Menurut seorang psikologi dari Amerika, Abraham Maslow, manusia perlu memenuhi kebutuhan natural sejak lahir berdasarkan prioritasnya, dan hal tersebut berhubungan dengan kesehatan psikologis. Teorinya dikenal dengan  Maslow’s Heirarchy of Needs yang berisi tentang lima kategori kebutuhan manusia. Kebutuhan tersebut diurutkan dari yang paling prioritas yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan cinta, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Bekerja merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Meski pada kenyataannya, seseorang bekerja karena berbagai alasan dan bukan sekadar untuk beraktualisasi diri saja. Untuk dapat bekerja dengan konsisten dan maksimal, seseorang membutuhkan motivasi tertentu.

Pentingkah motivasi kerja?

Motivasi merupakan dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang untuk melakukan dan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan dalam pekerjaannya. Melalui penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa motivasi kerja merupakan sesuatu yang sangat penting. Tanpa motivasi, seseorang tidak akan bersemangat atau bahkan tidak akan sanggup menyelesaikan tanggung jawabnya. Lalu, bagaimana caranya untuk menumbuhkan dan menjaga motivasi kerja?

 

Tips menumbuhkan motivasi kerja

1. Atur pola pikir tentang bekerja

Untuk menumbuhkan motivasi kerja, ada berbagai cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mengatur pola pikir tentang bekerja. Berpikirlah bahwa bekerja itu menyenangkan. Selama bekerja, Anda akan melakukan investasi secara waktu, pengalaman, dan tenaga. Oleh karena itu, berpikirlah bahwa Anda tidak akan merugi ketika bekerja dengan sepenuh hati, malah akan selalu mendapatkan manfaat dari berbagai sisi. Mengatur pola pikir tentang bekerja, sebaiknya dilakukan di awal ketika baru akan memulai pekerjaan. Hal itu akan menumbuhkan motivasikarena membuat pekerjaan yang dilakukan menyenangkan.

2. Bekerja bukanlah beban

Ketika sudah mulai bekerja, yakinkan diri Anda bahwa bekerja bukanlah beban. Dengan begitu, motivasi kerja bisa tumbuh subur. Bekerja merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang, menghasilkan uang, menguji nalar dan kemampuan, serta bersenang-senang. Apabila Anda masih berpikir bahwa bekerja adalah beban, maka motivasi kerja tidak akan bisa tumbuh. Ketika mengalami kesulitan dalam bekerja kemudian motivasi menghilang, yakini dalam diri bahwa kesulitan dalam bekerja merupakan tantangan yang bisa membuat diri Anda semakin berkembang setiap waktu.

3. Menjalani proses dengan tujuan hasil

Cara lain untuk menumbuhkan motivasi kerja adalah dengan memastikan bahwa orientasi Anda dalam bekerja sudah tepat. Sebaiknya Anda tidak terpaku pada hasil pekerjaan saja, namun fokus pada proses selama bekerja. Hal itu bukan berarti Anda mengabaikan hasil, namun menghargai proses bekerja yang bertujuan hasil yang maksimal. Dengan begitu, motivasi bekerja dapat tumbuh dan akan mengakar kuat selama proses menjalani pekerjaan.

 

Tips menjaga motivasi kerja

1. Memberi penghargaan untuk diri sendiri

Menjaga motivasi kerja lebih sulit ketimbang menumbuhkannya. Untuk itu, Anda sebaiknya mulai memberikan penghargaan untuk diri sendiri agar motivasi tetap stabil. Penghargaan bisa Anda berikan ketika mendapatkan pencapaian-pencapaian tertentu ketika melakukan pekerjaan. Hal itu akan membuat Anda semakin bersemangat dan termotivasi untuk menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan yang barangkali melelahkan dan sulit.

2. Buat target tertentu

Membuat target ketika sedang bekerja juga bisa membuat motivasi kerja terjaga. Hal ini dikarenakan target dapat digunakan sebagai pengingat untuk tidak menyerah ketika merasa lelah dengan pekerjaan Anda. Target yang dibuat bisa  dua tipe yaitu target jangka pendek untuk hal-hal kecil yang ingin dicapai dalam pekerjaan, kemudian target jangka panjang yang mencakup pencapaian besar dan butuh waktu lebih lama dibandingkan target jangka pendek dalam pekerjaan.

