10 Tanda Anda Mengabaikan Kesehatan Demi Pekerjaan Dan Cara Mengatasinya

By Mekari TalentaPublished 10 Aug, 2022 Diperbarui 27 Desember 2023

Semua orang memang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, penelitian di Amerika Serikat menunjukan bahwa 40% dari angkatan kerja produktif mereka sering menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dan mengabaikan kesehatan demi pekerjaan.

Hal itu tidak hanya membahayakan bagi pekerjaan, namun juga mempengaruhi kesehatan kita sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam hidup.

Jangan sampai Anda mengorbankan kehidupan Anda, apalagi hingga kesehatan hanya untuk bekerja saja.

Bagaimana pun, Anda sebagai karyawan perusahaan memiliki kehidupan lain yang perlu diseimbangkan dengan pekerjaan Anda.

Yuk, kenali tanda-tanda bahwa Anda harus beristirahat dan mulai menjaga kesehatan.

1. Kurang Makan

Sibuk bekerja seringkali membuat kita lupa untuk makan dengan cukup.

Namun, dampaknya bisa lebih merusak daripada yang kita kira.

Kurang makan tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan, tetapi juga dapat memicu terjadinya obesitas yang berbahaya.

Ketika kita terlalu fokus pada pekerjaan, pola makan kita terganggu.

Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan secara optimal.

Selain itu, kurang makan juga dapat menyebabkan masalah pada sendi dan tulang.

Kekakuan dan kesulitan melakukan gerakan sekecil apa pun bisa menjadi tanda-tanda bahwa tubuh kita tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup.

Obesitas adalah konsekuensi lain dari kurang makan.

Tubuh cenderung mengalami penimbunan lemak ketika kita tidak makan dengan benar.

Lemak yang berlebihan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

Untuk menghindari masalah ini, penting untuk selalu mengatur waktu makan dengan baik. Jangan biarkan pekerjaan mengambil alih kesehatan kita.

Tetapkan jadwal makan yang teratur dan penuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Jangan lupakan pentingnya berolahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan sendi dan tulang kita.

Jadi, jangan remehkan dampak kurang makan.

Prioritaskan kesehatan dan jaga pola makan yang seimbang agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko obesitas serta masalah kesehatan lainnya.

2. Adanya Masalah pada Kemampuan Kognitif

Stress dalam dunia pekerjaan seringkali menjadi boomerang bagi kemampuan kognitif kita.

Apakah Anda merasa sering lupa atau sulit berkonsentrasi akibat tekanan pekerjaan yang terus menghantui?

Jangan anggap remeh, karena masalah ini bisa berdampak serius pada produktivitas dan kesehatan mental Anda.

Ketika beban pekerjaan menumpuk, otak kita dapat berfungsi lebih lambat dan tidak efisien.

Serangkaian tugas yang rumit dan tekanan yang terus-menerus membuat kita menjadi lebih rentan terhadap kelupaan dan kesulitan memusatkan perhatian.

Jika Anda mengalami hal ini, jangan pernah ragu untuk memberi diri Anda istirahat sejenak.

Alihkan perhatian dari pekerjaan dan berikan waktu untuk mereset pikiran.

Sederhana seperti berjalan-jalan di taman, mendengarkan musik kesukaan, atau berbicara dengan teman bisa membantu meredakan stres dan memulihkan kemampuan kognitif.

Ingatlah bahwa kesehatan jauh lebih berharga daripada pekerjaan. Jangan pernah mengabaikan tanda-tanda peringatan dari tubuh Anda.

Jika stres mulai mengganggu kemampuan kognitif dan kesehatan mental Anda, jadikan prioritas untuk mengatasi dan mengelola stres dengan bijaksana.

Penting untuk mencari keseimbangan antara pekerjaan dan waktu pribadi. Jangan biarkan stres merajai hidup Anda.

Luangkan waktu untuk beristirahat, bersantai, dan menjaga kesehatan fisik dan mental Anda.

Dengan begitu, Anda dapat menghadapi tantangan pekerjaan dengan lebih baik dan memastikan kemampuan kognitif Anda tetap prima.

3. Buruknya Hubungan Interpersonal

Stress tidak hanya merusak keseimbangan dalam pekerjaan, tetapi juga dapat merusak hubungan interpersonal yang berharga.

Apakah Anda merasa hubungan dengan keluarga, teman-teman, atau rekan kerja menjadi renggang akibat beban pekerjaan yang terlalu berat?

Jika iya, jangan biarkan stress merusak hubungan yang Anda cintai.

Alih-alih menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, Anda mungkin menemukan diri Anda semakin enggan dan memiliki banyak alasan untuk menyendiri.

Ketika akhirnya Anda bersedia berkumpul, pikiran Anda tetap terbelenggu oleh kekhawatiran dan stres terkait pekerjaan.

Namun, jangan biarkan stress mengendalikan hidup Anda. Sebuah momen kebersamaan dengan keluarga atau teman-teman dapat menjadi obat penyembuh yang ampuh.

Coba lupakan sejenak tekanan pekerjaan dan berfokuslah pada kebahagiaan bersama mereka.

Berbicaralah secara jujur tentang perasaan Anda kepada mereka. Saling mendengarkan dan saling memahami bisa memperkuat ikatan batin yang terjalin.

Ingatlah, hubungan interpersonal yang baik adalah pondasi kebahagiaan hidup. Jangan biarkan stress menjadi penghalang antara Anda dan orang-orang yang Anda cintai.

Jaga komunikasi yang baik, luangkan waktu berkualitas bersama mereka, dan pastikan bahwa Anda tidak mengesampingkan kebahagiaan Anda demi pekerjaan.

Jika perlu, bicarakan beban pekerjaan yang Anda hadapi dengan atasan atau tim Anda.

Membagi beban dapat membantu mengurangi stress dan memberi Anda lebih banyak waktu untuk merajut kembali tali kasih dengan orang-orang terdekat.

Selamatkan hubungan interpersonal Anda dari cengkeraman stress, dan biarkan cinta dan kebahagiaan kembali bersemi dalam hidup Anda.

4. Harus Membawa Pulang Pekerjaan yang Belum Selesai

Dalam lautan beban kerja yang semakin meningkat, seringkali kita kehilangan garis antara waktu kerja dan waktu luang.

Harus memikirkan pekerjaan bahkan di luar jam kantor menjadi hal yang melekat, terutama ketika berusaha mengejar target performance review bulanan yang belum mencapai KPI.

Pulang ke rumah seharusnya menjadi momen relaksasi dan kebahagiaan bersama keluarga, tetapi pikiran tentang pekerjaan tetap menghantui, tidak peduli di mana pun Anda berada.

Tidur pun menjadi tidak tenang karena beban pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Namun, mari hadapi tantangan ini dengan bijak. Coba tetapkan batas waktu yang jelas antara pekerjaan dan waktu pribadi.

Saat berada di kantor, fokuslah sepenuh hati untuk menyelesaikan tugas-tugas yang perlu dikerjakan.

Namun, ketika pulang, cobalah untuk benar-benar menenangkan pikiran dan merangkul momen bersama keluarga.

Jangan biarkan performa bulanan yang belum mencapai KPI meracuni kebahagiaan Anda di luar kantor.

Buatlah perencanaan yang efektif, prioritas, dan atur waktu dengan bijak. Diskusikan beban pekerjaan yang berat dengan atasan atau rekan tim untuk mencari solusi bersama.

Ingat, keberhasilan dalam pekerjaan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah jam yang dikerahkan.

Memberi waktu untuk diri sendiri dan orang-orang terkasih adalah investasi berharga yang akan memberi Anda kekuatan dan semangat baru dalam menghadapi tugas-tugas di kantor.

Dengan mengelola batas waktu dengan bijak dan fokus pada keseimbangan hidup, Anda dapat menghadapi pekerjaan yang tak kunjung selesai dan performa bulanan dengan kepala tegak dan hati bahagia.

Lupakan tentang pekerjaan sejenak saat Anda berada di rumah, dan biarkan momen-momen istimewa bersama keluarga menyatukan Anda dengan kebahagiaan yang sejati.

5. Anda Selalu Merasa Lelah

Anda merasa lelah hampir setiap saat? Mungkin saatnya untuk merenungkan apakah pekerjaan sedang mengambil alih kesehatan Anda.

Mengabaikan kesehatan demi pekerjaan adalah kesalahan yang sering terjadi, dan tanda-tandanya bisa sangat nyata.

Bangun di pagi hari terasa seperti ujian berat, dan Anda menjadi terlalu bergantung pada kopi untuk memacu semangat.

Ketika lelah merajai, kesulitan berkonsentrasi menjadi rutinitas harian yang mengganggu produktivitas.

