Memiliki karyawan yang berkualitas merupakan idaman banyak pemimpin perusahaan. Sementara karyawan yang bandel dan sering bermasalah sudah dapat dipastikan engagement ke perusahaan sangat kecil atau bahkan menjadi disengage. Pada umumnya, modus yang sering digunakan oleh karyawan yang bandel, salah satunya adalah mangkir alias bolos kerja. Lantas, apa saja yang perlu dilakukan oleh pihak perusahaan jika menemukan karyawan mangkir? Apakah perusahaan diperbolehkan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan mangkir?

Baca juga: Inilah 9 Alasan Perusahaan Melakukan PHK Karyawan

 

Peraturan Perundang-undangan

Di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 13 Tahun 2003 menyebutkan bahwa:

  • Karyawan yang mangkir kerja selama 5 hari berturut-turut dan telah dilakukan 2 kali pemanggilan secara patut (yaitu secara tertulis dan antara Surat Panggilan Pertama dan Kedua berjarak minimal 3 hari), maka karyawan tersebut dikategorikan telah mengundurkan diri.
  • Jadi, apabila karyawan yang sudah mangkir kerja selama 5 hari berturut-turut dan ingin di-PHK oleh pihak perusahaan namun ternyata belum pernah dilakukan pemanggilan, maka PHK tersebut berarti gagal.

 

PHK Terhadap Karyawan yang Mangkir Kerja

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dengan perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena pengunduran diri, pemberhentian oleh  pihak perusahaan atau habis kontrak. Menurut Pasal 61 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 mengenai tenaga kerja, perjanjian kerja dapat berakhir apabila:

  • Karyawan meninggal dunia.
  • Jangka waktu kontrak kerja telah berakhir.
  • Adanya putusan pengadilan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.
  • Adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.

Jadi, pihak yang mengakhiri perjanjian kerja sebelum jangka waktu yang telah ditentukan, wajib membayarkan ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah karyawan sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja. Selanjutnya pihak perusahaan dapat melakukan PHK apabila karyawan melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Namun sebelum melakukan PHK, pihak perusahaan wajib memberikan surat peringatan sebanyak 3 kali secara berturut-turut. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, apakah pihak perusahaan diperbolehkan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan yang mangkir kerja?

Aturan terkait boleh atau tidaknya pihak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja pada karyawan yang mangkir terdapat di dalam Undang-Undang Pasal 168 Ayat 3. Yaitu pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap karyawan yang mangkir kerja.

Maka karyawan yang bersangkutan berhak menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 Ayat (4) dan diberikan uang pisah yang besarnya dan pelaksanaannya diatur di dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

 

Tips dan Trik Mengatasi Persoalan Mangkir

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pihak perusahaan terkait banyaknya karyawan yang tidak masuk kerja tanpa keterangan yang jelas. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Rajin memantau data kehadiran karyawan

Pemantauan ini diperlukan agar pihak perusahaan dapat memberikan kebijakan sedini mungkin. Dalam konteks risk management, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan, akan mengecilkan risiko yang ada.

Data kehadiran atau absensi karyawan harus dikelola secara tepat, karena hal ini terkait dengan penggajian. Perusahaan harus teliti dalam membedakan ketidakhadiran karyawan sebagai izin atau cuti yang diupah atau mangkir yang tidak diupah.

2. Segera melakukan pemanggilan

Tertib administrasi perlu dilakukan untuk memperkuat posisi manajemen ketika berhadapan dengan permasalahan tersebut. Tunjukan bukti-bukti administratif yang kuat agar karyawan yang bersangkutan merasa jera.

3. Memberikan sanksi yang tegas

Terkadang memberikan sanksi memang bukan merupakan hal yang menyenangkan bagi atasan. Namun jika memang ketentuan yang berlaku di perusahaan mengharuskan memberikan sanksi, maka sudah seyogyanya atasan harus tegas dalam memberikan sanksi.

Bukan sanksinya yang ingin dikedepankan, namun ketegasannya yang perlu ditonjolkan. Segala pemberian sanksi ini harus mengacu kepada aturan yang berlaku di perusahaan. Sanksi dimaksudkan sebagai bentuk pembinaan kepada para karyawan, bukan bentuk hukuman semata.

Baca juga: Ketahui Tips Mengantisipasi Karyawan Mangkir

 

Setelah dilakukan pengolahan data tentu ada saja ditemukan karyawan yang mangkir kerja. Terjadinya permasalahan tersebut biasanya disebabkan oleh beberapa hal. Ada yang karena karyawan sakit dan belum memberikan surat dokter, ada yang mangkir karena cutinya sudah habis, dan ada juga karena tanpa alasan yang jelas.

Dari data tersebut tim HR perusahaan harus dapat melakukan konfirmasi kepada karyawan yang bersangkutan dan menanyakan perihal ketidakhadirannya. Kemudian, tindakan yang diberikan kepada karyawan tersebut dapat disesuaikan dengan sanksi dan kebijakan perusahaan yang berlaku.

Agar pengelolaan SDM di perusahaan tidak terlalu repot, gunakan software payroll dan HR Talenta. Dapatkan informasi lengkap tentang Talenta hanya di sini dan bergabunglah dengan perusahaan pengguna Talenta lainnya!

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.