Insight Talenta

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal, Kelebihan, dan Kekurangannya

Memilih jenis rekrutmen yang tepat penting dilakukan agar HRD bisa mendapatkan kandidat terbaik untuk posisi lowong. Pengertian rekrutmen internal dan eksternal yang akan dibahas kali ini akan memudahkan Anda yang ingin melakukan seleksi karyawan. 

Pada dasarnya, rekrutmen di perusahaan membuka kesempatan pekerjaan bagi pelamar kerja. Namun, ternyata proses rekrutmen ada yang disebarkan secara publik dan ada juga yang hanya di kalangan pegawai perusahaan. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal

Keduanya merupakan jenis rekrutmen yang bisa diterapkan di perusahaan maupun UMKM yang tengah berkembang. Pahami pengertiannya terlebih dahulu sebelum mengenal perbedaannya. 

  • Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Rekrutmen Internal

Rekrutmen internal adalah pencarian beberapa kandidat yang cukup dilakukan dalam lingkup perusahaan saja. Anda tidak perlu membuat dan memasang lowongan kerja hingga menyebarkannya ke berbagai platform. 

Proses penarikan kandidat ini biasanya dilaksanakan secara tertutup. Tidak banyak orang yang mengetahuinya karena memang hanya diinformasikan untuk kalangan internal perusahaan. Contoh jenis rekrutmen ini adalah mutasi karyawan dan promosi jabatan. 

  • Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Rekrutmen Eksternal

Kebalikan dari rekrutmen internal, jenis rekrutmen ini fokus menjaring kandidat karyawan dari luar perusahaan. HRD membuka dan menyebarkan lowongan kerja secara publik sehingga setiap pelamar berkesempatan bekerja di perusahaan tersebut. 

Mengingat jumlah pelamar yang datang juga cukup banyak, dalam proses seleksi Anda bisa memanfaatkan aplikasi database karyawan by Talenta yang memudahkan Anda dalam mengelola berbagai jenis data karyawan secara lebih mudah dan cepat, dari mulai data kontrak, gaji, hingga riwayat pendidikan hanya dalam satu aplikasi saja. Kunjungi https://www.talenta.co/fitur/software-hris/software-database-karyawan-perusahaan/ untuk lebih lengkapnya.

Contoh rekrutmen eksternal cukup banyak, misalnya lowongan kerja toko, pabrik, seleksi CPNS, management trainee di perusahaan multinasional, dan sebagainya. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Bagaimana Cara Membedakannya?

Jika sudah mengetahui konsepnya, maka akan sangat mudah membedakan antara rekrutmen internal dan eksternal. Pada dasarnya, perbedaan utama keduanya terletak pada tempat dimana para kandidat didapatkan. 

Kandidat internal mencari kandidat karyawan langsung dari dalam perusahaan, tanpa membuka keikutsertaan kandidat dari luar (publik). Sedangkan rekrutmen eksternal berupa lowongan kerja yang Anda kenal, yaitu dimana para pelamar kerja berasal dari berbagai kalangan. 

Baik rekrutmen internal maupun eksternal sebenarnya menerapkan seleksi cukup ketat agar bisa mengisi posisi yang dibutuhkan. Meskipun sekilas rekrutmen internal cukup mudah, sebenarnya ada banyak penilaian yang harus dipenuhi. 

Pihak perusahaan akan meninjau ulang kinerja pegawai selama bekerja sehingga kandidat tersebut memenuhi kualifikasi. Sementara itu, ada berbagai tahap yang harus dilalui bagi yang mengikuti rekrutmen eksternal. 

Mulai dari pemberkasan lamaran  dan berbagai jenis tes sesuai dengan ketentuan perusahaan. Proses seleksi tersebut harus dilakukan dengan seksama agar HRD bisa memperoleh kandidat terbaik. 

