Bagaimana Penilaian Kinerja Karyawan Industri Manufaktur?

Bagaimana Penilaian Kinerja Karyawan Industri Manufaktur?

Rendahnya kinerja karyawan menjadi issue utama dalam industri manufaktur. Padahal, nyatanya industri manufaktur berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Setiap perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur dihadapkan dengan permasalahan yang sama, yaitu sumber daya manusia dengan kinerja yang tidak kompeten. Menurut Mangkunegara (2009), kinerja karyawan merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Biasanya, perusahaan melihat kinerja karyawan melalui penilaian oleh atasan atau manajer perusahaan. Lalu, bagaimana cara penilaian kinerja karyawan dalam industri manufaktur agar mengurangi kinerja yang tidak kompeten?

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Faktor yang Memengaruhi Kinerja Karyawan

  • Diri Karyawan

Kecocokan antara karyawan dengan pekerjaannya menjadi faktor yang terpenting. Bagaimana minat, motivasi, pendidikan, bakat serta karakter karyawan harus diketahui. Hal ini dapat dilakukan dengan diadakannya psikotes dan aptitude tes saat proses menyeleksi karyawan. Pengukuran kemampuan dasar seperti kecepatan reaksi, keterampilan tangan dan sebagainya akan sangat berpengaruh.

  • Fisik

Faktor fisik ini mencakup metode kerja, cara kerja, lingkungan fisik, bahan serta peralatan kerja yang digunakan oleh karyawan. Seperti apakah pembagian kerja dilakukan dengan benar, pekerjaan yang berulang-ulang, kontrol pekerjaan yang dilakukan oleh mesin dan munculnya jenuh dan stress yang juga biasanya dialami oleh karyawan perusahaan manufaktur.

  • Sosial dan Organisasi

Sosial dan organisasi juga berperan penting dalam kinerja karyawan. Hal ini meliputi pelatihan dan pengembangan karyawan, sistem upah yang benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia, kepemimpinan yang baik serta iklim kerja karyawan. 

Cara Penilaian Kinerja Karyawan 

Memang, tidak ada satu rumus kepastian dalam penilaian kinerja karyawan industri manufaktur, tetapi ada beberapa hal yang konstan terjadi dalam perusahaan ini. Berikut penilaian yang bisa dilakukan oleh bagian personalia atau manajer.

  • Tingkat Kepuasan Pelanggan

Pelanggan merupakan prioritas nomor satu bagi industri manapun, pelanggan adalah aset berharga. Pelanggan yang bahagia bisa menjadi duta industri secara tidak langsung karena mereka akan memberitahu orang-orang di sekitarnya. Mengingat peran penting mereka dalam keberlanjutan bisnis, sangat penting jika mereka sepenuhnya puas dengan produk yang ditawarkan. 

Sebuah perusahaan industri manufaktur bisa melakukan survei kepuasaan pelanggan secara rutin. Jika pelanggan menilai pengalaman mereka dengan baik, maka itu menjadi penghargaan bagi karyawan. Tetapi sebaliknya, jika pelanggan kurang puas terhadap produk, maka menjadi evaluasi untuk segala tim karyawan di perusahaan. Dimulai dari tim produksi, tim penjualan hingga tim pengiriman.

  • Changeover

Changeover merupakan waktu yang dibutuhkan untuk proses perubahan pada mesin atau jalur produksi. Perusahaan manufaktur bisa menggunakan evaluasi ini untuk mengukur jumlah waktu atau kecepatan yang diperlukan. Hal ini juga tergantung pada efisiensi karyawan dan peralatan, proses dapat berlangsung selama beberapa menit, jam atau berhari-hari.

Changeover yang berhari-hari tidak pernah baik untuk bisnis, jika mereka bertahan selama berhari-hari, maka dapat menghabiskan biaya jutaan bagi perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi sebuah perusahaan manufaktur mengevaluasi waktu yang diperlukan dalam changeover agar dapat ditingkatkan. Misalnya, jika peralatan yang menjadi masalah, perusahaan dapat beralih menggunakan peralatan yang mudah dipasang dan dikonfigurasikan. Setelah itu, efektivitas karyawan dapat diukur dengan seberapa efisien proses changeover berjalan hingga proses produksi berjalan sepenuhnya.

  • Pemanfaatan Kapasitas

Penilaian ini menunjukkan jumlah output yang digunakan perusahaan manufaktur dalam waktu tertentu. Perusahaan yang berjalan dengan kapasitas penuh memiliki pemanfaatan kapasitas 100%. Seorang manajer bisa menggunakan evaluasi pemanfaatan kapasitas untuk memeriksa seberapa baik kinerja departemen yang  bertanggung jawab. Perlu dipertanyakan apakah parameternya berada di bawah persentase yang diharapkan. 

  1. Produksi atau Jadwal Pencapaian 

Ini merupakan ukuran seberapa sering perusahaan mencapai target produksinya dalam waktu yang ditentukan. Penilaian dapat menggunakan persentase produksi terjadwal untuk menunjukkan output secara aktual. Jika angka rendah, berarti tim produksi tidak dapat merencanakan produksi dengan baik atau mesin tidak bekerja secara optimal.

  • Produksi yang Cacat

Ini merupakan sebuah evaluasi untuk menilai tim produksi. Seorang manajer dapat melihat seberapa banyak produk dalam industri yang dihasilkan dengan barang yang cacat produksi. Ketika produksi dengan produk yang cacat tinggi, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas kinerja karyawan di tim produksi juga rendah. 

  • Tingkat Absensi

Ketidakhadiran dan kinerja berjalan beriringan. Menurut beberapa penelitian, karyawan yang sangat terlibat dan termotivasi membutuhkan hari sakit yang lebih sedikit, yaitu 37%. Selain itu, karyawan yang sering melakukan absen juga bisa menurunkan produktivitas perusahaan dengan kualitas kinerja yang rendah. Hal ini juga bisa ditinjau dengan menggunakan aplikasi absensi agar penilaian dilakukan lebih cepat dan akurat.

  • Lembur per Karyawan

Selain absensi, perhitungan lembur juga bisa dilakukan untuk penilaian kinerja karyawan. Karyawan yang bersedia bekerja lembur sering termotivasi dan akan berkontribusi lebih pada perusahaan. Sebuah perusahaan manufaktur dapat memeriksa berapa banyak upaya yang dilakukan setiap karyawan terhadap perusahaan dengan menghitung total jam lembur mereka. Sebuah perusahaan dapat menggunakan sebuah software yang memudahkan perusahaan untuk menghitung jam lembur karyawan.

Tujuan Penilaian Kinerja Karyawan

Tujuan dari menilai karyawan yaitu untuk mengukur kinerja karyawan. Biasanya, penilaian ini selalu dilakukan dalam industri perusahaan manufaktur sehingga perusahaan mengetahui apakah serangkaian faktor dari diri karyawan, faktor fisik serta faktor sosial dan organisasi karyawan cocok dengan pekerjaan karyawan itu sendiri.

  • Kekuatan dan Kelemahan Karyawan

Perusahaan manufaktur harus terus menerus menilai karyawannya agar mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh karyawan dalam perusahaannya. Hal ini penting untuk proses perencanaan tenaga kerja ke depannya.

  • Pelatihan dan Pengembangan

Setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki karyawan, selanjutnya dapat diadakan pelatihan serta pengembangan untuk karyawan. Dengan mengetahui kelemahan yang dialami oleh mayoritas karyawan atau bagian tim tertentu, maka dapat ditentukan pelatihan yang dibutuhkan. 

  • Sistem Penghargaan

Pengukuran kinerja karyawan melalui penilaian merupakan komponen dari struktur kompensasi kebanyakan perusahaan. Peringkat yang diterima karyawan dapat mempengaruhi jumlah gaji atau kenaikan upah karyawan. Tentu, hasil kinerja terbaik akan mendapat tambahan bonus lebih dari perusahaan.


PUBLISHED20 Mar 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah