Sekilas tentang PT Mitra Bali Sukses
PT Mitra Bali Sukses merupakan pemegang merek Mie Gacoan untuk wilayah Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara. Perusahaan ini pertama kali berdiri di Bali pada 2018 dan hingga saat ini telah mengoperasikan sekitar 75 outlet aktif yang tersebar di lebih dari 10 provinsi dan 45 kabupaten.
Sebagian besar outlet Mie Gacoan beroperasi selama 24 jam, dengan sistem kerja shift yang sangat dinamis. Saat ini, perusahaan memiliki sekitar 5.500 karyawan, dengan jumlah per outlet berkisar antara 50 hingga 90 orang. Seluruh operasional berada di bawah satu kepemilikan perusahaan, bukan sistem franchise, sehingga pengelolaan SDM dilakukan secara terpusat.
Tantangan bisnis dalam pengelolaan HR
Dengan skala operasional yang besar dan ekspansi yang agresif, pengelolaan SDM menjadi tantangan tersendiri bagi tim PT Mitra Bali Sukses.
- Pengelolaan ribuan karyawan lintas wilayah
Tim HR harus menangani karyawan yang tersebar di Bali, Nusa Tenggara, hingga Sumatera. Dengan total tim HR sekitar 20–25 orang, efisiensi sistem menjadi kunci agar operasional tetap berjalan. - Sistem shift yang sangat kompleks
Sekitar 60% outlet beroperasi 24 jam dengan total hingga 48 jenis shift berbeda. Perubahan jadwal bisa terjadi secara mendadak dan bahkan per 30 menit, sehingga pencatatan manual berisiko menimbulkan kesalahan absensi. - Tingginya mutasi karyawan
Mutasi, promosi, dan transfer, terutama di level kepala resto, terjadi cukup sering. Setiap perubahan berdampak pada approval line, akses admin, dan pengaturan jadwal, yang sebelumnya sulit dikontrol jika tidak menggunakan sistem terpusat. - Literasi digital karyawan yang beragam
Sebagian karyawan, terutama di daerah tertentu, belum terbiasa menggunakan email atau aplikasi digital. Hal ini membuat proses adaptasi sistem baru membutuhkan pendekatan dan pendampingan ekstra dari tim HR.
Mekari Talenta sebagai solusi tantangan HR
PT Mitra Bali Sukses mulai mengimplementasikan Mekari Talenta pada akhir 2024 melalui pilot project. Saat itu, perusahaan memiliki sekitar 3.700–3.800 karyawan, namun data yang berhasil masuk ke sistem baru sekitar 20% dari total karyawan.
Dengan tim implementasi hanya tiga orang, proses migrasi dilakukan secara bertahap. Dalam waktu tiga bulan, sekitar 3.500 karyawan berhasil terdaftar dan aktif menggunakan Mekari Talenta.
Mekari Talenta digunakan sebagai sistem utama untuk absensi, cuti, mutasi, promosi, transfer, hingga performance review. Seluruh urusan HR diwajibkan melalui satu sistem (one gate system), sehingga data lebih tertib dan mudah dikontrol.
Hasil nyata yang dirasakan oleh PT Mitra Bali Sukses
Setelah menggunakan Mekari Talenta, tim HCS merasakan dampak signifikan dalam pengelolaan SDM sehari-hari:
- Operasional HR lebih terkontrol
Seluruh data karyawan tersimpan dalam satu sistem terpusat, memudahkan monitoring lintas outlet dan wilayah. - Pengelolaan shift lebih rapi
Meski jadwal sangat dinamis, pengaturan shift kini dapat dikelola langsung oleh kepala resto dengan akses terbatas sesuai peran masing-masing. - Proses performance review lebih sistematis
Performance review digunakan untuk perpanjangan kontrak, promosi, dan demosi, dengan sistem yang otomatis memberi pengingat 45 hari sebelum kontrak berakhir. - Koordinasi lintas wilayah lebih efektif
Pembagian region dan dukungan komunikasi melalui grup regional membantu tim HR memberikan pendampingan dan reminder secara lebih terstruktur. - Karyawan dan PIC outlet lebih mandiri
Melalui training rutin, visual panduan, dan edukasi berkelanjutan, PIC outlet dapat mengelola absensi dan jadwal tanpa harus selalu bergantung pada tim pusat.
“Dengan Mekari Talenta, semua urusan HR jadi satu pintu. Mau absensi, cuti, mutasi, sampai performance review, semuanya lewat sistem.”
Mekari Talenta di mata PT Mitra Bali Sukses
Bagi PT Mitra Bali Sukses, Mekari Talenta bukan sekadar sistem absensi, melainkan fondasi pengelolaan SDM dalam skala besar. Dengan tim HR yang relatif kecil, Talenta membantu memastikan seluruh proses berjalan lebih tertib, transparan, dan terstruktur.
Kini, pengelolaan karyawan lintas wilayah, multi-outlet, dan multi-shift dapat dilakukan dengan lebih efisien. Proses yang sebelumnya berpotensi menimbulkan banyak kesalahan manual dapat diminimalkan, sehingga tim HCS dapat lebih fokus pada pengembangan sistem dan peningkatan kualitas pengelolaan talenta seiring dengan ekspansi bisnis perusahaan.





