Administrasi HR 6 min read

Employee Empowerment: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contoh

By Jordhi FarhansyahPublished 20 Jul, 2023 Diperbarui 20 Maret 2024

Salah satu cara untuk meningkatkan retensi serta produktivitas karyawan adalah melalui employee empowerment.

Bersama HR, perusahaan perlu memperhatikan aspek ini dalam pengelolaan SDM. Nah, kali ini Mekari Talenta akan membahas secara lengkap mengenai apa itu employee empowerment. Simak selengkapnya di artikel berikut ini.

Apa itu employee empowerment?

Employee empowerment adalah konsep di dalam manajemen sumber daya manusia yang mengacu pada memberikan kekuatan, otoritas, dan tanggung jawab kepada karyawan dalam mengambil keputusan dan mengambil tindakan terkait pekerjaan mereka.

Employee empowerment adalah kebalikan dari micro management di mana perusahaan dapat memberikan otonomi pada level tertentu dalam pekerjaan sehari-hari.

Tujuan utama dari employee empowerment sendiri adalah meningkatkan keterlibatan karyawan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih bermakna.

Ditambah, prinsip utama dari employee empowerment adalah menyediakan karyawan arti dari membuat keputusan penting dan membantu memastikan bahwa keputusan tersebut tepat. Ketika diterapkan dengan baik, hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan yang lebih baik.

Dengan ini, karyawan bisa berada dalam lingkungan kerja yang kolaboratif dan juga berdaya saing.

Meskipun employee empowerment membawa banyak manfaat, hal itu juga harus diimbangi dengan dukungan yang tepat dari manajemen dan kejelasan mengenai batas-batas tanggung jawab dan wewenang yang dimiliki oleh karyawan.

Selain itu, employee empowerment berfungsi dengan lebih baik ketika karyawan memiliki tingkat keterampilan dan kompetensi yang memadai serta ketika nilai-nilai organisasi didukung dan diaplikasikan oleh seluruh anggota tim.

Talenta blog banner

Jenis-Jenis employee empowerment

Employee empowerment berdasarkan keputusan

Delegasi: Memberikan karyawan kebebasan untuk mengambil keputusan terkait tugas-tugas mereka tanpa perlu selalu berkonsultasi dengan atasan.

Partisipasi: Melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan dan memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi pada perencanaan dan strategi perusahaan.

Sebagai contoh, seorang manajer di sebuah restoran memberikan tanggung jawab penuh kepada karyawan untuk mengelola inventaris dan memesan persediaan yang diperlukan.

Karyawan memiliki kebebasan untuk mengatur stok dan mengambil keputusan pembelian yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ditetapkan.

Baca juga: Apa Itu Employee Experience dan Pentingnya bagi Perusahaan serta Karyawan?

Empowerment berdasarkan pengetahuan dan keterampilan

Pelatihan dan pengembangan: Memberikan pelatihan yang relevan dan kesempatan pengembangan bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan teknologi menyediakan pelatihan yang luas bagi karyawan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka di bidang teknologi terbaru.

Di sana, karyawan dapat memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka, serta mengambil inisiatif dalam memperbaiki kompetensi mereka.

Otonomi pekerjaan: Memungkinkan karyawan untuk memilih dan mengelola metode kerja mereka sendiri untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Misalnya, sebuah perusahaan desain memberikan kebebasan kepada karyawannya untuk menentukan metode dan pendekatan dalam menyelesaikan proyek klien.

Karyawan diberdayakan untuk mengatur jadwal mereka sendiri dan memilih metode serta tools yang tepat untuk menyelesaikan tugas.

Perusahaan juga bisa mengadopsi sistem employee self-service (ESS) melalui software HRIS seperti Mekari Talenta. Dengan ESS, fungsi ini dapat menunjang kemudahan karyawan dalam mengakses kebutuhan kerja secara mandiri melalui smartphone.

Empowerment berdasarkan tanggung jawab dan tugas

Pemberdayaan dalam tim: Mendorong karyawan untuk bekerja secara kolaboratif dalam tim dan memberikan kontribusi aktif terhadap tujuan tim.

Misalnya, sebuah perusahaan konsultasi menerapkan pendekatan tim yang kolaboratif, di mana setiap anggota tim memiliki peran yang aktif dalam mengatur tujuan proyek, mengalokasikan tugas, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan metode yang mereka sepakati bersama.

Tugas multifungsi: Memberikan karyawan kesempatan untuk melibatkan diri dalam berbagai tugas atau proyek di luar peran utama mereka.

Empowerment berdasarkan informasi

Akses ke informasi: Menyediakan akses transparan terhadap informasi terkini yang relevan, seperti kinerja perusahaan, anggaran, dan tujuan strategis.

Selain itu, perusahaan bisa mendorong karyawan berbagi pengetahuan dan informasi antar karyawan untuk meningkatkan kolaborasi dan inovasi.

Misalnya, perusahaan teknologi memastikan bahwa semua karyawan memiliki akses ke informasi yang relevan tentang kinerja perusahaan, tujuan, dan rencana strategis.

Informasi ini memungkinkan karyawan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi mereka terhadap kesuksesan organisasi secara keseluruhan.

Empowerment berdasarkan inovasi

Gagasan dan saran: Mengajak karyawan untuk menyampaikan gagasan dan saran yang inovatif untuk perbaikan proses atau produk.

Ruang untuk eksperimen: Mendorong karyawan untuk mencoba pendekatan baru dan eksperimen tanpa takut menghadapi konsekuensi yang berat atas kesalahan.

Empowerment berdasarkan fleksibilitas kerja

Fleksibilitas jam kerja: Memberikan opsi bagi karyawan untuk mengatur jadwal kerja mereka dengan lebih fleksibel, seperti bekerja dari rumah atau memilih jam kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Work-life balance: Mendorong karyawan untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi mereka.

Penting untuk dicatat bahwa employee empowerment dapat diimplementasikan dalam berbagai cara, dan pendekatan yang tepat akan bervariasi tergantung pada struktur organisasi, budaya perusahaan, dan industri tempat perusahaan beroperasi.

Dalam semua jenis employee empowerment, penting untuk memastikan bahwa karyawan diberdayakan dengan dukungan dan bimbingan yang memadai agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab atas tugas-tugas mereka.

Manfaat employee empowerment

Employee empowerment memberikan sejumlah manfaat bagi organisasi, karyawan, dan keseluruhan lingkungan kerja. Beberapa manfaat penting dari adanya employee empowerment adalah sebagai berikut.

Meningkatkan keterlibatan karyawan

Employee empowerment membantu meningkatkan keterlibatan karyawan karena mereka merasa memiliki peran yang lebih aktif dalam proses pengambilan keputusan dan mencapai tujuan perusahaan.

Karyawan yang merasa diberdayakan cenderung lebih termotivasi dan berkomitmen untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Peningkatan produktivitas

Dengan adanya employee empowerment, karyawan memiliki kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak tanpa harus menunggu persetujuan dari atasan.

Hal ini memungkinkan mereka untuk merespons dengan cepat terhadap perubahan situasi, mengatasi masalah dengan lebih efisien, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Inovasi dan kreativitas

Employee empowerment mendorong karyawan untuk berkontribusi dengan ide-ide inovatif dan solusi kreatif.

Ketika karyawan merasa memiliki tanggung jawab atas pekerjaan mereka, mereka lebih cenderung berpikir out-of-the-box dan mencoba pendekatan baru untuk meningkatkan proses atau produk.

Pengambilan keputusan yang lebih baik

Karyawan yang memiliki otonomi dalam mengambil keputusan dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan situasi yang berubah.

Mereka juga dapat menggunakan pengetahuan dan wawasan mereka secara lebih efektif, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih baik dan lebih relevan.

Pengembangan keterampilan dan peningkatan kompetensi 

Employee empowerment memungkinkan karyawan untuk mengambil inisiatif dalam mengembangkan diri mereka sendiri.

Mereka dapat mengambil bagian dalam pelatihan dan pengembangan yang relevan, yang pada gilirannya meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka.

Peningkatan retensi karyawan

Employee empowerment dapat menjadi faktor yang signifikan dalam mempertahankan karyawan yang berbakat dan berkinerja tinggi.

Karyawan cenderung lebih puas dan termotivasi untuk tinggal di perusahaan ketika mereka merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi secara aktif.

Ketika employee empowerment diimplementasikan dengan tepat, manfaat-manfaat ini dapat membantu organisasi mencapai kinerja yang lebih baik, meningkatkan reputasi mereka sebagai tempat kerja yang menarik, dan memberdayakan karyawan untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Baca juga: Apa Itu Employee Retention dan Bagaimana Cara Meningkatkanya?

Cara menerapkan employee empowerment

Menerapkan employee empowerment yang tepat memerlukan pendekatan yang hati-hati dan terencana.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menerapkan employee empowerment yang efektif.

Identifikasi batas tanggung jawab dan otoritas

Tetapkan batas tanggung jawab dan otoritas bagi karyawan. Pastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang batasan dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Ini dapat meliputi ruang lingkup tugas, anggaran, dan keputusan strategis tertentu yang memerlukan persetujuan manajemen.

Berikan pelatihan dan dukungan

Pastikan bahwa karyawan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan secara tepat.

Sediakan pelatihan yang relevan dan dukungan bimbingan yang dibutuhkan agar mereka merasa percaya diri dalam peran baru ini.

Bangun budaya kepercayaan dan kolaborasi

Ciptakan lingkungan kerja yang mempromosikan kepercayaan, kolaborasi, dan komunikasi terbuka.

Pastikan bahwa karyawan merasa nyaman berbagi ide, masalah, dan masukan tanpa takut kritik atau hukuman.

Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan

Berikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Libatkan mereka dalam proses perencanaan, evaluasi, dan pemecahan masalah. Ini memberikan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap hasil.

Evaluasi dan umpan balik

Lakukan evaluasi berkala terhadap program employee empowerment yang telah diterapkan. Berikan umpan balik kepada karyawan mengenai kinerja mereka dalam mengambil keputusan dan bertindak. Berikan penghargaan atas prestasi yang baik dan bimbingan untuk perbaikan.

Perusahaan juga dapat menunjang kebutuhan manajemen performa dengan menyediakan sistem layanan umpan balik bagi karyawan.

Melalui software Mekari Talenta, perusahaan bisa menampung saran dari karyawan lewat survei rutin. Hal ini bisa disediakan lewat aplikasi form online dari Mekari Talenta yang terotomasi sehingga HR tidak perlu merekap semua jawaban survei secara manual.

Berikan penghargaan dan pengakuan

Apresiasi kontribusi karyawan yang sukses dalam employee empowerment dengan memberikan penghargaan dan pengakuan yang pantas. Ini akan memotivasi mereka dan memberikan contoh positif bagi karyawan lain.

Fleksibilitas dan Penyesuaian

Ingatlah bahwa employee empowerment adalah proses yang terus berkembang. Bersikaplah fleksibel dan siap untuk menyesuaikan strategi dan pendekatan sesuai dengan kebutuhan dan dinamika organisasi.

Dengan penerapan langkah-langkah di atas, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang berdaya guna dan produktif, di mana karyawan merasa dihargai dan memiliki peran penting dalam mencapai kesuksesan organisasi.

Contoh Penerapan employee empowerment

Berikut adalah contoh kasus penerapan  iyang baik.

Di sebuah perusahaan teknologi, manajemen perusahaan telah mengadopsi pendekatan employee empowerment untuk meningkatkan inovasi dan produktivitas.

Mereka memberikan kesempatan kepada karyawan untuk berpartisipasi dalam rapat strategis dan memberikan masukan mengenai arah perusahaan.

Salah satu karyawan bernama Sarah, seorang analis data, merasa terlibat dan dihargai karena pandangan dan ide-idenya selalu didengar.

Selain itu, manajemen memberikan kebebasan kepada Sarah untuk mengatur jadwal kerjanya dengan lebih fleksibel, sehingga ia dapat mengelola waktu kerjanya sendiri.

Ketika perusahaan menghadapi tantangan dalam menghadapi persaingan di pasar yang ketat, Sarah merasa diberdayakan untuk mencari solusi inovatif.

Dia bekerja sama dengan timnya dan menyusun analisis data yang komprehensif, yang akhirnya membantu perusahaan mengidentifikasi peluang baru untuk mengembangkan produk unggulan.

Berkat kebebasan yang diberikan oleh employee empowerment, Sarah merasa lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi terbaiknya dan merasa bahwa pekerjaannya memiliki dampak positif langsung terhadap kesuksesan perusahaan.

Implementasi employee empowerment membuat para karyawan seperti Sarah merasa memiliki peran yang lebih aktif dalam kesuksesan perusahaan dan meningkatkan keterlibatan mereka.

Hal ini juga membuka pintu bagi lebih banyak inovasi dan kreativitas, menghasilkan hasil yang lebih baik dan memperkuat budaya kerja yang positif di perusahaan tersebut.

Kesimpulan

Itulah tadi mengenai penjelasan mengenai pentingnya employee empowerment. Secara garis besar, employee empowerment dapat memberikan karyawan otoritas lebih dalam bekerja dan membuat keputusan.

Melalui penerapan yang tepat, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang bermakna, memotivasi karyawan untuk berkontribusi secara aktif, meningkatkan produktivitas, dan merangsang inovasi.

Employee empowerment membawa manfaat berlipat bagi perusahaan, karyawan, dan keseluruhan kelangsungan bisnis, menjadikannya fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan dan keberhasilan organisasi di era bisnis yang dinamis.

Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.