4 Hal Ini Menjadi Poin Utama Employee Engagement

4 Hal Ini Menjadi Poin Utama Employee Engagement

Employee engagement atau yang lebih dikenal sebagai keterlibatan karyawan pada umumnya merupakan hal yang esensial bagi perusahaan. Pasalnya, semakin tinggi keterlibatan kerja karyawan, semakin besar pula motivasi kerja karyawan untuk memberikan peforma terbaiknya. Oleh karena itu, banyak perusahaan menjadikan employee engagement sebagai salah satu goal utama dalam perusahaannya.
Beragam cara dan metode dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan yang dinilai berpengaruh pada produktivitas perusahaan tersebut. Sebelum melakukan beragam cara untuk meningkatkan keterlibatan karyawan, penting bagi perusahaan untuk mengetahui dan mengeksplorasi efek, tantangan, dan sentimen tentang employee engagement tersebut. Untuk membantu Anda memahami hal itu, berikut adalah 4 hal yang menjadi poin utama keterlibatan karyawan:

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Sebagian besar perusahaan hanya fokus pada cara meningkatkan employee engagement

Pencapaian keterlibatan karyawan yang tinggi hingga saat ini masih menjadi perhatian utama bagi banyak departemen SDM atau HRD. Namun, banyak perusahaan yang masih belum mengetahui lebih dalam tentang employee engagement itu sendiri. Beberapa perusahaan hanya mengisi laporan terkait cara yang digunakan untuk meningkatkan keterlibatan karyawan tanpa mengetahui berapa persentase karyawan yang benar-benar terlibat atau bagaimana feedback yang diberikan karyawan.
Pada survei yang dilakukan Bonusly, 44% karyawan setuju bahwa perusahaan memberikan upaya diskresioner, yang didefinisikan sebagai “kesediaan untuk memberikan yang terbaik di tempat kerja”. Namun, dalam survei tersebut ditemukan fakta bahwa banyak perusahaan yang percaya kurang dari 70% karyawan terlibat. Hal tersebut terlihat di perusahaan skala menengah, di mana hanya 14%  yang melaporkan bahwa 70% karyawannya terlibat. Hal tersebut pada dasarnya terjadi karena perusahaan lebih fokus dengan cara meningkatkan employee engagement tanpa mengetahui lebih detail sentimen dan efek dari cara yang dilakukan.

2. Kepercayaan pada atasan membawa pengaruh signifikan

Atasan tentu memiliki kekuatan dalam keterlibatan karyawan. Sebab, pemimpin adalah pendorong utama dalam budaya perusahaan. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap atasan menjadi hal yang penting terkait employee engagement. Ketika pemimpin perusahaan, termasuk atasan tidak bisa dipercaya, hal itu akan memiliki dampak signifikan pada moral dan keterlibatan seluruh elemen di perusahaan. Mendukung hal itu, dalam survei yang dilakukan Bonusly, sebanyak 80% profesional HR mengaitkan keterlibatan karyawan dengan kepercayaan kepada atasan.
Dengan mengetahui keterkaitan tersebut, pemimpin perusahan juga perlu memprioritaskan keterlibatan karyawan sebagai goal utama. Umumnya, perusahaan skala besar yang lebih mungkin memiliki pemimpin senior akan lebih memprioritaskan keterlibatan karyawan dibandingkan dengan perusahaan dengan skala kecil. Tak hanya itu, menurut survei, perusahaan yang telah menerapkan employee engagement dengan tepat akan jauh lebih mungkin menanamkan perilaku kepemimpinan yang baik dan dapat dipercaya. Dibandingkan dengan perusahaan yang tidak melibatkan karyawannya, perbandingan persentasenya adalah 58% berbanding 33%.

3. Keterlibatan karyawan erat dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan

Berdasarkan survei yang dilakukan Bonusly, 90% profesional HR mengaitkan keterlibatan karyawan dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Meningkatnya kedua hal itu akan memberikan dampak yang kuat pada pelayanan pelanggan dan produktivitas perusahaan. Kelancaran operasional perusahaan yang didapatkan dari hal tersebut akan membawa kabar baik pada keuangan perusahaan.
Bahkan, perusahaan yang membiarkan karyawannya terlibat cenderung banyak memiliki keuangan terbaik di industri mereka. Maka, mulai dari sekarang, Anda tidak perlu ragu menjawab jika pimpinan mempertanyakan return of investment (ROI) program employee engagement dan pengakuan karyawan. Sebagai tim HR, Anda tahu ke mana harus mengarahkan mereka.

4. Pengukuran, pengakuan, peluang pertumbuhan yang baik membantu meningkatkan keterlibatan karyawan

Mendorong keterlibatan karyawan sebenarnya dapat dilakukan dengan mengumpulkan feedback karyawan, mengenali karyawan dengan baik, serta memberikan peluang untuk berkembang di perusahaan. Perusahaan yang melibatkan karyawan cenderung akan mengukur keterlibatan tersebut. Pengukuran yang dilakukan bisa lebih dari sekali dalam setahun. Selain itu, perusahaan yang melibatkan karyawannya lebih mungkin untuk mengenali kepribadian dan kinerja karyawannya secara baik.
Tidak cukup dengan cara itu, memberikan peluang pertumbuhan karir menjadi pembeda utama pada perusahaan yang memiliki employee engagement yang baik. Pertumbuhan karir yang diberikan oleh perusahaan sebagai bentuk keterlibatan tersebut akan meningkatkan motivasi karyawan agar selalu meningkatkan peforma kerjanya.
Agar HR perusahaan mampu menyusun strategi meningkatkan employee engagement dengan baik, kelola urusan administrasi karyawan dengan software HR. Gunakan software HR Talenta untuk membantu Anda mengelola absensi, cuti dan lembur karyawan, menghitung pajak karyawan dengan tepat, hingga melakukan payroll. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang fitur Talenta? Yuk daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga!
 


PUBLISHED25 Sep 2019
Fitri
Fitri