Jika sudah melakukan proses rekrutmen, pengelolaan data karyawan akan lebih mudah dilakukan menggunakan aplikasi khusus. Misalnya aplikasi penghitung gaji karyawan sehingga lebih menghemat waktu. Seperti pada aplikasi Talenta, proses penghitungan gaji karyawan jadi lebih efisien karena dilengkapi hitungan berbagai komponen payroll seperti PPh 21, bonus, tunjangan, BPJS, angsuran pinjaman, dan lainnya. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, silakan kunjungi link berikut: https://www.talenta.co/fitur/software-payroll/aplikasi-hitung-gaji-karyawan/.

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Sumber Kandidat Rekrutmen Internal

Jenis rekrutmen yang satu ini banyak dilakukan perusahaan maupun UMKM. Sekitar 15%-20% proses rekrutmen yang dilakukan menggunakan sistem ini. Sumber kandidat rekrutmen internal didapatkan melalui empat cara, yaitu sebagai berikut. 

  • Promosi Jabatan

Perusahaan akan menaikkan jabatan karyawan untuk sebuah posisi kosong yang dibutuhkan. Dengan demikian, posisi tersebut diisi karyawan sebelumnya di jabatan lebih rendah namun dengan memperhatikan kinerjanya. 

  • Re-Employing

Jika tidak ingin repot-repot melakukan proses rekrutmen, perusahaan juga bisa melakukan re-employing. Proses ini dilakukan dengan mempekerjakan kembali mantan karyawan, biasanya karena dulunya habis kontrak. 

  • Rotasi

Rotasi dilakukan perusahaan dengan cara pengisian posisi kosong oleh karyawan sebelumnya. Dengan catatan bahwa karyawan tersebut berada di level jabatan yang sama. Rotasi ini seringkali menjadi solusi ketika perusahaan membutuhkan karyawan di cabang tertentu. 

  • Demosi

Sumber rekrutmen internal lainnya adalah demosi, yaitu turun jabatan. Posisi lowong di perusahaan diisi oleh karyawan yang diturunkan dari posisi jabatan lebih tinggi ke yang lebih rendah. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Kelebihan Rekrutmen Internal

Rekrutmen internal bisa menjadi solusi bagi perusahaan yang menghadapi momen tertentu. Misalnya ketika memiliki dana rekrutmen terbatas atau jumlah kandidat yang dibutuhkan hanya sedikit. Berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari sistem rekrutmen internal.

  • Employee Engagement Meningkat

Dengan melakukan rekrutmen internal, secara tidak langsung perusahaan telah memperkuat employee engagement. Hal ini karena keberhasilan naik jabatan sudah seharusnya diiringi motivasi kerja yang meningkat. Begitu pula dengan produktivitas karyawan di perusahaan tersebut. 

  • Hemat Waktu dan Biaya

Proses rekrutmen internal biasanya tidak memiliki langkah yang berbelit-belit. Namun, seleksi yang dilakukan juga tidak sembarangan. Perusahaan akan meninjau performa kerja kandidat pegawai yang akan mengisi posisi lowong. 

Biaya yang dikeluarkan pun tidak terlalu menguras dana besar. Mengingat rekrutmen ini tidak melibatkan pelamar-pelamar dari luar lingkungan perusahaan yang terkadang jumlahnya membludak. 

  • Karyawan Sudah Beradaptasi

Karyawan yang didapat dari rekrutmen internal tentunya sudah beradaptasi sebelumnya. Ia sudah mengenal budaya dan kebiasaan organisasi sehingga tidak perlu menyesuaikan diri dari awal. Mereka hanya perlu fokus terhadap jobdesk baru yang diberikan. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Kekurangan Rekrutmen Internal

Tidak hanya keuntungan, nyatanya rekrutmen internal juga mempunyai kekurangan yang perlu dipahami. Sayangnya, tidak sedikit perusahaan yang kurang memperhatikannya sehingga berpotensi menjadi masalah. Berikut beberapa kekurangan rekrutmen internal yang perlu dikenali. 

