10 Informasi yang Tak Relevan Anda Cantumkan di CV

10 Informasi yang Tak Relevan Anda Cantumkan di CV

Tak jarang, saking inginnya lolos dari tahapan rekrutmen perusahaan impian Anda melakukan beragam cara termasuk membekali curriculum vitae alias CV dengan sederet informasi. Mulai dari data diri hingga pengalaman kerja dan jenjang pendidikan yang pernah ditempuh.
Namun tahukah Anda, bahwa tak semua informasi perlu dimasukkan ke dalam CV? Ada beberapa informasi yang pada dasarnya tak layak dicantumkan dan malah membuat perekrut sendiri segan mengundang untuk mengikuti tahapan rekrutmen selanjutnya. Informasi apa saja yang dimaksud? Simak di bawah ini.
1. Informasi terkait pengalaman kerja yang tak relevan.
Demi menarik perhatian, terkadang Anda secara tak sadar mencantumkan segala jenis informasi terutama pengalaman kerja selama ini. Sah-sah saja melakukan hal ini, tapi dengan catatan jika informasi pengalaman kerja yang dicantumkan relevan dengan posisi yang Anda lamar.
Namun jika tak relevan, maka hindari memasukkan informasi pengalaman kerja ke CV. Anda bakal dianggap tak konsisten dalam memilih karir yang ingin dijalani.
2. Alamat rumah yang lengkap.
Menurut Amanda Augustine, career-advice expert dari TopResume, alamat rumah sudah tak relevan lagi dicantumkan ke dalam CV. Ketimbang mencantumkan alamat rumah yang lengkap, ada baiknya Anda masukkan saja alamat email, nomor kontak dan akun sosial media.
3. Informasi terkait hobi.
Anda tak perlu mencantumkan informasi terkait hobi Anda di CV. Mencantumkan jenis-jenis hobi terutama yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan yang sedang Anda incar bisa mengurangi peluang Anda sendiri untuk mendapatkan pekerjaan.
Mencantumkan hobi sebenarnya sah-sah saja, jikalau hobi itu cukup menarik dan ada kaitannya dengan pekerjaan. Bisa juga jika dari hobi tersebut Anda bisa menghasilkan sebuah karya yang menarik dan bernilai jual.
4. Kebohongan dalam hal informasi pekerjaan atau prestasi.
Biasanya untuk menarik perhatian rekruter, banyak pelamar kerja mencantumkan informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan mengarah ke kebohongan. Rosemary Haefner, Kepala HR CareerBuilder mengungkap bahwa hampir sebagian pelamar kerap mencantumkan informasi bohong ini dalam CV.
Alih-alih menarik perhatian, mencantumkan informasi yang bohong bisa merugikan si pelamar sendiri di kemudian hari. Seperti misalnya, dianggap tak kompeten hingga dianggap seorang kriminal karena mencantumkan informasi yang bohong dan tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
5. Tahun lulus Anda dari perguruan tinggi.
Jika Anda tak ingin dipandang sebelah mata ketika interview, Catherine Jewell penulis buku “New Resume, New Career” mengungkapkan jika informasi terkait tahun lulus dari perguruan tinggi sebenarnya tak perlu dicantumkan dalam CV. Informasi ini akan sangat merugikan jika Anda cantumkan dalam CV, terutama saat Anda melamar posisi yang levelnya sudah lebih tinggi.
Mengetahui ternyata Anda adalah seorang lulusan muda, hampir sebagian perekrut biasanya akan menerapkan standar ganda saat screening dan interview. Padahal sebenarnya Anda adalah sosok yang berpotensi.
6. Informasi terkait alamat email dengan nama yang ‘alay’.
Anda pernah remaja dan pernah mengalami masa-masa transisi di mana biasanya ingin diakui eksistensinya. Namun itu adalah masa lampau, tinggalkan itu jauh-jauh dan sambut masa depan Anda yang baru. Untuk itulah, hindari sisa-sisa masa remaja Anda dengan tak mencantumkan alamat email dengan format yang ‘alay’. Selain menggelikan, menggunakan format alamat email yang ‘alay’ bisa membuat Anda dianggap sebagai individu yang tak profesional.
7. Nomor kontak bisnis Anda.
Eli Amdur dari NorthJersey.com mengungkap sangat tak dianjurkan mencantumkan nomor kontak bisnis pada CV. Bedakan antara nomor kontak bisnis dengan personal agar Anda tak kebingungan saat menerima panggilan untuk urusan bisnis atau untuk urusan pekerjaan dengan perusahaan baru.
8. Informasi terkait pendidikan atau pekerjaan yang tak up-to-date.
Saking inginnya mendapatkan posisi dalam perusahaan incaran, pelamar kerja biasanya memasukkan semua informasi terkait pendidikan yang pernah ditempuh hingga pekerjaan bahkan pengalaman magang semasa kuliah. Informasi ini sebenarnya tak relevan Anda cantumkan di CV secara lengkap, karena pada dasarnya rekruter ingin mengetahui informasi yang up-to-date saja. Maksimal masukan pengalaman kerja atau informasi pendidikan Anda 10 tahun ke belakang.
9. Informasi terkait IPK.
Hampir sebagian perusahaan kini sudah tak mempermasalahkan berapa besaran IPK yang diperoleh pelamar semasa kuliah. Untuk itu, hindari memasukkan IPK Anda ke CV karena pada dasarnya informasi ini tak relevan dengan tahapan rekrutmen yang akan Anda lalui. Mencantumkan IPK pada CV sah-sah saja dilakukan jika Anda benar-benar seorang lulusan baru atau fresh graduate. Namun jika Anda adalah seorang yang telah lulus 2 tahun dari bangku kuliah dan sempat bekerja, maka informasi ini sudah tak lagi relevan Anda cantumkan di CV.
10. Informasi terkait pekerjaan yang Anda lakukan dalam waktu singkat.
Tak salah sebenarnya mencantumkan semua informasi terkait pekerjaan yang pernah Anda lakukan. Namun, ada baiknya Anda lebih selektif lagi jika ingin mencantumkan informasi pekerjaan yang pernah Anda lakukan. Cantumkan hanya pekerjaan yang relevan dengan posisi yang Anda incar dan hindari mencantumkan pengalaman kerja yang Anda lakukan dalam waktu singkat.
Memasukkan informasi pekerjaan yang dilakukan dalam waktu singkat sebenarnya membuat multitafsir. Anda bisa dianggap tak mampu beradaptasi pada pekerjaan karena kerap menjalani pekerjaan dalam waktu yang singkat-singkat atau bisa jadi calon perusahaan menganggap Anda sosok yang tak bisa berkomitmen pada satu pekerjaan.
Sumber : http://www.businessinsider.co.id/things-to-remove-from-resume-2017-5/35/#b0Qd3yVmCIuz6lHy.97
Sumber cover : https://www.thebalance.com/g00/cv-samples-and-writing-tips-2060349?i10c.referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.co.id%2F

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED09 Jun 2017
Ervina
Ervina