Contoh Equal Employment Opportunity dan Manfaatnya

By Jordhi FarhansyahPublished 03 Apr, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Semua orang berhak untuk mendapatkan pekerjaan. Setidaknya itu yang diamanatkan oleh UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003. Dalam dunia profesional, konsep kesetaraan ini dikenal dengan Equal Employment Opportunity (EEO).

Konsep kesetaraan tanpa diskriminasi sudah seharusnya diterapkan oleh perusahaan. Konsep EEO sendiri diperkenalkan oleh International Labour Organization (ILO) yang bertujuan dalam menghapus diskriminasi dalam aturan ketenagakerjaan.

Belakangan, melalui Konvensi ILO No.190, konsep kesetaraan ini tidak hanya tentang diskriminasi kesempatan kerja. Namun juga perlindungan atas kekerasan dan pelecehan berbasis jenis kelamin.

Lalu apa itu Equal Employment Opportunity dan kenapa itu penting baik bagi karyawan maupun perusahaan? Simak selengkapnya melalui artikel Mekari Talenta berikut ini.

Apa Pengertian Equal Employment Opportunity?

equal employment opportunity

Equal Employment Opportunity (EEO) adalah prinsip, kebijakan, sekaligus implementasi di mana semua orang berhak mendapatkan perlakuan yang sama di lingkungan kerja secara.

Prinsip, kebijakan dan implementasi EEO sendiri harus dilakukan mulai dari proses rekrutmen, pemberian kompensasi, promosi, pencegahan kekerasan, kesempatan belajar, hingga proses pemutusan hubungan kerja.

EEO sendiri tidak muncul begitu saja. Ide ini dicetuskan oleh organisasi internasional ketenagakerjaan, ILO berupa perjanjian yang diratifikasi melalui konvensi internasional.

Konvensi ILO pun menghasilkan Equal Employment Opportunity Guidelines di setiap negara, salah satunya di Indonesia yang didasari dari hasil ratifikasi Konvensi ILO No.100 dan No.111.

Melalui EEO ini, perusahaan diharapkan dapat memberikan rasa adil dan keamanan baik dalam hal memberikan kesempatan kerja maupun perlakuan di lingkungan kerja, tanpa memandang:

  • Ras
  • Warna kulit
  • Jenis kelamin
  • Agama
  • Etnis
  • Pandangan politik
  • Status sosial
  • Disabilitas mental dan fisik
  • Usia

Talenta blog banner

Hal yang Sering Disalahpahami

EEO berbicara kesetaraan dan keadilan. Meski begitu, diksi keadilan dan kesetaraan ini sering kali disalahpahami oleh banyak perusahaan yang justru malah membuat perusahaan itu rugi.

Kesetaraan dan keadilan yang dimaksud dalam EEO adalah tidak adanya diskriminasi dengan memandang sesuai merit atau kemampuan dari karyawan itu sendiri.

Lalu apa saja yang sering kali disalahpahami oleh perusahaan terkait implementasi EEO?

  • Memaksa menyeimbangkan jumlah karyawan berdasarkan atribut. Misal, jumlah karyawan perempuan dan laki-laki harus sama
  • Merekrut karyawan berdasarkan ketidaktersediaan etnis, agama, dan atribut tertentu lainnya di perusahaan. Misal, di divisi tertentu, semua karyawannya adalah pria. Namun Anda terpaksa merekrut karyawan wanita tanpa melihat kualifikasinya
  • Memperlakukan orang berdasarkan rasa kasihan dan iba
  • Menggunakan EEO sebagai kedok saja dan tidak menerapkannya pada hukum dan budaya formal di perusahaan
  • Tidak memiliki kualifikasi yang jelas pada saat proses rekrutmen. Di dalam dunia kerja, terdapat Bona Fide Occupational Qualification yaitu aturan yang dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu

Salah satu contoh Bona Fide Occupational Qualification adalah pekerjaan konstruksi lapangan yang membutuhkan kecakapan fisik. Salah satunya karyawan laki-laki dan tidak memiliki disabilitas fisik.

Kesalahpahaman terhadap konsep EEO justru bisa membuat kerugian bagi perusahaan salah satunya adalah over hiring hingga membuat produktivitas perusahaan menurun.

Apa Contoh dari Penerapan Equal Employment Opportunity?

Baik disadari maupun tidak, tidak sedikit perusahaan di Indonesia yang masih belum menerapkan konsep Equal Employment Opportunity (EEO).

Hal ini bisa didasari oleh berbagai hal. Misalnya kesiapan pengetahuan atau tools yang dibutuhkan HRD untuk bisa menerapkan EEO.

Sebagai panduan, berikut beberapa contoh dari penerapan EEO di dalam perusahaan.

Penerapan saat Rekrutmen

Prinsip EEO wajib dipegang oleh perusahaan sejak proses rekrutmen karyawan dengan beberapa contoh berikut ini.

