5 Pertanda Seorang HR Harus Move On dari Spreadsheet!

5 Pertanda Seorang HR Harus Move On dari Spreadsheet!

“TransAlta, perusahaan Power Generator terbesar di Canada kehilangan 24 Juta Dollar karena terjadi “cut-and-paste” error yang tidak terdeteksi di Spreadsheet.”

Apakah Anda masih menggunakan Spreadsheet di tempat kerja? Spreadsheet masih menjadi pilihan umum dalam mengelola data, membuat laporan, sampai mengukur keberhasilan dalam sesuatu laporan. Sebagai HR, data-data seperti absensi karyawan, payroll, cuti dan lembur, sampai laporan pajak tentunya memerlukan data entry pada Spreadsheet yang memakan waktu yang lama.
Dengan semakin kompleks nya situasi pekerjaan HR dan Recruiter, human error sangat mudah terjadi dan terkadang terdapat hal yang tidak terdeteksi ketika menggunakan Spreadsheet. Teknologi HR yang semakin fungsional dan serbaguna kini membuat banyak professional sadar bahwa sudah saatnya merubah kebiasaan lama dan mencoba kesempatan baru
Apakah banyak terjadi kerugian ketika Anda menggunakan Spreadsheet? Jika 5 tanda di bawah ini sudah terjadi dengan Anda sebagai HR, waktunya untuk mencoba teknologi baru yang mempermudah pekerjaan Anda!
1. Sulit untuk menyelidiki data error
Menurut study dari Dartmouth College, 94% persen orang yang menggunakan Spreadsheet akan mengalami data error. Walaupun sekarang banyak software Spreadsheet berbasis Cloud yang dapat diakses oleh banyak orang dalam 1 file, kemungkinan error atau data hilang akan semakin besar dikarenakan semakin banyak orang yang memiliki akses untuk edit, memodif, atau menghapus data tersebut.
2. Masalah sekuritas
Dengan menggunakan Spreadsheet untuk data-data krusial yang Anda miliki, Staff HR Anda dapat dengan mudah mencuri database perusahaan hanya dengan copy paste tanpa Anda tahu, atau kemungkinan terburuknya: dihapus.
3. Mudah terjadi human error
Sebagai seorang HR, data-data penggajian merupakan data yang memerlukan fokus terlebih dikarenakan seorang HR harus menghitung jumlah absen karyawan, pemotongan pajak, allowance yang didapatkan, dan lainnya yang berhubungan dengan penggajian. Tentunya memerlukan banyak waktu dikarenakan HR harus mengcheck data tersebut satu persatu lagi, dan jika terdapat 1 komponen yang salah saja, semua nominal numerik nya akan salah hitungan.
4. Data entry membutuhkan banyak waktu
Waktu Anda habis untuk Data Entry? Jika Anda memakai spreadsheet, jawaban nya pasti “iya”. Penghitungan klaim kantor, jumlah absen dan cuti, pajak yang karyawan miliki tentunya membutuhkan banyak waktu untuk melakukan Data Entry.
5. Siapa yang benar-benar memiliki Master Data?
Ketika si A mengupdate data Spreadsheet yang diberikan oleh B via email, Anda tetap harus merubah secara manual di file master Anda. Lalu siapa yang benar-benar memiliki Master Data dari file tersebut dan manakah data Spreadsheet yang paling update?
6. Kapan terakhir Anda berfokus kepada Pengembangan Diri dan Karir?
Coba hitung dalam 1 minggu berapa jam Anda terjebak dalam spreadsheet, dan berapa jam Anda berfokus kepada pekerjaan Anda yang lain. Jika jam untuk spreadsheet lebih banyak, sudah waktunya Anda mencari solusi lain!
Jaman sekarang karyawan lebih sadar dalam memperhatikan inovasi-inovasi yang diberikan oleh perusahaan dan bagaimana cara perusahaan tersebut dalam menjalin hubungan dengan karyawan. Sebagai seorang HR, Anda membutuhkan teknologi yang dapat membantu Anda untuk lebih berfokus dalam memahami kebutuhan SDM dan rekrutmen di perusahaan.
Jika Anda ingin melakukan langkah strategis dan menambahkan nilai lebih kepada Perusahaan, saatnya Anda mempercayakan masalah administrasi dengan Software HR yang tepat, akurat, dan terpercaya. Talenta sebagai Software HR Andalan di Indonesia hadir untuk membantu Anda untuk berfokus kepada 1 aspek utama perusahaan: Sumber Daya Manusia.
 

 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED07 Sep 2017
Ervina
Ervina