Peran dan Kualifikasi Chief Operating Officer (COO) dalam Perusahaan

By Jordhi FarhansyahPublished 06 Mar, 2024

Di dunia kerja, posisi C-level merupakan salah satu jabatan tertinggi yang tugasnya memimpin perusahaan. Di antara posisi C-level tersebut, terdapat COO atau Chief Operating Officer yang memegang peran penting dalam operasional perusahaan.

Apa saja tugas COO dan apa perbedaan dengan C-level lainnya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa itu Chief Operating Officer (COO)?

COO adalah singkatan dari Chief Operating Officer dan salah satu anggota senior dalam struktur manajemen sebuah perusahaan. Peran COO sering kali berfokus pada pengelolaan operasional sehari-hari dari perusahaan tersebut.

Mereka bertanggung jawab atas menjalankan operasi inti perusahaan dengan efisiensi dan efektivitas, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan bisnisnya.

Tugas dan tanggung jawab COO dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis perusahaan, tetapi secara umum, mereka bertanggung jawab untuk mengelola berbagai aspek operasional, termasuk pengelolaan sumber daya, pengembangan proses operasional, pengawasan rantai pasokan, peningkatan kinerja operasional, dan kesiapan perusahaan untuk pertumbuhan dan perubahan.

Berdasarkan artikel dari Harvard Business Review, salah satu peran seorang COO adalah memimpin pelaksanaan strategi yang dikembangkan oleh para pemangku kepentingan. Ia juga membantu CEO yang memiliki berbagai komitmen eksternal. Mengelola perusahaan besar, terkadang membutuhkan dua set tangan dan COO biasanya bertanggung jawab untuk memberikan hasil secara harian atau pun per kuartal.

Keduanya juga sering bekerja sama untuk mencapai visi dan tujuan strategis perusahaan. Peran COO memainkan peran kunci dalam menjaga kelancaran operasi harian perusahaan dan mengkoordinasikan berbagai fungsi dan departemen untuk mencapai efisiensi dan keberhasilan keseluruhan perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab COO

Peran dan Kualifikasi Chief Operating Officer (COO) dalam Perusahaan

Chief Operating Officer (COO) adalah salah satu anggota senior dalam hierarki perusahaan dan memiliki peran penting dalam mengelola operasional sehari-hari dari perusahaan tersebut.

Tanggung jawab COO berfokus pada menjalankan operasi inti perusahaan secara efisien dan efektif, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuan bisnisnya. Peran dan tanggung jawab COO dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis perusahaan, tetapi beberapa tanggung jawab umumnya meliputi beberapa hal berikut ini.

Mengelola Operasi Harian

COO bertanggung jawab untuk memastikan bahwa operasi harian dari berbagai fungsi dalam perusahaan berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan strategis perusahaan.

Mengembangkan dan Menyempurnakan Proses Operasional

COO bertanggung jawab untuk mengembangkan, menyempurnakan, dan mengimplementasikan proses operasional yang efisien dan efektif. Ini termasuk mengevaluasi proses yang ada, mengidentifikasi area untuk peningkatan, dan menerapkan perubahan yang diperlukan.

Manajemen Sumber Daya

COO bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya perusahaan secara efisien, termasuk manajemen anggaran, pengelolaan biaya, dan alokasi sumber daya yang optimal untuk mencapai tujuan perusahaan.

Peningkatan Kinerja Operasional

COO bekerja untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan dengan mengidentifikasi dan mengimplementasikan inisiatif untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi.

Pengawasan Pasokan dan Rantai Pasokan

Di beberapa industri, COO bertanggung jawab untuk mengelola pasokan dan rantai pasokan perusahaan, memastikan ketersediaan bahan baku, pengelolaan inventaris, dan hubungan dengan pemasok.

Kepatuhan dan Kualitas

COO memastikan bahwa perusahaan mematuhi peraturan dan standar yang berlaku serta menjaga kualitas produk atau layanan yang tinggi.

