Sebagai seorang profesional yang bersentuhan langsung dengan karyawan di sebuah perusahaan, ada banyak hal yang bisa saja Anda temukan sewaktu-waktu. Salah satunya seperti perbedaan gaji yang dterima antarkaryawan di satu posisi atau divisi yang sama. Bahkan, saat ini pun di beberapa perusahaan ada yang memberikan upah lebih besar kepada karyawan baru dibanding karyawan lama meskipun pekerjaan yang dilakukan pada prinsipnya sama.
Namun, soal gaji yang berbeda itu tak akan jadi persoalan selama tidak bocor. Tapi, sekalipun bagian HR sudah menjaga informasi gaji yang terbilang sensitif itu dengan baik, bisa saja kebocoran informasi terjadi saat karyawan lama tak sengaja melihat slip gaji karyawan baru atau si karyawan baru sendiri yang membocorkan besaran gajinya.
Dan saat kebocoran itu terjadi, tentu saja akan membentuk suasana kerja yang tak nyaman bagi karyawan lain. Sehingga di titik ini bagian HR harus sudah siap menerima kedatangan sekelompok karyawan yang merasa tidak mendapatkan upah sebesar rekannya. Mereka pasti merasa perusahaan tidak adil.
Di sinilah penejelasan dan tindakan terkordinir dari bagian HR harus tepat agar tak membentuk gelombang demo atau protes lebih besar lagi. Karena persoalan gaji ini tergolong sensitif bagi karyawan.
Lalu, apa yang harus dilakukan agar karyawan bisa menerima kondisi tersebut?
1. Jelaskan Alasan di Balik Perbedaan Gaji
Sebuah perusahaan pastinya tak asal untuk menentukan gaji seorang karyawan. Ada alasan logis dan ‘sah’ yang mendorong hal itu terjadi, entah dari pengalaman yang dimiliki, latar belakang pendidikan, atau bisa jadi karena effort kerja yang lebih bagus dibanding rekan-rekannya.
Untuk alasan pengalaman, Anda bisa menjelaskan bila karyawan baru tersebut bisa mendapatkan gaji lebih besar lantaran memiliki pengalaman lebih lama di tempat kerja sebelumnya. Bila memang karyawan lama itu baru bekerja selama 5 tahun di perusahaan Anda, sedangkan karyawan baru itu sudah punya pengalaman 7 tahun di perusahaan berbeda, maka alasan ini masih tergolong logis.
Kemudian untuk alasan latar belakang pendidikan. Untuk kondisi satu ini rasanya umum terjadi saat ini, di mana karyawan baru lulusan S1 bisa mendapatkan upah lebih besar daripada karyawan lama yang lulusan SMA meskipun memiliki jobdesk sama. Atau bisa juga perbedaan gaji terjadi karena karyawan baru yang lulusan S1 memiliki sertifikasi pelatihan tertentu yang dapat menaikkan ‘nilai jualnya’, dibanding karyawan lama yang juga lulusan S1.
2. Melihat Kebutuhan Perusahaan pada Posisi Tersebut
Ada satu masa di mana sebuah perusahaan sedang membutuhkan lebih banyak karyawan pada divisi tertentu karena ingin berekspansi dalam waktu dekat. Jadi, tak heran bila perusahaan akan gencar merekrut karyawan baru dengan menawarkan gaji lebih besar.
Kondisi ini pun rasanya lumrah terjadi, terutama di perusahaan yang sedang mengikuti perubahan zaman. Dulu kebutuhan perusahaan terhadap karyawan berlatar belakang IT mungkin tak banyak, tapi kini permintaan pasar terhadap karyawan IT melonjak. Hal inilah yang membuat ‘nilai jual’ karyawan IT baru dapat lebih tinggi dibanding karyawan lama.
Namun untuk fenomena tersebut, Manajer Operasional Trinity Door Systems Inc. di Youngstown, Ohio, Allison Dunham pada salah satu artikelnya tak menyarankan fenomena perbedaan gaji itu berlangsung lama.
“Saya pikir itu penjelasan yang adil tentang bagaimana keadaan itu terjadi, tetapi tidak adil jika tidak ada tindakan untuk memperbaiki upah karyawan lama,” kata Dunham.
Dunham menyarankan agar Manajer SDM membuat atau menunjukkan analisis gaji berkala sehingga perusahaan tidak buta saat dihadapkan dengan keluhan perbedaan gaji.
3. Memberikan Kepastian Kelangsungan Karier
Ada hal lain yang membuat karyawan lama merasa resah setelah tahu gajinya lebih kecil daripada karyawan baru, adalah keberlangsungan kariernya di perusahaan itu pun akan terancam. Tak sedikit karyawan yang berpikir, bila dari segi gaji saja sudah kalah dibanding karyawan baru, maka bisa jadi perusahaan tak akan memilihnya untuk mengikuti promosi jabatan.
Untuk bisa mengatasinya, maka segera pastikan bahwa perbedaan standar gaji tak ada pengaruhnya pada keberlangsungan karier para karyawan di satu divisi tersebut. Terutama karyawan lama yang sudah menunjukkan loyalitasnya pada perusahaan. Tentu perusahaan seharusnya mempertimbangkan mereka dulu untuk promosi jabatan.
4. Lakukan Penyesuaian Gaji dengan Tepat
Ini adalah langkah terakhir yang bisa dilakukan bagian HR untuk menyelesaikan fenomena perbedaan gaji pada satu divisi dalam perusahaan. Tapi, ada kalanya saat analisis gaji dilakukan, perusahaan memutuskan untuk menyesuaikan gaji karyawan lama menjadi lebih tinggi dengan pekerjaan yang sama.
Tapi, perlu dicatat bahwa berdasarkan beberapa pengamat keputusan itu bisa menjadi boomerang bagi perusahaan. Karena bisa jadi karyawan di divisi lain pun akan meminta hal serupa saat mengetahui adanya penyesuaian upah tersebut. Inilah efek domino yang mesti yang perhatikan.
Jika Anda memberi peningkatan gaji pada karyawan A, apakah Anda pun akan memberika pada karyawan D? Lalu, apa karyawan D punya skill lebih yang membedakannya dari karyawan F? Dan kalau F pergi, siapa yang bisa kita minta mengganti posisinya? Ini contoh efek domino yang harus dipikirkan.
Solusinya, Anda bisa melakukan penyesuaian gaji dengan memberikan tugas tambahan yang tak dikerjakan oleh yang lainnya. Hal ini bisa tentu tak akan merugikan perusahaan karena ada hal lebih yang bisa dikerjakan atau dihasilkan karyawan itu setelah perusahaan memberinya kenaikan gaji.
Gaji memang menjadi sesuatu yang sensitif bagi karyawan. Karena itu, HR memang sepantasnya perlu melakukan banyak pertimbangan dan analisis sebelum menawarkan besaran gaji kepada karyawan baru. Tapi, yang terpenting HR tak lupa pada sepak terjang karyawan lama sehingga etos kerja dan loyalitasnya terhadap perusahaan pun tak dirasakan sia-sia. Bagaimanapun, karyawan adalah aset perusahaan. Terutama bagi karyawan yang punya sepak terjang mentereng.
 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading