Setiap perusahaan atau organisasi pasti memiliki peraturan untuk menjalankan manajemen dan operasionalnya. Peraturan-peraturan tersebut nantinya akan menciptakan konsep budaya kerja yang unik dan beragam. Oleh karena itu, budaya kerja tidak muncul dengan sendirinya, melainkan dibentuk melalui proses terkendali yang melibatkan sumber daya manusia beserta seluruh perangkat pendukungnya.

Menurut Triguno (2003), budaya kerja merupakan suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa budaya kerja merupakan suatu konsep yang didasari oleh kebiasaan atau keseluruhan pola perilaku setiap individu atau kelompok yang dibudayakan dan dikembangkan dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk mempertahankan efisiensi dalam bekerja. Budaya kerja tentu saja diciptakan dengan tujuan, dalam hal ini, untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan menjadikannya lebih produktif, sehingga visi dan misi perusahaan dapat terwujud serta mampu menghadapi semua tantangan di masa mendatang. 

4 Tipe Budaya Kerja dalam Suatu Perusahaan

Dikutip dari situs Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), budaya kerja dibedakan menjadi empat jenis, berikut penjelasannya.

  • Klan (Clan Culture)

Budaya kerja klan menciptakan lingkungan kerja yang cenderung ramah dan bersahabat. Dalam situasi ini, seluruh karyawan perusahaan dianggap seperti satu keluarga besar yang sedang melakukan kolaborasi dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk pengambilan keputusan. Jenis budaya kerja ini menekankan pembentukan team work yang solid serta komunikasi yang baik. Dalam budaya klan, strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan dapat dilakukan dengan pemberdayaan, pembentukan tim, pengembangan produktivitas karyawan, dan keterbukaan komunikasi.

  • Pasar (Market Culture)

Budaya kerja pasar menggunakan persaingan sebagai landasan dalam menjalankan sebuah perusahaan. Dengan adanya persaingan, para karyawan akan termotivasi untuk bersikap kompetitif dan fokus dalam mencapai tingkat produktivitas tertentu sehingga mampu mengungguli rekan kerjanya lainnya. Pemimpin dalam budaya kerja ini harus bisa menciptakan situasi persaingan yang sehat dan kondusif bagi seluruh jajaran perusahaan. Dalam budaya pasar, strategi untuk meningkatkan kualitas perusahaan dapat dilakukan dengan mempertimbangkan preferensi klien, memajukan produktivitas, bekerja sama dengan pihak luar, dan meningkatkan atmosfer persaingan.

  • Hierarki (Hierarchy Culture)

Budaya kerja hierarki menekankan konsep lingkungan kerja yang formal dan terstruktur. Kendali perusahaan sepenuhnya dipegang oleh para pejabat tinggi perusahaan, sebab mereka dinilai memiliki pengalaman serta kemampuan yang layak untuk dijadikan panutan. Perusahaan akan berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya apabila seluruh jajaran perusahaan mematuhi aturan-aturan hierarki yang bersifat tegas dan tepat guna. Jenis budaya kerja ini dianggap sebagai budaya kerja yang paling tepat untuk meningkatkan produktivitas sebuah perusahaan. Strategi peningkatan kualitas perusahaan dalam budaya kerja hierarki adalah dengan mendeteksi kesalahan, melakukan pengukuran, proses pengendalian, pemecahan masalah yang sistematis, serta perangkat berkualitas.

  • Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Lingkungan yang menganut budaya kerja adhokrasi akan bersifat dinamis dan kreatif. Para pemimpin dipandang sebagai sosok inovator yang berani mengambil risiko dan memacu motivasi karyawan dalam mewujudkan ide-ide segar. Budaya kerja ini menekankan konsep kebebasan bagi karyawan untuk menciptakan sesuatu yang baru sehingga nantinya akan mampu membuat perusahaan bertahan di tengah ketatnya persaingan. Untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam budaya kerja ini yang harus dilakukan adalah membuat kejutan menyenangkan, menciptakan standar baru, mengantisipasi kebutuhan, pengembangan berkelanjutan, serta mencari solusi yang kreatif.

Keempat tipe budaya kerja di atas masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga penerapannya harus dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi suatu perusahaan.

