11 Jenis Tes Kepribadian yang Sering Digunakan dalam Proses Rekrutmen

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Highlights
  • Tes kepribadian adalah alat evaluasi untuk mengukur karakteristik psikologis kandidat, seperti emosi, nilai, dan kecenderungan perilaku.
  • Penerapan tes ini dalam rekrutmen membantu HRD menilai kecocokan budaya kerja (culture fit) serta meminimalkan risiko turnover karyawan.

Ada beragam jenis tes kepribadian yang dapat digunakan untuk keperluan yang berbeda-beda, mulai dari diagnosis kesehatan, membantu memprediksi bagaimana seseorang akan bereaksi di situasi tertentu, serta untuk rekrutmen karyawan.

Apa saja jenis tes tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Tes Kepribadian?

Tes kepribadian adalah alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek kepribadian seseorang, seperti sikap, nilai, emosi, preferensi, dan perilaku.

Tes ini dirancang untuk mengungkap bagaimana seseorang cenderung berpikir, merasa, dan bertindak dalam berbagai situasi, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Tes kepribadian dapat mencakup berbagai dimensi, seperti ekstraversi, ketelitian, keterbukaan terhadap pengalaman, keramahan, stabilitas emosional, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Tes Kepribadian yang Sering Digunakan dalam Rekrutmen

Berikut adalah penjelasan mengenai berbagai jenis tes kepribadian yang sering digunakan dalam rekrutmen.

Masing-masing tes kepribadian ini memiliki kegunaan khusus dalam rekrutmen, membantu perusahaan untuk lebih memahami kandidat dan memastikan mereka tidak hanya memenuhi persyaratan teknis tetapi juga cocok dengan budaya dan nilai-nilai perusahaan.

1. WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale)

Tes ini dirancang untuk menilai berbagai aspek intelektual, termasuk kemampuan verbal, memori kerja, kecepatan pemrosesan, dan penalaran perseptual.

WAIS sering digunakan dalam rekrutmen untuk mengevaluasi kemampuan kognitif umum, seperti kemampuan untuk belajar, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang kompleks.

2. Tes Enneagram

Tes Enneagram membantu mengidentifikasi tipe kepribadian dasar, yang mencakup berbagai motivasi, ketakutan, dan cara pandang individu terhadap dunia.

Dengan mengetahui tipe Enneagram kandidat, perusahaan dapat memahami lebih baik apa yang mendorong mereka, bagaimana mereka bereaksi dalam situasi tertentu, dan bagaimana mereka cocok dengan tim atau budaya perusahaan.

3. EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)

Tes ini mengevaluasi preferensi individu terhadap berbagai kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan penghargaan, persetujuan, kepercayaan, dan kebebasan.

Hasil dari EPPS dapat membantu perusahaan menentukan apakah preferensi pribadi kandidat sesuai dengan tuntutan dan budaya pekerjaan yang ada.

Baca juga: 17 Jenis Tes Psikologi yang Umum Digunakan dalam Proses Masuk Karyawan

4. Tes Kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

MBTI didasarkan pada empat dimensi utama: Extrovert/Introvert, Sensing/Intuition, Thinking/Feeling, dan Judging/Perceiving.

Tes ini membantu perusahaan memahami bagaimana kandidat mungkin berfungsi dalam tim, bagaimana mereka membuat keputusan, dan bagaimana mereka mengelola pekerjaan dan stres.

5. SSCT (Sack’s Sentence Completion Test)

Kandidat diminta untuk menyelesaikan kalimat yang tidak lengkap, yang membantu mengungkapkan pemikiran, perasaan, dan sikap yang mendasari.

Tes ini sering digunakan untuk mengidentifikasi konflik internal, motivasi tersembunyi, dan aspek-aspek lain dari kepribadian yang mungkin tidak terlihat dalam tes lain.

6. Big Five Personality Test

Tes ini mengevaluasi Openness (keterbukaan terhadap pengalaman), Conscientiousness (ketelitian), Extraversion (ekstroversi), Agreeableness (keramahan), dan Neuroticism (stabilitas emosional).

Selain itu, tes ini juga memberikan gambaran menyeluruh tentang kepribadian kandidat dan sering digunakan untuk menilai bagaimana mereka akan berfungsi dalam lingkungan kerja tertentu.

7. Rorschach Inkblot Test

Tes Rorschach Inkblot digunakan menginterpretasikan serangkaian gambar bercak tinta, yang kemudian dianalisis untuk mengungkap cara berpikir, perasaan, dan respon emosional mereka.

Anda juga akan mendapatkan wawasan mendalam tentang kepribadian seseorang, termasuk aspek yang mungkin tidak terlihat dalam tes yang lebih langsung.

8. Tes Kepribadian Gambar

Kandidat diberi gambar dan diminta untuk menggambarkan atau menafsirkan gambar tersebut. Kemudian, tes ini membantu dalam mengidentifikasi aspek kepribadian yang mungkin tidak mudah diungkapkan melalui tes verbal atau kuantitatif.

