Insight Talenta

Menghitung Tingkat Kehadiran Karyawan Secara Optimal

Menghitung tingkat kehadiran karyawan kini bisa dilakukan dengan lebih mudah tepatnya dengan penggunaan aplikasi yang tepat. Pada dasarnya memang setiap karyawan memiliki karakter serta etos kerja yang berbeda antara yang satu dengan lainnya.

Hal ini tentunya dapat berdampak pada tingkat absensi karyawan. Sebab karyawan dengan etos kerja tinggi umumnya akan hadir setiap hari untuk bekerja. Ditambah lagi kehadirannya biasanya lebih awal.

Sedangkan karyawan yang kurang bersemangat bisa saja hadir terlambat atau bahkan sering tidak hadir.

Ketidakhadiran karyawan tentu saja bisa terjadi karena berbagai macam faktor. Dan ketidakhadiran ini sebenarnya juga berpotensi memberikan dampak yang kurang baik pada perusahaan.

Untuk lebih jelasnya Anda bisa menyimak penjelasan berikut.

Hitung tingkat kehadiran karyawan

Penyebab Ketidakhadiran Karyawan Secara Umum

Sebelum menghitung tingkat kehadiran karyawan pada perusahaan, ada baiknya memahami apa saja hal yang menjadi penyebab karyawan tidak hadir. Umumnya ada beberapa hal penting yang sering menjadi latar belakang hal tersebut. Misalnya seperti yang disebutkan berikut ini.

Kasus bullying

Kasus bullying sampai sekarang masih saja terjadi termasuk pula di dunia kerja. Beberapa karyawan mungkin saja memilih untuk tidak hadir di kantor karena mengalami bullying. Seperti misalnya mengalami penindasan dan pelecehan serta penghinaan atau gangguan dari rekan kerja. Kondisi ini tentu saja dapat membuat karyawan merasa tidak nyaman.

Lelah dan jenuh

Rasa lelah dan jenuh juga seringkali timbul pada diri seseorang terutama pada karyawan yang harus bekerja setiap hari. Terlebih lagi jika karyawan ini harus bekerja di bawah tekanan dan memiliki beban pekerjaan yang cukup tinggi. Jika hal ini memang terjadi maka bisa saja karyawan merasakan lelah fisik dan stres sehingga tidak ingin masuk kerja.

Mengalami depresi

Jika beberapa karyawan mengalami stres maka bisa saja beberapa karyawan yang lain sempat merasakan depresi atas pekerjaannya. Depresi ini terjadi karena adanya tekanan di dunia kerja yang mengakibatkan timbulnya tekanan mental secara berkepanjangan. Kondisi ini tentu saja cukup berbahaya dan membuat karyawan yang mengalaminya sering tidak hadir di tempat kerja.

Tidak adanya motivasi

Bukan hanya rasa lelah saja yang bisa membuat seorang karyawan merasa malas untuk masuk kerja. Namun tidak adanya motivasi dalam diri seorang karyawan juga bisa membuatnya merasa malas masuk kerja. Ditambah lagi jika atasan tak pernah memberi semangat kepada karyawan sehingga karyawan kehilangan semangat untuk berkarya dan berprestasi.

Keperluan keluarga

Beberapa karyawan mungkin sedang memiliki keperluan keluarga yang bersifat penting dan mendesak. Hal ini turut membuat karyawan lebih memilih untuk mengutamakan kepentingan atau keperluan keluarganya tersebut dibanding masuk kantor untuk bekerja. Umumnya keperluan keluarga berhubungan dengan adanya anggota keluarga yang sedang sakit sehingga membutuhkan pendampingan selama berada di rumah.

Kurangnya loyalitas

Kurangnya ikatan emosional antara karyawan dengan perusahaan juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu ketidakhadiran karyawan di tempat kerja. Hal ini bisa saja terjadi karena karyawan kurang loyalitas terhadap perusahaan. Biasanya karyawan yang seperti ini menjadi lebih rajin di kantor jika mendekati hari penerimaan gaji saja. Sedangkan di hari lainnya karyawan mungkin saja malas untuk bekerja.

Sedang sakit

Faktor lain yang juga menjadi penyebab seorang karyawan tidak hadir di tempat kerja adalah karena adanya penyakit. Saat sakit tentu saja seorang karyawan tidak akan bisa bekerja dengan baik dan dengan maksimal. Bahkan seorang karyawan yang sakit sudah seharusnya beristirahat agar kondisi kesehatannya cepat pulih. Untuk itu karyawan yang sedang sakit biasanya tidak hadir di tempat kerja. Beberapa kasus cenderung membutuhkan adanya surat dokter untuk membuktikan bahwa karyawan yang tidak hadir memang benar-benar sedang sakit.

