Metode Penghitungan Gaji Secara Prorata

Metode Penghitungan Gaji Secara Prorata

Jika selama ini ada yang bertanya-tanya, apakah karyawan akan mengundurkan diri di tengah bulan, bergabung di tengah bulan, atau melakukan unpaid leave, gaji yang akan diterima utuh? Jika tidak, bagaimanakah metode perhitungannya? Apakah ada landasan hukum yang valid atas perhitungan ini?
Sebenarnya tidak ada landasan hukum atau ketentuan tertulis dari UU Ketenagakerjaan atas hal ini, baik itu untuk para karyawan permanen atau karyawan kontrak. Namun hal ini dapat disepakati antara karyawan dan perusahaan yang disebutkan dalam kontrak kerja. Idealnya, sudah sepantasnya pengusaha membayar gaji untuk hari-hari bekerja yang telah dilakukan oleh karyawan tersebut pada bulan itu dan tidak termasuk unpaid leave atau cuti di tengah bulan.
Sebagai contoh, Pak Fandi mengundurkan diri di PT. Talenta Lite pada tanggal 12 Agustus, edangkan dalam bulan Agustus terdiri dari tanggal 1 s.d 31. Itu artinya Pak Fandi bekerja selama 10 hari saja. Bagaimanakah metode perhitungannya dan berapa besarnya gaji yang ia terima?
Perhitungan:
Dasar peraturan ketenagakerjaan untuk perhitungan upah per jam yaitu Gaji (Gaji Pokok + Tunjangan yg bersifat tetap) / 173 jam kerja
Waktu kerja dari 1 – 12 Agustus terdapat 10 hari kerja
Gaji Pokok plus tunjangan = Rp. 10.000.000,-
Upah per jam = Rp 10.000.000,- / 173 = Rp. 57.804,-
Gaji 1 – 12 Agustus = (10 hari  X 8 jam kerja X Rp. 57.804,-)
= Rp. 4.624.320,- belum dipotong pajak dan potongan lainnya.
Jika terdapat kesulitan dalam memproses payroll, sistem payroll dalam Talenta.co telah memungkinkan semua pemrosesan Payroll berjalan secara efisien bahkan untuk perusahaan yang jumlah karyawannya lebih dari 10.000 orang, termasuk perhitungan yang bersifat prorata seperti contoh di atas.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED10 Aug 2016
talenta
talenta