9. Tes 4 Tipe Kepribadian Manusia

Berdasarkan tes ini, tipe-tipe kepribadian tersebut adalah Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Phlegmatis. Tes ini membantu perusahaan memahami cara kerja dan interaksi kandidat, serta kecocokan mereka dengan tim atau peran tertentu.

10. RIASEC (Holland Code)

Berbeda dengan tipe 4 kepribadian, pada tes RIASEC terdapat enam tipe kepribadian: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional.

Tes ini sering digunakan dalam bimbingan karir untuk membantu kandidat menemukan peran yang sesuai dengan minat dan kepribadian mereka.

11. RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank)

Tes ini mengevaluasi minat dan preferensi individu terhadap berbagai jenis pekerjaan.

RMIB membantu perusahaan menentukan peran yang paling cocok untuk kandidat berdasarkan minat mereka, yang dapat meningkatkan kepuasan kerja dan produktivitas.

Baca Juga: Alat Tes Psikologi: Fungsi dan Manfaatnya

Mengapa HR Perlu Menggunakan Tes Kepribadian?

HR perlu melakukan tes kepribadian dalam proses rekrutmen dan pengembangan karyawan karena berbagai alasan yang signifikan. Berikut beberapa di antaranya.

1. Menilai Kesesuaian dengan Budaya Perusahaan

Tes kepribadian membantu HR untuk menilai apakah kandidat memiliki nilai, sikap, dan perilaku yang sejalan dengan budaya perusahaan. Kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan cenderung lebih mudah beradaptasi, bekerja sama, dan memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi.

Dengan memilih kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan, HR dapat mengurangi risiko konflik internal yang bisa timbul dari ketidakcocokan kepribadian.

2. Memilih Kandidat yang Tepat untuk Posisi Tertentu

Tes kepribadian membantu HR dalam menempatkan kandidat pada posisi yang sesuai dengan kecenderungan dan preferensi kepribadian mereka. Misalnya, seseorang yang memiliki sifat ekstrovert mungkin lebih cocok untuk peran yang melibatkan interaksi sosial, sementara introvert mungkin lebih cocok untuk pekerjaan yang memerlukan fokus dan konsentrasi.

Kandidat yang ditempatkan pada peran yang sesuai dengan kepribadian mereka cenderung lebih produktif dan memiliki kinerja yang lebih baik.

Baca juga: Mengenal Culture Fit Test: Pentingnya Mencocokkan Kandidat dengan Budaya Perusahaan

3. Mengurangi Tingkat Turnover Karyawan

Ketika karyawan merasa sesuai dengan pekerjaan dan lingkungan kerja mereka, mereka cenderung lebih puas dan loyal kepada perusahaan. Hal ini dapat mengurangi tingkat turnover, yang berarti mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan untuk merekrut dan melatih karyawan baru.

Dengan memahami dan mengakomodasi preferensi kepribadian karyawan, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang mendukung retensi jangka panjang.

4. Membantu dalam Pengembangan Karyawan

Tes kepribadian dapat mengungkap area di mana karyawan memerlukan pengembangan lebih lanjut, seperti kemampuan komunikasi, kerja tim, atau kepemimpinan.

HR dapat menggunakan hasil tes kepribadian untuk membantu karyawan merencanakan karir mereka dan mengarahkan mereka ke jalur pengembangan yang sesuai dengan kepribadian mereka.

5. Meningkatkan Efektivitas Tim

Dengan memahami kepribadian anggota tim, HR dapat membentuk tim yang memiliki kombinasi kepribadian yang seimbang. Tim yang terdiri dari berbagai tipe kepribadian cenderung lebih inovatif, efisien, dan mampu mengatasi tantangan dari berbagai perspektif.

Tes kepribadian memberikan wawasan tentang bagaimana anggota tim mungkin berinteraksi satu sama lain, yang membantu HR dalam mengelola dinamika tim secara efektif.

6. Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan

Tes kepribadian memberikan data objektif yang membantu HR dalam membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai kandidat. Ini mengurangi ketergantungan pada intuisi atau bias yang mungkin mempengaruhi proses seleksi.

Hasil tes kepribadian dapat menjadi dasar yang kuat untuk mengevaluasi kecocokan kandidat dan membuat keputusan yang lebih akurat dan adil.

Itulah tadi beberapa jenis tes kepribadian yang bisa menentukan apakah kandidat cocok dengan budaya perusahaan. Dengan melakukan tes kepribadian, HR dapat memastikan bahwa mereka tidak hanya memilih kandidat yang memiliki keterampilan teknis yang diperlukan.

Hal tersebut juga memastikan bahwa mereka adalah individu yang akan berkembang dan berkontribusi secara positif dalam lingkungan kerja yang ada.

Kemudian untuk membantu Anda dalam melaksanakan proses rekrutmen yang lebih efisien, Anda bisa menggunakan fitur Rekrutmen dalam software HRIS Mekari Talenta.