Kesiapan untuk Pertumbuhan

COO membantu mempersiapkan perusahaan untuk pertumbuhan masa depan dengan merencanakan dan mengimplementasikan strategi operasional yang memungkinkan perusahaan untuk berskala dengan efisien.

Dengan memegang peran ini, COO berkontribusi secara signifikan terhadap kesuksesan dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. Kerjasama antara COO dengan anggota senior lainnya dalam manajemen eksekutif, seperti CEO dan CFO, sangat penting untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Perbedaan COO dengan Posisi Lain dalam C-Level

Membandingkan peran COO dengan Chief Executive Officer (CEO), Chief Financial Officer (CFO), Chief Technology Officer (CTO), Chief Marketing Officer (CMO), dan Chief Risk Officer (CRO), ada beberapa peran yang bisa membedekan semuanya. Berikut adalah perbedaannya.

Chief Executive Officer (CEO)

CEO adalah kepala tertinggi dalam sebuah perusahaan dan bertanggung jawab atas visi, strategi, dan arah keseluruhan perusahaan. Selain itu, CEO juga fokus pada pengambilan keputusan strategis, menjalankan hubungan dengan pemangku kepentingan, dan memastikan keseluruhan kesehatan dan pertumbuhan perusahaan.

Chief Financial Officer (CFO)

CFO bertanggung jawab atas manajemen keuangan dan risiko keuangan perusahaan. Tidak hanya itu, mereka juga memimpin kebijakan keuangan, perencanaan keuangan, pengelolaan risiko, pelaporan keuangan, dan strategi investasi.

Chief Technology Officer (CTO)

CTO bertanggung jawab atas strategi teknologi perusahaan dan pengembangan serta implementasi solusi teknologi yang mendukung tujuan bisnis. Selain itu, mereka juga bertanggung jawab dalam memimpin inovasi teknologi, pengembangan produk, pengelolaan infrastruktur TI, dan memastikan keamanan dan kepatuhan teknologi.

Chief Marketing Officer (CMO)

CMO bertanggung jawab atas strategi pemasaran perusahaan dan pengembangan merek, memimpin pengembangan dan implementasi strategi pemasaran, branding, promosi, dan hubungan masyarakat untuk mencapai tujuan pemasaran, serta meningkatkan citra merek.

Chief Risk Officer (CRO)

CRO bertanggung jawab atas manajemen risiko perusahaan, termasuk risiko operasional, kepatuhan, dan risiko keuangan. Ditambah lagi, mereka juga memimpin pengidentifikasian, penilaian, dan pengelolaan risiko perusahaan serta mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk mengurangi risiko dan kerugian potensial.

Keterampilan yang Dibutuhkan oleh COO

Menjadi seorang Chief Operating Officer (COO) membutuhkan kombinasi kualifikasi, pengalaman, dan keterampilan yang luas. Berikut adalah beberapa hal yang dibutuhkan.

Pendidikan

Kebanyakan COO memiliki gelar sarjana dalam bidang terkait seperti manajemen bisnis, administrasi bisnis, teknik industri, atau bidang terkait lainnya. Beberapa bahkan memiliki gelar lanjutan seperti MBA (Master of Business Administration) atau gelar lain dalam bidang manajemen atau teknis yang relevan.

Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja yang substansial dalam manajemen operasional, manajemen rantai pasokan, atau posisi kepemimpinan lainnya diperlukan untuk menjadi COO. Ini biasanya melibatkan beberapa tahun pengalaman di tingkat manajemen senior, dengan pengetahuan yang luas tentang berbagai aspek operasional perusahaan.

Kepemimpinan

Seorang COO harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk mengelola tim dan fungsi operasional perusahaan. Mereka harus bisa memotivasi, mengarahkan, dan menginspirasi staf mereka untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kemampuan Strategis

Sebagai mitra strategis CEO, seorang COO harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang visi dan tujuan perusahaan serta bagaimana operasi harian mendukung pencapaian tujuan tersebut. Mereka harus bisa berpikir secara strategis dan bekerja sama dengan CEO dan anggota manajemen senior lainnya untuk merencanakan strategi jangka panjang perusahaan.

Kemampuan Manajerial dan Organisasi

COO harus memiliki kemampuan manajerial yang baik untuk mengelola berbagai fungsi dan departemen dalam perusahaan. Ini meliputi kemampuan untuk mengembangkan dan menyempurnakan proses operasional, mengalokasikan sumber daya dengan efisien, dan memastikan kelancaran operasi harian.

Keterampilan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang baik sangat penting bagi seorang COO, baik dalam berkomunikasi dengan tim internal, berkolaborasi dengan anggota manajemen senior, maupun berinteraksi dengan pihak eksternal seperti klien, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kemampuan Analitis

COO harus memiliki kemampuan analitis yang kuat untuk menganalisis data, mengidentifikasi tren, dan membuat keputusan yang didasarkan pada bukti dan fakta. Ini memungkinkan mereka untuk membuat keputusan operasional yang lebih baik dan lebih strategis.

Kualifikasi dan keterampilan ini membantu seorang COO menjadi pemimpin operasional yang efektif dan berkontribusi secara signifikan terhadap kesuksesan dan pertumbuhan perusahaan.

Contoh Kualifikasi COO Ideal

Berikut adalah contoh-contoh kualifikasi COO ideal berdasarkan pengalaman dan prestasi sebelumnya, serta kemampuan untuk menyeimbangkan tugas operasional dengan visi strategis perusahaan.

1. Pengalaman Kerja yang Luas

Seorang COO ideal memiliki pengalaman kerja yang luas dalam berbagai aspek operasional perusahaan. Misalnya, mereka mungkin memiliki pengalaman dalam manajemen rantai pasokan, manufaktur, pengelolaan kualitas, pengembangan produk, atau layanan pelanggan.

2. Prestasi Terbukti

COO ideal memiliki rekam jejak prestasi yang kuat dalam peran-peran sebelumnya. Mereka mungkin telah memimpin proyek-proyek besar yang berhasil, meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas produk atau layanan, atau mengelola perubahan organisasional yang kompleks.

3. Kemampuan Kepemimpinan yang Kuat

COO harus memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk memimpin tim dan menginspirasi kinerja yang tinggi. Mereka mungkin telah memimpin tim-tim lintas-fungsional dan menciptakan budaya kerja yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil.

4. Kemampuan Strategis

COO ideal memiliki pemahaman yang mendalam tentang visi dan tujuan perusahaan serta bagaimana operasi harian mendukung pencapaian tujuan tersebut. Mereka mungkin telah berpartisipasi dalam perencanaan strategis perusahaan, membantu merumuskan inisiatif-strategis, dan memastikan implementasi yang sukses.

5. Kemampuan Analitis dan Pengambilan Keputusan

COO harus memiliki kemampuan analitis yang kuat untuk menganalisis data, mengidentifikasi tren, dan membuat keputusan yang didasarkan pada bukti dan fakta. Mereka mungkin telah menggunakan analisis data untuk mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional atau mengurangi biaya.

6. Kemampuan Komunikasi yang Efektif

COO harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan anggota tim, anggota manajemen senior, dan pihak eksternal lainnya. Mereka mungkin telah mengembangkan dan menyampaikan presentasi strategis, memfasilitasi diskusi tim, dan membangun hubungan yang kuat dengan klien, pemasok, dan pemangku kepentingan lainnya.

Contoh-contoh kualifikasi ini mencerminkan kombinasi pengalaman, prestasi, dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi seorang COO yang efektif dan berpengaruh dalam suatu organisasi.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai peran COO di dalam sebuah perusahaan. Jika Anda sedang mencari talenta untuk posisi COO atau mungkin yang lainnya, Anda bisa meningkatkan sistem rekrutmen Anda dengan fitur Advanced Recruitment dari Mekari Talenta.

Fitur ini memungkinkan Anda untuk membuat sistem rekrutmen yang terintegrasi mulai dari posting pekerjaan, sesi wawancara, tes, hingga onboarding karyawan. Hal ini dapat menyingkat waktu sehingga proses rekrutmen jadi lebih efisien.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Konsultasi bersama tim sales kami dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga.

Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.