Insight Talenta

3 Cara Menghitung Gaji Prorata Karyawan secara Proposional

Buat Anda yang masih bingung, bagaimana cara menghitung gaji prorata karyawan baru di pertengahan bulan atau pegawai yang akan resign? Insight Talenta akan mengulasnya secara mendalam.

Selain itu, artikel ini juga akan membahas mengenai  proses onboarding karyawan baru di perusahaan pada waktu tertentu hingga mengetahui rumus prorate yang tepat sesuai aturan pemerintah.

Yuk! Simak selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Pengertian Onbording dan Pro Rata

Sebelum membahas lebih jauh tentang proses penggajian prorata, ada baiknya kita membahas sedikit tentang proses onboarding karyawan.

Beberapa dari Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata onboarding, tapi mungkin juga ada orang yang belum memahami dan mengerti maksud dari proses orientasi karyawan baru.

Seperti apa itu cara hitung menghitung perhitungan gaji prorata adalah? Arti atau pengertian, juga definisi gaji prorate artinya adalah?

Pengertian Onboarding Karyawan Baru

Sebelum membuat kontrak kerja, ada proses yang cukup panjang yang dilakukan tim Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menemukan talenta-talenta terbaik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, mulai dari proses recruitment seperti screening CV, pemberian tes, dan wawancara HRD serta user.

Selain proses rekrutmen untuk menemukan kandidat terbaik yang dibutuhkan perusahaan, ada juga proses negosiasi dengan tim payroll hingga proses onboarding karyawan.

Apakah yang dimaksud dengan onboarding karyawan?

Proses onboarding karyawan adalah sebuah proses yang dilakukan perusahaan selama masa probation atau percobaan.

Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan karyawan baru dengan budaya dan lingkungan kerja perusahaan melalui aktivitas yang disusun secara sistematis dan formal.

Setelah mempelajari tentang masa orientasi karyawan, sekarang Anda bisa pelajari definisi hingga contoh dan cara menghitung gaji prorata seperti apa.

Baca Juga: Ketahui Tahap Onboarding di Perusahaan

Apa Itu Prorata Gaji?

Proses onboarding pada pertengahan bulan merupakan suatu hal yang wajar.

Hal ini dikarenakan, perusahaan membutuhkan karyawan secepat mungkin karena ada hal mendesak seperti baru dibukanya kantor cabang baru atau ada karyawan yang resign.

Karena kebutuhan yang sangat mendesak, banyak karyawan baru mulai bekerja pada pertengahan bulan.

Lalu, apakah karyawan-karyawan tersebut tidak mendapatkan gaji karena belum bekerja selama satu bulan?

Tentu saja karyawan tersebut akan tetap mendapatkan gaji.

Namun dengan perhitungan yang berbeda dengan karyawan lain yang bekerja selama satu bulan penuh, perhitungan inilah yang disebut dengan perhitungan gaji prorata.

Secara sederhana, prorata adalah gaji yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang bekerja dengan periode paruh waktu atau dalam jangka pendek.

Perhitungan gaji ini tidak hanya berlaku untuk karyawan baru yang masuk pada pertengahan bulan tetapi juga karyawan yang resign pada pertengahan bulan.

Baca Juga: Contoh Cara Menghitung Gaji Bersih Karyawan Di Excel Bulanan Prorata

Contoh dan Cara Menghitung Gaji Prorata

sistem gaji indonesia

Perhitungan gaji prorata dapat tertulis pada perjanjian kerja yang telah disepakati oleh perusahaan dan calon karyawan.

Sebab, pada dasarnya tidak ada dasar hukum secara tertulis pada UU Ketenagakerjaan di Indonesia yang mengharuskan perusahaan untuk membayarkan gaji prorata kepada karyawan tetap dan tidak tetap maupun freelance.

Secara umum terdapat tiga cara untuk menghitung gaji karyawan yang biasanya ada di perusahaan:

  • Menghitung upah atau gaji per jam
  • Menghitung jumlah jam kerja
  • Menghitung gaji prorata

Cara Hitung Gaji Prorata Per Jam

Yang pertama adalah menghitung upah per jam yang merupakan upah satuan waktu terkecil yang juga menjadi dasar perhitungan lembur.

Berdasarkan Kemenetras No. KEP. 102/MEN/VI/2004 cara menghitung upah per jam yaitu dengan cara upah atau gaji dalam sebulan yang terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap dibagi 173.

Rumus upah per jam = 1/173 X Upah sebulan

Maksud dari 173 adalah rata-rata jam kerja karyawan yang dihitung setiap bulannya.

Contoh kasus perhitungan upah perjam untuk keperluan cara hitung menghitung perhitungan gaji prorate adalah sebagai berikut:

Ani mulai bekerja di perusahaan Sukamaju pada tanggal 15 Mei 2019.

Gaji karyawan yang telah disepakati bersama oleh Ani dan perusahaan pada perjanjian kerja adalah Rp4.200.000.

Jika menggunakan perhitungan gaji dengan metode upah per jam maka pertama dihitung terlebih dahulu jumlah kerja Ani dari tanggal 15 – 30 April 2019 adalah 14 hari kerja dan bekerja selama 8 jam per hari. Maka perhitungan gaji Ani seperti berikut:

Upah per jam = (1/173) x Rp4.200.000 = Rp24.277

Upah April 2019 = 14 hari kerja x 8 jam kerja x Rp24.277 = Rp2.719.024

Menghitung Gaji Prorata Berdasarkan Jumlah Hari Kerja

Selain menghitung jumlah gaji yang harus diterima oleh karyawan berdasarkan kepada upah jam kerja, yang kedua adalah menghitung upah berdasarkan jumlah hari kerja.

Rumus sederhana untuk menghitung upah berdasarkan jumlah hari kerja adalah sebagai berikut:

(Jumlah hari kerja yang dijalani/jumlah hari kerja sebulan) x gaji dalam sebulan

Contohnya adalah sebagai berikut:

Andi baru mulai bekerja pada tanggal 15 April 2019, gaji karyawan yang telah disepakati oleh Andi dan perusahaan adalah sebesar Rp4.500.000.

Jika dihitung berdasarkan jumlah hari kerja, maka yang pertama harus diketahui adalah jumlah hari kerja dari Andi yaitu 15 sampai 30 April 2019 adalah sebanyak 14 hari kerja.

Maka hitungan gaji Andi adalah sebagai berikut:

(14/25) x Rp4.500.000 = Rp2.520.000

Baca Juga: Perhitungan Resmi Jumlah Hari Kerja dalam Sebulan

Perhitungan Gaji Prorata bagi Karyawan Baru dan Resign

Yang terakhir adalah menghitung gaji prorata yang biasanya diterapkan perusahaan kepada karyawan-karyawan yang bekerja tidak penuh bulan.

Hal ini bisa disebabkan oleh karyawan tersebut baru onboarding atau resign di pertengahan bulan.

Contoh rumus untuk menghitung prorate salary adalah sebagai berikut:

Gaji Prorata = Upah per jam x Jumlah jam kerja per hari x jumlah hari

Agar Anda lebih memahami tentang perhitungan ini, berikut merupakan contoh dari perhitungan gaji prorata:

Doni memulai hari kerja pertamanya sebagai staff bisnis pada sebuah perusahaan startup pada tanggal 20 Mei 2019 karena harus menggantikan Susan yang mengundurkan diri pada tanggal 19 Mei 2019 dan memiliki gaji Rp6.500.000.

Untuk besaran gaji Doni adalah sebesar Rp6.000.000 yang sudah termasuk tunjangan.

Perusahaan tempat Doni bekerja menerapkan sistem 5 (lima) hari kerja. Berikut merupakan perhitungan gaji Doni berdasarkan metode prorata:

Doni bekerja dari tanggal 20 sampai 31 Mei 2019, dengan sistem 5 hari kerja maka jumlah hari kerja Doni adalah 10 hari (8 jam per hari).

Upah per jam: Rp6.000.000 x 1/173 = Rp34.682

Upah Doni pada bulan Mei 2019: Rp34.682 x 8 jam x 10 hari = Rp2.774.560

Setelah menghitung gaji prorata Doni sebagai karyawan baru, lalu bagaimana dengan perhitungan gaji Susan sebagai karyawan yang resign pada pertengahan bulan? Berikut contoh perhitungannya:

Susan bekerja dari tanggal 1 sampai 19 Mei 2019, dengan sistem 5 hari kerja maka jumlah hari kerja Susan adalah 13 hari dengan asumsi jam kerja selama 8 jam per hari.

Upah per jam = Rp6.500.000 x 1/173 = Rp37.572

Upah Susan pada bulan Mei 2019 = Rp37.572 x 8 jam x 13 hari = Rp3.907.488

Itulah beberapa jenis perhitungan gaji dan contoh yang dapat memudahkan Anda memahami perhitungan tersebut.

Jika Anda ingin melakukan penghitungan serta pembayaran gaji secara otomatis, Payroll Talenta dapat meng-cover kebutuhan Anda.

Selain dibuat khusus untuk efisiensi pembayaran dan laporan gaji karyawan yang sistematis, Talenta juga mendukung penghitungan payroll bagi karyawan yang gajinya masih prorata

Di Talenta, Anda dapat mengubah sistem penghitungan prorata dari seorang karyawan.

Pada menu Employees di Dashboard Talenta, terdapat template yang bisa Anda isi untuk menyesuaikan tanggal masuk karyawan baru.

Sehingga, pada saat periode rekonsiliasi payroll, penghitungan gaji karyawan baru dapat dibedakan dengan gaji karyawan lama secara otomatis.

Perhitungan Prorate Lebih Mudah dengan Talenta Payroll

Dengan Talenta, Anda tidak perlu lagi melakukan perhitungan gaji karyawan secara manual.

Di mana, seluruh proses penggajian akan terhitung secara otomatis termasuk komponen gaji karyawan di dalamnya.

Talenta ini adalah sebuah HRIS, yang bisa mempermudah semua kegiatan hitung gaji hingga pembuatan slip gaji karyawan online.

Bagaimana tertarik untuk mencoba Talenta? Anda bisa mencobanya dengan membuat jadwal demo Talenta dan konsultasikan masalah HR Anda kepada kami!

Anda juga bisa coba gratis Talenta sekarang juga!

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!


PUBLISHED22 Mar 2022
Sely
Sely