Jangan anggap remeh tanda-tanda tersebut. Luangkan waktu untuk merenung dan refleksikan pola hidup Anda.

Coba terapkan beberapa tips berikut untuk meningkatkan kesehatan di tengah hiruk-pikuk pekerjaan:

  1. Prioritaskan Tidur: Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Tidur yang berkualitas membantu tubuh dan pikiran untuk pulih dan siap menghadapi tugas-tugas berikutnya.
  2. Buat Jadwal Olahraga: Meskipun sibuk, sisihkan waktu untuk berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik dapat meningkatkan energi dan membantu mengatasi stres.
  3. Istirahatkan Pikiran: Selama waktu luang, cobalah untuk benar-benar merilekskan pikiran. Lakukan hobi yang Anda nikmati atau meditasi untuk mengurangi beban mental.
  4. Terhubung dengan Alam: Luangkan waktu untuk berjalan-jalan di luar ruangan dan menikmati keindahan alam. Menyegarkan pikiran dan menghirup udara segar dapat membantu mengurangi kelelahan.
  5. Tetap Berkomitmen: Jangan tergoda untuk terus bekerja tanpa henti. Tetapkan batas waktu untuk pekerjaan dan pastikan Anda memberi diri sendiri kesempatan untuk beristirahat.

Kesehatan adalah aset berharga yang perlu dijaga dengan baik. Jangan biarkan lelah menguasai hidup Anda.

Dengan mengutamakan tidur, olahraga, relaksasi, dan mengatur batas waktu, Anda dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan tetap produktif dalam pekerjaan.

Ingatlah selalu bahwa kesehatan adalah investasi jangka panjang untuk kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup.

Coba Gratis Aplikasi HRIS Talenta Sekarang!

6. Pikiran Anda Didominasi oleh Pikiran Negatif

Apakah pikiran negatif selalu merajai hari-hari Anda? Jika iya, saatnya untuk menemukan kembali ketenangan pikiran.

Proses berpikir yang gelisah dan stres dapat menghambat kesejahteraan dan kebahagiaan dalam keseharian.

Terjebak dalam lingkaran pikiran negatif dapat membuat hal-hal kecil terasa mengganggu dan mempengaruhi suasana hati secara keseluruhan.

Tapi jangan khawatir, ada beberapa cara untuk membantu membebaskan diri dari pikiran negatif ini:

  1. Sadari Pikiran Negatif: Langkah pertama adalah menyadari ketika pikiran negatif mulai muncul. Kenali pola pikir yang merugikan dan sadari bahwa Anda bisa mengubahnya.
  2. Latihan Mindfulness: Cobalah latihan mindfulness atau kesadaran diri. Dengan fokus pada momen sekarang tanpa menilai atau menghakimi, Anda dapat menenangkan pikiran dan mengurangi stres.
  3. Berlatih Bersyukur: Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal positif dalam hidup Anda. Bersyukur atas hal-hal kecil yang sering terlupakan dapat membantu menggeser fokus dari pikiran negatif.
  4. Atur Prioritas: Tetapkan prioritas dalam hidup Anda dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Hindari energi terbuang pada hal-hal yang sebenarnya tidak begitu relevan.
  5. Olahraga dan Meditasi: Aktivitas fisik dan meditasi dapat membantu mengatasi stres dan meredakan pikiran negatif. Cari waktu untuk berolahraga atau meditasi secara rutin.
  6. Bicarakan dengan Orang Terdekat: Terkadang berbicara dengan orang terdekat dapat membantu Anda melepaskan beban pikiran negatif. Berbagi perasaan dengan seseorang yang peduli dapat memberikan dukungan dan perspektif baru.

Ingatlah bahwa meredakan pikiran negatif memerlukan waktu dan kesabaran.

Tetapi dengan tekad dan latihan yang konsisten, Anda dapat mencapai ketenangan pikiran dalam keseharian.

Bersikaplah lembut pada diri sendiri dan ingatlah bahwa perjalanan menuju pikiran positif adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

7. Tingkat Kepuasan yang Rendah

Terkadang, hidup dapat terasa monoton, dan tingkat kepuasan diri menurun.

Rasanya sulit untuk merasa puas dengan apa pun yang telah dilakukan, dan bahkan ada saat-saat ketika diragukan arti dari kehidupan itu sendiri.

Tetapi jangan khawatir, ada cara untuk menemukan kembali kepuasan dalam hidup:

  1. Cari Tantangan Baru: Cobalah keluar dari zona nyaman dan cari tantangan baru. Tantangan baru dapat memberikan semangat baru dan memberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
  2. Lakukan Hal-Hal yang Membawa Kesenangan: Temukan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda nikmati. Apakah itu berkebun, menulis, bermain musik, atau bermain dengan hewan peliharaan, lakukan aktivitas yang membuat Anda bahagia.
  3. Tetap Bersyukur: Luangkan waktu untuk merenungkan hal-hal positif dalam hidup Anda dan bersyukur atas apa yang telah Anda capai. Menerapkan sikap bersyukur dapat membantu meningkatkan tingkat kepuasan.
  4. Jalin Hubungan Sosial yang Positif: Jangan merasa terisolasi. Jalin hubungan sosial yang positif dengan teman, keluarga, atau komunitas. Mendukung dan didukung oleh orang-orang yang peduli dapat membawa rasa kepuasan yang lebih besar.
  5. Bantu Orang Lain: Menjadi sukarelawan atau membantu orang lain juga dapat meningkatkan kepuasan hidup Anda. Merasa berguna dan berkontribusi pada kebaikan dapat membawa perasaan puas dan bahagia.
  6. Atur Tujuan yang Realistis: Tetapkan tujuan yang realistis dan rasional. Ketika Anda mencapai tujuan tersebut, rasakan kepuasan dari pencapaian itu.

Ingatlah bahwa kepuasan dalam hidup adalah perjalanan, bukan tujuan akhir.

Terkadang, perasaan tidak puas adalah panggilan untuk perubahan dan pertumbuhan.

Dengan mencoba langkah-langkah di atas dan bersikap terbuka terhadap perubahan, Anda dapat menemukan kembali kepuasan dalam hidup dan menghadapi setiap hari dengan semangat dan kebahagiaan yang baru.

8. Mudah Frustrasi

Kehidupan penuh warna dan kadang-kadang kita merasa mudah frustrasi dengan banyak hal di sekitar kita.

Namun, penting untuk mengatasi perasaan ini dengan bijaksana agar tidak terjebak dalam siklus negatif.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi rasa frustrasi:

  1. Kenali Emosi Anda: Pertama-tama, sadari bahwa perasaan frustrasi adalah hal yang wajar. Jangan menekan emosi tersebut, sebaliknya kenali dan terima perasaan tersebut dengan bijaksana.
  2. Berhenti dan Bernapas: Ketika merasa frustrasi, berhentilah sejenak dan bernapaslah dalam-dalam. Ini akan membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tingkat stres.
  3. Temukan Penyelesaian: Identifikasi akar dari rasa frustrasi Anda dan cari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Mungkin ada langkah konkret yang dapat Anda ambil untuk mengubah situasi menjadi lebih baik.
  4. Alihkan Perhatian: Jika ada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan, alihkan perhatian Anda ke aktivitas yang lebih positif dan menyenangkan. Temui teman, lakukan hobi, atau berjalan-jalan di alam.
  5. Ubah Perspektif: Cobalah melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin ada cara lain untuk melihat masalah tersebut yang lebih positif atau realistis.
  6. Belajar dari Pengalaman: Terkadang, frustrasi adalah peluang untuk belajar dan tumbuh. Evaluasi pengalaman Anda dan lihat apa yang dapat Anda pelajari darinya.

Ingatlah bahwa rasa frustrasi adalah bagian dari kehidupan dan dapat diatasi dengan bijaksana.

Dengan mengenali emosi Anda, mencari solusi, dan mengubah perspektif, Anda dapat menghadapi rasa frustrasi dengan lebih baik dan menjalani hidup dengan lebih positif.

9. Kinerja yang Buruk di Tempat Kerja

Mengalami penurunan kinerja di tempat kerja bisa menjadi tantangan yang menantang, tetapi Anda dapat mengatasi hal ini dengan langkah-langkah yang tepat.

