Mempertahankan karyawan, dalam segala tingkatan di perusahaan merupakan hal yang perlu dilakukan. Selain karena karyawan telah memahami budaya kerja perusahaan, retensi juga perlu dilakukan agar perusahaan tidak perlu membuang banyak waktu untuk melatih ulang karyawan baru dan kehilangan jam-jam kerja optimal. Untuk itu, agaknya Anda perlu memahami apa yang menjadi alasan resign, agar dapat mencegahnya dengan langkah yang tepat.

Tentu saja hal-hal yang akan dijelaskan berikut ini merupakan penyebab umum yang terjadi pada sebagian besar karyawan. Meski tidak dapat disamaratakan, setidaknya dengan membaca mengenai beberapa penyebab atau alasan resign berikut ini Anda sebagai pengelola atau pemilik perusahaan dapat melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi potensi hal ini terjadi.

Baca Juga : Aturan Resmi Proses Resign, Sudahkah Anda Mengetahuinya?

 

Performa Tidak Diapresiasi

Masalah klasik dari sebagian besar perusahaan konvensional adalah kurangnya apresiasi yang didapatkan oleh karyawan atas kinerja yang diberikan. Memang mungkin perusahaan Anda telah memberikan gaji atau upah tambahan, namun pada situasi dan kondisi sekarang ini, apresiasi sedikit berbeda perlu dilakukan.

Misalnya saja, Anda bisa mengadakan malam penghargaan kecil-kecilan setiap tahun untuk memberikan sorotan pada karyawan yang memiliki kinerja sangat baik. Acara ini selain memberikan karyawan apresiasi dan perhatian, juga sebagai bentuk penghargaan dan pemberian contoh, bahwa usaha yang diberikan oleh karyawan tidak akan sia-sia dan diketahui oleh bagian manajerial.

Waktu Adaptasi pada Budaya

Ketidaksesuaian kultur perusahaan dengan nilai yang dipegang karyawan dapat pula menjadi penyebab dari karyawan yang memutuskan untuk resign. Meski mendasar, sebenarnya hal ini dapat dicegah dengan pengenalan budaya perusahaan serta proses onboarding yang tepat. Dengan demikian nilai dan budaya perusahaan dapat dikenalkan perlahan dan karyawan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan adaptasi.

Kemampuan karyawan untuk beradaptasi tentu tidak sama satu dengan yang lainnya. Ini mengapa, analisis dan perencanaan mendalam untuk proses onboarding perlu dilakukan dengan cermat. Bagian HR serta bagian terkait lain yang bertugas untuk hal ini harus mempelajari terlebih dahulu karakter dari karyawan sehingga dapat diberikan treatment dengan tepat.

Tidak Dapat Melihat Kontribusi

Memahami titik tujuan serta progres dari kinerja perusahaan untuk tujuan yang dimiliki menjadi hal wajib untuk setiap karyawan. Pemahaman atas kedua hal ini dapat memberikan pengertian untuk setiap karyawan bahwa apa yang dilakukannya memiliki pengaruh pada setiap progres yang terjadi pada sistem perusahaan Anda.

Ketika karyawan tidak memahami hal ini, maka akan muncul kecenderungan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan tidak memiliki arti untuk perusahaan. Ikatan antara perusahaan dan karyawan menjadi semakin renggang, dan loyalitas karyawan tentu akan menurun. Hal ini harus dihindari dengan memberikan pemahaman penuh pada tujuan serta progres berkala pada pencapaian tujuan perusahaan tersebut kepada karyawan.

Kesempatan Menunjukkan Keahlian

Ketika karyawan memiliki kesempatan untuk menunjukkan keahliannya pada suatu pekerjaan, akan muncul rasa bangga dalam dirinya. Hal yang juga menyertai rasa bangga tersebut adalah loyalitas pada perusahaan karena diberikan ‘panggung’ untuk ‘menampilkan’ keahlian yang dimiliki. Hal ini memang tidak muncul begitu saja, namun seiring berjalannya waktu karyawan akan menjadi jauh lebih loyal.

Menunjukkan keahlian dapat pula menjadi ajang mengasah dan tumbuh. Artinya, karyawan akan dapat berkembang di dalam perusahaan Anda, sehingga keinginan karyawan resign akan menurun. Mengapa mereka perlu keluar jika mereka bisa mendapatkan apa yang mereka cari di perusahaan Anda bukan?

Hubungan Ke Atas dan Ke Samping

Mengelola hubungan antar manusia di dalam perusahaan tidak dapat dikatakan mudah. Karakter, latar belakang, posisi dan jabatan setiap orang akan berpengaruh pada cara interaksi yang dilakukan. Tidak ada salahnya Anda sebagai pemilik atau pengelola sekali waktu turun ke kantor untuk bertegur sapa dan mendengar apa yang karyawan rasakan.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan acara outbond guna merekatkan ikatan yang terjalin antar karyawan. Kegiatan bersama terbukti dapat menumbuhkan rasa saling memiliki, sehingga hubungan antar karyawan menjadi solid dan kerjanya semakin kompak. Berbagai pilihan kegiatan bersama yang dapat dilakukan di antaranya makan siang, karaoke, berkemah dan lain sebagainya.

Baca Juga : Ketentuan Pengajuan Resign Bagi Karyawan

 

Beberapa alasan resign serta pencegahan yang disebutkan di atas mungkin saja terjadi di perusahaan Anda. Pengelolaan yang baik pada SDM yang dimiliki menjadi kunci utama, agar karyawan yang Anda miliki tetap dapat bekerja dengan solid serta kompak. Sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Nah, untuk membantu mengurangi alasan resign dari karyawan, Anda bisa menggunakan bantuan pengelolaan SDM dari Talenta. Sistem HR yang satu ini memiliki banyak sekali program otomatisasi sehingga perusahaan Anda dapat bergerak lebih efektif. Selain itu, sistem perencanaan dan pelaksanaan onboarding yang dimiliki Talenta juga benar-benar dapat membantu agar karyawan lebih mudah beradaptasi dan bekerja dengan optimal.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.