi yang lebih cepat.

Namun, pengelolaan big data juga membutuhkan infrastruktur teknologi yang kuat, keahlian analitik yang memadai, dan kebijakan privasi yang ketat untuk memastikan bahwa data dikumpulkan, disimpan, dan digunakan secara etis dan aman.

Bagaimana big data membantu pekerjaan HR?

Big data dapat membantu fungsi Sumber Daya Manusia (HR) dalam berbagai cara, termasuk:

1. Rekrutmen dan seleksi karyawan

Dengan menganalisis data dari berbagai sumber seperti resume, aplikasi online, tes keterampilan, dan media sosial, HR dapat mengidentifikasi kandidat yang paling cocok untuk posisi tertentu. Analisis big data dapat membantu mengurangi bias dalam proses rekrutmen dan meningkatkan akurasi dalam pemilihan karyawan.

2. Analisis kinerja karyawan

Big data memungkinkan HR untuk menganalisis kinerja karyawan berdasarkan data kuantitatif seperti kinerja penjualan, produktivitas, atau tingkat kehadiran. Ini dapat membantu HR mengidentifikasi tren, mengidentifikasi karyawan yang berkinerja tinggi, dan mengembangkan strategi pengembangan karyawan yang lebih efektif.

3. Pengelolaan bakat dan pengembangan karyawan

Dengan menggunakan big data, HR dapat mengidentifikasi bakat internal dalam organisasi, menganalisis kebutuhan pengembangan karyawan, dan merancang program pelatihan yang lebih sesuai. Ini memungkinkan pengelolaan bakat yang lebih efektif dan pengembangan karyawan yang berkelanjutan.

4. Analisis kepuasan dan kesejahteraan karyawan

Big data dapat digunakan untuk menganalisis survei karyawan, umpan balik, dan data lainnya untuk memahami tingkat kepuasan dan kesejahteraan karyawan. Ini membantu HR untuk mengidentifikasi masalah, menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik, dan meningkatkan retensi karyawan.

5. Perencanaan sumber daya manusia

Dengan menggunakan data tentang kinerja karyawan, kebutuhan bisnis, dan tren industri, HR dapat melakukan perencanaan strategis untuk kebutuhan tenaga kerja masa depan. Ini termasuk peramalan kebutuhan tenaga kerja, identifikasi kekosongan keterampilan, dan pengembangan strategi perekrutan yang sesuai.

Dengan memanfaatkan big data, fungsi HR dapat menjadi lebih proaktif, efisien, dan strategis dalam mendukung tujuan bisnis organisasi serta meningkatkan pengalaman dan kesejahteraan karyawan.

6. Data dalam jumlah besar dengan penyajian ringkas

Perlu diketahui bahwa platform big data berbasis cloud mampu memegang peran penting dalam meningkatkan manajemen HR selama proses perekrutan karyawan.

Teknologi mutakhir di bidang HR ini dapat menganalisis dan mengategorikan berbagai macam aliran data dalam jumlah besar.

Tim manajemen HR tentu dapat memanfaatkan informasi agar lebih cepat dalam membandingkan kriteria masing-masing pelamar.

Dengan begitu, perusahaan dapat menemukan kualifikasi karyawan terbaik selama proses rekrutmen.

Baca juga: Contoh HRIS dan Perannya Meningkatkan Kompetitif Perusahaan

7. Fitur optimalisasi data bantu rekrutmen karyawan

Big data menyediakan fitur optimalisasi data yang dapat diakses oleh tim HR di suatu perusahaan selama masa rekrutmen karyawan berlangsung.

Fitur ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk memeriksa data karyawan mana yang memiliki bakat terbaik dan berpotensi bekerja paling keras atau yang akan berasimilasi secara efektif ke dalam budaya kerja di perusahaan Anda.

Menariknya, berdasarkan data-data tersebut, tim HR juga memiliki kekuatan untuk menghitung perbandingan dengan pesaing dalam hal gaji, tunjangan, serta harapan jenjang karir selanjutnya.

Dengan menggunakan big data, Anda berkesempatan menggali informasi terdalam yang akan memudahkan perusahaan menemukan kualitas karyawan terbaik.

8. Objektivitas dalam pembuatan daftar pertanyaan wawancara kerja

Umumnya, setelah melewati proses seleksi dokumen, rekrutmen karyawan akan dilanjutkan dengan sesi wawancara kerja. Di sinilah terkadang tolok ukur antara jawaban benar dan salah masih menjadi hal-hal yang sering diperdebatkan.

Padahal wawancara kerja tidak sekadar menemukan jawaban benar/salah, tetapi lebih pada penilaian karakteristik kandidat karyawan yang bersangkutan.

Dengan hadirnya analitik big sata, saat ini Anda tak perlu lagi khawatir persoalan objektivitas, baik dalam pembuatan daftar pertanyaan atau tahap penilaian. Lebih lanjut, big data dapat dimanfaatkan untuk menentukan pelamar mana yang berhak lolos untuk proses rekrutmen selanjutnya.

Tentu saja, keberadaan big data dapat memangkas kemungkinan terjadinya kolusi dan nepotisme di suatu perusahaan.

9. Identifikasi perilaku calon karyawan memudahkan rekrutmen karyawan

Idealnya, proses rekrutmen karyawan akan disertai dengan tes psikologi untuk mengetahui kepribadian pelamar. Namun, pada beberapa kasus, tes psikologi tidak dapat mengidentifikasi perilaku calon karyawan secara tepat.

Padahal analisis perilaku karyawan sangat penting untuk mengetahui seberapa jauh karyawan tersebut dapat berkembang dan bertahan di dalam tekanan pekerjaan.

Melalui analisis big data, hal-hal tersebut bisa didapatkan dengan lebih efektif dan efisien.

Alhasil pola pergantian karyawan dapat lebih dikontrol sementara kemungkinan adanya ketidakmampuan karyawan menyelesaikan pekerjaan dapat diantisipasi melalui program pelatihan kerja dan atau seminar.

Kondisi seperti inilah yang dapat membangun kepercayaan antara perusahaan dan kandidat karyawannya.

Memanfaatkan analisis big data dalam proses rekrutmen karyawan dapat mempercepat perusahaan dalam menemukan talenta terbaik yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan.

Tak perlu lagi menambah anggaran besar untuk proses rekrutmen yang panjang. Dengan menggunakan Advanced Recruitment dari Mekari Talenta, Anda dapat menciptakan dan mengkustomisasi seluruh rangkaian proses rekrutmen.

Tertarik untuk memanfaatkan big data guna mendapatkan kandidat karyawan terbaik? Segera konsultasi dengan Mekari Talenta sekarang juga.

banner tentu bisa june
Image
Mekari Talenta
Temukan artikel-artikel terbaik seputar HR dari tim editorial Mekari Talenta. Kami mengumpulkan, menyusun, dan membagikan insight-insight menarik untuk membantu bisnis mengelola serta mengembangkan talenta-talenta unggulan.