- Chief Technology Officer (CTO) adalah eksekutif yang bertanggung jawab menyusun strategi teknologi agar selaras dengan tujuan dan pertumbuhan bisnis perusahaan.
- Rekrut CTO berdasarkan kebutuhan bisnis, kemampuan memimpin transformasi teknologi, serta pengalaman membangun strategi dan tim engineering.
Transformasi digital membuat keputusan terkait teknologi tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab tim IT, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.
Kondisi ini juga mengubah cara HR merancang struktur organisasi dan merekrut pemimpin teknologi yang mampu mendorong inovasi sekaligus pertumbuhan bisnis.
Oleh karena itu, memahami peran Chief Technology Officer (CTO) menjadi penting, terutama bagi HR yang bertanggung jawab merekrut talenta eksekutif di bidang teknologi.
Artikel ini akan membahas pengertian CTO, tugas dan tanggung jawabnya, keterampilan yang dibutuhkan, kisaran gaji, hingga tips merekrut CTO yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Apa itu CTO?

CTO atau Chief Technology Officer adalah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab untuk membangun dan menjalankan strategi teknologi yang dapat membantu pencapaian bisnis perusahaan.
Seorang CTO hadir agar perusahaan mampu melihat peluang dari tren teknologi yang digunakan di industri saat ini dan di masa depan yang dapat memberikan dampak secara signifikan bagi produk dan layanan.
โMenurut Matt Mead, CTO dari SPR Inc. bahwa strategi teknologi yang dibangun CTO harus sejalan dengan strategi produk dan layanan perusahaanโ
Dengan kata lain, seorang CTO tidak hanya berfokus pada teknologi. Namun juga produk atau layanan, nilai, dan proses bisnis secara keseluruhan yang dijalankan perusahaan.
Oleh karena itu, ia tidak hanya hadir di perusahaan-perusahaan teknologi saja. selama perusahaan Anda membutuhkan data dan memerlukan diversifikasi produk melalui transformasi digital, perannya tetap dibutuhkan.
Baca Juga: Tingkatan Jabatan dalam Organisasi: Panduan Lengkap Untuk HR
Kenapa Peran CTO Penting bagi Perusahaan saat Ini?
Menurut Nick Jones, Vice President and Distinguished Analyst dari Gartner ada 3 hal yang membuat kenapa CTO penting saat ini dimiliki oleh perusahaan, yaitu sebagai berikut.
- Saat ini, bisnis dan inovasi teknologi semakin tidak terpisahkan. Bahkan peluang-peluang bisnis baru muncul dari adanya inovasi teknologi.
- Pemanfaatan cloud service yang mulai jamak digunakan oleh industri khususnya untuk pengolahan data
- Perusahaan dituntut lebih agile karena cepatnya perkembangan industri. Mulai dari perubahan minat konsumen, kondisi pasar, bahkan regulasi
Melihat betapa pentingnya peran eksekutif satu ini, sebenarnya peran apa saja yang menjadi tanggung jawab seorang CTO?
Apa Tugas dan Tanggung Jawab CTO?
Sejak akhir tahun 1970-an, peran CTO jadi salah satu peran eksekutif yang paling berkembang apalagi jika melihat industri saat ini memiliki fokus yang berbeda.
Jika 20-30 tahun lalu bisnis berfokus pada produk, saat ini bisnis sudah beralih fokus pada seluruh aspek bisnis, baik konsumen, karyawan,maupun teknologi.
โCTO yang baik harus memahami bisnis secara keseluruhan, membuat aliran pendapatan baru, melakukan simplifikasi operasional, dan mampu mengurangi risikoโ – Nick Jones, VP and Distinguished Analyst Gartner.
Sebagai gambaran, berikut tanggung jawab seorang Chief Technology Officer pada perusahaan.
- Mengembangkan, mengkaji, mengimplementasi, sekaligus mengawasi strategi pengembangan teknologi pada bisnis termasuk di dalamnya kebijakan dan prosedur penggunaan
- Sama halnya dengan jabatan eksekutif lain, CTO bertanggung jawab untuk memaksimalkan pendapatan khususnya melalui penerapan teknologi
- Bersama-sama dengan jabatan eksekutif lain untuk melakukan Research and Development (R&D) produk dan layanan yang dimiliki perusahaan
- meningkatkan kualitas produk, layanan, dan consumer experience melalui pengembangan teknologi
- Mencari peluang penggunaan teknologi yang dapat diterapkan oleh perusahaan baik melalui inovasi maupun kerjasama dengan pihak ketiga
- Menghindari dan mengurangi risiko bisnis melalui pengembangan teknologi
- Menciptakan dan merawat visi teknologi (tech vision) kepada perusahaan sehingga perusahaan bukan hanya memanfaatkan teknologi namun mengakar ke budaya operasional.
Selain itu, secara tidak langsung seorang CTO juga ikut menentukan standar SDM atau karyawan yang akan mengisi jabatan teknis yang berkaitan dengan pengembangan teknologi.
Perbedaan CTO dengan Jabatan Lain
Seperti yang Anda tahu, jabatan eksekutif atau C-level memiliki beberapa jenis yaitu CEO, COO, CMO, CFO, dan yang paling mendekati adalah CIO.
CEO (Chief Executive Officer) adalah jabatan tertinggi yang ada di jajaran ini karena bertanggung jawab atas keseluruhan aktivitas perusahaan.
Sementara COO atau Chief Operating Officer adalah jabatan eksekutif yang bertanggung jawab terhadap proses operasional sehari-hari perusahaan. Meliputi pengadaan alat hingga rekrutmen.
Berbeda lagi dengan CMO atau Chief Marketing Officer yang bertanggungjawab atas strategi pemasaran perusahaan.
Baca juga: Pengertian dan Tugas CMO
Sementara CFO (Chief Finance Officer) merupakan jabatan eksekutif yang membawahi segala aktivitas keuangan perusahaan.
Jika melihat definisinya, jelas antara CTO, CEO, CMO, CFO, dan COO jelas berbeda. Namun ada dua jabatan yang sejatinya lahir beberapa tahun belakangan yaitu CIO atau Chief Information Officer.
Perbedaan CTO dan CIO
Beberapa tahun terakhir, CIO hadir sebagai peran eksekutif yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi di samping peran CTO.
Meski begitu, keduanya memiliki peran yang berbeda. Menurut Matt Mead, CTO dari SPR Inc. Jabatan CIO lebih teknis dibanding CTO.
CIO berfokus pada implementasi teknologi sehari-hari yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Misalnya, keamanan siber, kelayakan perangkat keras, hingga pengadaan software yang digunakan.
Sementara mengutip McKinsey, CTO lebih mengedepankan pendekatan eksternal bagaimana teknologi yang digunakan perusahaan memberikan dampak kepada konsumen, pesaing, stakeholder, atau regulator.
Keterampilan yang Dibutuhkan
Apa saja yang keterampilan yang dibutuhkan oleh seorang CTO? Mekari Talenta membaginya menjadi dua yaitu technical skill dan professional skill.
Meskipun CTO tidak melakukan pekerjaan teknis, setidaknya orang yang memiliki jabatan ini harus memiliki dasar technical skill berikut ini.
- Memahami bahasa pemrograman. Hal ini karena CTO biasanya berangkat dari posisi-posisi IT dan developer
- Memahami framework dalam pengembangan perangkat lunak
- Memiliki pengetahuan dasar konsep cloud computing dan Internet of Things (IoT)
- Memahami keamanan siber dan risiko-risiko keamanan siber
- Memahami Project Management sebagai dasar untuk mengembangkan proyek
- Mengetahui regulasi pemerintah dan stakeholder yang berkaitan dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi
- Mampu membaca dan menginterpretasi data.
Selain technical skill tadi, seorang CTO juga harus dibekali dengan professional skill sebagai berikut.