  • Terbuka terhadap diversifikasi talent pool. Hindari proses rekrutmen yang mengedepankan ageisme atau diskriminasi terhadap usia atau atribut-atribut lainnya
  • Kontrak kerja perusahaan tidak merugikan atau melindungi kelompok tertentu
  • Deskripsi pekerjaan bersifat netral dan terbuka untuk seluruh karakteristik orang tertentu. Kecuali untuk pekerjaan-pekerjaan Bona Fide Occupational Qualification
  • Adil baik terhadap karyawan organik atau internal maupun dengan karyawan kontraktor atau vendor

Penerapan di Lingkungan Kerja

  • Memantau kebijakan paken insentif kepada karyawan, pastikan tidak ada insentif yang bersifat tidak adil dan sesuai dengan merit dan kebutuhan karyawan
  • Transparansi dalam melakukan review kinerja karyawan tanpa memandang ras, relasi dengan perusahaan, agama, dan atribut-atribut lain
  • Memiliki program pelatihan secara terbuka dengan tujuan untuk meningkatkan skill di bidang tertentu.
  • Memiliki program kompensasi yang bersifat adil dan terbuka. Di Indonesia sendiri, hal ini diterapkan melalui cuti hamil dan melahirkan, cuti hari besar keagamaan, serta berbagai jaminan mulai dari Jaminan Hari Tua hingga Jaminan Kecelakaan
  • Memastikan bahwa kebutuhan karyawan selama bekerja dapat dilakukan secara mandiri. Salah satunya melalui sistem Employee Self Service (ESS)

Bagi Anda yang belum tahu, ESS merupakan sistem berbasis teknologi yang memungkinkan karyawan bisa memenuhi segala kebutuhan kerja secara swalayan atau mandiri.

Melalui ESS, perusahaan bisa memberikan hak yang sama bagi setiap karyawan baik untuk memenuhi kebutuhan yang sifatnya pribadi sekaligus transparan secara bersamaan.

Cara kerja sistem ESS adalah melalui aplikasi dan software HRIS seperti Mekari Talenta. Karyawan bisa langsung mengakses segala  kebutuhannya melalui aplikasi ESS, sementara data yang diterima oleh software HRIS dikelola melalui software ESS.

Mengapa Equal Employment Opportunity Penting bagi Perusahaan?

Melansir Forbes, penerapan Equal Employment Opportunity (EEO) penting karena dapat membantu perusahaan menarik dan mempertahankan karyawan terbaik.

Aspek-aspek seperti besaran dan transparansi gaji, kesempatan pengembangan skill hingga kesempatan naik jabatan dipengaruhi dan dibuktikan oleh kecakapan perusahaan dalam menerapkan Equal Employment Opportunity.

Hal ini pun tentu akan berdampak pada reputasi perusahaan baik di mata konsumen maupun karyawan itu sendiri dan secara tidak langsung mempengaruhi produktivitas perusahaan.

Apa Sebenarnya Manfaat Penerapan Prinsip Equal Employment Opportunity bagi Perusahaan?

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari penerapan prinsip EEO bagi perusahaan di antaranya sebagai berikut.

  • Perusahaan jadi memiliki kualitas rekrutmen yang baik dan mampu menarik talent pool dari berbagai latar belakang serta skill set yang dibutuhkan
  • Mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang minim konflik, penuh kepercayaan, dan juga komunikasi yang terbuka
  • Lingkungan kerja yang adil mampu meningkatkan employee engagement di mana karyawan bisa mencurahkan seluruh kemampuannya kepada perusahaan
  • Employee engagement yang baik akan mempengaruhi produktivitas perusahaan
  • Perusahaan mampu mempertahankan karyawan terbaiknya
  • Adanya advokasi dari karyawan secara tidak langsung yang berdampak pada reputasi baik perusahaan di mata konsumen
  • Mengurangi potensi adanya employee fraud atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh karyawan

Kesimpulan

Sebagai HR manager di perusahaan, penting bagi Anda untuk mengambil langkah strategis dengan menekankan pendekatan holistik menggunakan prinsip Equal Employment Opportunity

Langkah tersebut bisa dimulai ketika Anda menyaring talent pool dengan sistem perekrutan objektif berdasarkan merit atau kemampuan dari masing-masing talent.

Untuk mempermudah hal tersebut, perusahaan dapat menggunakan aplikasi rekrutmen online. Salah satunya dari Mekari Talenta.

Aplikasi rekrutmen online Mekari Talenta memungkinkan perusahaan bisa memproses rekrutmen dengan lebih efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan.

Anda juga bisa mengelola, memantau, dan juga mengulas lowongan kerja untuk berbagai fungsi dalam satu dasbor aplikasi tanpa perlu membuang-buang waktu dengan cara yang konvensional.

Selain itu, Anda juga bisa mengirimkan hasil tes rekrutmen dan undangan interview secara otomatis melalui aplikasi rekrutmen online Mekari Talenta.

Ingin memulai proses rekrutmen yang sehat, efektif, efisien, transparan serta memegang prinsip Equal Employment Opportunity? Saatnya beralih ke sistem aplikasi rekrutmen online Mekari Talentra.

Anda juga bisa mencoba gratis aplikasi rekrutmen online Mekari Talenta dan konsultasikan permasalahan manajemen HR Anda kepada tim sales kami.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.