Resign merupakan salah satu proses dalam perjalanan karir Anda sebagai implikasi dari apa yang telah terjadi selama Anda bekerja dalam satu perusahaan. Mengundurkan diri tidak selalu dikonotasikan ke dalam arti negatif, karena bisa saja Anda memutuskan untuk mundur karena ada kesempatan yang lebih besar. Sebagai seorang ‘karyawan’ yang bijak, tentu Anda harus mengetahui tips resign kerja yang ideal sehingga pengunduran diri yang Anda lakukan benar-benar terencana dan bermanfaat.

Banyak tenaga kerja yang sudah mengabdi lama pada satu perusahaan dan memutuskan untuk resign, namun tidak mempersiapkan pengunduran dirinya dengan matang. Alih-alih mendapatkan manfaat dari proses tersebut, karyawan ini justru akan mengalami kesulitan dan berujung pada musibah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Padahal jika Anda tahu, ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan.

 

Persiapan Finansial, Tips Resign Paling Dasar

Hal utama yang akan berubah ketika Anda berhenti bekerja dari satu perusahaan adalah bahwa Anda tak lagi menerima penghasilan dalam bentuk apapun dari perusahan tersebut. Mungkin jika Anda memiliki aset atau sumber pendapatan lain hal ini tak jadi masalah. Namun untuk karyawan dengan penghasilan tunggal, pengunduran diri perlu benar-benar direncanakan jauh hari agar kestabilan finansial tidak goyah.

Bagaimana caranya? Paling sederhana adalah dengan menabung, atau membuat pendapatan pasif yang bisa menopang kehidupan selama masa vakum tidak bekerja. Cara ini memang terdengar kuno, namun terbukti ampuh untuk banyak orang. Rencanakan pengunduran diri Anda jauh-jauh hari, dan pastikan Anda memiliki pengelolaan finansial yang rapi dan ketat.

Persiapan finansial juga termasuk mencari informasi mengenai gaji terakhir yang Anda terima beserta semua variabel yang menjadi hak Anda. Pastikan informasi ini diverifikasi oleh bagian terkait sehingga Anda paham benar ‘bekal’ terakhir yang akan Anda terima dari perusahaan.

 

Mundur dengan Elegan

Tidak sedikit karyawan yang mengundurkan diri dengan cara asal-asalan dan meninggalkan kesan buruk pada rekan kerja atau perusahaannya. Jika Anda memutuskan untuk mundur karena suatu alasan tertentu, pastikan Anda mundur dengan elegan. Sampaikan keputusan Anda pada atasan jauh hari dengan surat resmi dan formal.

Selain itu, selesaikan pekerjaan yang menjadi bagian Anda hingga hari terakhir Anda bekerja. Pekerjaan yang tidak selesai dan ditinggalkan berarti kabar buruk untuk rekan kerja lain karena kemungkinan besar akan dilimpahkan dan menambah beban kerja mereka. Sampaikan juga ucapan terimakasih pada rekan kerja dan atasan atas waktu berproses bersama.

Meninggalkan kesan baik ketika Anda pergi sangat direkomendasikan. Selain memberikan kesan berkelas pada diri Anda, hal ini juga akan menjadikan diri Anda memiliki nilai lebih di mata atasan. Siapa tahu, Anda direkomendasikan pada perusahaan lain yang memiliki nilai lebih tinggi oleh atasan Anda, bukankah begitu?

Baca Juga : Pentingnya Pengalaman Kerja Karyawan yang Baik demi Loyalitas

 

Tips Resign Ketiga: Rencana Selanjutnya

Hal paling mendasar yang akan hadir setelah Anda mengundurkan diri adalah satu pertanyaan, ‘apa selanjutnya?’. Rencana diperlukan agar Anda tidak mengalami masa vakum terlalu lama dan menjadikan Anda pengangguran tetap. Baik rencana untuk rehat atau mencari pekerjaan baru, Anda sebaiknya memiliki sederet hal yang ingin Anda lakukan.

Cari referensi pekerjaan di tempat lain yang membutuhkan tenaga Anda, jika Anda ingin bekerja lagi dalam waktu dekat. Atau jika Anda ingin rehat sejenak, tidak ada salahnya bukan memanjakan diri dengan berlibur ke luar kota atau luar negeri? Hal ini dapat dilakukan tentu dengan syarat utama Anda memiliki kondisi finansial yang baik.

Perencanaan kegiatan setelah resign juga jadi hal yang banyak dilewatkan oleh golongan besar karyawan karena dirasa tidak diperlukan. Ungkapan ‘biarkan mengalir bagai air’ rasanya sudah tidak cocok untuk Anda yang memiliki jiwa petualang serta memiliki kapasitas besar untuk bekerja.

 

Cermati Aturan dan Prosedur yang Dimiliki Perusahaan

Terkait pengunduran diri biasanya perusahaan memiliki kebijakan yang mengatur hal tersebut. Anda perlu mencermati hal ini, agar Anda mendapatkan semua hak Anda. Serta terhindar dari kerugian dalam bentuk apapun yang mungkin dialami karena menyalahi peraturan yang sudah disepakati.

Jangan terburu-buru, take your time untuk mencermati setiap regulasi dan aturan yang dimiliki perusahaan. Tidak ada salahnya bukan mengetahui apa yang bisa didapatkan dan apa yang bisa dihindari dari proses pengunduran diri yang Anda rencanakan?

Baca Juga: Karyawan Kontrak yang Tidak Diperpanjang, Apa Hak Mereka?

 

Pada akhirnya, tips resign kerja yang disampaikan di atas hanya akan berhasil baik jika dilakukan dengan cermat dan penuh perhitungan. Meski resign adalah satu proses dalam karir Anda, pastikan Anda telah mengukur secara cermat apapun yang akan terjadi setelah proses tersebut Anda jalani. Jangan sampai Anda hanya mengundurkan diri karena keinginan impulsif, dan malah menjadi petaka untuk kehidupan Anda setelahnya.

Bagi tim HR perusahaan, Anda perlu strategi yang baik untuk menekan tingkat turn over karyawan. Sebab mempertahankan karyawan berprestasi lebih baik daripada harus bersusah payah terus menerus melakukan recruitment. Salah satu cara agar angka turnover tidak tinggi adalah dengan memastikan karyawan mendapatkan hak-haknya dengan baik.

Untuk membantu tim HR mengelola hak-hak karyawan, gunakan software HR Talenta. Talenta dapat membantu HR dalam perhitungan gaji hingga pembayarannya, cuti, reimbursement, dan pengelolaan hak karyawan lainnya. Ketahui manfaat dan fitur-fitur Talenta di sini.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.