HR Planning 3 min read

Menghindari Kegagalan Audit Kepatuhan (Compliance Audit Failure) dengan Menggunakan HRIS

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah

Audit kepatuhan (compliance audit) adalah proses evaluasi untuk memastikan bahwa perusahaan telah mematuhi peraturan perundang-undangan, kebijakan internal, serta standar yang berlaku.

Audit ini mencakup berbagai aspek, mulai dari ketenagakerjaan, pengupahan, jam kerja, pajak, hingga perlindungan data karyawan. Kegagalan dalam audit kepatuhan tidak hanya berdampak pada sanksi finansial, tetapi juga dapat merusak reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Human Resources Information System (HRIS) hadir sebagai solusi teknologi untuk mengelola data dan proses SDM secara terpusat dan terstruktur. HRIS membantu perusahaan mencatat, memantau, dan melaporkan berbagai data ketenagakerjaan secara akurat.

Hal ini menjadikannya alat penting dalam mendukung keberhasilan audit kepatuhan.

Mengapa Kegagalan Audit Kepatuhan (Compliance Audit Failure) Terjadi Tanpa HRIS?

Banyak kegagalan audit kepatuhan berakar dari sistem pengelolaan SDM yang masih manual atau terfragmentasi. Tanpa HRIS, perusahaan sering menghadapi kurangnya otomatisasi dan efisiensi dalam pencatatan data karyawan, seperti kontrak kerja, jam kerja, cuti, dan lembur.

Kesalahan manual dan inkonsistensi data menjadi risiko utama. Data yang tersebar di berbagai spreadsheet atau dokumen fisik sering kali tidak sinkron, sehingga menyulitkan proses verifikasi saat audit berlangsung.

Selain itu, perusahaan juga mengalami kesulitan dalam pelacakan dan pelaporan data yang diminta auditor, terutama ketika membutuhkan histori data dalam periode tertentu.

Menurut Society for Human Resource Management (SHRM), sistem manual meningkatkan risiko non-compliance karena keterbatasan kontrol dan visibilitas data SDM.

Baca juga: Solusi Payroll Enterprise Terbaik untuk Perusahaan Besar di Indonesia

Studi Kasus: Dampak Kegagalan Audit Kepatuhan

Menghindari Kegagalan Audit Kepatuhan (Compliance Audit Failure) dengan Menggunakan HRIS

Sebuah perusahaan manufaktur berskala menengah di Asia Tenggara pernah mengalami kegagalan audit ketenagakerjaan akibat pencatatan jam kerja dan lembur yang tidak akurat. Perusahaan tersebut masih menggunakan sistem manual dan tidak memiliki data historis yang konsisten untuk diverifikasi auditor.

Akibatnya, perusahaan dikenakan denda administratif, diwajibkan melakukan perbaikan sistem dalam waktu singkat, serta mengalami penurunan kepercayaan dari mitra bisnis. Selain kerugian finansial, manajemen juga harus mengalokasikan waktu dan sumber daya tambahan untuk menyiapkan audit ulang.

Kasus ini menunjukkan bahwa kegagalan audit kepatuhan bukan hanya persoalan administratif, tetapi dapat berdampak langsung pada biaya operasional, reputasi, dan keberlanjutan bisnis.

Keuntungan Menggunakan HRIS dalam Kontrol Kepatuhan

Penggunaan HRIS memberikan berbagai keuntungan signifikan dalam menjaga kepatuhan perusahaan. Pertama, otomatisasi dan akurasi data memastikan seluruh informasi ketenagakerjaan tercatat secara konsisten dan real-time. Hal ini mengurangi risiko kesalahan input dan manipulasi data.

Kedua, HRIS menyediakan kemudahan akses dan pelaporan data. Saat audit berlangsung, tim HR dapat dengan cepat mengekstrak laporan terkait kontrak kerja, jam kerja, payroll, dan kepatuhan kebijakan internal tanpa proses manual yang memakan waktu.

Ketiga, HRIS membantu meningkatkan efisiensi dan menurunkan risiko kesalahan, sehingga perusahaan lebih siap menghadapi audit internal maupun eksternal. Studi Deloitte menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan HRIS terintegrasi memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi dibandingkan yang masih mengandalkan proses manual.

Baca juga: Analisis Total Cost of Ownership (TCO) HRIS Selama 5 Tahun

Langkah-Langkah Implementasi HRIS untuk Kepatuhan

Menghindari Kegagalan Audit Kepatuhan (Compliance Audit Failure) dengan Menggunakan HRIS

Langkah awal implementasi HRIS adalah mengidentifikasi kebutuhan kepatuhan perusahaan, termasuk regulasi ketenagakerjaan, pajak, dan perlindungan data yang berlaku. Selanjutnya, pilih HRIS yang mendukung kebutuhan tersebut dan memiliki fitur pelaporan serta audit trail yang memadai.

Tahap berikutnya adalah mengintegrasikan HRIS dengan sistem dan kebijakan kepatuhan yang sudah ada, seperti SOP HR, payroll, dan keuangan. Integrasi ini memastikan konsistensi data di seluruh fungsi bisnis.

Terakhir, perusahaan perlu melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada staf HR dan manajer agar HRIS digunakan secara optimal. Adopsi yang baik akan memastikan data selalu diperbarui dan siap saat audit dilakukan.

Kesimpulan

Kegagalan audit kepatuhan sering kali bukan disebabkan oleh niat perusahaan untuk melanggar aturan, melainkan karena keterbatasan sistem dalam mengelola data SDM secara akurat, konsisten, dan mudah ditelusuri. Proses manual, data yang tersebar, serta minimnya dokumentasi historis membuat perusahaan rentan terhadap temuan audit dan sanksi administratif.

Dengan menggunakan HRIS seperti Mekari Talenta, perusahaan dapat membangun fondasi kepatuhan yang lebih kuat melalui pencatatan data terpusat, otomatisasi proses HR, serta pelaporan yang siap diaudit kapan pun dibutuhkan.

Mekari Talenta membantu perusahaan memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari absensi, payroll, hingga pengelolaan data karyawan secara terstruktur dan transparan.

Bagi perusahaan yang ingin meminimalkan risiko kegagalan audit dan meningkatkan kesiapan kepatuhan jangka panjang, mengadopsi HRIS Mekari Talenta bukan hanya solusi teknis, tetapi juga langkah strategis untuk mendukung tata kelola perusahaan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Tunggu apalagi? Coba gratis demo aplikasi Mekari Talenta dengan menghubungi tim sales kami sekarang juga.

Referensi:

SHRM โ€“ Managing HR Compliance Risks

Deloitte โ€“ The Cost of Non-Compliance

PwC โ€“ HR Systems and Compliance Readiness

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales