Insight Talenta

Cara Menghitung Biaya Tenaga Kerja Dan Komponennya

Di Indonesia serba serbi ketenagakerjaaan diatur dalam undang undang no.13 tahun 2013. Pada artikel ini kita akan bersama-sama tentang pengertian ketenagakerjaan dan informasi penting lainnya. Dunia kerja memiliki dua subjek yang penting nih untuk kamu perhatikan. Pertama adalah si pemberi kerja yang bisa berupa badan, perusahaan, atau perorangan. Kedua adalah pekerja sebagai orang yang diberi pekerjaan. Mau tahu lebih dalam mengenai pengertian ketenagakerjaan? Peraturan pentingnya? Yuk, baca terus artikel ini sampai selesai.

biaya tenaga kerja

Pengertian Tenaga Kerja

Tahukah kamu pengertian ketenagakerjaan menurut undang undang no.13 tahun 2013 bukan hanya sebatas kegiatan pada masa kerja saja? Menurut peraturan tersebut ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja sebelum, selama, dan sesudah masa kerja. Tenaga kerja yang dimaksud disini didefinisikan sebagai setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan yang menghasilkan barang dan/atau jasa yang berguna bagi dirinya sendiri ataupun masyarakat secara umum. Peraturan tersebut juga mengatur tentang tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia. Syarat penting yang harus dimiliki warga asing yang bekerja di Indonesia adalah memiliki visa kerja.

Pengelompokan Tenaga Kerja 

Pengelompokan tenaga kerja secara sederhana kamu dapat bagi menjadi tiga kelompok. Pengelompokan dilakukan berdasarkan pada kualifikasi, kemampuan, dan skill yang dimiliki pekerja tersebut. Apa saja kelompok-kelompoknya akan kita bahas sebagai berikut.

1. Tenaga Kerja Terdidik

Pertama adalah tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terdidik adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan keahlian pada suatu bidang tertentu. Pengetahuan dan keahlian ini umumnya diperoleh seseorang melalui pendidikan formal yang mereka tempuh. Contohnya adalah dokter, pengacara, notaris, dan lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja Terlatih

Jenis tenaga kerja selanjutnya adalah tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memperoleh keahliannya umumnya melalui pendidikan non-formal seperti pelatihan keterampilan, kursus, dan lain sebagainya. Contoh tukang las (welder), terutama tukang las bawah air, mekanik, juru masak (chef) dan lain sebagainya. Meskipun umumnya melalui pendidikan non-formal, tapi tenaga kerja terlatih juga bisa melalui pendidikan formal seperti ahli bedah, ahli forensik, dan ahli autopsi.

3. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih

Terakhir adalah tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih yang pada dasarnya, pekerjaan yang dilakukan tidak mengharuskan seseorang memiliki keahlian atau kewajiban tertentu. Contoh sederhananya adalah pembantu rumah tangga, buruh panggul barang, dan lain sebagainya.

4. Bukan Tenaga Kerja

Berdasarkan dari pengertian ketenagakerjaan yang telah dijabarkan sebelumnya. Tidak semua orang bisa didefinisikan sebagai tenaga kerja. Pengertian bukan tenaga kerja adalah orang yang belum masuk usia kerja atau seseorang yang sudah memasuki usia kerja tapi tidak bekerja karena alasan tertentu. Contohnya adalah seorang anak yang berusia kurang dari 15 tahun dan seseorang yang sudah berumur lebih dari 64 tahun, ibu rumah tangga, pelajar, dan lain sebagainya.

Pengupahan dalam ketenagakerjaan

Seringkali perusahaan mengkategorikan biaya tenaga kerja langsung sesuai fungsi pekerjaannya. Misalnya, pabrik kerajinan keramik, akan mengatur biaya tenaga kerja langsung dari setiap guci atau keramik yang telah dilukis atau dihasilkan. Dari perhitungan ini, maka perusahaan dapat mengetahui keuntungan atau biaya marginal bisnisnya.

Biaya tenaga kerja berperan penting dalam sebuah produksi, maka perlu dilakukan perhitungan yang tepat.

Pengertian biaya overhead sendiri mengacu pada anggaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa. Termasuk, biaya tetap dan biaya variabel.

Bagaimana Menghitung Biaya Tenaga Kerja Langsung?

Berikut langkah-langkah menghitung biaya tenaga kerja langsung:

1. Identifikasi Biaya

Biaya overhead langsung hanya bisa dikenakan pada karyawan yang memang terlibat secara langsung dalam produksi barang dan jasa. Karyawan ini mungkin diupah per jam atau per bulan.

2. Tambahkan Beberapa Komponen Biaya

Tentukan total biaya overhead langsung dalam suatu periode. Dalam hal ini, komponen biaya tenaga kerja adalah sebagai berikut:

  1. Gaji karyawan.
  2. Pajak penghasilan.
  3. Dana pensiun.
  4. BPJS kesehatan.
  5. BPJS ketenagakerjaan.
  6. Tunjangan perusahaan lainnya.

3. Hitung Biaya Pekerja Per Jam, Jika Diperlukan

Perusahaan bisa menghitung biaya pekerja per jam dengan membagi total biaya tenaga kerja langsung dalam satu periode dengan jumlah jam kerja dalam satu periode tersebut.

Contohnya:

Jika Anda menentukan total biaya langsung karyawan Rudi adalah Rp 60 juta per tahun dan karyawan tersebut bekerja 2.000 jam per tahun (40 jam seminggu selama 50 minggu dalam setahun). Maka, bagilah Rp 60 juta dengan 2.000 untuk menentukan biaya overhead karyawan Rudi.