  • Budaya Kerja Kurang Berkembang

Mendapatkan karyawan dari rekrutmen internal bisa membuat lingkungan kerja menjadi monoton. Terlebih jika persentase jenis rekrutmen ini lebih besar dibanding rekrutmen eksternal. Lingkungan kerja menjadi kurang berkembang karena manpower yang digunakan masih dalam lingkupnya. 

Suasana kerja terasa kurang berwarna akibat sudah terlalu nyaman dengan kebiasaan yang sudah terbentuk. 

  • Jabatan Kosong yang Ditinggalkan

Ketika ada pegawai baru yang didapatkan dari rekrutmen internal, otomatis posisi sebelumnya menjadi kosong karena ditinggalkan. Pihak HRD pun harus segera mencarinya agar operasional perusahaan bisa dijalankan dengan baik. 

  • Menimbulkan Prasangka

Sudah menjadi rahasia umum jika beberapa contoh rekrutmen internal bisa menimbulkan prasangka antar sesama pegawai. Terdapat pihak lain yang merasa tidak puas dengan keputusan pimpinan untuk memberikan promosi karyawan. 

Oleh karena itu, dibutuhkan transparansi dalam proses rekrutmen internal untuk meminimalisir hal ini. Dengan demikian, lingkungan kerja pun tetap harmonis dan nyaman. 

  • SDM Internal Terkadang Terbatas

Sebelum melakukan rekrutmen internal, pastikan kandidat-kandidat yang hendak dipilih memang memiliki kualifikasi yang tepat. Tidak semua perusahaan memiliki jumlah SDM yang memenuhi syarat untuk menempati posisi yang dibutuhkan. 

Tak jarang proses rekrutmen ini mengedepankan senioritas dibanding kualitas kinerja. Jika sudah seperti ini, maka lingkungan kerja sulit untuk berkembang. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Tips Melakukan Rekrutmen Internal

Rekrutmen internal memang harus dipersiapkan dengan matang agar kandidat yang terpilih benar-benar sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Oleh karena itu, berikut beberapa tips agar jenis rekrutmen ini bisa dilaksanakan dengan tepat. 

  • Membuat panduan dan kebijakan rekrutmen internal secara tertulis. 
  • Proses seleksi karyawan dilakukan secara transparan agar keputusan yang diambil bersifat objektif.
  • Berikan feedback pada karyawan yang lulus maupun tidak dalam seleksi rekrutmen internal.
  • Segera melakukan rekrutmen lanjutan untuk mengisi posisi kosong yang ditinggalkan karyawan terpilih.

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Sumber Kandidat Rekrutmen Eksternal

Dengan mengadakan rekrutmen eksternal, perusahaan akan mempekerjakan pegawai yang berasal dari luar lingkup organisasi. Artinya, rekrutmen ini bersifat publik, berikut beberapa sumber kandidat rekrutmen eksternal. 

  • Banner/Poster Lowongan Kerja

Menyebarkan iklan lowongan kerja biasanya mencarinya banyak kandidat sekaligus. Terlebih jika informasi tersebut disebarkan secara online, biasanya pelamar yang datang pun dari berbagai daerah.

Tak jarang jumlah kandidat yang datang terlampau banyak hingga ratusan orang. Sementara itu, jumlah karyawan baru yang dibutuhkan hanya sedikit. 

  • Rekomendasi Karyawan Lama

Pada dasarnya, karyawan lama juga berpartisipasi dalam rekrutmen eksternal. Cara ini dikenal lebih menghemat waktu karena Anda tinggal melakukan interview kepada calon kandidat yang memenuhi kualifikasi. 

  • Sekolah/Lembaga Pendidikan Lainnya

Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) biasanya mengadakan program magang di suatu perusahaan. Sekolah juga bisa bekerja sama dengan satu atau beberapa perusahaan agar siswa magang bisa melanjutkan kerja ke proses rekrutmen setelah kelulusan. 

  • Instansi Pemerintahan

Dinas ketenagakerjaan juga seringkali terlibat dalam proses rekrutmen eksternal. Misalnya event job fair tahunan yang banyak ditunggu pencari kerja. 

  • Yayasan/Agen Perekrutan

Perusahaan yang bekerja sama dengan yayasan atau agen perekrutan bisa mengumpulkan banyak kandidat kerja. Cara ini cukup efektif bagi perusahaan yang ingin mendapatkan karyawan baru sesuai kualifikasi. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Kelebihan Rekrutmen Eksternal

Rekrutmen eksternal penting dilakukan perusahaan, terlebih jika skala usaha yang cukup besar. Namun, tidak menutup kemungkinan UMKM juga membutuhkan jenis rekrutmen ini. 

  • Suasana Kerja Lebih Beragam

Dengan mendatangkan karyawan baru dari rekrutmen eksternal, keberagaman di lingkungan kerja pun bisa tercipta. Mengingat para pegawai tersebut berasal dari latar belakang yang berbeda sehingga mendorong rasa toleransi. 

  • Mendorong Strategi Baru

Hal ini terjadi apabila karyawan perusahaan berasal dari kompetitor. Dengan demikian, perusahaan akan terdorong untuk melakukan strategi unik dibanding pesaing.

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Kekurangan Rekrutmen Eksternal

Dibalik kelebihannya, rekrutmen eksternal pastinya juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  • Membutuhkan Banyak Dana

Untuk menjaring banyak kandidat dan proses seleksi di dalamnya, tentu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Misalnya ketika HRD memasang lowongan di platform berbayar. Belum lagi biaya seleksi yang cukup menguras dana perusahaan untuk rekrutmen. 

  • Menyita Waktu

Perusahaan yang memiliki ritme pekerjaan yang tinggi tentu membutuhkan tenaga kerja sesegera mungkin. Terlebih jika posisi yang lowong cukup banyak sehingga dibutuhkan proses rekrutmen eksternal.

Namun, seleksi yang dilakukan juga tidak sebentar. Terlebih jika perusahaan tersebut memberlakukan jenis tes yang lengkap. Pihak HRD harus menjaring kandidat yang sesuai kualifikasi dari banyaknya pelamar. 

  • Karyawan Baru Butuh Adaptasi

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa karyawan baru dari rekrutmen eksternal membutuhkan proses adaptasi. Sayangnya, kemampuan menyesuaikan diri setiap pegawai berbeda-beda. Tak jarang adaptasi kerja ini membutuhkan waktu yang lama di perusahaan. 

Pengertian Rekrutmen Internal dan Eksternal: Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Rekrutmen internal dibutuhkan jika perusahaan memiliki dana dan waktu terbatas untuk mencari kandidat yang dibutuhkan. Sedangkan rekrutmen eksternal juga tidak bisa disepelekan untuk membangun lingkungan kerja baru yang lebih berkembang. 

Jika bisnis yang dilakukan semakin berkembang, disarankan untuk melakukan rekrutmen eksternal. Hal ini untuk mengumpulkan SDM baru yang potensial. Selain itu, lingkungan kerja yang tercipta pun lebih segar, kreatif, dan inovatif. 

Dengan demikian, memilih jenis dan pengertian rekrutmen internal dan eksternal tergantung dari bagaimana Anda menyeleksi sesuai kebutuhan. 

Pada dasarnya, pengertian rekrutmen internal dan eksternal dibutuhkan setiap perusahaan untuk memajukan bisnisnya. Talenta bisa membantu Anda melakukan rekrutmen yang lebih efektif. Pengelolaan data karyawan dan sistem payroll pun bisa dengan mudah dilakukan lewat aplikasi Talenta

 


PUBLISHED17 May 2022
Made
Made