Jasa Outsourcing dapat Menjadi Solusi Rekrutmen Karyawan? Pahami Dulu Lebih Dalam

Jasa Outsourcing dapat Menjadi Solusi Rekrutmen Karyawan? Pahami Dulu Lebih Dalam

Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, suatu perusahaan harus selektif dalam menjalankan proses rekrutmen. Mulai dari skill, pengalaman, hingga sikap dalam bekerja para calon karyawan. Hal ini dilakukan agar calon karyawan dapat membantu tujuan yang dicapai oleh perusahaan.
Selain melakukan proses rekrutmen secara mandiri, suatu perusahaan juga dapat menggunakan jasa outsourcing untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas. Outsourcing biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan karyawan pada posisi-posisi tertentu seperti cleaning service dan security. Berikut penjelasan mengenai penggunaan outsourcing dalam proses rekrutmen calon karyawan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Apa itu Outsourcing?

Secara singkat outsourcing atau alih daya merupakan layanan penyedia jasa tenaga kerja. Jika mengacu pada UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003, penyedia jasa ini telah diatur pada beberapa pasar seperti pasal 54, 65, dan 66. Karyawan outsourcing sifatnya kontrak pada perusahaan yang menyediakan jasa outsourcing.
Karyawan outsourcing nantinya akan bekerja pada suatu perusahaan atau pihak luar yang menjadi klien pihak perusahaan jasa outsourcing. Proses kerja karyawan outsourcing ke pihak luar diatur melalui kontrak kerjasama berisi aturan hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Tujuan dari penggunaan jasa outsourcing ini adalah untuk memenuhi posisi pekerjaan yang sifatnya non core atau tidak inti pada suatu perusahaan.

Sistem Kerja dan Perekrutan Outsourcing

Sebagaimana diatur pada UU Ketenagakerjaan pasal 64, perusahaan penyedia layanan alih daya atau outsourcing yang menyalurkan tenaga kerja outsourcing untuk dipekerjakan kepada perusahaan lain harus melalui surat perjanjian kerjasama, baik borongan atau suatu jasa penyedia tenaga kerja/buruh.
Kerjasama ini menggunakan sistem kontrak yang diatur pada UU Ketenagakerjaan pasal 56, di mana perjanjian terbagi 2 yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT. Bisa dilihat melalui website pemerintahan.
Selain itu, proses perektutan untuk menjadi karyawan outsourcing tidak jauh berbeda pada umumnya. Calon karyawan harus mengikuti wawancara, tes tertulis, dan proses lainnya sesuai dengan kebijakan suatu perusahaan outsourcing.

Jenis-Jenis Pekerjaan Outsourcing

Suatu perusahaan biasanya menggunakan jasa outsourcing pada posisi-posisi yang hanya digunakan sebagai dukungan saja atau tidak inti. Jenis-jenis pekerjaan outsourcing meliputi cleaning service, security, customer service, hingga telemarketing. Namun, banyak juga perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing untuk memenuhi kebutuhan kerja seperti marketing, desain grafis, dan finansial.
Berdasarkan UU Ketenagakerjaan pasal 65 ayat 2 No 13 Tahun 2003, beberapa jenis pekerjaan yang bisa ditangani oleh outsourcing meliputi:

  • Dilakukan secara terpisah dari kegiatan utama;
  • Dilakukan dengan perintah langsung atau tidak langsung dari pemberi pekerjaan;
  • Merupakan kegiatan penunjang perusahaan secara keseluruhan; dan
  • Tidak menghambat proses produksi secara langsung

Sistem Pembayaran Gaji Pekerja Outsourcing

Setiap pekerja outsourcing akan menerima upah gaji yang dibayarkan oleh perusahaan penyedia jasa outsourcing tersebut. Besaran gaji biasanya tergantung UMP domisili perusahaan outsourcing atau saat proses perekrutan calon karyawan outsourcing. Akan tetapi, banyak rumor yang beredar jika perusahaan penyedia jasa outsourcing mengambil keuntungan sebanyak 30% dari gaji yang diterima.
Hal ini dilakukan tentu sebagai komisi dari perusahaan penyedia jasa outsourcing yang menyalurkan pekerja kepada klien-kliennya. Namun, hal ini hanya pada segelintir perusahaan outsourcing saja, mengingat perusahaan pengguna jasa sudah mendapat fee dari perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Outsourcing

Dalam menggunakan jasa outsourcing, suatu perusahaan harus mempertimbangkan dengan matang kebutuhannya. Hal ini dilakukan untuk menghadapi beberapa hal yang menjadi kekurangan dan kelebihan dalam menggunakan jasa outsourcing. Berikut hal yang bisa menjadi pertimbangan perusahaan untuk menggunakan jasa outsourcing:
Kelebihan Outsourcing

  • Perusahaan dapat fokus melakukan aktivitas bisnis utama
  • Perusahaan tidak perlu menyediakan fasilitas dan tunjangan
  • Perusahaan akan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas
  • Perusahaan tidak perlu repot melakukan proses rekrutmen

Kekurangan Outsourcing

  • Jangka waktu kontrak yang pendek membuat perusahaan harus menunggu perekrutan pekerja baru
  • Rahasia perusahaan rentan bocor
  • Butuh sistem keamanan yang ekstra pada data perusahaan
  • Dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian aturan kepada pekerja outsourcing yang baru

Perusahaan perlu mempertimbangkan penggunaan jasa outsourcing untuk kebutuhan operasional perusahaan. Jika dirasa perlu, penggunaan pekerja dari penyedia jasa outsourcing bisa menjadi solusi yang tepat. Apalagi jika penggunaannya dapat mengoptimalkan tujuan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan bantuan aplikasi karyawan yang memudahkan pengelolaan aktivitas karyawan dan database perusahaan yaitu Talenta.
Talenta akan memudahkan proses pengelolaan absensi online, payroll system, dan database karyawan dengan mudah, aman, dan praktis. Cari tahu lebih banyak tentang Talenta di sini.

 


PUBLISHED04 Dec 2019
Ervina
Ervina