4 Fungsi HR pada Industri Manufaktur

4 Fungsi HR pada Industri Manufaktur

Perkembangan industri di Indonesia dalam berbagai sektor bisa dikatakan sedang sangat pesat khususnya pada jangka waktu 10 tahun terakhir yang kemudian diperkuat dengan pernyataan dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada tahun 2019.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Seperti yang telah dikutip dari m.liputan6.com, Airlangga menyatakan bahwa industri manufaktur Indonesia telah menyumbang 20% kepada GDP (Gross Domestic Product) pada awal tahun 2019. Hal ini kemudian menempatkan industri manufaktur di Indonesia menempati peringkat kelima di negara-negara G-20.

Pertanyaannya, sebenarnya apa keuntungan dari pesatnya pertumbuhan industri khususnya industri manufaktur di Indonesia? Mengutip dari investor.id ada tiga keuntungannya yang akan didapatkan oleh Indonesia menurut Bank Dunia.

Ketiga keuntungan tersebut adalah:

  • Pertumbuhan Yang Berkualitas

Sektor manufaktur sangat berkaitan dengan kontribusi pertumbuhan yang lebih tinggi, hal ini dikarenakan sektor manufaktur lebih tahan terhadap volatilitas harga di pasar dan juga keterkaitannya di seluruh sektor perekonomian.

  • Pekerjaan Yang Lebih Layak

Tingkat produktivitas sektor manufaktur yang relatif lebih tinggi sehingga berpengaruh terhadap tingginya lapangan pekerjaan pada industri manufaktur yang juga memberikan upah yang lebih tinggi dibanding yang lain.

  • Pengurangan Kesenjangan Gender

Manfaat yang terakhir adalah kesetaraan gender di dalam dunia ekonomi, hal ini karena biasanya pada industri manufaktur di dominasi oleh pekerja wanita yang kemudian bisa ikut bersaing dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan.
Dengan manfaat yang diberikan dan juga pesatnya perkembangan dari industri manufaktur, tentu peran HR sebagai pengelola SDM pada industri tersebut juga sangat diperlukan.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Hal ini tentu memberikan tantangan tersendiri bagi HR, karena secara definisi industri manufaktur adalah industri yang kegiatan utamanya adalah mengubah bahan baku, komponen, atau bagian lainnya menjadi barang jadi yang memenuhi standar spesifikasi. 

Berdasarkan pengertian tersebut, tentu terdapat banyak interaksi antara manusia dengan manusia maupun antara manusia dan mesin dengan skala yang dapat dikatakan besar. Hal ini kemudian memicu adanya tantangan-tantangan bagi HR pada industri manufaktur.

Baca juga: Sederhanakan Administrasi Karyawan, Kejar Target Perusahaan

Fungsi HR Pada Industri Manufaktur

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pada industri manufaktur merupakan salah satu industri yang melibatkan banyak orang dengan banyak pekerjaan, oleh karena itu fungsi HR pada industri manufaktur memiliki peranan yang sangat penting untuk dapat mengimbangi pengelolaan karyawan dengan jumlah yang tidak sedikit. Berikut merupakan 5 fungsi utama HR pada Industri Manufaktur

  • Manajemen Waktu Kerja Karyawan

HR pada industri manufaktur dituntut untuk dapat mengatur atau melakukan manajemen waktu kerja karyawan, baik dari kehadiran karyawan atau absensi, shift kerja, dan jam kerja karyawan secara baik dan rapih dengan jumlah tenaga kerja yang masif.

Pergerakan produksi industri manufaktur sendiri dapat dilakukan selama 7×24 jam mengingat jumlah permintaan dari pasar yang cukup tinggi akan hasil produksi dari industri ini.

Dengan jumlah tenaga kerja yang besar dan setiap karyawan memiliki ketentuan dan pengelolaan waktu kerja masing-masing, khususnya bagi karyawan perempuan yang memiliki tambahan cuti, tentu melakukan pengelolaan waktu kerja bukan hal yang bisa dikatakan mudah.

Oleh karena itu, beberapa industri manufaktur menggunakan software HR yang memiliki fitur Manajemen Waktu untuk melakukan pengelolaan waktu kerja karyawan dengan otomatis.

  • Rekrutmen Karyawan

Dengan tingginya tingkat permintaan pasar dari hasil produksi industri manufaktur, hal ini berpengaruh terhadap tingkat kebutuhan tenaga kerja yang juga tinggi sehingga tim HR juga berfungsi untuk melakukan proses rekrutmen tenaga kerja untuk dapat mengimbangi tingkat permintaan pasar.

Baca juga: Turnover Karyawan Jadi Masalah Menakutkan Perusahaan, Apa Solusinya?

  • Payroll dan Benefit Karyawan

Pemenuhan hak-hak tenaga kerja juga menjadi salah satu fungsi dari HR pada industri manufaktur ini, salah satunya adalah pemenuhan hak karyawan berupa upah dan benefit yang harus diterima oleh karyawan.

Pada proses payroll karyawan, banyak hal yang harus diperhatikan seperti jumlah absensi, ada tidaknya denda keterlambatan, jumlah gaji pokok dan hal lainnya untuk kemudian di akumulasikan sebagai take home pay. Untuk itu, banyak perusahaan yang kemudian menggunakan sistem HR yang sudah terintegrasi untuk memudahkan perhitungan payroll karyawan

  • Pengelolaan Database Karyawan

Data karyawan sangat dibutuhkan perusahaan untuk dapat melakukan pelaporan pajak, pembayaran gaji, pengawasan, dan juga sebagai data untuk pengelolaan jenjang karir karyawan. Karena database karyawan memuat segala informasi penting tentang karyawan, karenanya HR harus dapat mengelola dan menyimpan database tersebut sehingga mudah untuk digunakan jika nantinya diperlukan.

Itulah beberapa fungsi HR dalam industri manufaktur, mengingat banyaknya jumlah karyawan pada industri ini sehingga pilihan untuk menggunakan sistem HR yang memiliki fitur-fitur seperti manajemen waktu, payroll dan benefit untuk dapat meminimalisir pekerjaan administratif yang biasanya paling memakan waktu.


PUBLISHED03 Feb 2020
Sely
Sely