Penerapan Budaya Kerja yang Positif dalam Suatu Perusahaan  

Agar perusahaan dapat berjalan tanpa hambatan, dibutuhkan budaya kerja yang tepat. Apa saja contoh penerapan budaya kerja yang positif dalam perusahaan?                                        

  • Suasana yang Menyenangkan

Di dalam lingkungan kerja, dibutuhkan suasana yang menyenangkan dan friendly. Tidak melulu harus serius ketika mengembangkan suatu gagasan. Faktanya, atmosfer yang ceria cenderung membangkitkan kreativitas dan semangat seseorang dalam bekerja. Selain itu, tata ruang yang baik juga sangat disarankan, seperti memakai konsep terbuka yang akan mempermudah proses komunikasi dan menghindari terjadinya konflik. Tersedianya berbagai fasilitas seperti video gim, ruang bersantai, ruang menonton, dan beraneka camilan juga mampu menyuntikkan energi positif kepada karyawan serta melenyapkan rasa jenuh setelah bekerja keras seharian penuh.

  • Komunikasi yang Terbuka dan Transparan 

Komunikasi merupakan kunci dari hubungan yang baik dalam suatu perusahaan. Harus ada keterbukaan dan transparansi antar sesama karyawan mengenai apa pun yang berkaitan dengan pekerjaan. Tidak bisa dipungkiri, masalah pasti akan selalu ada, namun dengan pengaplikasian sistem kerja yang transparan, diharapkan seluruh jajaran perusahaan dapat bersikap terbuka dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang ada serta mencari solusinya bersama-sama. Semakin banyak komunikasi yang terjalin juga dapat menumbuhkan rasa empati pada masing-masing karyawan.

  • Tim yang Solid

Salah satu penerapan budaya kerja yang positif lainnya adalah membentuk sebuah tim yang solid. Perlu diketahui bahwa sebuah tim merupakan gabungan dari berbagai pribadi dengan latar belakang berbeda yang melebur menjadi satu demi menggapai visi dan misi yang sama. Tentu saja menyelaraskan perbedaan tersebut bukan hal yang mudah, dibutuhkan sikap saling percaya, sikap saling mengerti, dan sikap saling mendukung antaranggota tim. Seluruh anggota tim juga harus memiliki kemauan untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan. Jangan biarkan siapapun yang ada di dalam tim merasa terbebani akan suatu pekerjaan atau masalah. Penerapan budaya kerja ini memungkinkan setiap orang bekerja secara individu namun tetap fokus pada kesuksesan sebagai sebuah tim. Kunci kesuksesan sebuah tim adalah kerja sama yang baik. Berkaitan dengan poin sebelumnya, komunikasi juga menjadi kunci penting dalam membentuk tim yang solid.

  • Mengapresiasi Prestasi Karyawan

Mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh karyawan merupakan salah satu hal yang penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan. Tidak melulu soal materi, bentuk apresiasi pun beragam, misalnya dapat berupa pujian seperti, “Pekerjaanmu hari ini bagus, keep it up!“. Mungkin kalimat tersebut terdengar sepele, tetapi bagi karyawan, itu dapat memberikannya motivasi untuk terus melakukan yang terbaik. Atasan yang baik tidak hanya akan menegur jika para karyawan membuat kesalahan, tetapi juga akan memuji jika mereka melakukan sesuatu yang dirasa memiliki dampak baik dan bermanfaat bagi perusahaan. Selain membuat karyawan merasa dihargai, pemberian apresiasi ini juga secara tidak langsung akan mengakrabkan hubungan antara atasan dan bawahan. Melalui keakraban tersebut akan dihasilkan suatu bentuk kenyamanan yang membuat para karyawan dan atasan menjadi betah untuk bekerja bersama dan membentuk tim yang solid. Terkadang, hubungan yang terlalu kaku pun akan menyebabkan lingkungan kerja menjadi kurang kondusif. 

Contoh penerapan budaya kerja seperti ini dianggap berhasil dalam mendukung perkembangan dan kemajuan perusahaan. Namun, jarang sekali ada perusahaan yang mendominasi salah satu tipe budaya kerja tertentu atau menyetarakan penerapan keempat budaya kerja tersebut.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.