Insight Talenta

Masih Bingung Perbedaan Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja? Berikut Ulasannya

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk usia kerja pada Februari 2019 sebanyak 196,46 juta, sedangkan jumlah angkatan kerja sebanyak 136,18 juta jiwa. Sementara, jumlah penduduk yang bekerja 129,36 juta dan yang menganggur 6,81 juta.

Angka itu diperoleh dari data yang dihimpun melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan BPS terhadap 75.000 rumah tangga sebagai sampel terpilih. Dalam survei ini, BPS menggunakan konsep angkatan kerja (labour force), bukan tenaga kerja (manpower). Apa perbedaan keduanya?

BPS menerapkan konsep dan definisi ketenagakerjaan The Labour Force Concept yang disarankan International Labour Organization (ILO), yang membagi penduduk menjadi dua kelompok, yakni penduduk usia kerja dan bukan usia kerja. Penduduk usia kerja dikategorikan menjadi dua, yang disebut angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Menurut ILO, penduduk usia kerja adalah penduduk yang telah mencapai umur 15 tahun atau lebih.

Tenaga kerja adalah semua penduduk dalam usia kerja atau usia produktif. Dalam istilah UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003, tenaga kerja ialah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Jadi, tenaga kerja adalah definisi umum yang mencakup penduduk yang punya kemampuan untuk bekerja atau berusia 15 tahun ke atas.

Tenaga kerja dan angkatan kerja adalah dua istilah yang lazim digunakan dalam dunia kerja. Istilah tersebut berkaitan dengan jumlah sumber daya manusia yang tergolong dalam masa produktif untuk bekerja. 

Masih banyak orang yang menganggap bahwa tenaga kerja dan angkatan kerja memiliki arti yang sama. Padahal, kedua istilah tersebut sangat berbeda dalam menggambarkan situasi. Lalu apa perbedaan tenaga kerja dan angkatan kerja? Berikut ini penjelasan mengenai apa saja perbedaan tenaga kerja dan angkatan kerja.

definisi tenaga kerja

Tenaga Kerja

Jika Anda sudah mengetahui tentang angkatan kerja, bagaimana dengan tenaga kerja? Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja?

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

Segala yang berkaitan dengan tenaga kerja di Indonesia diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan yang  mengatur segala hal berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Semua ini agar hak dan kewajiban antara tenaga kerja serta perusahaan terpenuhi.

Beberapa hak tenaga kerja yang harus Anda tahu yaitu hak untuk memperoleh upah, memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi, mendapatkan perlindungan kesehatan dan keselamatan, serta hak untuk mendapatkan cuti.

Secara sederhana, penduduk di Indonesia dibagi menjadi tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Di Indonesia sendiri umur usia produktif atau usia kerja yang termasuk tenaga kerja adalah 15-64 tahun, sementara di bawah atau lebih dari usia tersebut tergolong bukan tenaga kerja.

Tenaga kerja pun diklasifikasikan berdasarkan beberapa aspek yaitu berdasarkan kemampuan. Ada tenaga kerja terdidik tenaga kerja terlatih, dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

  • Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mendapatkan kemampuan/ keahliannya pada bidang tertentu melalui pendidikan formal, contohnya dokter, pengacara, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki suatu keahlian tertentu dalam suatu bidang. Keahliannya ini didapatkan dari pengalaman kerja yang dilakukan dan tidak memerlukan pendidikan seperti tenaga kerja terdidik. Contoh yaitu juru masak, supir, dan lain-lain.
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja yang mengandalkan tenaga saja. Contohnya kasir, buruh pabrik, dan lain-lain.

angkatan kerja

Angkatan Kerja

Angkatan kerja merupakan penduduk usia produktif/usia kerja 15 tahun ke atas yang telah memiliki pekerjaan, sementara tidak bekerja, atau menganggur. Contoh orang yang punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja adalah pekerja sedang cuti, sakit, mogok kerja, izin/berhalangan, dan sebagainya. 

