Mengapa Apresiasi Karyawan Penting? Ini 5 Alasannya

Tayang
Highlights
  • Apresiasi karyawan adalah bentuk pengakuan atas kontribusi, pencapaian, maupun perilaku positif yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan motivasi dan engagement.

  • Apresiasi yang konsisten membantu meningkatkan kepuasan kerja, memperkuat loyalitas, membangun budaya kerja positif, serta mendorong retensi talenta.

Di tengah persaingan mendapatkan dan mempertahankan talenta terbaik, perusahaan tidak lagi cukup mengandalkan kompensasi sebagai satu-satunya faktor yang meningkatkan loyalitas karyawan.

Pengalaman kerja, pengembangan karier, serta apresiasi yang diberikan secara konsisten kini menjadi bagian penting dalam membangun employee experience yang positif.

Hal ini didukung oleh riset Gallup dan Workhuman yang meriset lebih dari 3.400 karyawan selama periode 2022โ€“2024 dan menemukan bahwa karyawan yang menerima apresiasi berkualitas memiliki kemungkinan 45% lebih rendah untuk meninggalkan perusahaan dalam dua tahun dibandingkan mereka yang jarang mendapatkan pengakuan.

Selain membantu meningkatkan retensi, apresiasi yang bermakna juga memperkuat engagement dan membangun budaya kerja yang lebih positif.

Artikel ini akan membahas mengapa apresiasi menjadi salah satu bentuk penghargaan paling berharga bagi karyawan serta dampaknya terhadap organisasi.

1. Bagi karyawan, apresiasi adalah bentuk kepeduliaan dan rasa menghargai perusahaan

kompetensi karyawan

Sebagaimana diketahui, karyawan adalah aset paling berharga dari perusahaan. Oleh karena itu, bentuk atau wujud nyata atas penghargaan kepada karyawan tak bisa hanya diberikan dengan memberikan gaji besar.

Memberikan selamat dan mengetahui kontribusi yang sudah dilakukan oleh karyawan terhadap perusahaan adalah bentuk penghargaan terbaik. Karena, karyawan merasa diperlakukan layaknya manusia bukannya robot.

Sebagai atasan atau bagian top manajerial perusahaan, Anda sangat dianjurkan untuk sering-sering peduli dan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah karyawan lakukan.

Hal sekecil apapun dan dalam lingkup kerja kecil apapun, tunjukan apresiasi Anda kepada rekan kerja atau bawahan.

Caranya, bisa dengan mengucapkan terima kasih secara personal. Anda juga bisa memberikan ucapan terima kasih saat melakukan meeting atau melalui email jaringan.

Baca juga: Apa Itu Talent Pool?

2. Bagi karyawan, apresiasi juga bisa meningkatkan kebahagian juga kepuasaan kerja

Ini Alasan Apresiasi adalah Penghargaan Terbaik untuk Karyawan

Buntut dari melakukan pekerjaan tentunya adalah kepuasan. Salah satu cara mewujudkan kepuasan pada saat selesai melakukan pekerjaan adalah dengan mendapat apresiasi dari orang-orang atau rekan kerja sekitar.

Jika Anda terang-terangan memberikan apresiasi atas seluruh jerih payah karyawan, niscaya ia tak hanya akan merasa dihargai tapi juga bahagia dan merasa puas. Buahnya, karyawan akan lebih loyal kepada perusahaan karena merasa kebutuhan emosionalnya merasa dipenuhi.

Selain itu, karyawan juga akan merasa betah bekerja di perusahaan yang berbuah pada minimnya angka turnover. Keuntungan bagi perusahaan dan karyawan bukan?

3. Memberikan apresiasi bisa jadi jalan membangun budaya kerja yang positif

Percaya atau tidak, memberikan apresiasi yang baik atas kerja keras karyawan bisa jadi salah satu jalan untuk membangun budaya kerja yang positif di perusahaan. Mengapresiasi bisa jadi salah satu cara Anda dan perusahaan menciptakan suasana kerja yang berlandaskan kemanusiaan kebahagiaan dan kepercayaan.

Terlebih, dewasa ini budaya kerja adalah salah satu cara baik dan efektif dalam menarik minat karyawan baru potensial. Dengan terus menerus melakukan hal positif -dalam hal ini budaya mengapresiasi kerja karyawan- maka niscaya budaya kerja perusahaan dimata calon karyawan akan terbentuk positif.

 

4. Terakhir, memberikan apresiasi bisa menumbuhkan rasa percaya terhadap top manajerial

Di zaman serba digital seperti saat ini, menumbuhkan rasa percaya terhadap top manajerial dan perusahaan bisa dibilang adalah hal yang sulit.

Terlebih jika perusahaan tempat karyawan bekerja dengan top manajerial terpisah lokasi baik daerah maupun negara.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal ini maka memberikan apresiasi bisa jadi cara jitu. Dengan memberikan apresiasi terhadap kinerja dan prestasi karyawan, maka hal tersebut secara tak langsung menunjukkan bahwa perusahaan terlebih top manajerial peduli dengan karyawan dan mengetahui setiap detail kinerja dari karyawan.

Meski tak pernah bertemu, apresiasi bisa jadi jalur komunikasi ‘tak kasat mata’ yang efektif untuk karyawan dan perusahaan secara keseluruhan.

Baca juga: Apa Itu Tingkat Turnover Karyawan?

5. Salah satu cara lain mengapresiasi karyawan

Ini Alasan Apresiasi adalah Penghargaan Terbaik untuk Karyawan

Karyawan tentu senang diapresiasi. Apalagi jika hal tersebut berkaitan dengan karir mereka. Misalnya saja dengan memberikan promosi terhadap mereka karena mereka berkontribusi besar.

Salah satu bentuk promosi juga bisa berupa pelimpahan posisi penting dikarenakan karyawan terdahulunya harus resign atau mengisi role lain.

Namun, hal ini tidak bisa dilakukan begitu saja. Perlu persiapan yang matang dari perusahaan agar proses transisi peran berjalan lebih efisien tanpa perlu proses adaptasi yang lama.

Hal ini dinamakanย succession planningย di mana perusahaan membuat sebuah program untuk suksesor di sektor-sektor penting.

Hal ini terbilang lebih efisien secara waktu dan biaya karena Anda pasti akan mengutamakan talenta internal yang dilatih potensinya sejak awal.

Membantu Anda memiliki program perencanaan suksesor yang baik, Mekari Talenta memiliki fitur Succession Plan, yang merupakan bagian dari modul Talent Development.

Fitur ini akan memungkinkan Anda untuk memfasilitasi kebutuhan suksesor yang Anda kembangkan menyesuaikan jenjang karir serta potensi karyawan.

Tertarik untuk mengetahui fitur ini lebih lanjut? Anda bisa mencoba gratis demo aplikasi Mekari Talenta sekarang.

Pertanyaan Umum seputar Apresiasi Karyawan

Apa perbedaan apresiasi karyawan dengan reward?

Apa perbedaan apresiasi karyawan dengan reward?

Apresiasi merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi atau perilaku positif karyawan yang tidak selalu berbentuk materi. Sementara itu, reward umumnya berupa kompensasi finansial maupun nonfinansial seperti bonus, insentif, hadiah, atau promosi jabatan. Perusahaan idealnya mengombinasikan keduanya agar kebutuhan emosional maupun finansial karyawan dapat terpenuhi.

Seberapa sering perusahaan sebaiknya memberikan apresiasi kepada karyawan?

Seberapa sering perusahaan sebaiknya memberikan apresiasi kepada karyawan?

Apresiasi tidak perlu menunggu pencapaian besar atau penilaian tahunan. Pengakuan sederhana yang diberikan secara rutin setelah karyawan menyelesaikan pekerjaan dengan baik justru cenderung lebih bermakna. Konsistensi lebih penting daripada besarnya bentuk apresiasi yang diberikan.

Apakah apresiasi harus selalu berupa bonus atau kenaikan gaji?

Apakah apresiasi harus selalu berupa bonus atau kenaikan gaji?

Tidak. Banyak bentuk apresiasi yang efektif tanpa melibatkan insentif finansial, seperti ucapan terima kasih, pengakuan di depan tim, kesempatan mengikuti pelatihan, penugasan strategis, hingga fleksibilitas kerja. Yang terpenting adalah apresiasi diberikan secara tulus, relevan, dan sesuai dengan kontribusi karyawan.

Bagaimana perusahaan memastikan proses apresiasi berjalan secara adil?

Bagaimana perusahaan memastikan proses apresiasi berjalan secara adil?

Perusahaan perlu memiliki kriteria yang jelas mengenai perilaku atau pencapaian yang layak mendapatkan apresiasi. Dokumentasi melalui sistem performance management juga membantu memastikan pengakuan diberikan berdasarkan data dan kontribusi nyata, bukan sekadar penilaian subjektif. Dengan demikian, budaya apresiasi akan lebih dipercaya oleh seluruh karyawan.

Bagaimana teknologi membantu membangun budaya apresiasi di perusahaan?

Bagaimana teknologi membantu membangun budaya apresiasi di perusahaan?

Platform performance management memungkinkan perusahaan mendokumentasikan pencapaian, feedback, serta rekognisi karyawan secara terpusat. HR dan manajer dapat memantau kontribusi individu maupun tim, memberikan apresiasi tepat waktu, dan menghubungkannya dengan pengembangan karier atau succession planning. Pendekatan berbasis data membuat proses apresiasi lebih konsisten, transparan, dan berdampak terhadap engagement karyawan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Nidiya
Nidiya Felani Suardy

Nidiya Felani S adalah seorang ย dengan pengalaman lebih dari 17 tahun di bidang Human Resources. Ia memiliki keahlian di berbagai aspek HR, termasuk Compensation & Benefits, Talent Acquisition, HRIS (Human Resource Information System), Employee Relations, Industrial Relations, dan Learning & Development.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales