Bagaimana Proses Rekrutmen Pada Industri Manufaktur?

Bagaimana Proses Rekrutmen Pada Industri Manufaktur?

Pemikiran yang umum pada industri manufaktur adalah bagaimana meningkatkan penjualan hasil produksi, biasanya hal ini merujuk pada ketersediaan tenaga kerja dan bahan baku yang dibutuhkan perusahaan sebagai bagian dari faktor produksi. Pemikiran ini tidak hanya berkembang pada industri yang bergerak dalam bidang manufaktur atau industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi yang dapat langsung digunakan masyarakat, namun juga pada industri lainnya. Hal ini sangat wajar mengingat salah satu cara sebuah industri dapat bertahan dalam persaingan saat ini adalah dengan menjual produk yang telah diproduksi sesuai dengan permintaan dari pasar, sehingga produk yang dihasilkan dapat tepat guna dan tepat sasaran.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Bagaimana Suatu Produk Bisa Tepat Sasaran?

Sebelum menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya proses rekrutmen pada industri manufaktur dilakukan? Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah bagaimana suatu produk yang dihasilkan dapat tepat sasaran sehingga dapat laku dijual di pasaran?

Right man on the right place’ merupakan jawabannya, maksudnya adalah bagaiman tim HR pada industri manufaktur mencari tenaga kerja yang tepat untuk menempati posisi yang tepat pula sehingga proses produksi dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan sehingga produk yang dihasilkan juga dapat sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar. 

Seperti yang kita ketahui, dalam industri manufaktur seringkali terdapat interaksi antara manusia yang bertindak sebagai tenaga kerja dengan mesin dalam melakukan proses produksi. Dimana hal ini menuntut tenaga kerja untuk memiliki hard skill yang dibutuhkan agar mereka dapat mengoperasikan mesin tersebut

Oleh karena itu, HR harus mampu menjalani fungsinya sebagai pengelola karyawan dan juga menemukan talenta terbaik dalam proses rekrutmen karyawan. Sehingga setiap tenaga kerja mampu memberikan ataupun menunjukkan kinerja maksimalnya dalam proses produksi yang berlangsung di industri manufaktur tersebut.

Konsep ‘right man on the right place’ memang tidak terbatas pada proses rekrutmen karyawan saja, tetapi juga pada program pelatihan yang di kembangkan oleh HR agar setiap tenaga kerja memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh industri untuk melakukan produksi.

Baca juga: Perbedaan Sebelum & Sesudah Menggunakan Software HRD

Bagaimana Seharusnya Proses Rekrutmen Pada Industri Manufaktur?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tentang bagaimana penempatan tenaga kerja menjadi salah satu hal penting yang dapat mempengaruhi tingkat kinerja dan juga produksi pada industri manufaktur lewat proses pelatihan dan juga proses rekrutmen, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana seharusnya proses rekrutmen pada industri manufaktur sehingga dapat menemukan talenta-talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri?

Karena industri manufaktur dapat dikatakan merupakan industri yang besar, baik dari jumlah produksi maupun jumlah tenaga kerja yang dikarenakan tingginya proses produksi yang mempengaruhi tingginya kebutuhan tenaga kerja. Maka proses rekrutmen menjadi salah satu tugas utama bagi tim HR di industri ini.

Dalam melakukan proses rekrutmen karyawan, bukan hanya skill atau kemampuan dari calon karyawan yang penting diperhatikan tetapi juga kecocokan calon tenaga kerja terhadap budaya organisasi yang telah dimiliki dan dijalankan oleh perusahaan.

Oleh karena itu dalam proses rekrutmen karyawan, HR harus mampu menemukan tenaga kerja yang bukan hanya memiliki kemampuan yang dibutuhkan tetapi juga seseorang yang dapat fit pada budaya organisasi yang telah dimiliki.

Baca Juga: Perkembangan Bisnis Manufaktur di Indonesia & Cara Mengelolanya dengan Baik

Apa yang Dimaksud Dengan Budaya Organisasi?

Pertanyaan berikutnya adalah apa yang dimaksud dengan budaya organisasi? Dan bagaimana hal itu bisa sangat berpengaruh terhadap kinerja tenaga kerja pada industri manufaktur?

Budaya organisasi dapat diartikan sebagai sebagai sekumpulan pengalaman, filosofi, ekspektasi, dan juga nilai yang terkandung di dalam sebuah organisasi yang kemudian tercermin pada perilaku karyawan.

Pentingnya mencari karyawan yang akan cocok dengan budaya organisasi sendiri tidak terlepas dari lima fungsi budaya organisasi menurut Siagian, yaitu:

  1. Untuk menentukan batas perilaku anggota organisasi dalam menentukan mana yang benar dan salah.
  2. Menumbuhkan rasa memiliki dan jati diri sebuah organisasi dan para anggotanya.
  3. Untuk menumbuhkan komitmen kepada anggota bahwa kepentingan bersama adalah di atas kepentingan individual.
  4. Sebagai alat untuk memperkuat ikatan seluruh anggota organisasi.
  5. Sebagai alat pengendali perilaku para anggota organisasi yang bersangkutan.

Itulah mengapa budaya organisasi harus menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen pada industri manufaktur, sehingga dapat meminimalisir tingkat turnover karyawan yang dapat merugikan perusahaan.

Peranan software HR pada saat ini menjadi salah satu solusi dari permasalahan yang mungkin terjadi seperti data karyawan yang tidak lengkap dan tidak tertata dengan rapi sehingga menyulitkan dalam memahami kebutuhan karyawan dan perusahaan untuk bisa melakukan proses produksi yang sesuai.


PUBLISHED24 Mar 2020
Sely
Sely