Pengelolaan payroll merupakan salah satu proses paling krusial dalam operasional bisnis modern. Payroll tidak hanya berkaitan dengan pembayaran gaji tepat waktu, tetapi juga mencakup kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan, pengelolaan keuangan perusahaan, serta menjaga kepercayaan karyawan.
Semakin besar dan kompleks sebuah organisasi, semakin tinggi pula tuntutan terhadap akurasi dan efisiensi proses payroll.
Dalam praktik penggajian, terdapat dua istilah penting yang sering digunakan, yaitu on-cycle payroll dan off-cycle payroll. Keduanya memiliki fungsi dan peran yang berbeda dalam sistem penggajian perusahaan.
Memahami perbedaan antara on-cycle dan off-cycle payroll membantu perusahaan menentukan metode yang tepat sesuai kebutuhan operasional, sekaligus mengurangi risiko kesalahan dan ketidakpatuhan.
Apa Itu On-Cycle Payroll?
On-cycle payroll adalah proses penggajian yang dilakukan secara rutin dan terjadwal sesuai dengan periode pembayaran yang telah ditetapkan perusahaan. Ini merupakan payroll utama yang digunakan untuk membayarkan gaji karyawan secara reguler.
Di Indonesia, on-cycle payroll umumnya dilakukan setiap bulan. Dalam satu siklus on-cycle payroll, perusahaan menghitung dan membayarkan seluruh komponen gaji yang bersifat rutin, seperti gaji pokok, tunjangan tetap, lembur, serta potongan wajib seperti PPh 21 dan iuran BPJS.
Keunggulan utama on-cycle payroll terletak pada konsistensinya. Karena jadwalnya tetap, perusahaan dapat merencanakan arus kas dengan lebih baik, sementara tim HR dan payroll dapat mengelola proses penggajian secara lebih efisien dan terstruktur. Selain itu, on-cycle payroll lebih mudah diaudit karena seluruh data tercatat secara sistematis.
Namun, keterbatasan on-cycle payroll adalah minimnya fleksibilitas. Jika terjadi kesalahan perhitungan atau ada kebutuhan pembayaran mendadak di luar jadwal, perusahaan tidak dapat langsung melakukan koreksi tanpa menjalankan proses payroll tambahan.
Apa Itu Off-Cycle Payroll?
Off-cycle payroll adalah proses penggajian yang dilakukan di luar jadwal payroll rutin. Payroll ini biasanya digunakan untuk pembayaran yang bersifat tidak reguler atau mendesak dan tidak dapat menunggu siklus on-cycle berikutnya.
Situasi yang umumnya memerlukan off-cycle payroll antara lain pembayaran gaji terakhir karyawan yang resign, pencairan bonus atau insentif, koreksi kesalahan payroll, atau pembayaran tunjangan satu kali. Dalam konteks regulasi ketenagakerjaan, off-cycle payroll sering kali diperlukan agar perusahaan tetap patuh terhadap kewajiban pembayaran tepat waktu.
Fleksibilitas menjadi keunggulan utama off-cycle payroll. Perusahaan dapat merespons kebutuhan karyawan secara cepat tanpa harus mengganggu jadwal payroll utama. Namun, off-cycle payroll juga membawa tantangan, terutama jika dilakukan terlalu sering. Proses ini cenderung membutuhkan usaha administratif tambahan dan berisiko menimbulkan kesalahan jika tidak dikelola dengan sistem yang memadai.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat: Chatbot HR dan Manfaatnya untuk Proses HR Modern
Perbedaan On-Cycle dan Off-Cycle Payroll
Perbedaan utama antara on-cycle dan off-cycle payroll terletak pada waktu pelaksanaan dan tujuan penggunaannya. On-cycle payroll dirancang untuk pembayaran gaji rutin yang bersifat massal dan terencana, sedangkan off-cycle payroll digunakan untuk kebutuhan pembayaran khusus yang bersifat insidental.
Sebagai contoh, pembayaran gaji bulanan yang dilakukan setiap tanggal 25 merupakan on-cycle payroll. Sebaliknya, jika seorang karyawan mengundurkan diri di pertengahan bulan dan perusahaan perlu segera membayarkan hak-haknya, maka pembayaran tersebut dilakukan melalui off-cycle payroll.
Kedua metode ini saling melengkapi. Perusahaan yang mampu mengelola keduanya dengan baik akan memiliki sistem payroll yang fleksibel tanpa mengorbankan kontrol dan kepatuhan.
Pertimbangan Payroll untuk Perusahaan di Indonesia
Di Indonesia, pengelolaan payroll tidak terlepas dari kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, seperti perhitungan PPh 21, iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, serta pembayaran kompensasi dan pesangon saat pemutusan hubungan kerja.
Off-cycle payroll sering kali menjadi kebutuhan dalam konteks ini, terutama untuk pembayaran gaji terakhir, penyesuaian pajak, atau insentif tertentu. Tanpa sistem payroll yang terintegrasi, perusahaan berisiko menghadapi kesalahan perhitungan dan kendala audit.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa proses on-cycle maupun off-cycle payroll terdokumentasi dengan baik dan dapat ditelusuri dengan mudah.
Baca juga: Memahami dan Mengimplementasikan Program Employee Financial Wellness
Bagaimana Memilih Metode Payroll yang Tepat
Pemilihan metode payroll tidak bersifat eksklusifโperusahaan hampir selalu membutuhkan keduanya. On-cycle payroll sebaiknya digunakan untuk seluruh pembayaran rutin, sementara off-cycle payroll digunakan secara selektif untuk kebutuhan khusus.
Agar proses payroll tetap efisien, perusahaan perlu meminimalkan penggunaan off-cycle payroll yang tidak perlu dan memastikan seluruh proses didukung oleh sistem yang terotomatisasi. Integrasi antara payroll, HR, dan absensi juga menjadi faktor penting dalam menjaga akurasi data.
Sistem payroll modern memungkinkan perusahaan menjalankan kedua metode tersebut dengan lebih terkontrol, sekaligus mengurangi beban administratif tim HR.
Baca juga: Apakah Data Payroll Harus Di-encrypt? Pentingnya Keamanan dalam Pengelolaan Penggajian
Kesimpulan
On-cycle dan off-cycle payroll memiliki peran yang berbeda namun sama-sama penting dalam sistem penggajian perusahaan. On-cycle payroll memberikan struktur, konsistensi, dan efisiensi, sedangkan off-cycle payroll memberikan fleksibilitas untuk menangani kebutuhan pembayaran yang bersifat khusus.
Perusahaan yang memahami perbedaan dan penggunaan masing-masing metode akan lebih siap menghadapi kompleksitas payroll, mengurangi risiko kesalahan, serta menjaga kepuasan karyawan. Evaluasi berkala terhadap proses payroll dan penggunaan teknologi yang tepat menjadi kunci dalam menciptakan sistem penggajian yang andal.
Mengelola on-cycle dan off-cycle payroll secara manual dapat menjadi rumit dan berisiko, terutama bagi perusahaan dengan jumlah karyawan yang besar.
Mekari Talenta membantu perusahaan mengotomatisasi proses payroll rutin maupun non-rutin, memastikan kepatuhan terhadap regulasi Indonesia, serta mengintegrasikan data payroll dengan sistem HR dan absensi secara menyeluruh.
Pertimbangkan penggunaan fitur Payroll Mekari Talenta untuk mengelola penggajian secara lebih efisien, akurat, dan terkendali.
FAQ: On-Cycle vs Off-Cycle Payroll
Apa perbedaan antara on-cycle dan off-cycle payroll?
On-cycle payroll adalah proses penggajian yang dilakukan secara rutin dan terjadwal sesuai periode pembayaran perusahaan, seperti gaji bulanan atau mingguan. Sementara itu, off-cycle payroll digunakan untuk pembayaran yang tidak reguler atau bersifat mendesak dan dilakukan di luar jadwal payroll utama.
Apakah off-cycle payroll wajib dilakukan di Indonesia?
Off-cycle payroll tidak bersifat wajib secara eksplisit. Namun, dalam praktiknya sering kali diperlukan untuk memenuhi kewajiban ketenagakerjaan dan perpajakan, seperti pembayaran gaji terakhir saat karyawan resign, pembayaran bonus, atau koreksi kesalahan penggajian agar tetap patuh terhadap regulasi yang berlaku.
Apakah off-cycle payroll meningkatkan biaya penggajian?
Ya. Off-cycle payroll dapat meningkatkan biaya administratif dan operasional, terutama jika dilakukan secara manual atau terlalu sering. Tanpa otomatisasi dan kontrol yang baik, off-cycle payroll juga berpotensi meningkatkan risiko kesalahan dan beban kerja tim HR dan payroll.
Apakah software payroll dapat menangani on-cycle dan off-cycle payroll sekaligus?
Bisa. Sistem payroll modern mampu mengotomatisasi proses on-cycle dan off-cycle payroll secara terintegrasi, sekaligus menjaga kepatuhan, akurasi perhitungan, dan audit trail yang jelas.
Referensi:
ADP โ What Is On-Cycle Payroll?
Deloitte โ Payroll Transformation and Automation
Gusto โ On-Cycle vs Off-Cycle Payroll
Paychex โ Off-Cycle Payroll Explained
Direktorat Jenderal Pajak โ PPh Pasal 21




