Insight Talenta

4 Jenis Lembur ini Merugikan Perusahaan, Apa Saja?

Perusahaan yang ingin mengejar target bisnis dengan waktu yang sudah ditentukan, contohnya; memenuhi permintaan konsumen, menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang sudah di tentukan, mengejar keuntungan dalam usaha. Sebab itu, kerja lembur ada karena produktivitas perusahaan perlu ditingkatkan. Memberi pemasukan tambahan karyawan dengan membayar upah lembur akan lebih efisien dibandingkan merekrut karyawan baru yang memerlukan banyak waktu dan biaya. Dengan begitu, karyawan akan merasa untung, karena mendapatkan pemasukan selain gaji bulanan. Jenis lembur seperti ini sering dimanfaatkan oleh para oknum karyawan.

Peraturan lembur karyawan ditetapkan oleh pemerintah memiliki keuntungan bagi kedua pihak, yaitu memberi kesempatan pada perusahaan untuk mempekerjakan karyawan di luar jam kerja, yang mana hal tersebut dilakukan untuk efisiensi biaya perusahaan, selain itu, hak-hak karyawan juga akan dilindungi. Faktanya, kerja lembur tidak selalu membuat perusahaan untung. Dalam beberapa kasus, lembur tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas karyawan. Hal ini menyebabkan pemborosan anggaran perusahaan, karena seringnya memberikan upah lembur untuk karyawan yang hanya menunda pekerjaannya saja, dan bekerja lebih dijam yang bukan seharusnya.

Mengenai Jam Lembur

Bagi Anda yang baru saja bergabung di perusahaan atau seorang fresh graduate, sering kali Anda bingung mengenai jam lembur yang ditetapkan oleh perusahaan. Karena setiap perusahaan memiliki jam lembur yang berbeda-beda. Hal tersebut berlaku untuk staff kantor ataupun pekerja lapangan. Terdapat aturan yang dapat menghitung besarnya jam lembur berikut kompensasinya.

Umumnya jam lembur adalah jam di mana karyawan diharuskan bekerja di luar jam kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Misalnya, jika perusahaan menetapkan jam kerja karyawan dari senin hingga jumat, maka perintah untuk bekerja di hari sabtu akan termasuk dalam jam kerja lembur. Ketika karyawan melakukan pekerjaan lembur, bukan berarti karyawan wajib mematuhinya saja. Namun juga terdapat kompensasi yang harus diberikan perusahaan pada pendapatan karyawan di bulan tersebut. Oleh karena itu, jika karyawan berhalangan untuk melakukan lembur, maka tidak ada pemotongan gaji. Sebagaimana mestinya, kebijakan lembur bukanlah bersifat memaksa dan wajib dalam suatu perusahaan. Namun, berbeda halnya jika terdapat aturan lembur adalah wajib dilakukan, jika tertulis dalam suatu kontrak kerja karyawan saat karyawan bergabung dengan perusahaan.

4 Jenis Alasan Karyawan Lembur

Bagi Anda yang bekerja di Tim HR, berikut empat alasan karyawan lembur yang perlu dicermati karena dapat merugikan perusahaan.

  • Membantu Rekan Kerja Menyelesaikan Tugasnya

Keperluan pribadi hingga hubungan asmara di kantor biasanya juga menjadi alasan yang banyak ditemui lebih banyak pada kasus lembur ini. Misalnya, project luar kantor yang dikerjakan di kantor setelah jam kerja menggunakan fasilitas kantor, membantu kekasihnya yang mempunyai pekerjaan yang belum terselesaikan. Anda tidak perlu mengupah karyawan seperti ini karena karyawan lain juga menerima upah(gaji) dan memiliki tanggung jawabnya sendiri. memindahkan tugas orang lain ke dirinya itu bukan tugas tambahan.

  • Agar Bisa Datang Terlambat

Biasanya karyawan yang suka datang terlambat mengganti jam kerjanya dengan cara lembur untuk mengganti jam kerja yang hilang juga tidak perlu di beri upah lembur. karyawan yang seperti itu biasanya hanya menyelesaikan pekerjaan hariannya.

Jelas akan merugikan kantor jika Anda Menghitung lembur dan memberi upah karena kinerja yang sama saja(bahkan menurun) juga memperlihatkan kalau karyawan tersebut kurang produktif. Lebih baik, panggil dan tegur guna memperingati agar karyawan lebih disiplin dan lebih mematuhi peraturan (jam kerja) kantor.

  • Melanjutkan Tugas Harian yang Belum Selesai

Setiap karyawan dibebani target tertentu beserta tugas harian yang harus dikerjaakan agar selalu produktif dalam bekerja di perusahaan. Jika karyawan lembur mengerjakan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan di waktu kerja maka ada kesalahan pada dirinya dalam mengelola waktu.

Kesempatan lembur dan memberi kompensasi juga pengeluaran lebih keuangan kantor, karena pekerjaan yang seharusnya selesai di jam kerja perusahaan harus mengeluarkan upah lembur. pengeluaran lebih untuk operasional juga ditanggung oleh perusahaan seperti; Listrik. Dengan begitu, secara tidak langsung menyebabkan karyawan lepas dari tanggung jawab pekerjaan harian.