3. Gunakan waktu istirahat dengan maksimal

Salah satu hal yang sering dilupakan para pekerja adalah bahwa tubuh manusia membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa digunakan secara maksimal. Terkadang, Anda terlalu fokus bekerja sehingga mengabaikan pentingnya istirahat. Padahal tubuh yang lelah dapat melunturkan motivasi kerja sehingga membuat Anda tidak bersemangat untuk menyelesaikan berbagai tanggung jawab. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan waktu istirahat dengan maksimal. Selain itu, gunakan waktu libur untuk menyegarkan pikiran sehingga ketika akan mulai bekerja kembali, tubuh Anda bersemangat dan sehat.  

4. Luangkan waktu untuk bersosialisasi

Bercengkerama dengan teman kantor juga merupakan salah satu cara untuk menjaga motivasi kerja. Pastikan Anda tidak terlalu tegang ketika menghadapi berbagai pekerjaan. Luangkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman terutama teman kantor. Dengan begitu, Anda dapat membagi berbagai masalah atau keluh kesah sehingga merasa lega dan tidak terlalu terbebani.

5. Perbanyak bersyukur

Tips terakhir agar motivasi kerja dapat dipertahankan adalah perbanyak rasa syukur. Saat Anda merasa lelah dan ingin menyerah, ingatlah bahwa Anda beruntung karena mendapatkan pekerjaan sedangkan banyak orang yang menginginkan pekerjaan Anda namun tidak mendapatkannya. Dengan banyak bersyukur, motivasi kerja dapat terjaga secara stabil dan konsisten.

 

Faktor yang memengaruhi

1. Tujuan personal

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda ketika memutuskan untuk melakukan sebuah pekerjaan. Anda sebaiknya memastikan, apakah tujuan personal Anda dalam bekerja. Faktor yang paling kuat dalam memengaruhi motivasi kerja biasanya berasal dari dalam diri sendiri atau faktor internal. Oleh karena itu, ketika Anda ingin menyerah, ingatkan diri Anda mengenai tujuan personal ketika bekerja.

2. Gaji

Faktor lain yang memengaruhi motivasi adalah gaji. Tidak dapat dipungkiri bahwa gaji merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap kuat tidaknya motivasi kerja. Gaji dapat dijadikan tolak ukur penghargaan sebuah perusahaan terhadap kemampuan diri Anda.

3. Tempat kerja

Tempat kerja juga menjadi faktor yang memengaruhi motivasi kerja. Mengapa demikian? Jika Anda memiliki kantor yang nyaman, fasilitas baik, serta berada di lokasi yang strategis, maka hal itu dapat membuat motivasi kerja Anda meningkat. Tempat kerja yang nyaman dapat membuat Anda nyaman dan betah bekerja di perusahaan tersebut.

4. Rekan kerja

Selain tempat kerja, rekan kerja juga bisa menjadi faktor yang berpengaruh terhadap motivasi kerja seseorang. Rekan kerja merupakan bagian dari lingkungan kerja yang akan membuat suasana bekerja menjadi menyenangkan atau meyebalkan. Oleh karena itu, usahakan Anda untuk bergaul dengan semua teman kerja Anda. Apabila Anda memiliki rekan kerja yang toxic, atasi dengan meminimalisir pertemuan dengannya.

Saat motivasi kerja hilang sepenuhnya, hal itu bisa menjadi indikator dua hal. Pertama, Anda sedang sangat lelah secara fisik maupun psikis. Atasi hal tersebut dengan cara istirahat. Ambil cuti yang panjang dan nikmati liburan untuk mengembalikan diri sendiri sehingga lebih semangat dan fresh. Namun, jika setelah liburan dan istirahat pun motivasi tidak muncul kembali, hal itu mengindikasikan bahwa Anda sudah tidak cocok dengan pekerjaan atau tempat Anda bekerja. Hal ini dapat dikarenakan oleh pekerjaan yang tidak cocok dengan diri Anda, kantor yang lingkungannya buruk, atau Anda membutuhkan tantangan baru dalam bekerja. Jika demikian, maka telah tiba saatnya untuk mengambil keputusan pindah serta mencari suasana dan tantangan baru dalam bekerja.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.