- Growth mindset dan adaptability yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan, memiliki keingintahuan yang tinggi untuk berkembang
- Communication skill. Mereka wajib memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mengingat mereka akan terlibat dengan pihak-pihak luar seperti pemerintah, pihak ketiga, dan konsumen
- Leadership skill. Memiliki jabatan tertinggi, seorang CTO juga wajib memiliki kemampuan untuk memimpin dan mengembangkan tim
- Problem-solving skill. Mampu memahami dan memecahkan masalah dengan cepat dan baik. Mereka juga harus mengambil keputusan secara cepat
- Business Acumen. Kemampuan untuk memahami bisnis secara keseluruhan
- Strategic and critical thinking. Kemampuan untuk berfikir secara kritis dan strategis, tidak berfokus pada status quo yang ada
- Inovatif dan memiliki tech vision. Seorang CTO harus terus haus dengan hal-hal baru dan memiliki mindset bahwa teknologi mampu membantu bisnis secara positif.
Baca juga: Peran dan Kualifikasi Chief Operating Officer (COO) dalam Perusahaan
Rentang Gaji atau Upah CTO
Gaji atau upah CTO di setiap negara berbeda-beda. Bahkan untuk setiap sektor dan skala bisnis juga berbeda-beda.
Semakin dibutuhkannya di suatu negara, maka semakin besar kemungkinannya gaji CTO di negara tersebut.
Mengutip CIO.com pada tahun 2019, rentang gaji CTO di Indonesia menempati urutan kedua terbesar setelah Singapura.
Gaji yang diterima yaitu di antara USD 29,400 hingga USD 37,100 per tahun. Jika dirupiahkan yaitu sekitar Rp39 juta hingga Rp49 juta.
Secara spesifik di Jakarta, Glassdoor memiliki datanya sendiri. Gaji CTO menurut data mereka pada bulan Februari tahun 2024 yaitu tertinggi di angka Rp81 juta dengan rata-rata gaji Rp48 juta per bulan.
Dengan memahami peran dan tanggung jawab seorang CTO, sebagai individu anda dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memimpin bidang teknologi informasi dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.
Sebagai HR atau pemilik bisnis, memahami peran satu ini juga membantu memetakan kebutuhan jabatan strategis di perusahaan Anda khususnya untuk pengembangan teknologi.
Lalu kapan waktu yang tepat merekrut seorang CTO?
Mengutip Storm 6, waktu yang tepat untuk merekrut seorang CTO bagi startup adalah saat pada seed stage ketika perusahaan kali pertama mendapatkan pendanaan awal.
Sementara secara siklus bisnis, waktu yang tepat untuk merekrut seorang CTO ketika perusahaan mencapai tahap maturity, yaitu di saat perusahaan membutuhkan optimasi produk melalui teknologi.
Tips Merekrut CTO yang Tepat untuk Perusahaan
Merekrut Chief Technology Officer (CTO) berbeda dengan merekrut posisi teknis lainnya. Selain memiliki kompetensi teknologi, seorang CTO juga harus mampu menerjemahkan strategi bisnis ke dalam roadmap teknologi yang dapat mendukung pertumbuhan perusahaan.
Oleh karena itu, HR perlu mengevaluasi kandidat tidak hanya berdasarkan pengalaman teknis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan visi jangka panjang.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merekrut CTO.
1. Tentukan Peran CTO sesuai Tahap Pertumbuhan Perusahaan
Kebutuhan CTO pada setiap perusahaan tidak selalu sama. Startup tahap awal biasanya membutuhkan CTO yang mampu membangun produk dan tim engineering dari nol.
Sementara perusahaan yang lebih matang cenderung membutuhkan CTO yang fokus pada transformasi digital, inovasi produk, tata kelola teknologi, serta skalabilitas sistem.
Sebelum memulai proses rekrutmen, pastikan HR dan stakeholder memiliki kesepakatan mengenai ekspektasi peran, KPI, serta tanggung jawab yang akan diemban CTO.
2. Evaluasi Pengalaman Memimpin Transformasi Teknologi
Kemampuan teknis memang penting, tetapi pengalaman memimpin perubahan memiliki nilai yang lebih besar bagi seorang CTO.
Saat proses wawancara, HR dapat menggali pengalaman kandidat dalam:
- memimpin implementasi teknologi baru;
- membangun atau mengembangkan tim engineering;
- melakukan modernisasi sistem lama (legacy system);
- mengelola migrasi cloud atau transformasi digital; serta
- meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi.
Pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan kandidat dalam menghadapi tantangan bisnis yang nyata.
3. Pastikan Kandidat memiliki Business Acumen
CTO yang efektif tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai bisnis.
Karena itu, HR dapat mengevaluasi kemampuan kandidat dalam menjelaskan:
- bagaimana teknologi mendukung pertumbuhan bisnis;
- cara menentukan prioritas investasi teknologi;
- pendekatan mengukur ROI dari proyek teknologi; serta
- strategi mengelola risiko teknologi.
Kandidat yang mampu menjelaskan aspek tersebut umumnya lebih siap berkolaborasi dengan jajaran direksi dan pemangku kepentingan lainnya.
4. Nilai Kemampuan Komunikasi dan Kepemimpinan
Seorang CTO akan berinteraksi dengan berbagai pihak, mulai dari CEO, CFO, tim produk, hingga vendor teknologi. Oleh karena itu, kemampuan menyampaikan ide yang kompleks secara sederhana menjadi salah satu kompetensi utama.
Selain wawancara teknis, HR dapat menggunakan behavioral interview atau leadership assessment untuk menilai bagaimana kandidat mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, serta membangun kolaborasi lintas fungsi.
5. Gunakan Proses Rekrutmen yang Terstruktur
Posisi CTO merupakan salah satu jabatan strategis yang membutuhkan proses seleksi lebih komprehensif dibandingkan posisi lainnya.
Idealnya, proses rekrutmen mencakup beberapa tahapan, seperti:
- screening pengalaman dan rekam jejak;
- wawancara kompetensi dan kepemimpinan;
- presentasi strategi atau studi kasus bisnis;
- asesmen psikometri atau leadership assessment; dan
- reference check kepada atasan maupun rekan kerja sebelumnya.
Pendekatan ini membantu HR memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kompetensi dan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan.
Rekrut Talenta Teknologi Strategis Lebih Efektif dengan Mekari Talenta Recruitment
Merekrut seorang CTO membutuhkan proses yang lebih kompleks dibandingkan posisi lainnya.
HR tidak hanya harus menemukan kandidat dengan kemampuan teknis yang kuat, tetapi juga memastikan mereka memiliki kepemimpinan, business acumen, dan visi teknologi yang selaras dengan arah perusahaan.
Mekari Talenta merupakan platform Human Capital Management (HCM) yang membantu perusahaan mengelola seluruh siklus SDM.
Salah satu fiturnya adalah Recruitment, yang juga dapat digunakan sebagai solusi standalone sesuai kebutuhan perusahaan.
Mulai dari mengelola lowongan pekerjaan, menyaring kandidat, menjadwalkan interview, mengirim assessment, memantau setiap tahapan seleksi, hingga mendokumentasikan hasil evaluasi kandidat secara terpusat.
Mekari Talenta Recruitment juga dilengkapi dengan AI Candidate Scoring yang membantu HR mengidentifikasi kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan posisi berdasarkan kecocokan profil dan persyaratan jabatan.
Dengan proses rekrutmen yang lebih terstruktur dan berbasis data, HR dapat mengambil keputusan hiring secara lebih cepat, objektif, dan efisien.
Jadwalkan demo Mekari Talenta dan lihat bagaimana solusi Recruitment terintegrasi dapat membantu perusahaan menemukan, mengevaluasi, dan merekrut talenta strategis seperti CTO dengan proses yang lebih efektif.