Jadi, diperoleh hasil biaya per jam: Rp 60.000.000/2.000 = Rp 30.000 per jam.

4. Hitung Biaya Pekerja Untuk Periode Waktu Lain

Setelah memperoleh biaya tenaga kerja langsung dalam hitungan jam. Tentukan pula biaya tenaga kerja langsung harian, mingguan, bulanan, atau triwulanan bagi karyawan tersebut.

Contohnya:

Jika Rudi bekerja 40 jam seminggu, biaya pekerja langsung ke perusahaan selama seminggu adalah 40 x Rp 30.000 = Rp 1.200.000

Contoh Biaya Tenaga Kerja Langsung

Berikut adalah contoh cara menghitung biaya tenaga kerja langsung per jam.

Cangkir Coffee Shop memproduksi dan mendistribusikan kopi biji utuh. Terdapat 15 karyawan di bagian produksi, pengemasan, dan pengiriman kantong kopi. Bagaimana cara menghitung biaya pekerja langsung per jam?

  • Tentukan total biaya untuk 15 karyawan dengan menjumlahkan upah, tunjangan, dan komponen gaji lainnya. Katakanlah, totalnya Rp 75 juta. Ini adalah total biaya pekerja langsung dalam periode tahun tersebut.
  • Kemudian, perusahaan menjumlahkan jam kerja karyawan dalam setahun terakhir. 10 karyawan bekerja 40 jam seminggu selama 50 minggu dengan total 20.000 jam. Jadi, 10 x 40 x 50 = 20.000 jam.
  • Sedangkan, 5 karyawan sisanya bekerja 35 seminggu selama 48 minggu dalam setahun dengan total 8.400 jam. Jadi, 5 x 35 x 48 = 8.400 jam.
  • Total jam kerja 15 karyawan adalah 20.000 jam + 8.400 jam = 28.400 jam.

Selanjutnya, Cangkir Coffee Shop membagi total biaya pekerja langsung dengan jumlah total jam untuk mengetahui biaya pekerja langsung per jam, yaitu : Biaya tenaga kerja langsung per jam = Rp 75 juta / 28.400 jam = Rp 2.640

Mengelola Biaya Overhead Dan Biaya Lain Secara Mudah

Jangan lupa, sebagai pengusaha Anda juga perlu menghitung dan mengelola semua keuangan bisnis dengan baik. Urusan akuntansi dan pembukuan bisnis, kini Anda tak perlu repot menghitung manual.

Pakai Software Akuntansi Online dari Jurnal yang terintegrasi dengan aplikasi HRD Mekari Talenta yang sudah diakui ribuan klien dan mitra bisnis di Indonesia dapat membantu menyelesaikan tugas pembukuan bisnis secara cepat dan mudah.

Aplikasi Talenta by Mekari juga dapat membantu tim finance agar lebih produktif. Dilengkapi fitur yang canggih dan otomatis. Termasuk otomasi rekonsiliasi bank dan otomasi pembuatan laporan keuangan dengan 20+ template instan.

Aktivitas pembukuan lainnya seperti pencatatan biaya dan transaksi, pembuatan laporan neraca, laporan arus kas, smart invoicing, paybill, dan lainnya. Akan tercatat dengan mudah dan cepat.

Apalagi, Anda bisa mengakses Aplikasi Talenta kapanpun hanya melalui internet saja. Penasaran kecanggihan fitur Talenta? Silakan uji pakai GRATIS 14 hari dan kunjungi  https://www.talenta.co/ sekarang juga.

Kelebihan Mekari Talenta:

  1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah

Keunggulan dari Mekari Talenta ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. Mulai dari pinjaman tunai, halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Mekari Talenta ini, berikut ini detail fiturnya

  • Fitur payroll, fitur ini membantu perusahaan menghitung dan bisa membayar payroll karyawan secara otomatis setiap bulannya. Proses payroll lebih efektif dan efisien karena tidak harus dilakukan di kantor.
  • Fitur manajemen waktu, maka tim HR perusahaan bisa dengan mudah melakukan otomatisasi proses cuti karyawan dan lemburan yang dilakukan.
  • Fitur absensi mobile , maka seluruh karyawan bisa melakukan absensi dengan mudah kapan dan dimana saja. Dan fitur ini juga memudahkan tim HR dalam melakukan pengawasan pada absensi karyawan sewaktu-waktu. 
  • Fitur database karyawan, dapat membantu HR dalam melakukan pengelolaan data dan informasi terkait karyawan. Mulai dari data personal, informasi tunjangan, hingga fasilitas yang berhak diterima karyawan sesuai kontrak kerjanya.
  1. Kostumisasi yang sangat terperinci

Semua hal yang diatur di dalam Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri.

  1. Tim Support yang efektif dan responsive

Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.

Dalam aplikasi Talenta ini juga sering diadakan promo dan diskon yang berakibat pada harga yang bisa lebih murah dari harga normal. Tentu saja hal ini bisa dikatakan angin segar untuk perusahaan yang ingin menggunakan Talenta sebagai sistem payroll mereka namun dengan anggaran yang terbatas.

Apalagi untuk kondisi sekarang ini di mana karyawan lebih sering Work From Home, menggunakan Talenta tentu akan sangat membantu dalam hal pengkondisian karyawan dengan sistem otomatisnya yang akan sangat membantu perusahaan. 

Tidak hanya mempermudah pekerjaan HR mengenai pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan untuk lebih baik dan lebih optimal saja, karyawan juga dimudahkan dengan kemudahan presensi online di mana saja hanya dari gadget masing-masing. Aplikasi presensi online Talenta dapat diakses dengan mudah di https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-presensi-online/. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.

 


PUBLISHED22 Apr 2022
Made
Made