Insight Talenta

Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Setelah Lebaran

Penyebab Turnover Karyawan Tinggi Setelah Lebaran

Turnover adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari perusahaan. Turnover karyawan yang tinggi pun bisa menjadi masalah yang sangat genting. Meskipun perusahaan Anda sudah diusahakan nyaman untuk bekerja, pensiun tetap tidak bisa dihambat. Namun bagaimanapun juga angka turnover karyawan harus diusahakan serendah mungkin. Artinya, karyawan dengan usia muda yang sering berpindah-pindah tempat bekerja harus dicegah. Waktu dan biaya perekrutan yang dikeluarkan perusahaan cukup besar sehingga akan menghabiskan lebih banyak lagi jika karyawan yang didapat justru keluar. Selain itu, hal ini juga akan menurunkan produktivitas perusahaan karena harus mengalami kekosongan posisi hingga mendapat karyawan pengganti yang baru.

Sayangnya terdapat 1 fakta menarik sekaligus memprihatinkan bagi perusahaan. Tren yang terjadi di kalangan karyawan adalah mereka lebih suka keluar dari perusahaan atau resign setelah lebaran. Hal ini membuat lonjakan turnover karyawan yang cukup tinggi. Seperti yang sudah disinggung di atas, turnover karyawan harus dijaga serendah mungkin untuk menghindari kerugian finansial karena operasional perusahaan terganggu. Lalu apa penyebab tingginya turnover karyawan setelah lebaran? Bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya.

Penyebab Turnover Meningkat

Banyak ulasan yang menjelaskan mengenai penyebab meningkatnya turnover karyawan setelah libur lebaran. Terdapat 2 penyebab yang paling umum ditemui oleh para manajer yang melepas karyawannya. Pertama, karena para karyawan sudah menerima THR (Tunjangan Hari Raya). Besaran THR yang didapatkan karyawan adalah sebesar upah 1 bulan. Ketentuan mendapatkan THR termasuk mudah dan tidak membedakan status kerja karyawan. Karyawan suatu perusahaan yang dikenakan PHK atau mengundurkan diri 30 hari sebelum hari raya tiba akan mendapat THR. Namun tidak akan mendapatkan THR jika dia di PHK atau resign lebih dari 30 hari sebelum hari raya. Karena ketentuan tersebut, banyak karyawan yang ingin resign memilih waktu setelah lebaran atau hari raya agar mereka tetap mendapatkan THR.

Kedua, banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja setelah lebaran. Hal ini menjadi momen bagi karyawan yang sudah memiliki keinginan resign sejak lama. Dengan keluar saat banyak lowongan kerja yang dibuka, mereka tidak akan berlama-lama menganggur atau mendapat pekerjaan yang baru. Alasan ini biasanya ditemui pada karyawan dengan usia yang relatif muda dan ingin mencari pengalaman yang lebih menantang. Momen libur lebaran atau cuti bersama yang cukup panjang juga secara tidak langsung membuat mereka memiliki waktu berpikir untuk keluar dari perusahaan yang cukup lama.

Alasan-alasan tersebut tentu tidak datang dengan cara tiba-tiba. Sebelum ada momen lebaran, pasti sudah ada faktor-faktor pendorong lain yang membuat karyawan ingin keluar dari perusahaan. Maka dari itu harus ada cara untuk menyiasatinya agar turnover karyawan setelah lebaran tidak selalu tinggi setiap tahunnya.

Baca juga: Turnover Karyawan Jadi Masalah Menakutkan Perusahaan, Apa Solusinya?

Cara Mengatasi dan Menyiasati

  1. Menaikkan status  karyawan

    Dengan menaikkan status karyawan dari karyawan kontrak menjadi karyawan tetap akan membuat karyawan tersebut berpikir kembali untuk keluar dari perusahaan. Mereka akan mempertimbangkan hal tersebut karena akan merasa rugi jika tidak mengambil kesempatan baik seperti itu. Begitu juga dengan karyawan yang sedang masuk masa percobaan, jangan menunda-nunda pengangkatan mereka menjadi karyawan tetap apabila sudah cukup 3 bulan. Diskusikan hal ini dengan anggota tim HR lain agar keputusan tersebut juga bisa diimbangi dengan baiknya kualitas karyawan yang akan menjadi karyawan tetap.

  2. Pelatihan antar divisi

    Bagi karyawan yang relatif masih muda atau fresh graduate dan butuh pengalaman baru yang lebih luas, Anda dapat mengadakan program pelatihan antar divisi. Hal ini akan menambah pengalaman karyawan tanpa harus keluar dari perusahaan. Selain itu, mereka juga akan meningkatkan kemampuan dan keahlian di beberapa bidang atau divisi.

  3. Sosialisasikan jenjang karir

    Membuka jenjang karir yang menjanjikan bagi karyawan akan membuat mereka semakin semangat menjalani pekerjaan. Hal ini juga akan meningkatkan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Maka dari itu, semua karyawan harus dipastikan mengetahui potensi karir yang meningkat ini dengan sosialisasi secara menyeluruh. Dengan begitu, mereka akan berusaha mendapat prestasi dan tidak terpikirkan untuk keluar dari perusahaan.

  4. Proses rekrutmen terus menerus

    Jika cara-cara di atas masih dirasa kurang mengena, maka ada baiknya Anda melakukan rekrutmen secara terus menerus. Artinya, Anda dapat merekrut karyawan baru tanpa harus menunggu adanya posisi yang kosong. Sehingga Anda memiliki daftar karyawan yang siap bekerja. Agar calon karyawan baru tidak merasa digantungkan, Anda dapat memberi mereka keputusan yang tidak  mengikat sehingga mereka diberi kebebasan untuk melamar kerja di perusahaan lain. Jadi sebisa mungkin untuk menjaga kontak dan hubungan yang baik dengan calon karyawan.

Itu tadi beberapa penyebab dan cara menyiasati turnover karyawan yang tinggi setelah lebaran. Hal terpenting setelah Anda berusaha menekan angka turnover karyawan adalah berusaha mempertahankan karyawan dengan meningkatkan loyalitas mereka. Anda juga sebisa mungkin terus memantau naik turunnya angka turnover karyawan. Hal ini akan menjadi lebih mudah dengan bantuan aplikasi Talenta yang efektif dan efisien dalam mengelola data karyawan. Yuk coba demo Talenta di sini. 


PUBLISHED03 Mar 2020
Ervina
Ervina