  • Lembur Mencari Uang Tambahan

Anda perlu memperhatikan karyawan yang selalu minta lembur. Apa yang karyawan Anda hasilkan saat lembur, apakah hasilnya memuaskan atau hanya sekadar mencari uang tambahan dari uang lembur. Anda harus bisa menentukan parameter untuk mengukur karyawan yang selalu lembur, sehingga Anda dapat memutuskan apa karyawan tersebut bekerja dengan benar atau hanya menghabiskan jam untuk berpura-pura kerja untuk mendapatkan upah lembur. Karena kerja tanpa hasil yang jelas, jika dipertahankan hanya membebani keuangan perusahaan.

Namun, banyak karyawan yang memiliki produktivitas yang bagus tanpa harus melakukan lembur. Hal tersebut bisa dilakukan, karena ia mampu mengoptimalkan jam kerjanya sehingga tugasnya dapat selesai dengan hasil yang baik. Jika Anda menemukan karyawan seperti itu, maka ia pantas mendapatkan apresiasi lebih dari Divisi HR, seperti cuti tambahan atau bonus yang sesuai dengan kebijakan.

Dampak Lembur Karyawan Yang Tidak Wajar

Jika lembur dilakukan secara berlebihan dalam perusahaan dengan periode yang terlalu sering, tentu akan membawa kerugian. Kerugian ini akan dirasakan baik oleh karyawan maupun perusahaan. Sebab itu, sebaiknya Anda harus menghindari terjadinya hal tersebut, dengan mengatur beban kerja yang lebih efektif. Apabila terjadi terus-menerus lembur karyawan tidak wajar, maka kompensasinya bisa saja terjadi hal-hal berikut ini:

  • Biaya operasional kantor akan membengkak, apabila terus menerus lembur. Karena penggunaan listrik yang berlebihan di luar jam kerja.
  • Karyawan akan mudah sakit dan akhirnya tidak produktif karena harus mengambil cuti sakit.
  • Perusahaan harus menghitung kompensasi lembur karyawan yang besarnya bisa saja melebihi gaji pokok karyawan. Hal tersebut bisa merugikan keuangan perusahaan.
  • Karyawan yang terlalu sering lembur akibatnya akan sering merasa lelah sehingga kurang fokus dan hasil kerjanya bisa jadi kurang optimal.

Solusi Lembur Karyawan Tidak Wajar

Jika Anda melihat karyawan di kantor mengarah pada lembur yang tidak wajar. Maka, perusahaan perlu mengambil langkah lebih lanjut untuk mengatasi hal tersebut. Banyak risiko fatal jika karyawan terlalu banyak bekerja lembur. Berikut beberapa solusi untuk mengatasi lembur karyawan yang tidak wajar.

  • Pembagian Pekerjaan Secara Efektif dan Efisien

Perusahaan harus bisa melakukan pembagian pekerjaan secara merata antara satu orang dengan yang lain. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi karyawan yang lembur hingga larut malam, sementara karyawan lainnya tidak melakukan lembur. Jika hal itu terjadi, maka pembagian kerja masih belum efektif dan efisien. Jika pembagian pekerjaan secara merata, maka lembur karyawan yang tidak wajar bisa terhindar.

  • Merekrut Karyawan Baru

Jika dirasa beban kerja terlalu banyak dan tidak bisa diatasi oleh sejumlah karyawan yang sudah ada. Maka, perusahaan harus merekrut karyawan baru. Dengan adanya tambahan karyawan, tentu pembagian kerja akan terdistribusikan lebih optimal.

  • Sistem Teknologi Yang Memadai

Dengan adanya sistem atau teknologi yang memadai, otomatis beban kerja karyawan bisa berkurang banyak. Karena melakukan pekerjaan secara manual akan memakan waktu. Oleh karena itu, perusahaan yang berinvestasi pada teknologi untuk mendukung pekerjaan karyawan tentu akan menghindari risiko adanya lembur.

Sudah waktunya perusahaan memperhatikan mengenai jam lembur karyawan. Terdapat banyak penyebab lembur karyawan yang perlu dianalisis dengan baik. Hal tersebut dilakukan agar dapat menentukan penyebab utama lembur tersebut terjadi. Maka, Tim HR dan bagian yang terkait harus benar-benar memperhatikan untuk menangani hal ini jika terjadi di perusahaan.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa manajemen waktu adalah kunci utama untuk mengurangi lembur yang tidak wajar. Untuk membantu mengelola waktu yang dimiliki perusahaan, Anda bisa menggunakan Talenta. Selain itu, Talenta juga dapat membantu Anda melalui berbagai fiturnya. Mulai dari pengelolaan lembur, absensi, cuti hingga payroll dapat dilakukan secara praktis di Talenta. Ketahui kemudahan lain mengelola karyawan dengan bantuan Talenta di sini.


PUBLISHED04 Feb 2020
Kartika
Kartika