Sedangkan pengangguran meliputi orang yang tak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan, tak punya pekerjaan dan mempersiapkan usaha, tak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan dan punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Dengan begitu, pengangguran termasuk angkatan kerja. Karena itu, tingkat pengangguran terbuka dihitung dengan rasio terhadap angkatan kerja.

Bukan Angkatan Kerja

Bukan angkatan kerja merupakan penduduk usia produktif atau usia kerja 15 tahun ke atas yang bersekolah maupun kuliah, mengurus rumah tangga, pensiunan, atau melaksanakan kegiatan lainnya selain kegiatan pribadi. Menurut data Sakernas jumlah orang yang termasuk dalam bukan angkatan kerja pada februari 2019 adalah 60,27 juta, di mana penduduk sekolah/kuliah sebesar 16,14 juta, mengurus rumah tangga sebesar 36,78 juta dan lainnya sebesar 7,34 juta jiwa.

Perbedaan Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya,  membawa kebaikan dan keburukan. Di satu sisi, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar, sehingga dapat dijadikan sebagai modal utama untuk mendongkrak pembangunan. Disisi lainnya, pertumbuhan yang pesat ini tidak diimbangi dengan ketersediaan jumlah lapangan kerja yang memadai sehingga memunculkan berbagai persoalan.

Padahal, setiap warga negara berhak untuk memilih dan menjalani profesi mereka masing-masing. Dalam istilah ekonomi, kita akan mengenal 2 istilah, yaitu tenaga kerja dan angkatan kerja. Lalu apa ya perbedaan dari dua istilah tersebut?

Secara harfiah, tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai sumber daya manusia yang merupakan faktor utama dalam menyukseskan pembangunan perekonomian. Secara konstitusional pengertian tenaga kerja seperti disebutkan dalam Undang-undang (UU) No.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pasal 1 ayat 2 ini menjelaskan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

Sedangkan angkatan kerja berdasarkan UU No. 20 tahun 1999 pasal 2 ayat 2 adalah mereka atau penduduk yang memiliki rentang usia 15 tahun ke atas yang sudah bekerja atau telah memiliki suatu pekerjaan namun memutuskan untuk tidak bekerja atau menganggur untuk sementara waktu.

Berapa Jumlah Angkatan Kerja di Indonesia?

Bagaimana kondisi jumlah angkatan kerja di Indonesia? Umumnya, data jumlah angkatan kerja di Indonesia ini akan diperbaharui setiap tahunnya.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik pada Februari 2021 lalu, jumlah penduduk usia kerja mencapai 205,36 juta orang  dengan jumlah angkatan kerja mencapai angka 139,81 juta orang, naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020.

Kondisi pandemi tentu berpengaruh pada jumlah angkatan kerja di Indonesia. Tahukah kamu? Terdapat 19,10 juta orang atau sekitar 9,30% dari total 205,36 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2021 juga naik sebesar 0,31% sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja. TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap banyaknya penduduk yang berumur sepuluh tahun ke atas. Tingkat pengangguran terbuka juga turun sebesar 0,81 poin dibandingkan Agustus 2020 lalu.

Kelola HR Otomatis dengan Talenta

Apabila HR kreatif, inovatif, dan visioner, maka SDM perusahaan juga akan berkembang lebih baik, lebih loyal, dan punya keterikatan terhadap pekerjaan dan perusahaan. Namun, sebaliknya, jika HR hanya menjalankan peran administratif di perusahaan, sebagai admin penggajian, admin cuti, admin keuangan karyawan, dan sebagainya, maka peningkatan kualitas pekerja sulit dicapai.

Jika kamu menginginkan peran human capital lebih dominan, maka sebaiknya mulai sekarang kamu mesti lebih banyak mengalokasikan waktu untuk pengembangan karyawan. Gunakan Talenta sebagai solusi mengelola administrasi karyawan secara efisien tanpa boros waktu dan biaya.

