Administrasi HR 5 min read

Ancaman AI bagi Perkembangan Perusahaan yang Tidak Bisa Adaptasi

By Jordhi FarhansyahPublished 18 Jul, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Belakangan ini, perkembangan AI sudah semakin pesat, terutama peranannya dalam bisnis. Namun hal tersebut ternyata menimbulkan ancaman, terutama bagi perkembangan perusahaan yang kurang bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi khususnya AI.

Melalui artikel ini, Mekari Talenta akan menjelaskan mengenai perubahan bisnis akibat adanya perkembangan AI dan apa saja ancamannya. Simak penjelasannya di artikel berikut ini.

Perubahan bisnis akibat AI

AI (Artificial Intelligence) telah memiliki dampak besar dalam mengubah cara bisnis beroperasi dan memberikan peluang baru yang menarik.

Dengan adanya AI, perusahaan memiliki banyak kesempatan dalam meningkatkan efisiensi operasional.

Contohnya, AI dapat mengotomatisasi banyak tugas rutin dan berulang dalam bisnis, seperti analisis data, manajemen inventaris, atau pemrosesan dokumen. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional.

Contoh lainnya, dengan memanfaatkan AI, perusahaan dapat menganalisis data kebiasaan membeli pelanggan dalam skala besar dengan cepat dan akurat.

Melalui analisis ini, perusahaan bisa mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang perilaku pelanggan, tren pasar, dan kecenderungan bisnis, yang pada gilirannya membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih cerdas.

Dengan peningkatan-peningkatan ini, AI juga memungkinkan pengembangan produk dan layanan perusahaan yang lebih inovatif dan unggul.

Misalnya pengembangan produk dengan fitur AI, seperti asisten suara atau chatbot yang dapat meningkatkan interaksi pelanggan.

Kendati demikian, perlu diingat bahwa penerapan AI juga menimbulkan beberapa ancaman, seperti masalah privasi dan etika, serta perubahan dalam kebutuhan tenaga kerja.

Ancaman AI bagi perusahaan yang tidak adaptif

ancaman ai

Sebuah bisnis dituntut harus bisa beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Hal ini tentu termasuk pada pertumbuhan bisnis yang mulai menggunakan AI.

Ketika AI sukses diimplementasi, perusahaan mulai mengalami perubahan karena ada dampak yang signifikan pada sektor-sektor tertentu. Misalnya saja, produktivitas hingga penghematan biaya.

Tentunya, perusahaan yang terlambat atau tidak mengandalkan AI sama sekali mengalami hambatan di beberapa hal.

Bagi perusahaan yang kurang adaptif terhadap perubahan dan tidak mampu mengadopsi teknologi AI, ada beberapa ancaman serius yang dapat timbul. Berikut beberapa di antaranya.

Ancaman AI ke-1: Ketinggalan persaingan dan peluang pasar

Perusahaan yang tidak mengadopsi AI berisiko tertinggal dari pesaing yang lebih canggih dalam penerapan teknologi ini.

Pesaing yang lebih adaptif dapat memiliki keunggulan operasional, efisiensi, dan pelayanan pelanggan yang lebih baik, sehingga meraih pangsa pasar lebih besar.

Ancaman AI ke-2: Kelemahan dalam pengambilan keputusan dan analisis data

AI memerlukan data yang berkualitas untuk memberikan hasil yang baik. Perusahaan yang tidak memiliki strategi pengelolaan data yang baik akan kesulitan dalam memanfaatkan potensi penuh AI dan mungkin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Selain itu, proses efisiensi juga bisa dilakukan ketika Anda memanfaatkan AI untuk menganalisis data.

Secara keseluruhan, kurangnya adaptasi terhadap perubahan teknologi AI dapat menyebabkan perusahaan kehilangan daya saing, kualitas layanan, dan potensi pertumbuhan.

Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk berinvestasi dalam pemahaman dan implementasi teknologi AI sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya mereka.

Dengan demikian, Anda bisa tetap bersaing dengan kompetitor dan siap beradaptasi menghadapi kemungkinan-kemungkinan di masa depan dengan berbagai perubahan terkait AI.

Talenta blog banner

Pentingnya adaptasi dengan AI

Setelah mengetahui beberapa ancaman bagi perusahaan yang kurang adaptif terhadap AI, tentunya Anda perlu tahu apa saja peluang yang bisa dihasilkan dari pemanfaatan AI.

Produktivitas, efisiensi, serta inovasi adalah tiga kunci utama dari manfaat positif AI. Namun hal itu akan berbeda-beda, tergantung bagaimana perusahaan menggunakan teknologi AI.

Keunggulan kompetitif dan efisiensi operasional yang dihasilkan

Salah satu manfaat penting dari adaptasi dengan AI adalah mendapatkan keunggulan produk dan layanan yang diberikan terhadap konsumen.

Di zaman sekarang, dengan menyematkan kelebihan seperti ‘diperkuat oleh AI’ di dalam salah satu produk atau jasa yang ditawarkan, akan menjadikan hal tersebut sebuah pertimbangan besar dalam penentuan keputusan konsumen.

Contohnya saja, laman seperti Copy.ai yang menjadi salah satu tools yang jadi andalan para pekerja kreatif, khususnya copywriter, dalam membuat beragam tulisan dengan cepat. Copy.ai juga populer lantaran sama-sama menggunakan model Open AI seperti Chat GPT.

Selain keunggulan yang kompetitif dibandingkan kompetitor, AI juga membuat proses operasional di perusahaan juga lebih efisien.

Sebagai contoh di sektor manufaktur, AI dapat digunakan untuk mengotomatisasi garis produksi, meningkatkan kontrol kualitas, dan mengurangi kesalahan manusia.

Lalu di sektor layanan, chatbot AI dan sistem dukungan otomatis dapat menghadirkan layanan 24/7 tanpa harus menambah staf.

Kemampuan untuk mengantisipasi tren pasar dan kebutuhan pelanggan

Kemampuan AI dalam mengantisipasi tren pasar dan kebutuhan pelanggan sangat kuat dan inovatif.

AI dapat menganalisis data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat, mengidentifikasi pola yang tidak terlihat oleh manusia, dan memberikan wawasan mendalam tentang perilaku pelanggan dan tren pasar.

Beberapa kemampuan yang mungkin bisa dilakukan AI terkait hal ini di antaranya adalah berikut.

  • Analisis data yang cepat dan mendalam
  • Pemahaman sentimen pelanggan
  • Prediksi permintaan produk
  • Personalisasi pengalaman pelanggan
  • Prediksi dan identifikasi trend produk
  • Analisis pesaing dan pasar
  • Prediksi perilaku masa depan
  • Penggunaan chatbot dan layanan otomatis

Strategi adaptasi dari ancaman tidak beradaptasi dengan AI

Ancaman dari gagalnya proses adaptasi dengan AI mungkin bisa menyebabkan perusahaan mengalami kerugian dan ketinggalan dengan beberapa kompetitor.

Untuk itu, perlu beberapa strategi yang perlu diambil perusahaan agar tetap bisa beradaptasi dengan AI dan terhindar dari ancaman tersebut.

Berikut adalah beberapa langkahnya.

Mengenali kebutuhan bisnis yang dapat ditingkatkan oleh AI

Pertama-tama, Anda selaku pemilik perusahaan perlu mengetahui terlebih dahulu kebutuhan bisnis Anda. Aspek mana saja yang bisa ditingkatkan lewat AI? Apakah dari segi produk, customer service, atau sistem internal perusahaan.

Ketika Anda sudah memetakan kebutuhan perusahaan, Anda baru bisa mengimplementasi teknologi AI untuk melakukan efisiensi. Misalnya, penggunaan chatbot untuk respon customer service yang lebih baik.

Peningkatan kapabilitas dan kompetensi karyawan dalam memahami dan mengelola AI

Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah pelatihan untuk karyawan Anda. Pengelolaan AI hampir tidak ada gunanya jika tidak diimbangi dengan SDM yang menggunakannya.

Karena kembali lagi, AI hanyalah sebuah mesin yang perlu dikendalikan oleh manusia agar bisa menghasilkan sesuatu sesuai harapan.

Mengembangkan kemitraan dengan perusahaan teknologi untuk memanfaatkan solusi AI

Agar implementasi berhasil, Anda juga perlu bermitra dengan perusahaan teknologi, khususnya penyedia layanan AI.

Contohnya, chatbot yang Anda gunakan bisa diintegrasikan dengan Chat GPT agar bisa memberikan respon kepada pelanggan dengan bahasa yang lebih ‘manusiawi’ dan pintar.

Tentunya hal ini bisa dilakukan jika Anda bermitra dengan Open AI sebagai pencipta model AI Chat GPT.

Contoh kasus perusahaan yang gagal adaptasi

Dengan perkembangan AI yang sangat pesat dua tahun ke belakang, terutama selama masa pandemi, tidak banyak juga perusahaan yang kehilangan momentum dan terlambat dalam melihat peluang terkait AI.

Salah satu contoh kasusnya adalah Google. Kemunculan Open AI dengan Chat GPT-nya cukup membuat Google kalang kabut karena melalui kemampuan AI-nya, Chat GPT berhasil memberikan jawaban dan respon yang lebih kompleks dan unik ketimbang Google Search.

Unik yang dimaksud di sini adalah dengan prompt atau perintah yang sama, dua orang berbeda akan menghasilkan jawaban yang berbeda dari segi struktur bahasa ketika mencari jawaban yang sama.

Hal ini lah yang membuat banyak orang memanfaatkannya untuk berbagai hal, mulai dari mengerjakan esai hingga membuat skripsi.

Keterlambatan Google dalam beradaptasi dengan AI, pada akhirnya membuat mereka menciptakan Bard.

Bard adalah sebuah tandingan Chat GPT yang membuat mesin pencarian Google kini diperkuat oleh AI, meski hasilnya masih menjadi bahan cibiran karena belum mampu menandingi Chat GPT.

Pelajaran dari sini adalah, pebisnis mana pun harus siap beradaptasi dengan teknologi agar mampu bersaing dengan kompetitornya.

Kesimpulan

Itulah tadi beberapa hal mengenai ancaman dari AI jika bisnis kurang mampu beradaptasi dan juga strategi dalam implementasinya.

Secara garis besar, adaptasi dengan AI dianggap penting dalam menjaga perkembangan dan keberlanjutan perusahaan.

Untuk mewujudkannya, perusahaan perlu mengetahui kebutuhan mereka dan tetap update tentang perkembangan teknologi terkini dan bagaimana perusahaan mampu beradaptasi.

Proses adaptasi pun harus menyeluruh dilakukan di dalam perusahaan. Dari produk, hingga sistem internal yang digunakan oleh staf, seperti HR.

Kini, software HR juga mulai mengalami perubahan pesat dan perlahan mulai memanfaatkan AI agar semakin meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas kerja HR.

Terkait software HR, Anda bisa beralih ke Mekari Talenta yang memiliki beragam fitur menyesuaikan kebutuhan Anda seperti Performance Management, HR Analytics, hingga Payroll.

Jika tertarik mengetahui Mekari Talenta lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dengan tim kami lebih lanjut dan berdiskusi mengenai kebutuhan HR Anda sekarang juga.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.