Tren Rekrutmen Terkini HR Perusahaan Manufaktur

Tren Rekrutmen Terkini HR Perusahaan Manufaktur

Untuk memperkuat daya saing global serta produktivitas ekonomi, perlu adanya integrasi antar pengaku kepentingan di dunia kerja. Bagi Indonesia, ini berarti percepatan perubahan struktural yang tengah dilakukan di negeri ini. Perubahan struktural membutuhkan adanya perubahan permintaan akan keterampilan tenaga kerja dan membutuhkan inovasi untuk memperkuat produktivitas. Rekrutmen karyawan berkualitas menjadi salah satu cara yang ditempuh demi menunjang produktivitas sebuah perusahaan manufaktur. Masalahnya, hal tersebut pun tidak semudah yang diinginkan, terutama bagi pihak HRD. Kunci untuk mendapatkan karyawan yang profesional terletak pada proses rekrutmennya.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Rekrutmen adalah salah satu pintu gerbang perusahaan manudaktur dalam mendapatkan “bibit unggul”. Dalam semua industri, tenaga kerja yang unggul merupakan aset berharga perusahaan. Agar sebuah perusahaan manufaktur dapat merekrut karyawan yang terbaik dan sesuai dengan visi, misi, serta budaya kerja, maka divisi HR perlu mengetahui tren rekrutmen.  Inilah tren cara rekrutmen yang harus diikuti oleh para profesional Sumber Daya Manusia (SDM) perusahaan manufaktur agar tetap kompetitif di tahun 2020.

Investasi di Bidang Pengembangan Keterampilan Melalui Kegiatan Magang

Perubahan struktural dalam perekonomian Indonesia yang diikuti dengan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan selama satu dasawarsa terakhir. Kondisi ini telah mengubah permintaan keterampilan di pasar tenaga kerja sehingga menegaskan pentingnya keterampilan dan pendidikan yang lebih tinggi. Tren permintaan keterampilan ini diperkirakan berlanjut karena Indonesia akan memperluas ekonominya melalui investasi dan hasil produktivitas.

Magang atau internship adalah salah satu program yang telah terbukti untuk mengembangkan tenaga kerja yang sangat terampil, di mana para calon tenaga kerja muda belajar melalui pelatihan praktis dan pelajaran berbasis solusi. Selain sekolah kejuruan dan universitas, organisasi harus mulai mengadopsi magang untuk sektor sebagai manufaktur, untuk menciptakan tenaga kerja yang mampu mencapai produktivitas.

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence Tidak Pernah Menggantikan Soft Skill

Keterampilan atau skill menjadi satu tolak ukur pasti dalam setiap proses perekrutan tenaga kerja. Secara alami, perusahaan akan mencari tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai dengan apa yang diperlukan. Mungkin beberapa waktu yang lalu kemampuan teknis menjadi fokus utama. Memang tidak bisa dikesampingkan untuk kemampuan teknis, namun demikian banyak perusahaan yang menganggap lebih mudah mengajarkan kemampuan teknis daripada soft skill. 

Antara tahun 2020 hingga 2030, diprediksi industri manufaktur akan kekurangan tenaga kerja dengan bekal skill yang mumpuni sebanyak 26%. Defisit ini tentu cukup mengkhawatirkan, mengingat tidak mungkin perusahaan dijalankan tanpa faktor manusia yang memiliki emosi secara alami. Untuk bidang teknis, mungkin otomatisasi dan masuknya teknologi robot dapat membantu banyak. Tapi di bidang yang memerlukan emosi manusia dan softskill lainnya? Manusia tentu belum dapat digantikan.

Data yang menguatkan asumsi bahwa bagian teknis dapat dibantu, atau bahkan digantikan oleh mesin, dilansir oleh penelitian yang disusun oleh McKinsey. Sebanyak 25-46% pekerjaan yang kini ada di Australia bisa diotomatisasi dengan menggunakan mesin dan Artificial Intelligence. Mau tidak mau perusahaan harus menyadari bahwa softskill akan menjadi ‘mata uang’ baru dalam dunia rekrutmen karyawan terutama perusahaan manufaktur.

Mengembangkan Citra Baik Perusahaan untuk Mendapatkan Karyawan yang Berkualitas

Salah satu cara yang dapat meningkatkan daya tarik perusahaan adalah dengan meningkatkan citra baik perusahaan di pasar tenaga kerja. Percayakah Anda bahwa perusahaan dengan citra baik memiliki kesempatan 50% lebih besar mendapatkan kandidat yang berkualitas dan memiliki biaya perekrutan secara total 50% lebih murah? Sebesar itu nilai citra baik perusahaan. Inilah mengapa banyak sekali perusahaan yang berlomba membuat citra baik atas dirinya sehingga mendapatkan perhatian lebih besar dari calon tenaga kerja.

Pada penelitian yang dilakukan oleh LinkedIn, data menunjukkan sebanyak 75% pencari kerja lebih mempertimbangkan citra perusahaan sebelum memasukkan lamaran kerja. Nilai ini semakin menguatkan betapa pentingnya citra perusahaan, tidak hanya untuk bisnis dan pemasaran namun juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Fokus pada Pengalaman yang Dirasakan Saat Rekrutmen 

Dalam hal ini, pengalam kerja yang baik bukan merujuk pada pengalaman kerja yang dimiliki oleh karyawan secara teknis. Namun lebih kepada apa yang dirasakan karyawan ketika bekerja di perusahaan Anda. Mengingat persaingan usaha semakin ketat, Anda tentu tidak dapat kehilangan aset berharga Anda begitu saja. Maka dari itu, perlu dilakukan manajemen yang baik pada aset SDM yang telah dimiliki.

Peran HR, dalam hal ini, menjadi sangat penting demi baiknya pengalaman yang dirasakan oleh karyawan. Hal ini perlu dilakukan agar karyawan yang telah menjadi aset berharga tidak mudah pergi atau melakukan turnover. Oleh sebab itu, HR pada dasarnya perlu membangun loyalitas karyawan. Sebab dengan pengalaman bekerja yang baik, kepuasan karyawan akan meningkat, yang berefek langsung pada loyalitasnya.

Baca juga : Mengenal Perusahaan Industri Manufaktur

Semua tren ini menunjuk pada membangun keseimbangan menyeluruh di tempat kerja untuk segmen manufaktur pada tahun 2020. Meskipun perusahaan akan menghadapi tantangan baru, namun melalui tenaga kerja yang berkualitas akan dicapai produktivitas yang lebih tinggi dan loyalitas karyawan yang lebih besar. Tren HR 2020 secara garis besar berorientasi pada SDM yang dimiliki perusahaan dengan menggunakan bantuan dari teknologi yang hadir. Kerja bagian HR akan banyak terbantu dengan pemanfaatan teknologi baru, selama pemanfaatan yang dilakukan bisa tepat guna. Salah satunya adalah keberadaan Human Resource Information System (HRIS) yang merupakan fitur unggulan software Talenta


PUBLISHED03 Feb 2020
Risna
Risna