HR software ini didesain untuk menjawab keluhan HR yang setiap bulan kerepotan dengan pekerjaan penggajian, dari mulai menghitung gaji, tunjangan, upah lembur, iuran BPJS, pajak PPh 21, dan belum lagi mencatat dan menghitung cuti karyawan dengan form cuti bertumpuk di meja kerja. Sementara, perhitungan manual dengan Excel memakan waktu dan sering berisiko salah hitung.

Talenta dapat menyelesaikan semua itu secara otomatis, dengan sistem pencatatan dan perhitungan online, sehingga kamu dapat menjalankan aplikasi ini dengan gawai di mana saja. Payroll software ini memungkinkan hitung gaji karyawan dengan mudah, kelola cuti online lewat aplikasi tanpa form kertas, dan hitung BPJS dan PPh 21 tanpa rumit dan tanpa sulit.

Tak perlu pusing memikirkan penyimpanan data, sebab Talenta merupakan sistem HR di Indonesia yang menggunakan teknologi penyimpanan awan (cloud) sehingga semua data real time akan tersimpan aman di server data center. Saat membutuhkan, kamu dapat mengaksesnya kapan saja, termasuk data sisa cuti karyawan.

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Sehingga hadirnya Talenta by Mekari  memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi HRD yang dapat diakses secara online dan dapat membantu mengotomatisasi proses speerti pembayaran gaji dan absensi dalam suatu dashboard yang mudah digunakan.

Talenta juga dilengkapi dengan fitur benefit karyawan yang mempermudah Anda dalam memberikan tunjangan karyawan yang telah terintegrasi dengan fitur payroll Talenta. Selain itu, terdapat benefit lainnya yang dapat Anda kunjungi pada link berikut: https://mekari.com/produk/mekari-flex/benefit-karyawan/.

Talenta menggunakan business model managed subscription, jadi anda berlangganan secara tahunan ke Talenta untuk menggunakan software ini. Tidak bisa bayar sekali didepan lalu pakai selamanya.

Selain itu, semua data yang ada di dalam aplikasi Talenta by Mekari akan terjamin keamanannya, karena kami memiliki kualitas keamanan standar ISO 27001 yang setara dengan bank.

Talenta juga menggunakan teknologi enkripsi sehingga data-data yang tersimpan tidak akan dapat dilihat oleh pihak yang tidak berwenang.

Fitur Talenta by Mekari:

Berikut beberapa fitur utama yang dapat membantu HR dalam mengelola sumber daya manusia suatu perusahaan.

  • Software attendance management: untuk mengelola cuti, absen, jadwal shift kerja, perhitungan lembur dan timesheet karyawan.
  • Aplikasi absensi online: untuk mengelola kehadiran karyawan tanpa perlu menggunakan mesin fingerprint. Selain itu, aplikasi presensi Talenta dilengkapi dengan GPS sehingga HR akan mengetahui tempat karyawan melakukan presensi dan dengan Talenta, karyawan dapat mengajukan cuti, izin sakit, atau reimbursement melalui smartphone mereka. Anda dapat mengunjungi link berikut untuk informasi lebih lengkapnya:  https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-presensi-online/.
  • Aplikasi HRIS: untuk mengelola database karyawan, proses rekrutmen hingga manajemen aset.
  • Software payroll: untuk melakukan penggajian lebih efisien dengan perhitungan yang akurat dan cepat.
  • Aplikasi slip gaji: untuk mengelola slip gaji karyawan dengan lebih aman dan mudah diakses kapan saja dan dimana saja.

Dengan fitur – fitur ini, HR dapat mengelola rekrutmen karyawan dengan lebih mudah, mulai dari job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding hanya dalam satu aplikasi yang terintegrasi dan berbasis online.

Tertarik mencoba Talenta secara gratis? Kunjungi Talenta.co sekarang juga!

 


PUBLISHED01 Mar 2022
Made
Made