Mekari Talenta memiliki fitur rekrutmen lengkap yang prosesnya terintegrasi mulai dari posting lowongan pekerjaan, memiliki halaman rekrutmen untuk masing-masing perusahaan, pemantauan proses tahapan rekrutmen untuk masing-masing kandidat, hingga onboarding karyawan.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Diskusikan kebutuhan Anda bersama tim sales kami dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga.

Pertanyaan Seputar Tes Kepribadian

Apakah hasil tes kepribadian karyawan bisa berubah seiring berjalannya waktu?

Apakah hasil tes kepribadian karyawan bisa berubah seiring berjalannya waktu?

Ya, hasil tes kepribadian seseorang sangat mungkin mengalami perubahan atau pergeseran dalam jangka panjang. Hal ini terjadi karena kepribadian manusia dipengaruhi oleh akumulasi pengalaman hidup, kedewasaan usia, lingkungan kerja, serta trauma tertentu. Meskipun sifat dasar cenderung stabil, preferensi cara berpikir dan pengambilan keputusan seseorang dapat beradaptasi secara dinamis. Oleh karena itu, hasil tes kepribadian biasanya hanya dianggap akurat dan relevan untuk kurun waktu 1 hingga 2 tahun saja.

Bolehkah HRD menggugurkan kandidat hanya berdasarkan hasil tes kepribadian saja?

Bolehkah HRD menggugurkan kandidat hanya berdasarkan hasil tes kepribadian saja?

Secara profesional, HRD sebaiknya tidak menjadikan hasil tes kepribadian sebagai satu-satunya tolok ukur mutlak untuk menggugurkan kandidat. Tes kepribadian berfungsi sebagai instrumen pendukung untuk melihat kecocokan perilaku, bukan penentu kompetensi teknis. Mengeliminasi kandidat hanya karena tipe kepribadiannya tidak sesuai stereotip posisi bisa memicu bias rekrutmen yang merugikan perusahaan. Idealnya, hasil tes ini harus dikombinasikan dengan wawancara kompetensi dan tes kemampuan teknis (hard skills).

Apa perbedaan mendasar antara tes kepribadian proyektif dan objektif dalam psikotes?

Apa perbedaan mendasar antara tes kepribadian proyektif dan objektif dalam psikotes?

Perbedaan utamanya terletak pada format stimulus dan metode penilaian yang digunakan dalam tes tersebut. Tes objektif, seperti MBTI atau Big Five, menggunakan kuesioner pilihan ganda yang hasilnya bisa diskor secara eksak dan kuantitatif. Sebaliknya, tes proyektif seperti Rorschach atau tes gambar menggunakan stimulus ambigu untuk memancing kandidat memproyeksikan alam bawah sadarnya. Tes objektif lebih fokus pada pola perilaku sadar, sedangkan tes proyektif menggali aspek emosi yang lebih dalam.

Bagaimana cara HRD mengantisipasi kandidat yang berbohong (faking good) saat mengisi tes kepribadian?

Bagaimana cara HRD mengantisipasi kandidat yang berbohong (faking good) saat mengisi tes kepribadian?

Untuk mengantisipasi manipulasi jawaban, HRD dapat memilih alat tes yang memiliki skala validitas atau lie detector internal, seperti EPPS. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi konsistensi jawaban kandidat melalui pertanyaan sejenis yang diulang dengan format berbeda. Selain itu, HRD juga perlu menegaskan di awal sesi bahwa tidak ada jawaban benar atau salah dalam tes kepribadian. Langkah terakhir adalah memverifikasi kecocokan hasil tes tersebut melalui teknik behavioral interview saat tahapan wawancara.

Apakah tes kepribadian kognitif seperti WAIS tetap relevan digunakan untuk merekrut generasi muda saat ini?

Apakah tes kepribadian kognitif seperti WAIS tetap relevan digunakan untuk merekrut generasi muda saat ini?

Tes WAIS tetap sangat relevan karena mengukur kapasitas intelektual dasar, memori kerja, dan kecepatan pemrosesan informasi yang bersifat universal. Kemampuan kognitif yang diukur oleh WAIS sangat dibutuhkan untuk posisi yang memerlukan penalaran kompleks dan pemecahan masalah cepat. Namun, agar proses rekrutmen generasi muda lebih efektif, perusahaan disarankan mengombinasikannya dengan tes kepribadian modern. Pendekatan hibrida ini penting agar HRD bisa menilai kecerdasan kognitif sekaligus fleksibilitas emosional kandidat secara seimbang.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Kamelina S (2)
Kamelia Sandaniati S.E, CHRP

Kamelia adalah seorang People Operations Manager di GoTo Group dengan pengalaman 5 tahun di perusahaan tersebut. Secara keseluruhan, Kamelia memiliki pengalaman 9 tahun di bidang HR, berpengalaman di industri e-commerce dan pertambangan. Kamelia memiliki sertifikasi CHRP dan meraih gelar Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia dari Universitas Indonesia.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales