Persiapan Perusahaan Hadapi Perubahan Cuti Bersama 2020

Pelaksanaan cuti bersama untuk merayakan Hari Lebaran di tanah air tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya akibat pandemi virus Covid-19. Semula, pemerintah telah menetapkan tanggal cuti bersama 2020 untuk Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 22 Mei, 26 Mei, dan 27 Mei. Namun, pemerintah tengah mewacanakan penggeseran cuti bersama dari tanggal tersebut.

Rencana mengganti tanggal cuti bersama di periode Hari Lebaran merupakan respon pemerintah untuk meredam kekhawatiran masyarakat, khususnya para pekerja rantau, di tengah wabah Virus Covid-19. Pasalnya, pemerintah tengah menggalakan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat berbagai kegiatan terhambat, termasuk pembatasan mudik massal yang telah menjadi rutinitas tahunan di Indonesia menjelang Lebaran.

Dua Opsi untuk Penggantian Tanggal Cuti Bersama

Larangan mudik yang berlaku untuk menekan penyebaran Virus Corona memunculkan kekecewaan bagi masyarakat karena tidak dapat bertemu dengan sanak saudaranya tahun ini. Untuk menenangkan masyarakat, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengganti tanggal cuti bersama sehingga masyarakat tetap dapat bersilaturahmi setelah keadaan membaik.

Pemerintah tengah mempertimbangkan dua opsi pergeseran cuti bersama, yaitu menjelang Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli 2020 mendatang atau memberikan jatah cuti bersama Lebaran di akhir tahun, sekaligus menyambut Hari Natal dan Tahun Baru. Beberapa pihak menganggap cuti bersama pada Idul Adha tepat karena momen Lebaran masih belum hilang, sedangkan alasan pergeseran cuti bersama untuk Lebaran ke akhir tahun adalah menunggu situasi telah kondusif sehingga masyarakat dapat mudik dengan tenang.

Note: Dear perusahaan, pahami lebih jauh Aturan Cuti Lebaran dan THR hanya di artikel Talenta.

Persiapan Perusahaan Hadapi Pergeseran Cuti Bersama

Dua Opsi untuk Penggantian Tanggal Cuti Bersama

Dari sisi badan usaha, pergeseran cuti bersama untuk hari Lebaran membuat para pemimpin perusahaan dan pemilik bisnis harus membuat beberapa persiapan untuk kelangsungan operasional bisnis mereka.

1. Penyesuaian Target Bisnis

Setiap perusahaan memiliki prediksi terkait pertumbuhan bisnis dalam jangka waktu tertentu untuk dijadikan pegangan atau target dalam menjalankan bisnisnya. Biasanya, target bisnis perusahaan dibagi menjadi 4 triwulan dalam satu tahun atau selama tiga bulan sekali. Pergeseran cuti bersama di akhir tahun maupun ke triwulan selanjutnya tentunya dapat memberikan dampak yang besar terhadap prediksi pertumbuhan bisnis perusahaan, mengingat karyawan akan memanfaatkan momen tersebut untuk mudik. Para pemimpin perusahaan dapat memulai meeting untuk mendiskusikan target bisnis mereka sedini mungkin agar mereka siap menghadapi pergeseran cuti bersama.

2. Siapkan Agenda untuk Lebaran

Apabila cuti bersama tidak diterapkan di sekitar hari Lebaran, itu berarti para karyawan akan tetap bekerja seperti biasa di tanggal tersebut. Perusahaan dapat memanfaatkan momen ini dengan menyiapkan berbagai agenda dan kegiatan positif untuk para karyawan, mulai dari menyiapkan pelatihan, webinar, hingga bincang santai secara online yang dapat mengeratkan tali silaturahmi antar karyawan.

3. Atur Jadwal Cuti Karyawan

Untuk menghadapi cuti bersama yang digeser, perusahaan juga harus menyiapkan strategi agar bisnis dapat tetap berjalan. Salah satu caranya adalah dengan mengatur kesepakatan cuti antar karyawan sehingga kegiatan operasional tetap berlangsung dengan lancar. Pengelolaan cuti karyawan secara efisien dapat Anda lakukan bersama solusi teknologi Talenta.

Fitur-fitur canggih dalam solusi HRIS Talenta mampu menghadirkan sistem cuti online.

Selain itu, penarikan database jadwal cuti karyawan dapat Anda manfaatkan untuk mengatur cuti karyawan dengan efektif. Anda dapat mengenal produk Talenta di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. 


PUBLISHED22 May 2020
Dio
Dio

SHARE THIS ARTICLE: