Gaji karyawan terlambat dibayarkan merupakan kasus yang sering dialami oleh karyawan dalam suatu perusahaan. Ada bermacam alasan yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi. Misalnya, hari penggajian bertepatan dengan hari libur, penghitungan gaji belum terselesaikan, ataupun kondisi keuangan perusahaan memburuk. Untuk perusahaan, penundaan pembayaran gaji merupakan hal yang melanggar aturan ketenagakerjaan.

Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 95 Ayat (2), pengusaha yang secara sengaja ataupun tidak mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah akan dikenakan denda. Denda disesuaikan dengan persentase tertentu dari upah pekerja atau buruh. Persentase tersebut juga diatur oleh pemerintah pada Pasal 95 Ayat (3) Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Bagi karyawan yang mengalami keterlambatan pembayaran gaji, sangat wajar jika Anda merasa kesal. Apalagi jika banyak tagihan yang harus dibayar dan mendekati batas akhir pembayaran. Lalu apa yang bisa Anda lakukan bila terlambat menerima gaji? Simak 5 (lima) cara menyikapi gaji karyawan yang terlambat dibayarkan berikut ini.

1. Tanyakan Langsung

Idealnya, pembayaran gaji harus sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Misalnya, jika pembayaran gaji ditetapkan pada tanggal satu, maka pembayaran gaji harus tepat pada tanggal tersebut. Kontrak kerja dibuat sebagai dokumen yang berlaku secara hukum, sehingga sudah seharusnya orang yang terlibat di dalamnya taat pada aturan.

Jika karyawan mengalami pembayaran gaji terlambat, cara pertama untuk menyikapinya adalah menanyakan pada pihak terkait. Baik itu bagian supervisor atau bagian keuangan. Karyawan perlu menanyakan alasan mengapa gaji tersebut bisa terlambat dibayarkan serta kapan kemungkinan gaji akan cair. Gaji merupakan hak karyawan dan menjadi tanggung jawab perusahaan, maka jangan malu atau merasa tidak enak untuk menanyakannya.

2. Lakukan Perundingan

Cara kedua yang dapat karyawan gunakan untuk menyikapi gaji terlambat adalah dengan melakukan perundingan. Jika gaji karyawan tertahan karena kondisi keuangan perusahaan yang memburuk, perundingan merupakan cara terbaik yang dapat karyawan lakukan. Karyawan juga berhak mengingatkan tentang aturan dan denda yang akan diterima perusahaan jika telat membayarkan gaji kepada karyawan. Cobalah untuk tetap menggunakan cara-cara damai, serta hindari aksi mogok kerja ataupun demo. Jika dalam waktu 30 hari setelah perundingan dimulai tidak membuahkan hasil atau kesepakatan, karyawan bisa melibatkan Dinas Ketenagakerjaan untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

3. Kasbon

Perusahaan dengan skala besar umumnya akan memfasilitasi pinjaman uang yang dilakukan karyawan. Hal tersebut bisa menjadi cara untuk menyikapi gaji yang terlambat dibayar. Karyawan dapat meminta pinjaman dari kantor untuk sementara atau kasbon. Cara ini sering dilakukan oleh karyawan, pihak perusahaan kemudian akan memotong gaji karyawan untuk melunasi pinjaman tersebut. Namun, penting bagi karyawan untuk mengetahui kapan gaji akan cair, sehingga karyawan memiliki tolak ukur berapa uang yang akan dipinjam. Dengan mengetahui hal itu, karyawan tidak perlu meminjam terlalu banyak yang nantinya justru akan menjadi beban keuangan.

4. Gunakan Dana Darurat

Penting bagi karyawan untuk menyimpan uang untuk dana darurat. Dana darurat tersebut dapat karyawan gunakan untuk situasi gaji yang telat dibayarkan oleh perusahaan. Namun, pastikan untuk menggantinya saat gaji telah cair sehingga bisa digunakan kembali untuk situasi darurat lainnya. Dana darutat bisa berupa tabungan yang karyawan sisihkan dari hasil pendapatan. Dana darurat juga bisa karyawan gunakan untuk situasi sakit, kecelakaan, dan lain sebagainya.

5. Resign

Jika perusahaan masih memberikan kepastian kapan gaji akan cair, karyawan bisa menyikapi gaji yang terlambat dibayar dengan mencari pekerjaan tambahan. Daripada keterlambatan gaji hanya membuat karyawan marah, selagi menunggu gaji cair karyawan bisa berjualan ataupun bekerja sampingan untuk mencari tambahan uang.

Namun, jika perusahaan tidak memberikan kepastian kapan gaji akan cair, cara ekstrem yang bisa dijadikan solusi adalah mengundurkan diri. Mengundurkan diri atau resign bisa menjadi solusi terakhir jika perusahaan tidak hanya sekali dua kali terlambat membayar gaji. Keterlambatan gaji berkali-kali juga menjadi tanda bahwa perusahaan sedang tidak baik-baik saja atau bermasalah. Karyawan juga perlu berpikir ulang apakah perusahaan itu bisa diandalkan untuk menopang karir dan kehidupannya. Jika tidak, maka, resign menjadi cara terakhir menyikapinya.

Bila gaji karyawan terlambat dibayarkan memang terasa menjengkelkan, namun karyawan perlu tahu cara apa yang bisa diterapkan untuk menyikapinya. Begitu juga dengan perusahaan yang perlu mengelola keuangan dengan baik agar masalah tersebut tidak terjadi. Sebagai tim HR yang mengelola proses penggajian karyawan, perlu untuk menghitung gaji secara cermat dan akurat. Anda bisa menggunakan  aplikasi payroll Talenta untuk membantu Anda dalam proses penggajian. Dengan memanfaatkan fitur Payroll, Anda bisa menghitung gaji karyawan secara mudah, cepat, dan akurat. Talenta juga memberikan kemudahan untuk melakukan pembetulan perhitungan lebih mudah dan cepat daripada perhitungan manual. Selain itu, Talenta juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain seperti absensi, reimbursement, dan masih banyak lagi. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.