Dampak Absensi Dalam Menghitung Tingkat Kehadiran Karyawan Perusahaan

Tentu saja cara menghitung persentase kehadiran pagawai akan berkaitan dengan banyak hal. Maka dari itu absensi kehadiran sebagai salah satu parameternya akan mempengaruhi atau memberi dampak pada banyak hal pula. Diantaranya yaitu hal-hal berikut ini.

Hidden cost

Absensi atau ketidakhadiran karyawan di perusahaan sebenarnya dapat menyebabkan terjadinya dampak yang kurang baik terutama pada perusahaan. Salah satu dampaknya adalah timbulnya hidden cost. Yang dimaksud dengan hidden cost adalah biaya atau pengeluaran baru yang harus dikeluarkan oleh perusahaan karena ketidakhadiran karyawan.

Kualitas produk menurun

Dampak lain dari ketidakhadiran karyawan adalah kualitas produk yang mengalami penurunan. Hal ini bisa saja terjadi terutama jika karyawan yang selalu hadir di tempat kerja merasa lelah. Mungkin saja karyawan yang selalu hadir ini sering lembur sehingga memiliki tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Akibatnya produk yang dihasilkannya memiliki kualitas yang tidak sesuai harapan.

Demotivasi karyawan

Selanjutnya dampak lainnya adalah terjadinya demotivasi karyawan terutama bagi karyawan yang harus menggantikan karyawan yang sedang absen. Dalam hal ini karyawan pengganti akan memiliki tugas tambahan yang tentunya akan semakin menambah beban kerjanya. Hal ini akan lebih berdampak buruk jika karyawan harus menggantikan posisi karyawan yang lainnya dalam jangka waktu yang cukup lama atau selama berhari-hari.

Pekerjaan manajer bertambah

Akibat atau dampak kurang baik lainnya yang bisa terjadi pada perusahaan jika terjadi absensi karyawan adalah bertambahnya pekerjaan manajer perusahaan. Sebab manajer haruslah mencari karyawan pengganti selama karyawan yang bersangkutan tidak hadir di tempat kerja.

Cara Menghitung Tingkat Kehadiran Karyawan

Menghitung tingkat kehadiran karyawan dengan menggunakan aplikasi tentu jadi lebih mudah.

Penghitungannya juga akan lebih cepat dilakukan dan hasilnya sudah pasti akurat.

Sebelumnya tepatnya sebelum dikenal aplikasi untuk menghitung tingkat kehadiran setiap karyawan di sebuah perusahaan tentunya penghitungan ini dilakukan secara manual saja.

Umumnya untuk menghitung tingkat kehadiran ini digunakan rumus tertentu yang meliputi penjumlahan sakit dan izin serta cuti dan unpaid leave.

Hasil penjumlahan dari keempat hal tersebut kemudian dibagi jumlah personalia.

Setelah itu hasil bagi dikali total hari dalam 1 periode dan dikali lagi dengan 100 barulah kemudian didapatkan hasil akhir.

Bisa pula perhitungan ini ditulis dengan rumus (sakit izin cuti leave / jumlah personalia) X total hari dalam 1 periode X 100.

Namun, di masa kini rupanya tiap perusahaan tak perlu lagi bingung dan repot menghitung tingkat kehadiran karyawan dengan cara demikian.

Sebab sekarang ini telah muncul aplikasi terbaik dan terkini yang dapat digunakan untuk menghitung kehadiran karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan.

Dengan menggunakan aplikasi yang tepat maka kini Anda bisa menghitung tingkat kehadiran karyawan hanya dengan memasukkan seluruh angka pada aplikasi.

Contohnya penggunaan aplikasi kehadiran online Talenta bisa menjadi solusi untuk Anda dalam menghitung tingkat kehadiran karyawan agar lebih cepat dan praktis serta terhindar dari kesalahan.

Selain itu, terdapat juga beberapa keunggulan lainnya yang dapat Anda akses pada link berikut: https://www.talenta.co/fitur/attendance-management/aplikasi-absensi-kehadiran-karyawan-online/.

Berkat aplikasi yang digunakan untuk menghitung tingkat kehadiran karyawan, maka dapat juga digunakan untuk menghitung hal lainnya. Sebut saja seperti menghitung gaji karyawan dan sejenisnya.

Sehingga tentu saja jauh lebih praktis, efektif, serta efisien untuk perusahaan. Penasaran ingin mencoba aplikasi kehadiran karyawan Talenta?

Anda dapat mencoba akun demo Talenta secara gratis pada link berikut: https://demo.talenta.co/site/register-demo dan berkonsultasi dengan tim kami mengenai kebutuhan HR perusahaan Anda.


PUBLISHED09 Feb 2022
Guest Guest
Guest Guest