Insight Talenta

Harus Lembur Kerja? Simak Tips Menghindarinya

Harus Lembur Kerja? Simak Tips Menghindarinya

Lembur adalah salah satu hal yang melelahkan, namun praktiknya masih banyak dilakukan. Padahal lembur membuat manajemen waktu menjadi kacau, dan waktu istirahat menjadi berkurang. Bahkan berpotensi ikut mempengaruhi kualitas pekerjaan. Lalu apa saja yang dapat dikategorikan sebagai lembur? Lembur dapat dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari bekerja dengan jumlah jam kerja lebih dari total jam kerja yang seharusnya. Kemudian, datang ke kantor lebih awal dan atau pulang lebih akhir daripada karyawan lain. Hingga, lembur dengan cara masuk pada hari libur. Itu semua adalah bentuk dari lembur kerja.
Dewasa ini semakin banyak karyawan yang memilih lembur atau terpaksa lembur. Menurut sebuah penelitian, 3,43 juta dari 10 juta karyawan masih melakukan lembur kerja. Artinya, masih ada setidaknya 1/3 karyawan yang lembur kerja. Mengingat risiko melakukan lembur kerja lebih besar daripada manfaatnya, tentu Anda sebagai HR perusahaan harus memerhatikan masalah lembur ini. Berikut ini adalah tips menghindari lembur karyawan Anda.

1. Buat Skala Prioritas

Banyaknya tugas dengan batas waktu yang bersamaan seringkali membuat Anda melupakan tugas-tugas yang bisa jadi dianggap remeh. Akhirnya, Anda terpaksa mengambil jam lembur karena tidak ada lagi waktu untuk mengerjakannya. Oleh karena itu, membuat skala prioritas adalah langkah penting. Urutkan dan catat pekerjaan dari yang paling penting hingga pekerjaan yang kecil sekalipun. Dengan begitu, tidak ada lagi pekerjaan yang akan terlewatkan.

2. Kenali dan Kontrol Diri dari Gangguan

Gangguan pekerjaan di kantor bisa berupa banyak hal. Mulai dari menanggapi obrolan teman satu tim, menjawab pesan singkat, hingga menjelajahi dunia maya. Semua aktivitas yang dapat mendistraksi Anda dari penyelesaian pekerjaan adalah gangguan. Kontrol diri Anda dalam menghadapi berbagai macam gangguan tersebut. Lakukan hal-hal di atas sesuai dengan kebutuhan dan seperlunya saja. Dengan begitu, pekerjaan akan selesai tepat waktu tanpa harus melakukan lembur.

3. Coba Majukan Deadline

Salah satu cara lain menghindari lembur adalah dengan menyelesaikan semua pekerjaan sebelum batas waktunya. Batas waktu atau deadline setiap pekerjaan pasti berbeda-beda dan biasanya tergantung pada tingkat kesulitan pekerjaan tersebut. Agar tidak ada pekerjaan yang melewati deadline, Anda dapat menyiasatinya dengan memajukan deadline beberapa pekerjaan yang penyelesaiannya tidak butuh banyak waktu. Selain mencicil pekerjaan, Anda juga akan mendapat tambahan waktu untuk mengerjakan hal-hal yang rumit atau butuh ketelitian tinggi.

4. Ciptakan Suasana Kondusif

Setiap karyawan pasti memiliki kriteria suasana kondusif untuk bekerja yang berbeda-beda. Ada karyawan yang justru produktif jika bekerja di malam hari karena suasananya lebih tenang. Padahal jam kerja yang harus ditepati adalah pagi hingga siang. Jika begitu, karyawan harus bisa menciptakan suasana kondusif mereka masing-masing dan tidak menunggu suasana tersebut datang. Salah satu contohnya adalah sambil mendengarkan musik atau bekerja ditemani cemilan kesukaan. Dengan begitu, karyawan akan tetap produktif dan terhindar dari lembur kerja.

5. Mengelola Meeting yang Efektif

Apabila Anda atau ada karyawan yang menjadi pemimpin meeting, maka manajemen meeting harus dijalankan secara efektif. Menurut penelitian, meeting adalah pembunuh waktu bekerja karyawan yang paling besar. Tentu ketika jam kerja terlalu banyak dihabiskan untuk meeting yang berbelit-belit, alokasi waktu menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih sedikit. Maka dari itu, manajemen meeting yang efektif harus selalu diterapkan.

6. Jangan Takut Bilang “Tidak”

Terkadang lembur harus dilakukan karena beban kerja selalu ditambah dan karyawan yang bersangkutan tidak mampu menolak tambahan pekerjaan tersebut. Semua karyawan, termasuk Anda, harus mengenali batasan diri terkait maksimal beban kerja yang dapat diselesaikan.
Ketika sudah mencapai batasan kemampuan yang seharusnya, Anda harus bisa menolak tambahan pekerjaan. Apalagi jika tambahan pekerjaan tersebut memang bukan jatah pekerjaan Anda. Berani mengatakan “tidak” adalah salah satu pencegahan lembur kerja.

7. Biasakan Pulang Tepat Waktu

Ketika Anda sudah membiasakan hal-hal diatas, Anda akan memiliki jam pulang yang teratur. Konsisten dan disiplin dengan jam kerja akan menunjukkan profesionalitas. Bekerja diluar jam kerja bukanlah bentuk loyalitas. Teman kerja atau atasan akan paham bahwa Anda memiliki kebiasaan tepat waktu sehingga mereka tidak akan memberi Anda tambahan pekerjaan. Tertib melaksanakan pekerjaan juga akan mempengaruhi kualitas hasil kerja Anda agar tetap stabil.

8. Manfaatkan Teknologi atau Aplikasi Pendukung Pekerjaan

Karyawan yang memiliki jenis pekerjaan kompleks seperti tim HR, pasti memiliki tugas yang lebih banyak dan memiliki kerumitan yang tinggi daripada karyawan bagian lain. Sehingga butuh lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya. Maka dari itu, akan jauh lebih baik jika Anda menggunakan teknologi atau aplikasi HR. Selain menghemat waktu bekerja Anda, aplikasi HR juga akan menghindarkan Anda dari risiko kesalahan yang fatal. Kesalahan dalam mengelola data karyawan juga menjadi salah satu penyebab lembur kerja.
Anda tertarik untuk membagikan tips di atas bersama karyawan lain? Memang prakteknya tidak semudah membalikkan telapak tangan namun patut dicoba. Terlebih lagi tips terakhir yang dinilai paling penting dan harus segera diterapkan. Bagaimana tidak? Aplikasi pendukung pekerjaan seperti aplikasi HR adalah salah satu cara yang efektif dan efisien dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan Anda sebagai HR. Dengan berbagai fitur canggihnya, aplikasi HR seperti Talenta akan membantu menyelesaikan tugas administratif Anda lebih cepat. Tunggu apalagi, coba demo Talenta di sini.


PUBLISHED17 Sep 2019
Ervina
Ervina