Pahami Tata kelola Karyawan untuk Tingkatkan Produktivitas

Pahami Tata kelola Karyawan untuk Tingkatkan Produktivitas

Tingkat produktivitas setiap karyawan pada suatu perusahaan tentu berbeda-beda. Belum lagi pengaruh internal atau eksternal yang membuat pasang-surut kinerja setiap karyawan. Padahal, posisi yang ditempati oleh setiap karyawan memiliki peran untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan tempat mereka bekerja. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas perusahaan untuk mengatasi permasalahan kinerja para karyawannya salah satunya adalah tata kelola karyawan yang benar.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Proses tata kelola karyawan ini tentu sudah dimiliki perusahaan khususnya pada divisi HR, di mana bertanggung jawab atas urusan administratif karyawan yang juga menjadi bagian dari pengelolaan karyawan. Dalam pengelolaan karyawan, HRD juga harus memahami tiap kebutuhan karyawan dan juga menerapkan sistem yang berbasis teknologi seperti penggunaan software.

Jika sistem tata kelola karyawan masih belum efektif, maka perusahaan perlu berbenah dengan mengevaluasi pokok permasalahan yang membuat sistem pengelolaan karyawan tersebut masih belum sesuai atau mungkin salah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mewujudkan sistem pengelolaan karyawan yang baik dan benar. Berikut ini penjelasannya.

Memahami Permasalahan Produktivitas melalui Pengaruh Faktor

Munculnya permasalahan menyangkut produktivitas setiap karyawan disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi naik turunnya semangat setiap karyawan dalam bekerja. Hal dasar untuk mengetahui permasalahan mengenai produktivitas perusahaan, adalah dengan analisis teori Maslow.

 Teori Maslow menjelaskan bahwa setiap manusia akan mencapai puncak kepuasan jika sudah memenuhi tiga tahapan yaitu; kebutuhan fisiologis (makan dan minum), rasa aman (sistem kerja), sosial (work-life balance), penghargaan (nilai kerja dan juga atasan yang baik), dan pada tahapan puncak adalah aktualisasi diri (kesempatan pengembangan diri).

Teori Maslow dapat diterapkan pada karyawan. Jika karyawan pada perusahaan sudah memenuhi tingkat puncak yaitu aktualisasi diri, karyawan dengan sendirinya akan ada rasa aware dan recognition untuk berkontribusi pada perusahaan sehingga tingkat produtivitas perusahaan juga meningkat. Pada hirarki Maslow ini, setiap tahapannya dipengaruhi oleh faktor internal dan eskternal, yaitu;

Faktor Internal

Faktor ini menjelaskan permasalahan yang terjadi disebabkan oleh karakteristik dari pribadi seorang karyawan. Hal ini bisa berupa kemampuan diri, kemampuan berkomunikasi, keandalan, keterampilan, loyalitas, dan kemampuan dalam memimpin.

Faktor Eksternal

Pada faktor ini merupakan faktor yang ada di luar diri seorang karyawan. Di mana, faktor eksternal ini terdiri dari dua jenis yaitu faktor sosial dan organisasi yang meliputi pengalaman, pelatihan, kebijakan sistem upah hingga lingkungan sosial. Sedangkan faktor selanjutnya adalah fisik dan pekerjaan yang meliputi pengaturan, kondisi, perlengkapan kerja, metode kerja, kebisingan, dan kondisi temperatur.

Baca juga: Kelola Payroll dengan Software HR, Bagaimana?

Cara yang Dapat Dilakukan Perusahaan untuk Meningkatkan Kinerja Setiap Karyawan

Setelah memahami rumusan masalah melalui faktor-faktor yang mendukung kondisi kinerja atau produktivitas karyawan, perusahaan bisa mulai mengaplikasikan beberapa cara untuk meningkatkan level produktivitas tersebut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan setiap perusahaan dalam mendongkrak semangat dan produktivitas setiap karyawan saat bekerja.

Menetapkan Ekspektasi Perusahaan kepada Karyawan

Cara ini bisa dilakukan setiap perusahaan saat proses perekrutan berlangsung. Jelaskan dan yakinkan calon karyawan secara jelas dan terperinci mengenai standar yang telah ditetapkan dan bagaimana cara menerapkannya bagi setiap karyawan.

Memberikan Pembinaan Kerja bagi Karyawan

Cara ini merupakan langkah baru bagi perusahaan dalam mengelola karyawan secara langsung dengan melakukan hubungan pembinaan lebih mendalam antara karyawan dengan manajer hingga pimpinan perusahaan.

Memberdayakan Setiap Karyawan

Cara ini bisa dilakukan dengan memberikan setiap karyawan otonomi lebih dalam memberikan ide atau gagasan. Dengan begitu, karyawan akan merasa suaranya dapat didengar oleh perusahaan dan merasa dihargai.

Mendengarkan Kritik dan Saran dari Setiap Karyawan 

Setiap perusahaan tentu memerlukan kritik dan saran oleh para karyawannya ketika menemukan aturan atau cara yang kurang efektif. Dengan begitu, perusahaan mampu menetapkan standar yang bisa dijalankan oleh setiap karyawan.

Menentukan Tujuan yang Jelas di Awal

Ketika cara ini diterapkan, maka perusahaan dapat memberikan pemahaman terhadap para karyawan terkait perencanaan bisnis hingga jenjang karir bagi setiap karyawan. Pastinya, setiap karyawan akan menargetkan hal-hal yang akan mereka capai ke depan.

Mengukur dan Menilai Kinerja Setiap Karyawan

Cara ini dapat dilakukan perusahaan dengan periode yang sudah ditentukan meliputi penilaian dan pengukuran setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan. Dengan begini, perusahaan dapat memutuskan langkah berikutnya bagi setiap karyawan.

Menyesuaikan Kebutuhan Karyawan

Kebutuhan dalam hal ini adalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Di mana, perusahaan akan memberikan kemudahan bagi karyawan saat bekerja dan begitu sebaliknya, karyawan mampu meningkatkan produktivitas pekerjaan mereka.

Memberikan Apresiasi pada Setiap Pencapaian atau Prestasi Karyawan

Dengan melakukan apresiasi terhadap kinerja setiap karyawan, maka perusahaan akan memberikan dorongan semangat kepada karyawan untuk mencapai target selanjutnya.

Memberikan Pengarahan agar Karyawan dapat Memaksimalkan Kinerja

Setiap karyawan pastinya akan merasa kebingungan untuk melakukan pekerjaan berikutnya ketika tidak ada bimbingan atau arahan selanjutnya. Oleh karena itu, setiap perusahaan dapat memberikan pengarahan yang jelas agar setiap karyawan mampu menjalankan setiap pekerjaan secara maksimal dan baik. Berikut ini ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh setiap perusahaan dalam memberikan pengarahan kepada para karyawan.

Orientasi

Orientasi untuk karyawan baru tentu perlu dilakukan oleh setiap perusahaan dalam proses pengenalan di hari pertama kerja. Tujuan dari orientasi ini adalah karyawan baru dapat mengetahui seluk-beluk perusahaan meliputi keadaan perusahaan, budaya perusahaan, jumlah karyawan perusahaan, tujuan perusahaan, dan masih banyak lainnya.

Selain itu, perusahaan juga dapat memberikan orientasi kepada karyawan lama untuk me-refresh beberapa hal yang perlu diketahui. Hanya saja proses orientasi karyawan lama ini memfokuskan pada hal-hal tertentu.

Perintah

Perintah sendiri diberikan oleh perusahaan yang berasal dari pimpinan kepada para karyawan untuk melakukan beberapa pekerjaan pada waktu tertentu. Perintah ini terdiri dari 3 jenis yaitu perintah lisan dan tertulis, perintah umum dan khusus, serta perintah formal dan informal.

Pendelegasian atau Pemberian Wewenang

Pada pengarahan ini setiap karyawan akan diberikan tugas tertentu saja dan dikurangi beban pekerjaannya.

Dalam mengelola karyawan, perusahaan dapat menggunakan berbagai macam cara yang sesuai dengan kebutuhan. Mencari referensi pada jenis cara yang sudah dilakukan banyak perusahaan juga bisa diterapkan, namun balik lagi kepada perusahaan, apakah cara yang digunakan sudah sesuai dengan harapan atau belum.

Selain itu, pemanfaatan peran teknologi yang kini semakin canggih juga bisa menjadi cara dalam mengelola karyawan. Hal ini dapat diterapkan oleh setiap perusahaan khususnya yang sering kali mengalami kesalahan dan kewalahan pada sistem pengelolaan sebelumnya. Peran teknologi yang dimaksud adalah pemanfaatan aplikasi HR yang bisa digunakan untuk pengelolaan database karyawan.

Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah Talenta. Talenta merupakan aplikasi karyawan dan HR yang memiliki beberapa fitur untuk mengelola karyawan khususnya pada bidang administratif. Salah satu fiturnya adalah absensi karyawan secara online. Di mana, perusahaan dapat mengawasi kedisiplinan pada absensi karyawan di mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, perusahaan juga dapat meningkatkan kedisiplinan karyawan dalam soal absensi.

Selain itu, Talenta juga memiliki fitur lainnya seperti payroll system, slip gaji online, pengajuan cuti online, dan pengelolaan database karyawan secara aman dan mudah. Pengelolaan data administratif ini dapat diakses melalui gadget di mana saja dan kapan saja. Nah, kini waktunya bagi Anda untuk mulai beralih ke aplikasi Talenta yang memberikan banyak kemudahan dalam soal pengelolaan karyawan. Cari tahu informasi lebih banyak tentang Talenta di sini.


PUBLISHED02 Mar 2020
Rianhmz
Rianhmz