Berikut beberapa tips untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan di tempat kerja:

  1. Refleksi dan Evaluasi: Lakukan refleksi diri secara objektif terhadap kinerja Anda. Evaluasi kekuatan dan kelemahan Anda serta cari tahu area di mana Anda dapat berkembang.
  2. Setel Prioritas: Tetapkan prioritas tugas dan fokus pada pekerjaan yang paling penting terlebih dahulu. Jangan terlalu menumpuk pekerjaan sehingga kualitas kinerja terganggu.
  3. Kelola Stres: Temukan cara untuk mengelola stres di tempat kerja. Olahraga, meditasi, atau kegiatan kreatif dapat membantu mengurangi tekanan dan meningkatkan produktivitas.
  4. Komunikasi Efektif: Komunikasikan dengan jelas dan terbuka dengan rekan kerja dan klien. Jika ada masalah, jangan ragu untuk mencari bantuan atau masukan dari tim.
  5. Jaga Kesehatan Fisik: Pastikan Anda mendapatkan istirahat yang cukup, makan dengan sehat, dan tetap aktif secara fisik. Kesehatan fisik yang baik akan mendukung kinerja yang optimal.
  6. Dukungan Sosial: Bangun hubungan positif dengan rekan kerja dan cari dukungan sosial di lingkungan kerja Anda. Tim yang solid dapat membantu meningkatkan semangat dan motivasi.
  7. Perbarui Pengetahuan dan Keterampilan: Selalu terbuka untuk belajar hal baru dan tingkatkan pengetahuan serta keterampilan Anda sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Dengan mengadopsi langkah-langkah ini, Anda dapat membangun kinerja yang lebih baik, meningkatkan citra profesionalisme Anda, dan meraih kesejahteraan di tempat kerja.

Ingatlah bahwa setiap perubahan membutuhkan waktu, tetapi dengan dedikasi dan upaya terus-menerus, Anda dapat mencapai hasil yang diinginkan.

10. Kontrol Diri yang Lemah

Terkadang, kita merasa terjebak dalam rutinitas pekerjaan yang padat dan mengesampingkan kesehatan.

Namun, mengenali tanda-tanda kontrol diri yang lemah adalah langkah pertama untuk mengubahnya.

Berikut adalah beberapa langkah untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas:

  1. Prioritaskan Kesehatan: Jadikan kesehatan fisik dan mental sebagai prioritas utama. Sisihkan waktu untuk beristirahat, tidur cukup, dan lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan.
  2. Atur Waktu dengan Bijaksana: Buat jadwal yang teratur dan atur waktu kerja dan istirahat dengan bijaksana. Istirahat yang cukup dapat membantu menyegarkan pikiran dan meningkatkan fokus saat bekerja.
  3. Lakukan Olahraga Ringan: Jika merasa lelah atau loyo, cobalah melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki di luar atau melakukan peregangan. Ini dapat membantu meningkatkan energi dan mengurangi stres.
  4. Temukan Cara untuk Mengatasi Stres: Cari cara-cara yang efektif untuk mengatasi stres seperti meditasi, yoga, atau menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.
  5. Ambil Istirahat dari Pekerjaan: Jangan takut untuk mengambil cuti jika Anda merasa terlalu lelah atau kehabisan energi. Istirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan semangat dan semangat bekerja.
  6. Komunikasikan Kondisi Anda: Jangan ragu untuk berbicara dengan atasan atau rekan kerja jika Anda merasa kesehatan Anda terganggu. Mereka mungkin dapat memberikan dukungan atau menyesuaikan beban kerja Anda.
  7. Fokus pada Diri Sendiri: Ingatlah bahwa kesehatan dan kesejahteraan Anda adalah hal yang paling penting. Jika Anda merasa terlalu lelah atau terbebani, jangan ragu untuk mengambil langkah-langkah untuk merawat diri sendiri.

Dengan mengenali tanda-tanda kontrol diri yang lemah dan mengambil tindakan yang tepat, Anda dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas Anda di tempat kerja.

Ingatlah bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kesehatan adalah kunci untuk meraih kesuksesan jangka panjang.

***

Oleh karena itu, sudah seharusnya perusahaan mulai gunakan aplikasi HRIS online seperti Talenta yang memberikan manfaat employee self service.

Nantinya, aplikasi inilah yang akan menilai kinerja setiap karyawan yang dapat langsung diakses oleh mereka, sehingga tak perlu terus menerus memikirkan bagaimana kinerja di perusahaan.

Pun dengan pengajuan absen, cuti, izin, hingga hal administratif lain yang memudahkan pengajuan karyawan maupun persetujuan HR dan manajer.

Image
Mekari Talenta
Mekari Talenta adalah software HR berbasis komputasi awan yang aman dan telah dipercaya oleh ribuan perusahaan di Indonesia. Profil ini dipetakan khusus untuk artikel-artikel editorial dari redaksi Insight Talenta.