Pelajari Cara Bijak nan Tepat Menyampaikan Kritik Kepada Karyawan

Pelajari Cara Bijak nan Tepat Menyampaikan Kritik Kepada Karyawan

Sebagai seorang pemimpin dalam perusahaan, tak bisa dipungkiri Anda memang akan dituntut untuk bisa bersikap tegas tapi juga mengayomi semua rekan kerja atau karyawan. Namun sayangnya, karena terjebak pada prinsip “ingin menyenangkan semua orang” atau “menghindari konflik” maka Anda cenderung lebih suka memenangkan hati karyawan dan jadi tak berani mengkritik mereka terutama saat ada kesalahan yang dilakukan.
Padahal tanpa Anda sadari, mengkritik itu penting dan wajib dilakukan oleh seorang pemimpin. Alasannya, sudah tentu agar si karyawan lebih dewasa karakternya dan cara kerjanya pun juga makin meningkat sesuai dengan harapan Anda sebagai pemimpin.
Agar tak terkesan menyakiti, sebenarnya ada cara-cara tepat nan bijak menyampaikan kritik kepada karyawan. Menurut Inc.com, berikut adalah beberapa cara yang biasa dilakukan oleh mantan Eksekutif Google bernama Kim Scott dalam menyampaikan kritiknya kepada karyawan.
Mari simak!
Tak bertele-tele, sampaikan secara to the point!
Menurut Kim, kritik kepada karyawan wajib dilakukan dengan cara yang benar dan penyampaiannya pun harus tegas alias to the point. Hindari menggunakan kata-kata yang cenderung bertele-tele saat menyampaikan kritik atas kinerja atau performa karyawan Anda.
Sebagai pemimpin, bersikap hati-hati saat menghadapi suatu masalah atau tantangan adalah hal yang wajar. Namun, saat kondisinya Anda harus menyampaikan kritik maka tak ada salahnya menyingkirkan sedikit kehati-hatian Anda dan cobalah untuk lebih blak-blakan.
Memberi kritik secara blak-blakan lebih tepat dilakukan, karena masalah akan lebih cepat selesai dan inti dari masalah yang ingin disampaikan jadi mudah diketahui. Si karyawan jadi mengerti dimana letak kesalahan dan bisa dengan mudah Anda ajak diskusi untuk melakukan perbaikan atas kesalahan atau penurunan performa kerjanya.
Menyampaikan kritik harus percaya diri.
Hal yang tak kalah pentingnya saat menyampaikan kritik kepada karyawan adalah soal membangun kepercayaan diri pada diri Anda sendiri. Mau tak mau, Anda harus percaya diri pada setiap kritik atau kata-kata yang ingin disampaikan kepada karyawan.
Jika Anda tak percaya diri pada apa yang sedang Anda sampaikan, maka hal itu sangat berpengaruh pada output. Maksudnya, saat Anda salah mengungkapkan atau kurang percaya diri kala menyampaikan kritik maka kemungkinan Anda akan gugup dan bertele-tele tinggi.
Bukannya tersampaikan dengan baik, karyawan malah akan semakin bingung dengan hal apa yang coba Anda sampaikan. Walhasil, kesalahan tetap terjadi dan tak jarang akan menyebabkan kesalahan paham yang merembet ke hal lainnya yang sebenarnya tak ada kaitannya dengan kritik yang ingin Anda sampaikan pada karyawan.
Mengkritik tak hanya berhenti pada tutur kata saja, bimbing karyawan!
Ya, menyampaikan kritik atas pekerjaan atau kesalahan yang diperbuat karyawan memang tak bisa berhenti pada tutur kata saja. Karena, jika hanya berhenti pada tindak tutur saja maka hasil atau outputnya mungkin bakal tak sesuai dengan ekspektasi Anda.
Untuk itulah, luangkan waktu untuk beberapa saat membimbing atau minimal mengawasi kinerja dari karyawan Anda. Jangan ragu untuk terikat dan kerap mengkritik jika kesalahan masih dilakukan oleh karyawan.
Anda harus menjadi saksi sendiri, apakah ada perubahan sikap atau cara kerja pasca kritik diberikan kepada karyawan. Jika memang ada kegagalan, lakukan evaluasi segera apakah ada kesalahan dari cara Anda memimpin atau menyampaikan kritik.
Sumber data : www.inc-asean.com
Sumber gambar : www.foundr.com

 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED15 Dec 2017
talenta
talenta