Dampak Teknologi 3D Printing dalam Industri Manufaktur

Dampak Teknologi 3D Printing dalam Industri Manufaktur

Teknologi 3D printing dalam industri manufaktur memberikan dampak besar baik perilaku SDM maupun strategi bisnis. 3D printing atau biasa disebut dengan istilah teknologi aditif diprediksi akan tumbuh 200% di tahun 2022 dari tahun 2017 yaitu semula 8,8 miliar menjadi 26.5 miliar. Hal ini tentu menjadi topik perbincangan apalagi pada era industri 4.0. Dengan adanya 3D printing pada sektor manufaktur diyakini akan membantu industri untuk tumbuh tinggi hingga 5 tahun ke depan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Teknologi aditif atau 3D printing juga diyakini sebagai bentuk disrupsi digital yang akan mengganggu proses tradisional. Persaingan bukan lagi pada bagaimana kualitas dan kuantitas produk, namun juga kecepatan, keamanan, dan juga inovasi. Mau tidak mau, perusahaan manufaktur harus siap menghadapi volatilitas persaingan akibat disrupsi digital. Teknologi 3D printing ini sejatinya akan sangat berdampak pada beberapa sektor manufaktur seperti, penerbangan, otomotif, militer, peralatan kesehatan, dan juga FMCG. 

Bukan hanya kompetisi dan juga pengembangan produk, Penggunaan 3D printing juga memberikan dampak-dampak positif. Apa saja?

Penghematan Beban Aset

Tidak ada perusahaan yang tidak memiliki prinsip “less spend more income”. Bahkan menjadi titik revolusi industri 1.0 saat itu. Bagaimana perusahaan dapat memproduksi dan mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan mengeluarkan biaya yang sedikit. Hal tersebut juga tercantum dalam prinsip ekonomi.

More spend more income is a new model of manufacturing 4.0

Dengan adanya 3D printing perusahaan diyakini dapat menghemat aset seperti beban depresiasi, perawatan, bahan dan  juga pembuatan alat. Memang, alat 3D printing sangat mahal, namun menjadi investasi jangka panjang karena tidak memerlukan biaya perawatan yang tinggi dan memiliki durasi downtime yang sangat panjang dibanding mesin manual. Seperti yang dilakukan oleh tim NASCAR yang mengadopsi teknologi aditif dalam pembuatan prototipe sparepart yang dapat mengurangi biaya pembuatan prototipe hingga 89%.

Memang, berinvestasi pada mesin cetak 3D bisa mengeluarkan hingga triliunan rupiah, namun memiliki mesin cetak 3D, dapat mengurangi biaya unit tambahan lain. 3D printing secara parsial juga memungkinkan adanya pengeluaran biaya yang jauh lebih sedikit dibanding dengan pembuatan lengkap melalui proses produksi tradisional.

Efektivitas Bahan

Selain biaya-biaya tersebut, 3D printing juga dapat meningkatkan efektifitas penggunaan bahan. Misalnya ketika Anda ingin memproduksi barang menggunakan aluminium dengan metode subtraktif atau tradisional, maka akan ada sisa potongan aluminium yang hanya akan menjadi sampah.

Sedangkan jika menggunakan 3D printing efektifitas penggunaan bahan dapat dilakukan hingga 100%. Karena pada sistem 3D printing bahan akan dilebur menjadi bahan yang lebih elastis sehingga sisa-sisa yang tidak digunakan pada proses sebelumnya dapat digunakan kembali. Akhirnya balik lagi kepada cost reduction.

Efektifitas bahan juga berdampak pada penggunaan energi. Semakin ringkas proses produksi maka semakin sedikit pula energi yang dihasilkan. Hal ini dibuktikan oleh beberapa perusahaan penerbangan dimana mereka lebih menghemat bahan hingga 7%, menghemat energi hingga 7.200 Gigajoule dan 550 metric ton karbon dioksida.

Perakitan yang Lebih Menekankan pada Pendekatan Utilitas

Hal ini dibuktikan oleh Siemens. Dimana mereka dapat memproduksi 10 juta earphone housing dan mengklaim dapat membuat konsumen merasa nyaman dengan earphone mereka hanya menggunakan 3D printing. Menggunakan mesin cetak 3D juga dapat mempermudah kostumisasi barang sehingga memiliki nilai ergonomis dan nilai individu pada konsumen. 

Perusahaan juga dapat menciptakan model baru atau desain yang lebih rumit yang tidak mungkin dikerjakan dengan metode konvensional. Misalnya saja apa yang telah dilakukan oleh NASA. mereka membuat mesin injeksi bensin menggunakan mesin cetak 3D yang dapat mengurangi 115 sub-komponen dengan daya tampung yang lebih besar.

Efektifitas Waktu dan Bisnis Secara Keseluruhan

Kecepatan mesin cetak 3D sudah terbukti dapat mengurangi durasi pembuatan sparepart hingga 10 kali lipat. Hal ini tentu akan mengubah strategi dan perilaku bisnis secara keseluruhan. Volume produksi, nilai kegunaan, fleksibilitas dan juga kecepatan akan meningkat seiring dengan penggunaan mesin cetak 3D. Karena faktor-faktor tersebut, perusahaan mampu mendorong pesanan menjadi lebih cepat dengan jumlah kapasitas yang besar.

Nilai individu dan kegunaan yang dihasilkan mesin cetak 3D cenderung unik, lengkap, dan kompleks, sehingga perusahaan juga dapat meningkatkan margin harga jual kepada konsumen yang jelas akan memberikan keuntungan lebih pada perusahaan. Perusahaan dalam hal ini dapat membuka peluang-peluang baru dan menciptakan supporting product dari produk inti yang sedang dijalankan saat ini.

Tantangan: Menjaga Retensi SDM yang Ahli

Menggunakan mesin cetak 3D dalam industri manufaktur bukanlah investasi pada alat saja namun juga sumber daya manusia. Deloitte lagi-lagi menjelaskan, SDM menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan manufaktur untuk beralih pada teknologi aditif.

Tanam budaya teknologi adalah kunci membiasakan karyawan beradaptasi pada perkembangan industri ke depan yang makin rumit dan volatile

Bukan hanya mendapatkan SDM yang baik, perusahaan juga harus meningkatkan retensi karyawan terlebih jika mereka memiliki kompetensi di bidang peralatan manufaktur. Salah satu cara dalam meningkatkan retensi karyawan adalah dengan meningkatkan kepuasan karyawan dengan tata kelola SDM yang baik. SDM harus diberi akses secara mandiri dalam mengelola pekerjaannya seperti waktu lemburan, THR, tanggung jawab perpajakan, dan juga pengelolaan cuti.

Ingin otomasi tata kelola SDM dengan mudah? Anda dapat menggunakan software HR. Salah satunya adalah Talenta yang dapat memenuhi segala kebutuhan urusan-urusan tata kelola SDM dengan mudah. Coba Talenta sekarang untuk pengalaman terbaik HRD Anda.


PUBLISHED20 Mar 2020
Hafidh
Hafidh